NovelToon NovelToon
Polisi Cantik

Polisi Cantik

Status: tamat
Genre:Action / Detektif / Romansa-Percintaan bebas / Wanita perkasa / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arby yingjun

Kegemilangan prestasinya dalam menaklukan berbagai kejahatan, membuat Manila harus di pindah tugaskan ke sarang kejahatan. Bagaimana kisah perjalanan Manila dalam menaklukan musuh dan mendapatkan cintanya.

So pantengin aja he. he. he

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKUATAN DARI TUHAN ( Power from God)

Manila bersedih dan menumpahkan air matanya setelah mendengar kisah tragis yang menimpa keluarga kekasih tercintanya.

Tumpukan sampah tissu kini telah menggunung dan menjadi saksi bisu Manila dan Michael dalam mengusap air matanya.

"Aku mohon jangan kau lanjutkan lagi." pinta Manila yang sudah tidak tega melihat Lee yang begitu trauma dalam menceritakan kembali kisah masa lalunya.

Si ganteng kalem yang terkenal play boy cap mlehoy pun kini menangis tak kuasa menahan rasa sedihnya.

"Maafkan aku Lee. Ternyata di balik sifatmu yang dingin. Kau telah memendam rasa sakit ini yang pedih ini begitu lama." Michael ikut berbela sungkawa.

Sejenak mereka bertiga mendadak terdiam. Tak ada sedikit pun suara yang keluar dari mulut mereka sama sekali.

"Maafkan aku yang telah membuat kalian menjadi bersedih." Lee bangun dari duduk dan kemudian melangkah menghampiri pohon mangga di belakang rumahnya yang sudah berusia tua.

Seketika Lee merubah wujudnya kembali menjadi Ghost rider atau banaspati. Dan dengan tangan kirinya Lee menghantam pohon mangga tersebut sebagai luapan emosinya.

Bugh ... kerekek ... gubrakkkk

Pohon mangga itu seketika tumbang dengan satu hantaman tangan kiri Lee.

Manila berlari ke arah Lee dan langsung memeluknya dari belakang.

"Lee ... jangan pernah merasa sendiri. Karena sekarang kau memiliki kami yang akan selalu menemani hari harimu." ucap Manila dan wujud Lee pun kembali ke mode manusia.

Michael pun berlari dan langsung menghampiri Manila dan Lee yang masih berdiri di sebelah pohon mangga yang tumbang.

"Kekuatanmu sungguh menakjubkan kawan." puji Michael yang salut pada kekuatan magic yang di miliki Lee.

Manila mencium pipi Lee dan bergelayut manja di hadapan Michael.

"Hei ... kalian benar benar tak memiliki rasa prikemanusian. Teganya kalian menebar kemesraan di hadapanku yang sekarang menyandang status Jomblo." Michae berkaca pinggang.

"Manila sesuai janjiku tadi pada kalian, aku akan kembali menceritakan darimana aku mendapatkan kekuatan ini." ucap Lee.

"Kau yakin kau sanggup meneruskan ceritamu?" tanya Manila yang khawatir Lee mengalami down di dalam kehidupanya.

Lee mengangguk dan menunjuk pipi dengan telunjuk sebagai isyarat pada Manila, agar dia memberinya sebuah kecupan yang akan menguatkan dirinya ketika bercerita.

"Moh ..." Manila menolak mentah mentah.

"Ya sudah kalau begitu, aku tak mau melanjutkan ceritanya." jawab Lee.

"Ayolah Manila, apa susahnya kau beri Lee sebuah kecupan penyemangat." tukas Michael yang tak mau bertele tele.

Sepintas ide cemerlang melintas di benak Manila.

"Micahel, lihat ada bintang jatuh." ucap Manila sambil menunjuk tanganya ke langit.

Michael dengan cekatan mencari bintang jatuh yang telah di tunjukan Manila padanya.

Selagi Michael lengah mancari bintang jatuhnya di langit. Manila langsung menarik tengkuk Lee dan menciumnya dengan dalam.

"Mana Manila, aku tidak melihatnya." tukas Michael dengan pandangan yang terus mencari bintang jatuhnya.

Manila menoleh sebentar ke arah Michael.

"Apa matamu sudah buta. Itu tuh." tukas Manila yang kembali menolehkan wajah ke arah Lee.

Kini bagian Lee melahap bibir Manila dengan rakusnya. Dia terus menghisap manisnya Vitamin C yang kini menjadi candu berat bagi dirinya.

Eppppooookks ...

Suara itu terdengar ketika Manila dan Lee melepas pagutanya.

Merasa lelah dan tak menemukan bintang jatuhnya. Kini Michael kembali fokus pada Lee dan Manila.

"Apa kau sungguh sungguh tak melihatnya?" tanya Lee dengan wajah lebih segar dan bersemangat melihat kebodohan temanya.

"Sudah ... sudah. Mungkin kali ini kau tidak beruntung untuk bisa melihatnya." tandas Manila.

Michael menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dirinya merasa benar benar kurang beruntung tak mampu melihat bintang jatuh dengan matanya.

"Baiklah aku lanjutkan kembali ceritanya." tukas Lee.

Michael dan Manila pun kini terlihat serius dan siap mendengar kisah kelanjutanya.

Sejenak Lee memandang ke arah telinga Michael.

Lee langsung mengusapkan tisu pada telinga Michael.

"Hei, apa apa ini? apa maksudmu dengan mengelapkan tisu pada telingaku?" ucap Michael yang tak terima dengan perlakuan Lee.

"Dari dulu. Yang namanya menangis itu dari mata, kenapa kau keluar dari telinga." tukas Lee yang membuat Manila tertawa lepas.

Michael yang tak sadar langsung membersihkan telinga dengan tisunya.

"Kau pikir aku conge ocoy apa." tukas Michael dengan ketusnya.

"Sudah, aku hanya bercanda. Dan jangan pernah kau ambil hati." Tukas Lee dan Michael pun mengangguk paham.

BACK TO STORY Lee.

Setelah hujan reda. Pihak kepolisian yang di pimpin Bryan storm sebelum berpangkat menjadi Letnan, Kini telah datang mengevakuasi para korban perampokan keluarga Junwei.

Bryan Storm langsung melepas rompi dan jaketnya untuk menutupi badan Sofia yang masih pingsan dan bernyawa.

Bryan beralih memeriksa Noval dan menggelengkan kepalanya karena saat itu Noval sudah di temukan tewas tak bernyawa.

Bryan storm menangis merasa tersayat hatinya ketika melihat Lee yang sudah benar benar mengalami luka tembak yang serius pada bagian dada dan perutnya.

"Mengapa aku tidak berguna sekali." Bryan mengutuk dirinya.

Bryan storm bangkit dan langsung memerintahkan bawahanya agar segera memakamkan jasad korban perampokan yang di temuihya.

"Pak, bagaimana dengan gadis ini." tanya salah satu bawahan yang melihat Sofia sedang terduduk seperti orang gila.

"Bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan penangan." titah Bryan.

Bryan storm kembali memperhatikan jasad Lee yang sudah terbujur kaku di hadapanya.

Dan tak sengaja pandangan mata Bryan tertuju pada telunjuk Lee yang berkedut sesaat.

"Tunggu sebentar." tukas Bryan sambil menempelkan telinga pada dada Lee.

Di pegangnya pergelangan tangan Lee dan Bryan berharap masih menemukan tanda tanda kehidupan pada Lee yang sudah terlihat seperti mayat.

Bryan Storm memerintahkan pada petugas ambulance agar Jasad Lee untuk di periksa terlebih dahulu di rumah sakit.

Kejadianya begitu cepat. Kini Lee telah berada di rumah sakit. Dan peluru yang bersarang di tubuhnya pun telah berhasil di keluarkan.

Namun nahas, setelah berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya. Osilator mendetek denyut jantung Lee mendadak berhenti dan menunjukan garis lurus.

Dokter sudah berusaha sekuat tenaga. Namun apalah daya, tuhan lebih menyayangi Lee dari pada harus hidup menderita.

Jasad Lee langsung di pindahkan ke kamar jenazah untuk menunggu kedatangan Junwei sebagai salah satu pihak keluarga yang masih hidup yang tak ikut menjadi korban perampokan.

"Seseorang apakah ada yang bisa mendengarku?" ucap Lee di alam bawah sadarnya.

Lee terus berteriak teriak di sebuah ruangan yang gelap dan tak ada cahaya sama sekali.

"Seseorang adakah yang bisa menolongku, aku berjanji aku akan melakukan apa saja." tukas Lee sambil menangis.

Lee terus menangis dan berharap seseorang akan datang menolong dirinya.

"Aku bersumpah ... aku akan menyerahkan jiwa dan ragaku asalkan kau bisa menolongku." teriak Lee yang terus berharap seseorang bisa mendengar teriakanya.

Seketika saja Lee tak sanggup melihat silaunya cahaya yang tiba tiba saja datang dan muncul di hadapanya.

Cahaya tersebut perlahan berubah menjadi sebuah mahluk bersayap dan memiliki paras yang tampan.

"Jika aku bisa mengabulkan permintaanmu, apa yang bisa aku dapatkan darimu?" tanya mahluk tersebut pada Lee.

Lee bersujud mencium kaki mahluk tersebut. Meminta kemurahan hatinya.

"Tolong aku ... selamatkan aku. Aku akan menyerahkan jiwa ragaku asalkan kau bisa menghidupkanku kembali." Lee memohon sambil melipat kedua tanganya.

Mahluk tertawa keras merasakan lucu melihat wajah Lee yang benar polos dan pasrah.

"Aku bisa saja mengabulkan permintaanmu, tapi apakah kau yakin dan sanggup bisa menyerahkan jiwa dan ragamu padaku." tukas mahluk itu sambil tersenyum menguji kesungguhan Lee.

Lee kembali kembali bersujud dan memeluk kaki mahluk tersebut, memohon belas kasihan agar permintaanya di kabulkan.

"Baikalah ... tapi sebelumnya. Aku akan menunjukan sesuatu padamu, cepat pejamkan matamu." tukas mahluk bersayap tersebut.

Lee segera memejamkan matanya. Dan alangkah kagetnya ketika Lee tiba tiba saja berada di dalam rumahnya mendapati sudah banyak orang di dalam rumahnya.

"Ada apa ini?" Lee penasaran dan langsung bergegas menuju orang orang yang sudah ramai berkumpul di dalam kamar Ayahnya.

Lee berteriak teriak bertanya ada apa sebenarnya. Namun tak seorang ada yang bisa mendengar suaranya apalagi melihatnya.

Alangkah kagetnya ketika Lee baru tahu dan menyadari bahwa Ayahandanya kini sudah terbujur kaku tak bernyawa di hadapanya.

"Dokter ... apa yang terjadi dengan Papaku?" Lee berteriak namun Dokter itu tak bisa mendengarnya.

Dokter tersebut terlihat mengusap kedua mata Junwei dan menutupi tubuhnya kain putih sebagai penutupnya.

"Maafkan kami Pak William. Kami sudah berusaha keras, akan tetapi tuhan lebih menyayangi tuan Junwei." tukas Dokter tersebut.

William yang notabenya sebagai adik angkat William, dirinya langsung terjatuh tak sadarkan diri mengetahui Junwei kini telah meninggalkanya.

Sedangkan Lee, perasaanya kini lebih hancur dan remuk berkeping keping. Harapan untuk kembali hidup kini telah sirna.

Dan sesaat kini kesadaran Lee telah kembali berada di ruangan gelap bersama mahluk bersayap.

"Hancur ... semuanya hancur. Mengapa Tuhan kejam sekali padaku, dan mengapa takdir tidak berpihak kepadaku." tukas Lee di dalam keputus asaanya.

Mahluk tersebut seketika murka dan menyentil dahi Lee hingga membuatnya langsung terpental jauh beberapa meter darinya.

"Dasar manusia bodoh! lancang sekali kau berucap seperti itu dan menyalahkan takdir tuhan yang sudah tercatat sebelumnya." Bentak mahluk itu dengan wajah yang kini berubah menyeramkan.

Dengan kekuatanya jari telunjuknya. Mahluk itu kini mengangkat Lee dan menarik ke hadapanya tanpa harus menyentuh tubuh Lee sebelumnya.

Lee melayang sambil menangis di hadapan mahluk itu.

"Asal kau tahu. Jika tuhan tidak sayang padamu, mungkin Tuhan tak akan pernah mengizinkanmu untuk hidup di dunia ini." kecam mahluk tersebut.

"Hidupku hancur ... semuanya telah pergi meninggalkanku sebatang kara di dunia ini." ucap Lee dengan lirih dalam keputus asaanya.

"Kau salah ... kau lihatlah ini." mahluk bersayap itu kini memperlihatkan Sofia dengan kekuatanya pada Lee.

Dalam gambaranya. Sofia yang masih berusia 16 tahun itu terlihat sedang duduk sambil memeluk lututnya.

"Kakak ... aku merindukanmu~~." Sofia bersenandung menyebut nyebut nama Kakaknya.

Betapa hancurnya perasaan Lee melihat Sofia yang kini mengalami trauma berat dan menjadi gila karena terpukul mentalnya.

"Kau beruntung ... Atas kemurahan dari Tuhan, kau akan mendapat kesempatan untuk menjalani hidup yang kedua kalinya." tukas mahluk bersayap itu.

Lee merasa malu pada dirinya yang sempat mendikte dan menganggap Tuhan sangat kejam dan tak berpihak padanya.

"Sebagai mana tadi yang telah kau janjikan. Kau harus menyerahkan jiwa dan ragamu kepada tuhan. Dan kau harus benar benar patuh dan menyembahnya!" titah Mahluk bersayap itu.

Lee mengangguk dan mengusap air mata dengan punggung tanganya.

"Kemarilah dan pejamkan matamu." titah mahluk itu.

Lee mengangguk dan kini melangkah dan berada tepat berdiri di hadapan mahluk bersayap itu sambil memejamkan matanya.

Mahluk itu menyentuh dahi Lee dengan telunjuknya sambil tersenyum.

"Ku berikan setengah dari kekuatanku untukmu. Pergunakanlah semua itu untuk menumpas kejahatan dan jangan pernah kau gunakan itu untuk membalas dendam hatimu!" tukas mahluk bersayap itu yang kini menghilang setelah selesai dengan ritual transfer powernya.

Lee kini merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya. Tiba tiba saja tubuh Lee merasakan panas yang teramat sangat.

"Tidak ... tidak ... tidakkkk." Pekik Lee yang kini seluruh tubuhnya mengeluarkan api dan membakar dirinya hidup hidup.

Namun setelah beberapa saat. Lee tidak merasakan lagi panasnya terpanggang api yang keluar dari tubuhnya.

Dia melihat telapak tangan dan kakinya dan merasakan takjub dengan kekuatan Tuhan yang di berikan kepada dirinya.

1
⧗⃟ᷢʷ🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ≛⃝⃕|ℙ$§𝆺𝅥⃝©
kerennnnn
Ismalinda
Luar biasa
Thatti Setianingsih
visual ny idola aq semua dilraba dimurat lee minho dan cha eunwo
Qaisaa Nazarudin
Di bentak gitu aja nangis,Cengeng banget,Apa disaat latihan waktu masuk polisi gak pernah di bentak2?? Setau ku masuk polisi dan tentara itu latihannya keras banget,di bentak2 itu sudah makanan mereka sehari2,Jadi mereka sudah biasa,,🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Dimana2 novel yg ku baca pasti ada adegan nabraknya,Itu sengaja atau tdk sengaja,,Awal pertemuan atau perkenalan😂😂🫢🫢
Qaisaa Nazarudin
Cover itu Koper ya??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Gak tau aja siapa yg dia rampok 😂😂👏🏻
Mampir thor🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Elizabeth Zulfa
krna pakai dollar brrti latar t4 nya di luar negri ya
Wika
kak author ayo duet nyanyi LG 🤭🤭
Wika: 🤭🤭🤭 cuss
total 2 replies
Wika
kakak .. author 🤭🤭🤭 ud mampir ni k komik nya 😁
Wika: ma Ama 💞 kk 🤭🤭
total 2 replies
Eaakhy Fitry
laju x...
Andriani
polisi koq ga ada tegas²nya gtu thor
Dela Agustini Dela
lanjut Thor😂😂 kasihan michel nya
yg sabar ya
May nurwidya
lha oq aneh msak polisi cengeng
🔵🐌Ay Yana2
baru sempat baca lagi,
momy ida
Lee min hooo😍😍😍dil raba. 😘😘😘
☠☀💦Adnda🌽💫
kenapa sama si arby y 🤔🤔🤔🤔
mpit
polisi kok gitu ya 🙄🙄
cengeng 🤭🤭
🌹glory🌹
ada apa dengan Arby???
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bengek 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!