NovelToon NovelToon
Mahawira Sang Chiran Jiwin

Mahawira Sang Chiran Jiwin

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romantis / Fantasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:112.3k
Nilai: 5
Nama Author: deharung

Mahawira adalah penjelmaan dari pecahan jiwa penguasa semesta, kelahirannya bertujuan untuk menegakan keadilan dan kebenaran menolong yang tertindas dan membantu yang lemah.

Dengan sifatnya yang santun dan rendah hati, penampilan yang tampan, tubuhnya yang tinggi serta aroma wangi tubuhnya. Wira selalu menjadi incaran para gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deharung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 29. Rumah Lelang Istana Salju

Seorang pria tua berjalan menuju gerbang ibukota dengan langkah yang ringan, dari langkahnya terlihat dia memiliki kultivasi yang lumayan tinggi.

Sampai di depan gerbang dia menyapa prajurit jaga dengan ramah,

"Salam Tuan prajurit," kata Pria Tua tua ramah

"Tunjukkan identitas dan bayar 1 koin emas jika ingin masuk kota," kata prajurit jaga tanpa membalas salam pria tua

Pria Tua mengeluarkan 3 koin emas dari balik bajunya, "Aku tidak tau alat bayar yang berlaku disini, apakah ini cukup?" tanya pria tua sambil memberi 3 koin emas dan menunjukkan Lencana Emas keluarga Kerajaan Mahayong.

"Dari mana tuan berasal," kata prajurit berubah ramah melihat Lencana Emas yang diperlihatkan Pria Tua.

"Aku berasal dari kerajaan yang sangat jauh, aku suka berkelana keberbagai tempat untuk memuaskan dahagaku akan keindahan di tiap-tiap kerajaan yang aku kunjungi," kata Pria Tua

"Baiklah Tuan, silahkan masuk, nikmati kota kami tapi jangan buat masalah," jawab prajurit senang karna mendapat lebih 2 koin emas.

"Walaupun gambarnya berbeda tapi beratnya sama dan koin ini emasnya lebih murni," kata prajurit jaga dengan temannya.

"Saat ini yang terpenting menemukan rumah lelang untuk mendapatkan biaya supaya strategi yang sudah ditentukan berjalan baik," gumam Pria Tua.

Didalam ruang terbuka di lantai tiga sebuah rumah makan seorang pria tua sedang duduk menikmati makanan, sambil memasang telinga baik-baik untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

"Hari ini terlihat sangat ramai disini, hampir semua tempat terisi," kata seorang pria muda yang baru masuk kelantai tiga, bersama dengan dua rekannya.

"Mungkin lelang yang diadakan besok menarik minat banyak orang yang datang, karna Rumah lelang Istana Salju akan melelang banyak barang langka," kata wanita muda yang membawa pedang dipunggungnya

"Adik Rengganis benar, kita sering mampir dirumah makan ini tapi sekarang memang lebih ramai dari biasanya," jawab Pria Muda yang satunya.

Perbincangan mereka terhenti, setelah pelayan membawa makanan pesanan mereka

Pria tua menghampiri kasir setelah selesai makan,

"Lima puluh koin perak Tuan," kasir memberi tau pria tua didepannya. Pria tua mengambil satu koin emas dari balik bajunya, dan menyerahkan pada kasir sambil bertanya,

"Dimana lokasi rumah pelelangan Istana Salju,"

"Tuan berjalan kearah kiri setelah keluar dari sini nanti tuan akan menemukan bangunan besar, di gerbangnya tertulis Istana Salju dengan tinta emas.

"Terimakasih, sisanya untuk nona saja," kata Pria Tua pada kasir wanita didepannya.

Pria tua melangkah pergi dari rumah makan menuju arah yang ditunjukkan wanita kasir, belum sampai sepeminuman teh pria tua sampai pada bangunan besar dengan gapura megah bertuliskan Rumah Lelang Istana Salju.

Pria tua masuk kedalam,

"Ada yang bisa kami bantu Tuan ?" seorang wanita muda menghampiri seraya bertanya sopan.

"Aku ingin melelang sesuatu, bisakah bertemu Kepala Pelelangan," jawab Pria Tua.

"Barang apakah yang akan tuan lelang kalau boleh tau," Wanita muda kembali bertanya penasaran.

"Pil penyembuh tingkat tinggi," jawab Pria Tua pelan,

"Mari ikut saya Tuan," Wanita muda membawa pria tua kelantai tiga keruang Kepala Pelelangan

"Tuan maaf menganggu, ada yang ingin melelang pil penyembuh tingkat tinggi," ucap wanita muda sambil menunjuk dengan jempolnya pada pria tua.

"Tuan silahkan dengan Kepala Pelelangan," kata wanita muda sambil melangkah pergi

"Pil apa yang ingin Tuan lelang," kata Kepala Pelelangan ramah,

Pria tua mengeluarkan botol giok dan mengambil pil berwarna hijau tua dengan garis kuning ditengahnya, begitu botol dibuka tercium aroma pekat dari pil itu.

"Pil Sambung Raga... , sudah ratusan tahun pil seperti ini tidak lagi ada, karna pil ini hanya bisa dibuat oleh Alkemis tingkat Ilahi," gumam Kepala Pelelangan.

"Apa tuan ingin menjual atau melelang pil ini?" tanya Kepala Pelelangan pada pria tua.

"Berapa harga yang Tuan beri untuk sebutir pil ini?" Pria Tua mencoba menguji kejujuran Kepala Pelelangan.

"Tidak boleh gegabah, orang yang memiliki pil tingkat Ilahi pasti memiliki latar belakang tidak biasa, aku ingin membangun hubungan baik dengan pria ini, kalau bisa menjalin kerjasama akan sangat membantu Istana Salju kedepan" batin Kepala Pelelangan.

"Kalau Tuan menjual, kami hanya mampu memberi harga 100 juta koin emas per butir, jika tuan ingin melelang kami hanya memungut biaya sebesar 5 persen saja, biasanya kami memungut biaya 10 persen untuk tiap barang yang dilelang," Kepala Pelelangan menjelaskan

"Baiklah sementara saya melelang 10 butir dulu," kata Pria Tua sembari menyerahkan botol giok yang berisi 10 butir Pil Sambung Raga.

"Besok pelelangan akan diselenggarakan pagi," kata Kepala Pelelangan sambil menyerahkan Lencana Emas dengan ukiran istana.

"Apa ini Tuan?" tanya Pria Tua,

"Dengan lencana emas ini tuan diakui sebagai pelanggan istimewa dan mendapatkan keringanan harga sebesar 20 persen dari harga normal.

"Terimakasih Tuan, oh ya....apa disini ada Batu Meteorit , Berlian Hijau, Giok Es, Serat Cacing Merah Lembah Neraka, Rumput Emas Gurun Kasapa," tanya Pria Tua

"Berapa Tuan membutuhkan?" tanya Kepala Pelelangan,

"Sebanyak yang ada akan saya beli,"

"Kami butuh waktu sekitar tujuh hari untuk mendatangkan barang yang Tuan minta," Kepala Pelelangan memastikan.

"Baiklah Tuan, saya pamit dulu besok pagi saya kesini lagi," Pria Tua mohon pamit sambil melangkah pergi.

Esok harinya di rumah lelang pria tua langsung diantar menuju ruangan khusus begitu dia menyerahkan Lencana Emas Istana Giok.

Ada 20 ruang khusus yang ada pada lantai dua tempat pelelangan, 100 ruang kelas satu, sisanya ruang kelas dua 200 ruangan.

Lelang kali ini hanya dihadiri oleh para undangan khusus dari Sekte Menengah dan Sekte Besar, beserta para Ketua Klan dan Pembesar Kerajaan

Seorang wanita cantik tampil diatas panggung memimpin lelang yang segera dibuka.

"Para undangan tentu sudah tau bahwa hari ini akan menampilkan banyak benda dan sumberdaya langka yang akan dilelang pada kesempatan kali ini, supaya tidak terlalu banyak menyita waktu mari kita mulai lelangnya, perlu ditambahkan sedikit bahwa pemenang adalah yang menawar dengan harga paling tinggi, angka yang di sebut oleh peserta adalah satuan koin emas." kata Pembawa acara memulai lelang.

Peserta menyambut antusias dengan tepuk tangan meriah.

"Baiklah barang pertama yang akan dilelang adalah, 'Kitab Pukulan Tapak Suci' level Bumi,"

teriak pembawa acara.

Seorang Pelayan kemudian datang membawa kotak kayu berukir dan memberikan pada pembawa acara.

Kemudian kitab dikeluarkan untuk diperlihatkan kepada para peserta lelang, "lelang kami buka dengan harga 1000 koin emas, kenaikan harga tidak kurang dari 10 koin emas," kata pembawa acara memulai lelang.

"Seribu seratus koin emas," Peserta no 295 menaikkan harga.

"Seribu dua ratus," Peserta no 301 menambahkan,

"Seribu lima ratus," ujar Peserta no 281.

"Dua ribu," Peserta no 301 menaikkan harga.

Tidak ada lagi penawaran dari peserta yang lain.

"Dua ribu pertama, dua ribu kedua, dua ribu ketiga, selamat peserta no 301 memenangkan kitab ini dengan dua ribu koin emas," teriak pembawa acara.

1
DebU kAKi
mantap
Naga Emas
serundeng wangi menceritakan bahwa dia sayang dgn wira
ciru
pengen baca cerita ini tp kelihatanya udah hiatus gak ada kelanjutannya
DebU kAKi: hilang semangat menulisnya hee
total 1 replies
anggita
okey thor, smoga sukses novelnya.. 👌
anggita
cendana... kya nama sebuah keluarga yg terkenal di masa orba 😁
Sang_Penyendiri: Awas... Kang Bakso nanti lewat lho, Mbak Anggit... Wkwkwk
total 1 replies
anggita
nama jurusnya keren..
anggita
rsi bergunatha., 💥
anggita
nama tingkatan tekniknya banyak juga yah👌👏 oke lah..
anggita
👍 like dukungan utk cerita silat lokal.. 👌
anggita
rumah makan sedap,, 👍
anan
hadir k🤗
Dehan
aku kasih vote ya thor.. semangat up thor
DebU kAKi: makasih kak
total 1 replies
Maya●●●
halo kak salam kenal.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
Mo chi
hanya author lah yg tau...🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Faiza
kemana,,,,dimana,,,,,,,,,,!!!! kok gak ada,,,,,, hehehe
Faiza: Iyo,,,Iyo,,, hehehe moga sehat 🤗
total 2 replies
Dehan
ditunggu up nya thor..
aku kirim mawar yahhh
DebU kAKi: makasih kk
total 1 replies
Dehan
Memandang tajam..
padahal kesemsem tuh pemimpinnya..
Dehan
Hadehhh dibaca dari judulnya udh serem kirain tertangkap gimana
ternyata oh ternyata 😂
Dehan
Kasihan juga sama anak2nya pangestu yg bermohon mohon
Dehan
Dihukum kalo menurutku 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!