NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Perangkap

Siang ini Jogja tidak sepanas kemarin. Mendung tetapi juga tidak menurunkan rintik gerimis. Jeviza baru saja selesai mengenakan pakaiannya yang sudah kering, lalu duduk di tepi ranjang menunggu kedatangan Kean. Sengaja lebih memilih tetap berdiam diri di kamar kecil itu dari pada harus keluar dan kembali mendapat yang Jeviza anggap sebagai hukuman dari Kean. Ah, sial. Mengingat itu membuat dada Jeviza kembali berdebar. Bukan hanya karena aksi nekad Kean yang menggendongnya di depan anak bengkel termasuk Bian tadi ketika Jeviza berniat pergi dari bengkel, tetapi juga aksi Kean setelahnya.

"Kok gue jadi gini sih?" gumamnya meraba bagian dadanya.

Pikiran dimana Kean menciumnya, meraba bagian tubuhnya masih terasa sangat jelas, otaknya benar-benar merekam semua kejadian tadi, kenikmatan yang Kean berikan walau hanya sesaat. Sebelum akhirnya Kean harus pergi memenuhi tanggung jawabnya senagai atasan pada bawahannya.

Jeviza lupa, jika tadi di bengkel bukan hanya penghuni bengkel saja, tetapi ada mahluk lain yang bahkan menjadi penyebab nekadnya Jeviza ketika akan pergi.

Tidak lama pintu terbuka. Kean datang dengan satu paper bag, menatap Jeviza beberapa saat di ambang pintu, sebelum akhirnya melangkah masuk dan menutup pintu.

"Udah?" tanya Jeviza malu, rasa tadi masih tertinggal.

Kean mengangguk, menatap Jeviza dari ujung kaki sampai kepala. "Ini baju ganti."

Jeviza menaikan sebelah alisnya. "Buat gue?"

Kean mengangguk, menaruh paper bag di sebelah Jeviza. Lalu ikut duduk di sebelahnya. "Pakai, sebelum pulang."

Jeviza mengambilnya, membuka dan menatap dress yang sepertinya akan pas di tubuhnya. Lalu saat ia akan mengangkat dress tersebut, sepasang dalaman tidak sengaja terjatuh. Jeviza terdiam beberapa saat, menatap dalaman yang Kean belikan juga untuknya, tenggorokannya langsung tercekat untuk sekedar mengatakan rasa terimakasihnya. Tetapi belum sempat ia melakukan apa-apa. Tanpa diduga, Kean sudah lebih dulu berjongkok, mengambil dalaman milik Jeviza.

"Umm?" Kean menyodorkannya pada Jeviza.

Secepat kilat Jeviza meraihnya. Menatap Kean beberapa saat sebelum akhirnya beranjak dengan umpatan. "Mes*um."

Kean tergelak, lalu terkekeh mendengar umpatan Jeviza untuknya. Masih sempatnya Jeviza berpikir seperti itu, sementara setengah jam yang lalu mereka baru saja melakukan sesuatu yang bisa dikatana intim, tetapi masih kurang untuk pasangan suami istri, sementara Jeviza di kamar mandi untuk berganti pakaian. Kean merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya terpejam, rasa lelahnya berkurang dengan adanya Jeviza di sisinya. Kamar kecil yang biasanya hanya dihuni olehnya atau Bian, kini ada mahluk cantik yang tidak pernah Kean sangka kedatangannya.

Kean pikir ceritanya dengan Jeviza sudah berakhir sejak gadis itu meninggalkan dan memutuskan secara sepihak. Nyatanya, Tuhan berkata lain, perpisahan keduanya 2 tahun lalu untuk kembali dipertemukan dan bahkan disatukan dalam ikatan sebuah pernikahan. Kean tersenyum membayangkan kejadian di rumah eyangnya, matanya sudah terpejam, tetapi perjalanan sampai pada akhirnya mereka menikah masih lengkap di memori otaknya. Termasuk saat pertama Jeviza datang ke rumah, mereka bertemu di dekat kulkas di malam hari, dan saat Jeviza tanpa sengaja menyenggol helm miliknya dan dimarahi Puspa.

Shit

Umpat Kean di hatinya. Ia bangkit dan tidak bisa lagi untuk rebahan dengan tenang, sementara otaknya terus memutar kenangan kembalinya Jeviza. Kean jelas tidak bisa berdiam diri lagi, ia sengaja mengambil ponselnya, membuka beberapa pesan yang baru ia lihat. Terdengar helaan napas dalam saat salah satu karyawan kantor papanya mengirim sebuah pesan.

Selamat datang di kesibukan hidup Kean yang sesungguhnya, bertemu dosen pembimbing untuk menyiapkan skripsi, sibuk dengan urusan kantor yang seharusnya belum saatnya ia kerjakan, dan tetap terlihat tenang ditengah gempuran otaknya yang terkuras habis oleh tuntutan dari keluarganya.

Pintu kamar mandi terbuka. Jeviza keluar dengan dress berlengan pendek juga masih di bawah lutut panjangnya. Kean menoleh, terdiam beberapa saat melihat penampilan Jeviza saat ini.

"Kak, lo beli dimana sih? Baju satu biji sampai tujuh ratus ribu?"

Kean menaikan sebelah alisnya, lalu terkekeh pelan saat baru menyadari jika yang ia pesan tadi masih ada struk belanja di dalamnya.

"Online, gue nggak sempet keluar tadi," ujarnya terjeda, lalu menepuk sisi ranjang sebelahnya. "Je, duduk sini."

Jeviza menggeleng, lebih memilih mengemasi barang-barangnya sebelum pulang. "Bentar lagi mau pulang kan? Gue mau siap-siap dulu."

Kean tidak memaksa, ia bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Jeviza, lalui berbisik pelan sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi. "Lo cantik."

Pipi Jeviza seketika memerah, tetapi ia tidak mengatakan apa-apa, baru setelah terdengar pintu kamar mandi di tutup, Jeviza baru menoleh, sudut bibirnya membentuk senyum yang lebar, lalu menggoyangkan pundaknya dengan bibir terkatup rapat agar tidak mengeluarkan teriakan.

Bisa nggak sih kasih aba-aba dulu kalau mau muji

Dengan sangat semangat Jeviza mengemasi barang-barangnya, ia tidak tahu jika di salah satu tempat yang masih berada di Jogja. Seseorang yang tadi melihat interaksi Jeviza dan Kan duduk dan sedang menata ucapannya agar tidak mencurigakan.

Vio, tiba-tiba gadis itu datang ke rumah Arlo, bukan tanpa sebab Vio nekad datang ke sana, tetapi ia punya tujuan lain.

"Diminum Vi, itu jambu baru metik di belakang."

Vio mengangguk, mengambil jus jambu yang Puspa berikan padanya.

"Seger, manisnya juga pas. Kak Pus kasih gula lagi?"

Puspa dengan semangat menggeleng, tersenyum bangga dengan hasil panennya.

"Enggak dong, gue sekarang lagi ngurangi gula, Vi. Jadi jus apapun yang dibuat nggak pernah dengan tambahan gula," jelasnya sembari menyeruput jus miliknya, lalu tersenyum merasakan kesegaran alami dari jambu di belakang rumah.

"Eh btw, kamu pasti mau ada perlu sama Kean kan?" tanya Puspa mendapat senyum tipis dari Vio.

Mata Puspa menyipit saat melihat gelengan kepala dari Vio.

"Enggak sih kak, tapi ada hubungannya sama Kean, dan juga adik sepupu kak Puspa."

"Hah? Maksud lo, Jevi? Kenapa dia?"

Vio meneguk ludahnya kasar, berusaha untuk terlihat gelisah di depan Puspa agar wanita di depannya semakin penasaran. Dan sesuai keinginan Vio, Puspa bertanya dengan nada yang sudah mulai penasaran, umpan Vio langsung dapat memancing rasa penasaran Puspa.

"Kenapa? Vi? Apa yang mau lo bilang?"

Vio menatap Puspa dengan tatapan tidak bersalah, lalu meremat tangannya agar terlihat semakin meyakinkan.

"Kak Puspa, sorr**y nih bukannya gue mau ikut campur, tapi tadi pas gue main ke bengkel, gue nggak sengaja liat Jeviza keluar dari kamar Kean," ujar Vio terjeda. "Kalau nggak salah, Jevi pakai kaos Kean juga."

Seketika Puspa tersedak ludahnya sendiri. Vio buru-buru memberikan jus milik Puspa. "Minum dulu kak."

Setelah menormalkan lagi napasnya, Puspa bertanya dengan Vio dengan hati-hati. "Maksudnya, lo liat Jevi dari kamar Kean, pakai baju Kean, juga gitu?"

Vio mengangguk membenarkan. "Gue bukan mau nuduh apa-apa, tapi yang gue liat gitu kak Pus."

Syukurin, dibilang tinggal umumin aja segala backstreet

Puspa menatap Vio dengan seulas senyum. "Vi, tolong ya jangan bilang siapa-siapa dulu, Jevi biar jadi urusan gue."

Vio mengangguk, wajahnya ia buat sepeduli mungkin. "Ia kak, maaf ya gue malah cepu ke kak Pus, gue cuma nggak mau mereka salah jalan aja."

Mampus lo, Je. Gatel banget sih jadi cewek

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!