"Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia!. Dia menginginkan hubungan kita hancur sayang, tolong percaya sama aku" ucap Anne mencoba menjelaskan semua pada Jovi.
Dalam hubungan tidak ada kepercayaan di antara mereka berdua. Setiap ada masalah, maka Anne lah yang selalu jadi sasaran dalam percintaan mereka berdua.
Setiap penyesalan itu datang di akhir. Sebuah pernikahan yang terjadi antara Anne dan Brian, mereka tidak saling mencintai. Brian membenci wanita karena wanita itu pembawa sial dalam hidupnya.
Menikah dengan wanita yang tidak di cintai adalah hal yang terburuk dalam hidup Brian.
Membenci wanita tapi menginginkan wanita malam setiap saat.
Apakah suatu saat nanti, hati Anne akan memaafkan semua kesalahan Brian? dan ternyata Brian adalah seorang mafia yang sengaja di sembunyikan selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesyufa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan
Penuh dengan kekecewaan yang di dapatkan oleh Vanka, rencana yang di buat semalam telah gagal. Seharusnya sedikit lagi untuk menghancurkan Brian tapi waktu nihil, ada seorang wanita yang membawa kabur Brian. Jelas bukan Anne istrinya, tapi wanita lain.
"SIA-LAN!!!!, kalian bodoh. Bagaimana bisa Brian kabur ha!, kenapa kalian ceroboh sekali".
"Nona, ada hal yang ingin saya sampaikan".
"APALAGI HA!, kalian sudah membuat saya kecewa" ucap Vanka dengan nada tinggi.
"Maaf Nona, tolong dengarkan kali ini saja" ujar anak buah.
"Katakan".
"Nona, tenang saja, racun yang di asap semalam bukan hanya menaikkan ransa-ngan saja tapi juga dia tidak bisa mengingatkan kejadian yang terjadi semalam" jelas Toni.
"Benarkah?. Jadi... dia tidak tahu apa yang terjadi semalam?" tanya Vanka.
"Betul sekali Nona" jawab Toni.
"Bagus kalau begitu, berarti ada kesempatan lagi untuk menghancurkan Brian!" kata Vanka dengan penuh emosi.
"Benar Nona".
"Baiklah, sekarang buatkan rencana paling matang lagi. Jangan sampai gagal, saya tidak mau tahu kalau sampai gagal. KALIAN AKAN MATI!" mengancam mereka dengan penuh amarah.
"Kami pamit dulu Nona" mengundurkan diri dari hadapan Vanka.
Brian... ingatlah, semua belum berakhir. Jangan berharap semua ini sudah selesai, rasa siksaan yang di alami oleh papa adalah dari kesalahan kamu juga Brian. Tunggu saja, bukan hanya kamu, tapi juga ayah kamu. Hahah....
Usai menegur para anak buahnya karena tidak becus dalam bekerja, ia langsung berangkat ke perusahaan untuk menjalankan rencana selanjutnya. Vanka merubahkan lagi postur tubuhnya menjadi seorang pria lagi, memakai semua bahan kulit pria lalu menempel ke tubuhnya.
Dibantu oleh pelayan rumah dalam mengatasi hal tersebut, butuh 2 jam untuk membuat postur tubuh pria. Memakai lem agar bisa kulit tersebut menempel ke tubuh Vanka, Vanka tersenyum sinis karena membayangkan bagaimana Brian mati suatu saat nanti.
Setelah dua jam kemudian, tubuh Vanka sudah menjadi seorang pria. Akhirnya selesai semua kulit di tempel ke tubuh Vanka, memakai baju kantor untuk berangkat ke perusahaan.
"Penampilan yang bagus sama seperti penampilan pria sungguhan, sekarang aku mulai lagi permainan untuk kamu Brian" ucap Vanka dengan senyuman yang mengerikan.
"Mobil sudah siap Nona" mempersilahkan Vanka naik ke dalam mobil.
Sang sopir Membuka pintu untuk Vanka, masuk ke dalam lalu sang sopir menutup kembali pintu mobil. Mereka pun berangkat dengan kecepatan seperti biasanya, hari ini banyak sekali ketua dari perusahaan lain mengajak kerja sama. Hal itu sama sekali tidak tertarik oleh Vanka, dia menginginkan Brian bukan lain.
**
Di seberang sana, Aleysia masih menunggu keadaan Anne di dalam kamar. Sembari itu, ia menyiapkan bubur untuk Anne. Aleysia berfikir, apa yang terjadi sebenarnya pada Anne. Kenapa bisa sampai mengurung diri di dalam kamar mandi, bukannya semalam sedang menghadiri acara perjamuan perusahaan.
Itulah yang ada di dalam pikiran Aleysia, baru saja dirinya ingin menjadi ibu yang baik untuk Anne. Ada saja cobaan yang di alami oleh Anne, Aleysia berharap Anne menjadi wanita yang kuat dalam setiap menghadapi cobaan hidup.
"Bu Aleysia. Keadaan anak anda tidak apa-apa, demamnya sudah menurun. Ini obatnya kasih saja dua kali sehari, tidak perlu banyak berikan obat. Kalau begitu saya pamit dulu" jelas dokter pada Aleysia.
"Terima kasih dok, mari saya antar" ujar Aleysia sembari ikut langkah kaki dokter dari belakang.
Di dalam kamar, Anne membuka matanya dan melihat pintu kamar yang terbuka. Keadaan sekarang sudah di atas kasur, ia bangun dengan perlahan tapi...
"Jangan banyak bergerak dulu Anne, tidur lagi. Kamu kenapa semalam, kenapa bisa tidur di kamar mandi?" tanya Aleysia.
"Mama?. Kapan aku di atas tempat tidur, bukannya...?".
"Mama menemukan kamu di kamar mandi, dari tadi mama panggil untuk sarapan. Kamu tidak menjawab, akhirnya mama masuk kamar kamu lalu mendengar air kran yang hidup di kamar mandi" kata Aleysia.
"Cerita sama mama, sebenarnya ada apa?".
"Mama... hiks-hiks-hiks" Menangis Anne ke dalam pelukan Aleysia.
"Coba katakan pada mama, ada apa?".
"Mah, malam itu..."
Semalam
Anne dan Oden berpisah dalam mencari Brian, Dari belakang ada suara langkah kaki seperti orang berlari. Anne mengikuti langkah itu sampai langkah kaki masuk ke dalam kamar, tanpa rasa takut apapun Anne mengintip orang yang berlari masuk ke dalam kamar.
"Hampir saja ketahuan, kalau tidak mati aku disini" ucap Sania mengangkat tubuh Brian.
"Ini dimana?. Pusing sekali" ujar Brian.
"Brian. Kamu tidak apakan, apa yang terjadi pada kamu Brian. Kenapa mereka berbuat jahat?" tanya Sania.
"Anne, apa ini kamu!".
Anne?.
"Aku bukan Anne, Brian sadarlah" menepuk pipi Brian.
"Ah panas sekali, aku tidak tahan!" ucap Brian menahan panasnya tubuh ransa-ngan.
"Brian sadarlah, cepat bangun dari tubuh aku!!!".
"Anne... aku menginginkanmu Sayang" ucap Brian sembari membuka baju Sania.
Diluar Anne sedang menonton adegan hot yang di lakukan oleh suaminya, Brian menganggap kalau Sania adalah Anne. Sakit sekali, ingin masuk ke dalam namun Oden datang dan memeluk Anne. Oden memasang headset di telinga Anne, agar ia tidak mendengar suara nikmat yang di lontarkan wanita tersebut.
Dengan cepat Anne melepaskan pelukan itu, kemudian berlari keluar dari gedung tersebut. Saat sampai ke lantai bawah hampir saja Anne di tabrak oleh mobil orang tamu undangan acara Romeo, Oden datang tepat waktu menyelamatkan Anne yang sedang menangis.
Dupp...
(Pingsan)
Tiba-tiba Anne pingsan jatuh tergeletak di lantai, Oden langsung mengangkat tubuh Anne masul ke dalam mobil. Oden menancap gas mobil lalu berangkat ke rumah Anne, karena sudah tengah malam jadi lebih baik membawa Anne pulang.
"Tuan Brian, sampai kapan anda melukai perasaan Nona Anne. Sampai kapan melakukan itu pada wanita lain, kasihan Nona Anne" ucap Oden sembari melirik ke arah Anne.
**
"Sayang.." panggil Aleysia.
"Makan dulu ya, setelah minum obat".
Anne hanya mengangguk karena tidak kuat untuk berbicara lagi, tubuh yang sangat lemas. Makanan bubur di suapin oleh Aleysia, pelan-pelan Anne mengunyah bubur dan memakan sedikit demi sedikit.
"Bangunlah, minum obat ini" mengambil obat yang di berikan oleh dokter tadi.
"Mah. Terima kasih" ucap Anne tersenyum pada Aleysia.
"Kamu bicara apa, kenapa terima kasih segala sayang" ujar Alyesia membelai pipi Anne.
"Terima kasih sudah menerima Anne sebagai anak mama, aku sayang mama" kata Anne.
"Maafkan mama ya selama ini, mama tahu, dulu mama sangat kejam padamu nak".
"Mah, masa lalu kita lupakan saja. Kita mulaikan hidup yang baru lagi, seperti keluarga yang harmonis. Mau kan mah?" tanya Anne.
"Mama mau sayang, mam janji, mama akan selalu menyayangi kamu sayang" memeluk Anne.
"Terima kasih mama, I LOVE YOU MOM".
"I LOVE YOU TOO SAYANG".
Adegan yang mengharukan, seorang ibu akhirnya sadar dengan semua perbuatan yang dulu. Telah menyiksa kebahagiaan Anne pada masa remajanya, sekarang semua hal kejam itu sudah hilang. Memulai hidup yang baru, melupakan masa lalu yang penuh kegelapan.
Keadaan di rumah Kin
Danial mendatangi rumah Kin yaitu rumah istrinya, semua pelayan menyambutnya dengan hangat. Dulu selalu di sambut wajah yang sinis, menganggap Danial adalah orang yang tidak selevel dengan kehidupan keluarga Shofia.
Oma Aleta menyambut kehadiran Danial, namun Danial tidak mau berlama di rumah tersebut. Jadi ia langsung too poin saja, Danial pun membuka mulut membicarakan tentang anaknya yaitu Anne.
pulang dari kantor Danial tidak langsung pulang ke rumah, melainkan datang ke rumah keluarga Shofia.
"Bagaimana kabar kamu Danial?" tanya oma Aleta.
"Tidak usah basa basi bu, langsung intinya saja!" jawab Danial dengan emosi.
"Untuk apa lagi datang dalam kehidupan kami, apa belum cukup dulunya kalian menyiksa kami berdua".
"Apa maksud kamu Dani, ibu tidak mengerti?" ujar oma Aleta.
"Tidak mengerti, Kin!, cucu ibu sendiri ingin mengambil Anne dari hidup aku. Kalian dulu kemana, kenapa sekarang baru datang!. APA MAU KALIAN!!!" bentak Danial pada oma Aleta.
"Kenapa nada bicara kamu seperti itu, aku ini mertua kamu Dani" membentak balik pada Danial.
"Mertua?. Apa aku tidak salah dengar, anda yang mengusir anak anda sendiri karena saya miskin. Jadi, apa anda pantas di sebut sebagai mertua!".
"Maafkan ibu nak, tolong jangan dendam seperti ini. Ibu minta maaf" ucap oma Aleta dengan nada sedih.
"Maaf ibu sudah terlambat, istriku sudah meninggal karena sakit. Untung saja ada Pradana waktu itu yang selalu ada untuk kami. kalau tidak, pasti kami hidup di jalan dan seperti pengemis" kata Danial sembari menjelaskan apa yang terjadi masa lalu.
"Aku tahu ini semua kesalahan suamiku sendiri, memang, keluarga kami tidak menyetujui pernikahan kalian berdua. Ibu tidak bisa melanggar perintah suami ibu nak".
"Sudahlah bu, itu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Lagian hidup kami sudah bahagia, aku harap kalian tidak menganggu kami lagi".
"Tapi ibu merindukan Anne Danial, izinkan aku bertemu dengan cucuku".
"TIDAK!!!, ini semua karena kalian sendiri. Maaf ibu, sebaiknya jangan bertindak sesuka hati. Kalian hanya ingin membawa Anne dari kehidupanku" ucap Danial pergi meninggalkan rumah oma Aleta.
Perasaan yang penuh penyesalan, dulunya mencampakkan sekarang menginginkan kembali. Masa lalu tidak dapat di ubah lagi, hati yang sangat pedih akan menjadi bahan luka yang akan selalu di ingat selamanya.
Bersambung
nanti d lanjutin 🤭