NovelToon NovelToon
Kisah Anastasya

Kisah Anastasya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:188.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rusma

Kisah seorang Anak Gadis, berparas cantik. Yang bernama, Tasya Clinton Wijaya. Yang terlahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis.
Yang di didik dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Tetapi harus merasakan sakitnya hidup, kehidupan yang begitu sulit untuk dilalui seorang diri. Kepahitan itu bersumber dari dendam seseorang yang berasal dari Kisah cinta masa lalu Mamanya.

Kisah cintanya pun, hampir hancur hanya karena masalalu dari kekasihnya juga.


Tetapi, Semua Doa dan usaha Tasya di kabulkan oleh sang pencipta. Semua kebaikan kembali kepadanya.

Sang kekasih, Christian W Angkasa. Selalu setia bersamanya. dan mampu menggantikan luka itu dengan kebahagiaan.




Untuk kelanjutan cerita, langsung aja mampir ke novel ku ya.



BACA AJA DULU, SIAPA TAU JADI SUKA.
Happy reading guyss 😊🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Kakak Ipar

Happy reading^^^

Hari ini adalah hari sabtu, Chris akan pergi ngapelin Tasya kerumahnya. Wajah Chris begitu bahagia karena Ia akan bertemu kekasih hatinya, ya walaupun Tasya belum menganggapnya sebagai kekasih, tetapi Chris begitu yakin kalau Tasya pun mempunyai rasa yang sama terhadapnya.

Chris menuruni anak tangga, terlihat oleh Papa, Mama, Vania, Agung dan Jefry sedang menunggunya untuk serapan pagi.

"Sini duduk nak" ucap Laras.

"Wah anak Papa jam segini uda rapi, emang mau kemana Chris?" Ucap Baskoro.

"Mau kerumah Tasya Pa!"

"Emang sudah janjian Chris?" Ucap Laras.

"Sudah Ma"

"Yasudah habisin dulu sarapannya" ucap Laras lagi.

"Wah anak Papa sudah maju lebih dulu ternyata" ucap Baskoro meledek Chris. Hanya dibalas senyuman oleh Chris.

Setelah selesai menyantap sarapan paginya, Chris pun pamit pada semua orang yang ada di meja makan tersebut.

"Chris berangkat dulu ya Ma, Pa, Semuanya daahh!" Pamit Chris.

Chris pun mengendarai Motor Sport BMW S1000RR nya, Ia kali ini tidak ingin membawa mobilnya, supaya nanti kalau jalan Ia ingin Tasya memeluknya. Chris menyalakan mesinnya dan melaju dengan kecepatan Tinggi. Karena memang Chris ingin cepat tiba di rumah Tasya.

Dua Puluh Menit kemudian Chris pun tiba di rumah Tasya. Chris mengambil handphonenya dari saku jacketnya, lalu mendial nomor telpon Tasya.

Dertt..derttt

"Halo" ucap Tasya dari balik telepon.

"Halo Syaa, aku sudah di depan gerbang rumahmu. Boleh kamu keluar sebentar?" Pinta Chris.

"Oh iya, Bentar ya!" Tuuut..Panggilan pun di akhiri oleh Tasya.

"Dasar Anak ini belum juga aku balas iya uda main matiin telpon saja. Untung cinta" ucap Chris sambil mengomelin handphonenya yang berada di genggamannya.

Tidak butuh waktu lama, Tasya pun keluar dengan pakaian rumahnya, pakaian kaos oblong dan celana jeans yang panjangnya selutut. Chris pun terpana melihat Tasya yang tampil begitu polos tanpa ada make up atau pun lipstik yang menempel di wajah dan bibirnya, Chris semakin jatuh cinta dengan Tasya yang tampil apa adanya.

"Gileee...polos saja cantik, apalagi kalau di dandanin" ucap chris bergumam dibalik helm nya. Karena ia belum membuka helmnya.

"Hai..maaf ya lama bukanya, mari masuk" Ajak Tasya pada Chris sambil membuka gerbang rumahnya. Chris hanya menganggukan kepalanya, lalu menyalakan motornya untuk masuk kedalam.

Chris membuka helmnya, dan Tasya terpana akan ke tampanan Chris. Tasya menjadi gugup.

"Duh nih jantung gue kenapa lagi, please calm down jantung" ucap Tasya dalam hati.

"Mari masuk" ajak Tasya lagi.

Chris pun mengikuti Tasya dari belakang. "Silahkan duduk dulu, Tasya panggilin Papa sama Mama dulu ya. Bentar kok"

Tasya pun berjalan menaiki tangga untuk memanggil Papa dan Mamanya.

Tok tok tok!!!

"Pa, Ma ada Christian tuh dibawah!" Panggil Tasya sambil mengetuk pintu.

"Iya nak, tunggu bentar ya. bentar lagi Papa, Mama turun. Kamu temanin dulu ya nak" ucap Wijaya.

"OKe pa" Ucap Tasya sambil turun menemui Christian.

"Bentar lagi Papa dan Mama turun, mau aku buatin apa? Kopi, Teh atau Jus?" Ucap Tasya menawarkan.

"Aku tidak suka kopi, Jus boleh!" Ucap Chris.

"Oke, bentar ya!" Ucap Tasya sambil berlalu meninggalkan Chris. Tasya pun menyeduh just jeruk dingin, lalu meletakkannya di di atas meja di hadapan Chris.

"Terima kasih!" Ucap Chris sambil tersenyum dan dibalas Tasya hanya dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"Di minum dulu!" ucap Tasya yang di anggukin Chris lalu meminumnya sampai habis.

"Haus apa doyan pak!" Ledek Tasya sambil terkekeh.

"Haus Syaa..hehe" Balas Chris dengan terkekeh.

Wijaya dan Jemi pun sudah terlihat menuruni anak tangga menuju ruang tamu yang dimana sudah ada Chris dan Tasya.

"Halo nak Chris maaf ya Om sama Tante lama ya?" Ucap Wijaya menyapa.

"Hai Chris" sapa Jemi

"Oh tidak kok Om, halo Tante"

"Cepat sekali datangnya nak, kenapa tidak istirahat saja dulu dirumah, apa kamu tidak lelah dengan acara semalam?" Ucap Wijaya.

"Tidak Om" Balas Chris dengan senyum manisnya.

"Gue malah semangat ini buat apelin putri Om, duh penyemangat gue" gumam Chris lagi dari dalam hatinya.

"Oh begitu, kamu sudah sarapan nak?"

"Sudah Om. Tadi sebelum kesini saya sudah sarapan"

"Kesini ada perlu apa nak?" Tanya wijaya yang memang tidak tau kalau chris akan datang.

"Mau ajak Tasya Jalan, boleh tidak Om ?" Tanya Chris dengan gugup.

"Emang mau pergi kemana nak?"

"Ke mall Om" balas Chris

"Oh yasudah, tetapi jaga anak gadis Om baik-baik ya. Dan awas jangan pulang malam-malam" ucap Wijaya mengingatkan Chris.

"Iya Om, terima kasih sebelumnya Om!" Ucap Chris

"Iya sama-sama, yaudah Om sama Tante tinggal dulu ya" ucap Wijaya pamit duluan, karena ingin memberi sepasang anak muda itu mengobrol lebih leluasa tanpa mereka.

Wijaya dan jemi pun berlalu meninggalkan Chris dan Tasya.

"Hem. Syaa!" Panggil Chris gugup

"Iya"

"Kamu mau kan jalan sama aku, kamu sudah dengar sendiri tadi aku sudah ijin sama Om dan Tante. Mereka mengijinkannya"

"Emangnya mau kemana?" Tanya Tasya.

"Kemana saja yang kamu suka" ucap Chris dengan tersenyum manis kepada Tasya.

"Yaudah bentar ya, Tasya ganti baju dulu" pamit Tasya dan berlalu meninggalkan Chris.

"Kan mulai lagi, belum juga gue jawab iya uda main pergi aja"ucap Chris dalam hati sambil memperhatikan punggung Tasya yang mulai menjauh. Chris mengambil handphonenya lalu memainkan games yang ada disana untuk menghilangkan rasa bosannya menunggu Tasya

Beberapa menit kemudian Tasya sudah rapi dan siap untuk berangkat.

"Yuk!" Ajak Tasya.

"Ayo, panggilin Om dan Tante gih biar kita pamit" ucap Chris

"Oke, bentar ya" ucap Tasya sambil berlalu memanggil Papa dan Mamanya.

"Papa, Mama! Panggil Tasya.

"Iya sayang bentar, sudah mau berangkat ya" Ucap Wijaya sambil menuruni tangga bersama Jemi.

" Iya Om, Tente kita mau pergi, pamit ya Om, Tante" ucap Chris sambil menyalim punggung tangan Wijaya dan Jemi.

"Iya hati-hati bawa motornya ya Chris" ucap Wijaya sambil memukul pelan lengan Christian.

"Hati-hati ya nak" ucap Jemi sambil mengelus punggung Chris dengan kasih lembut.

"Daadah Pa, Ma!" Ucap Tasya setelah mencium pipi Papa dan Mamanya.

"Mari Om, Tante" ucap Chris lagi sambil berlalu menuju motor Chris.

Chris naik ke atas motor, lalu memakaikan Tasya helm. Tasya pun naik ke atas motor tetapi Ia bingung mau pegangan dimana. Akhirnya Tasya meletakkan kedua tangannya di pahanya sendiri.

"Kenapa tidak pegangan sama aku Syaa. Sini kedua tangan kamu mana" Ucap Chris sambil menoleh kebawah menarik tangan Tasya, lalu Tasya memberikan kedua tangannya.

Chris pun menyambut tangan Tasya dan meletakkan kedua tangan itu melingkar pada pinggangnya.

"Nah begini biar aman" Ucap Chris sambil tersenyum kemenangan, tetapi tidak dapat dilihat Tasya.

Deg..deg..deg

Jantung Tasya berdetak lebih kencang, Chris pun dapat Merasakannya, karena tangannya di pegang oleh Chris dan di lingkarkan ke pinggangnya Chris" Wijaya dan Jemi pun memperhatikan mereka sambil tersenyum mengingat masa-masa muda mereka dulu.

Motor Chris pun melaju dengan kecepatan sedang, pelan..Sangat pelan Chris membawa motornya, Ia memang sengaja supaya bisa berlama-lama dalam dekapan Tasya.

Dan untungnya cuaca pada saat itu mendukung. Sang mentari menyembunyikan diri di balik awan, kalau sampai cuacanya panas bisa-bisa Tasya gosong.

Chris pun melajukan motornya ke arah rumahnya. Dan membuat Tasya bingung "Loh kok kerumah kamu chris?" Ucap Tasya sedikit berteriak supaya di dengar oleh Chris.

"Iya aku mau tuker motor ini sebentar kerumah, kita pakai mobil saja biar kamu nyaman" ucap Chris dengan suara berteriak pula.

"Yasudah" balas Tasya.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dimana keluarga Angkasa masih duduk santai di ruang keluarga sambil menonton tv.

Chris memarkirkan motornya di halaman rumahnya yang begitu luas itu, Tasya pun dibantu turun oleh Chris.

"Ayo masuk kedalam dulu, kamu nunggu di dalam saja biar saya ambilkan mobil dulu" ucap Chris dengan lembut menggenggam tangan Tasya dengan penuh kasih sayang. Merekapun masuk kedalam rumah.

"Halo guyss" sapa Chris pada Papa, Mama, Vania, Agung dan Jefry.

Semua mata yang ada di ruanga keluarga itu melihat Chris dan Tasya, mereka semua fokus pada tangan Chris yang menggegam tangan Tasya. Baskoro, Laras, Vania, Agung, dan Jefry seketika menghentikan aktivitas mereka karena di sungguhkan oleh pemandangan yang tidak biasanya.

Halo Om, Tante, Kak, bang, Jefry" sapa Tasya satu persatu sambil menyalim punggung tangan mereka,kecuali bersama Jefry hanya bertos ria saja.

"Duduk nak" ucap Baskoro mempersilahkan.

"Terima kasih Om" balas Tasya dengan tersenyum lalu Ia pun duduk.

"Syaa..kamu di sini dulu duduk bareng mereka, saya mau keluarin mobil dulu. Pa, Ma Chris nitip Tasya dulu ya bentar. Awas lecet!" Ucap Chris serius

"Buahahaha" gelak tawa semua orang yang ada diruangan itu begitu nyaring. Karena sikap Chris yang begitu lucu saat posesif apa lagi mimik wajah Chris ketika meminta tolong.

"Nitip-nitip lo kira parkiran motor!" Ucap Jefry memulai pembicaraan.

"Jef please! Gue lagi ga pengen berdebat sama lo. Gue ke garasi dulu keluarin mobil" Balas Chris.

"Lah ngapain repot-repot sih, minta tolong mang ujang aja untuk keluarin mobil" Ucap Jefry.

"Ga ah, gue mau keluarin sendiri" Balas Chris sambil berlalu meninggalkan mereka menuju garasi.

"Chris memang begitu syaa, Chris ga mau mobil kesayangannya di keluarin oleh siapapun termasuk kita-kita. Tapi kalau Chris bawa mobil yang lain dia mah masa bodo, pasti nyuruh mang ujang" Ucap Jefry.

"Oh begitu ya kak" ucap Tasya mangut-mangut.

"Kalian sudah pacaran ya syaa?" Tanya Vania penasaran.

"Belum kok kak, kita temenan saja kok" Balas Tasya.

"Temen apa temen?" Sindir Laras.

"Temen kok Tante" balas Tasya sambil tersenyum malu.

"Tasya sini dekat Tante sebentar" panggil Laras sambil menepuk sofa kosong di sampingnya.

Tasya pun beranjak mendekat dan duduk di samping Laras. "Kenapa Tante?" Ucap Tasya.

"Cerita dong ke kita-kita kalian sudah pacaran kan?" Tanya Laras lagi.

"Mama ini kepo banget! Sabar napa Ma. Siapa tau Chris lagi usaha" Ucap Baskoro pada Laras.

"Iya-iya ga bertanya hal itu lagi kok Pa" jawab Laras dengan wajah cemberut.

"Hem..luv you" ucap baskoro sambil menyatukan jari telunjuk dan jempolnya membentuk love.

"Tuh nak, Opa kamu genit banget sama Oma" ucap vania mengelus perutnya yang buncit sambil berbisik pada calon bayi yang ada di dalam perutnya dengan posisi dalam pelukan Agung" dan mengundang gelak tawa mereka semua termasuk Tasya.

"Wah lagi seru-seruan ternyata. Pada bahas apaan sih sampai ketawaknya begitu banget" ucap Chris yang baru bergabung.

"Biasa Chris ada Opa genit disini!" Ucap Vania menyindir Papanya Baskoro.

"Kamu Van uda berani meledek Papa ya, awas saja nanti kamu ga dapat warisan Papa" ucap Baskoro bercanda.

"Yasudah! tidak apa-apa kan sayang, aku kan bisa dapat warisan dari mas Agung" ucap Vania memanas-manasin Baskoro.

"Oh begitu ya kamu sekarang, pokoknya kamu ga dapat, Papa cuma kasih sama cucu-cucu papa saja nanti semua" ucap baskoro.

"Wah bagus dong pa, nanti Agung bikinin cucu yang banyak. Ya sayang ya? Ucap Agung Yang langsung di cubit pipinya oleh Vania. "Enak saja! Walaupun kata papa semua hartanya dikasih semua pada cucunya kamu ga harus ngomong gitu dong sayang!" Ucap vania cemberut.

"Lah kenapa?" Tanya Agung.

"Satu ini aja rasanya Nano-nano, kamu ga kasihan sama aku kalau punya anak banyak?" Ucap vania memelas

"Kalian ini ada-ada saja pembahasannya! Kalau dengar begini jadi pengen nikah kan akunya" ucap Chris sambil melirik Tasya.

"Nikah sama siapa lo bang" balas Jefry

" Tuh calon kakak ipar lo" balas Chris melirik Tasya.

"Duh nih anak, gue jadi malu kan!" gumam Tasya dalam hati

"Ciye ciyeeee.." goda Laras, Baskoro,Vania dan Agung bersamaan.

" Uda ah, yuk Syaa! kalau disini terlalu lama entar kita habis di godain. Pa, ma semuanya, Aku sama Tasya pamit ya" ucap Chris lalu Tasya ikut beranjak berdiri mengikuti Chris menyalim punggung tangan Baskoro, Laras, Vania, dan Agung.

"Pamit ya Om, Tan, kak, bang, Jef" ucap Tasya

Mereka pun meninggalkan keluarga Angkasa diruang keluarga.

Jefry sejujurnya cemburu, tetapi Ia mencoba berdamai dengan hatinya, setelah semalaman Ia memikirkannya dan mencoba merelakan dan sudah ihklas Tasya dengan abangnya.

Jefry sangat sayang kepada Papa, Mama, kak Vania, abang Agung dan Abangnya Christian. Baginya mereka adalah kebahagiaanya. dan Jefry berjanji tidak akan memendam atau pun menyimpan perasaan ini terlalu lama, Ia berjanji ingin menceritakan semuanya bersama keluarganya dan mengatakan bahwa Ia sudah ihklas tanpa dendam apapun, dan maksud dari kejujurannya nanti hanya untuk tidak ingin terpuruk sendiri, tetapi Ia juga butuh meluapkan semuanya supaya kekecewaan itu menjadi kosong dan Ia mampu mengisi dengan hati yang baru yang nanti akan ditemukannya lewat hati yang lain yang belum tau akan berlabu kehati siapa. yang pasti Jefry percaya ada rencana Tuhan yang paling indah buatnya untuk pasangan hidupnya kelak.

.

.

.

.

.

.

To be continued...

1
ᵐᵃˢ𝙁𝙖𝙦𝙞𝙝
TAMATin kek....
☘⚡The Light of life⚡: uyuyuyuyuy
total 3 replies
######?
maaf ni ngarang sendirikah atau copas
######?: ajarin aku dong
total 3 replies
🗼ᴸᵒᶠ⃟🧸ꝛ̷ེ𝔦νᷟ𝔢ᷤ𝔯͠𝔞 .࿐
kna unpoll k rus😂
kirain gabakal di lanjut🚶🏼‍♀️🚶🏼‍♀️🚶🏼‍♀️
❤️A.sha❤️
up nya lama bgt🙄
Yunnie Paeran
lnjutnya
❤️A.sha❤️
wahh up ni karuss😘😘
nunggu nikah si Tasya lma beud 😂😂
ɴικo
wah pertama baca udah seru nih, aku ninggalin jejak thor🥰🥰
⚡ʟ͢ɪɢʜᴛɴɪɴɢ ͛ᴘʀɪɴᴄᴇss͠ ⍣⚡: wah... makasih nico udh mau mampir🙏🤗
total 1 replies
❤️A.sha❤️
cover uwuuuu bagusan yg ni karuss😍😍
⚡ʟ͢ɪɢʜᴛɴɪɴɢ ͛ᴘʀɪɴᴄᴇss͠ ⍣⚡: makasih kasha😍😍
total 1 replies
kiki rizki
next thor..

salam dari "wanita seribu luka"
👑ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝du⏤͟͟͞ReNdᏕάᏒùήᎶ💣hs
likeeee
Dea Anggie
hallo light🤗🤗🤗 wahhh aku suka tulisan km rapi.. ceritanya bagus🥰🥰🥰 visualnya jg keren.. papa n mamanya ganteng n cantik.. wohooo lope dehhhh

semangatt terus ya.. lanjutin sampe tamat..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Dea Anggie: yippiiieeee🥰🥰🥰🥰 semangat semangatt semangattt💪🏻💪🏻💪🏻
total 2 replies
❤️A.sha❤️
ka iaaaaannnnnn🤣🤣🤣
.: Yurila dijodohkan dengan seorang Psikopat! Bagaimana nasib pernikahannya?!

klik profilku, mampir yuk ke --> Pernikahan Paksa Presdir Psikopat
total 1 replies
𝑺𝒆𝒕ͤ𝒖ͫ𝒎ᷮ𝒑ͧ𝒖ᷜ𝒌🍼
love Tasya 😄
.: Yurila dijodohkan dengan seorang Psikopat! Bagaimana nasib pernikahannya?!

klik profilku, mampir yuk ke --> Pernikahan Paksa Presdir Psikopat

Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️
total 1 replies
ᵐᵃˢ𝙁𝙖𝙦𝙞𝙝
Lanjuuut kak
Anshan Ziaa🥀
ini jejakku syangg.. smngattt author
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat ya kak.. maaf telat sudah saya like yang tertinggal

aku tunggu kunjungannya
•.¸♡ 🌹𝓡o𝔰𝔢💖 ♡¸.•
maaf ya q baru bisa lnjutn baca biar g nuntut update😅
•.¸♡ 🌹𝓡o𝔰𝔢💖 ♡¸.•
bagus say... klo blm da ide jngan di paksa up ya,,yg penting jaga kesehatan.. semangat say..💪💪
•.¸♡ 🌹𝓡o𝔰𝔢💖 ♡¸.•
semangat ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!