Namanya Anisa Fitry, umurnya baru 17 tahun. di usia semudah itu Nisa sudah menjadi seorang isteri dari seorang pria yang berusia 25 tahun.
Bagus Anggara, seorang pria yang begitu gila kerja, tidak pernah sekalipun memberikan perhatian kepada isteri kecilnya. mempunyai seorang kekasih yang berkerja di perusahaan ayahnya.
"Jangan sekalipun kau mengharapkan cintaku!" seru Bagus.
"Tapi mas..,aku isterimu." jawab Nisa.
"Aku tidak Sudi, lagi pula aku sudah mempunyai wanita yang sangat aku cintai." jawab Bagus.
Nisa selalu menangis saat bagus selalu menolaknya, apalagi ibu mertuanya selalu berbuat kejam dengan Nisa. mampukah Nisa bertahan dengan pernikahan yang terpaksa bagi Bagus tapi cinta untuk Nisa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan sikap Bu Rika
~ SATU BULAN KEMUDIAN ~
"Selamat pagi!" seru Bu Rika yang sudah berada di rumah Nisa.
"Bu Rika." ucap Nisa.
"Ada apa, Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Bu Rika kepada Nisa.
"Tidak apa-apa Bu, Kenapa Ibu masih tetap kemari, Bukankah aku sudah sembuh?" tanya Nisa kepada Bu Rika.
"Aku tahu kalau kamu sudah sembuh, tapi apa Ibu tidak boleh tetap berkunjung ke rumahmu?" tanya Bu Rika kepada Nisa.
"Tentu saja tidak apa-apa Bu, tapi itu akan merepotkan Ibu, karena saya sudah sembuh Jadi Ibu tidak perlu kemari setiap hari." jawab Nisa.
"Ibu tidak tahu apa yang harus ibu lakukan, Ibu di rumah kesepian tidak ada teman untuk diajak bicara." ucap Bu Rika yang membuat Nisa terdiam. nampak Nisa menatap mereka, wanita tua itu benar-benar sudah berubah.
"Tapi kalau Ibu ke sini tiap hari kan juga sia-sia Bu, karena mulai besok aku sudah harus kembali ke perusahaan. sudah 1 bulan ini aku bekerja di rumah, jadi aku ingin segera kembali ke perusahaan untuk melihat semua kondisi di perusahaan." ucap Nisa.
"Tidak apa-apa, Tapi kalau sore boleh tidak Ibu kemari?" tanya Bu Rika kepada Nisa.
Terlihat Nisa tidak bisa menjawab semua kata-kata dari Bu Rika, akhirnya mau tidak mau Nisa harus melakukan semua yang harus dia lakukan.
"Ya sudah kalau begitu, pokoknya Setiap pagi aku akan mengirimi kamu makanan dan Angga setiap hari akan mengantarkan kamu ke perusahaan mu." ucap Bu Rika.
"Tapi Bu, perusahaan Mas Angga sama perusahaan ku kan lumayan jauh. tidak sebaiknya aku pergi ke perusahaan sendiri saja?" tanya Nisa yang membuat mereka menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tidak. kamu harus melakukan apa yang Ibu minta, Jadi aku minta sama kamu untuk menerima makanan yang aku buatkan dan setiap pagi Angga akan menjemputmu." ucap bu Rika yang kemudian langsung pergi berpamitan kepada Nisa. Terlihat wanita itu mencium pipi Nisa dan memeluk wanita itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu terlepas dari tanganku lagi, aku akan pastikan kalau kamu akan menjadi istri Angga kembali. aku tidak akan membiarkan Gisela mendekati Putraku, wanita tidak tahu diri Itu akan membuatku terus menderita. Aku benar-benar sangat menyesal, menyesal dengan semua keputusanku waktu itu. Jika aku mendengar kata-kata suamiku mungkin kau tidak akan meninggalkanku dan aku merasakan perasaan ini." guman Nisa dalam hati yang kemudian pergi meninggalkan tempat Nisa.
Tatapan mata Nisa menatap mereka yang sudah pergi dari tempat itu, dia benar-benar sangat terkejut dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh Bu Rika. tidak pernah sekalipun wanita tua itu bersikap baik dahulu, namun sekarang Bu Rika benar-benar membuatnya begitu terkejut sampai tidak bisa berkata-kata.
"Apa yang sebenarnya ada di fikiran Bu Rika, kenapa sekarang dia bersikap begitu aneh, seolah dia sedang memikirkan sesuatu atau dia sedang membuat sebuah rencana untuk menyakiti ku?" tanya Nisa dalam hati yang merasa ketakutan itu masih tetap ada. pemikirannya mengenai semua yang terjadi di masa lalu itu masih membekas di hati Nisa.
"Lebih baik aku harus segera mencari tahu mengenai apa yang ada di hati Bu Rika." ucap Nisa.
Tak berselang lama terlihat Seorang pria sudah bertamu ke rumah Nisa, Siapa lagi kalau bukan Dika.
"Selamat siang!" seru Dika yang sudah memasuki rumah Nisa.
"Selamat siang, Mas Dika." jawab Nisa yang tersenyum kepada Nisa.
"Apa yang dilakukan oleh wanita itu disini?" tanya Dika kepada Nisa.
"Maksudmu Ibu tuan Angga?" tanya Nisa.
Dika menganggukkan kepalanya, pria itu menatap Nisa yang sedang menenteng rantang makanan dari seseorang.
"Kamu bawa apa nisa?" tanya Dika.
"Ini lho Mas, tadi Bu Rika mengirimi aku makanan." jawab Nisa.
"Kenapa tidak ditaruh, Kenapa ditenteng terus?" tanya Dika yang membuat Nisa kembali tersenyum.
"Lupa Mas." jawab Nisa.
Dika menatap Nisa dengan begitu intens, pria itu sudah merencanakan masa depannya bersama Nisa. entah apa yang direncanakan pria itu, namun baginya Nisa adalah jalan baru dan kehidupannya. siang itu Dika membawa beberapa bahan makanan, dia sengaja membawa semua bahan makanan itu untuk dimasak oleh Nisa.
"Kau sedang makan apa?" tanya Dika kembali.
"Aku kan sudah bilang Mas, kalau aku tadi mendapat kiriman makanan dari Bu Rika. jadi aku memakannya, tidak enak kan.. kalau membuangnya Wanita itu sudah bersusah payah untuk memasak. jadi aku harus memakannya." jawab Nisa.
"Ya sudah kalau begitu, Boleh aku minta makanan itu?" tidak tanya Dika yang membuat Nisa menganggukkan kepalanya.
"Oh ya Mas, Hari ini kenapa ke rumah? Apakah kamu tidak ada pekerjaan lain?" tanya Nisa kepada Dika.
"Sebenarnya sih ada, tapi aku males untuk kembali ke kantorku." jawab Dika.
"Ya udah kalau begitu, Mas makan aja dulu nanti aku akan kembali lagi. aku mau mandi dulu karena aku belum mandi." ucap Nisa yang kemudian meninggalkan Dika.
Dika benar-benar tidak menyukai kedatangan bu Rika yang setiap hari pergi ke rumah Nisa, pria itu selalu mencari tahu mengenai Bu Rika.
"Aku tidak akan membiarkanmu dimiliki oleh pria lain, kau harus menjadi milikku jika sampai Kau Menjadi milikku orang lain Aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu kepadamu." ucap Dika yang terlihat begitu terobsesi kepada Nisa.
Sekitar 30 menit kemudian Nisa sudah keluar, Wanita itu sudah berganti pakaian dan menatap Dika yang masih berada di ruang tamu.
"Kenapa belum dimakan mas?" tanya Nisa.
"Tentu saja aku menunggu tuan rumah, masa aku langsung makan makanan tuan rumah. itu namanya aku orang yang tidak tahu diri dong..," jawab Dika.
Dari hari kehari semua perjalanan hidup Nisa sudah berjalan sewajarnya, pagi ini Nisa keluar dari rumahnya wanita itu hendak pergi ke kantornya. terlihat ada kotak kado yang sudah bertengger di atas meja terasnya.
"Ini apaan sih." guman Nisa yang melihat sebuah rangkaian bunga dan kotak kado yang entah apa isinya.
Terlihat Nisa mengambil kotak itu, dia membukanya dengan raut wajah yang sangat kebingungan. setelah membuka kotak itu terlihat Nisa langsung melempar nya.
"Apa-apaan ini!!" teriak Nisa. kejadian itu kembali terjadi, namun Nisa sedikit kebingungan karena orang yang menerimanya adalah Talisa. sedangkan Talisa sekarang sudah berada di dalam penjara.
Mbok jum yang mendengar teriakan nampak wanita itu keluar.
"Ada apa Nisa?" tanya Mbok Jum kepada Nisa.
"Mbok, tadi siapa yang menaruh kotak hadiah ini di depan rumah?" tanya Nisa kepada Mbok Jum.
"Nggak tahu, Nisa. Mbok kan baru keluar." jawab Mbok Jum yang menatap raut wajah Nissa yang benar-benar sangat marah.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️
harusnya dibedain Thor