NovelToon NovelToon
Malam Panas Di Monaco

Malam Panas Di Monaco

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Karir / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

"Kau siapa?" Charlotte tak menemukan jejak ingatan siapa laki-laki yang berdiri didepannya dengan hanya handuk dan rambut basah di kamar hotel itu.

"Kau tak tahu aku siapa? Kau tidur di ranjangku..." Bahkan bajunya sudah berganti dengan baju kebesaran dari pria itu.

Sial! Bahkan namanya pun tak bisa diingatnya. Nasib sial apa yang menimpanya sekarang.

Dari kecil dia tak pernah percaya cinta, tak percaya pangeran berkuda putih, Charlotte Blaine adalah pengacara perceraian paling dicari di London, melihat begitu banyak perceraian dalam hidupnya dan tidak mempercayai cinta, tapi sekarang dia jatuh ke pelukan pria asing karena minum di Monaco.

Apapun yang terjadi semalam tetap tinggal di Monaco. Begitu batinnya.

Benarkah kisahnya begitu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28. Big Obstacles

Aku tahu bertahan tidaklah mudah.

Josh meyakinkanku bahwa kami akan baik-baik saja, tapi dia tahu bahwa kami juga tidak bisa mengabaikan masalahnya.

Fakta bahwa aku takut kehilangan Josh, hubungan kami masih belum pasti kedepannya. Dan ex-nya masih berusaha keras memisahkan kami. Itu terasa seperti siksaan yang membuatku merasa duduk diatas kursi panas.

Akhir pekan ini dia bertemu Ayah dan Ibunya di London. Dia kembali ke apartmentku larut malam. Aku khawatir tentang apa yang mereka bicarakan, apapun itu tampaknya bukan hal yang baik karena wajahnya kelihatan lelah.

"Ada apa?" Aku duduk disampingnya dan dia menghela napas panjang.

"Bukan hal yang besar, aku hanya perlu waktu berpikir...."

"Katakan padaku, seburuk apapun yang terjadi aku harus tahu. Apa Ibumu mengancammu, kalian bertengkar?" Josh menatapku lalu menangkup tangannya didepan wajahnya, tidak menjawabku. Pasti telah terjadi sesuatu.

"Josh... katakan." Aku harus siap mendengar apapun.

"Ibuku memintaku bertunangan dengan Susan, dan keluar dari Allen & Colleen mendirikan firma hukumku sendiri. Ayahku dan ayah Susan punya banyak kerjasama usaha, entah apa yang dimasukkan Susan kepada Ibuku. Aku bertengkar hebat dengan  Ibu, berakibat Ayah harus diperiksa dokter karena dadanya sesak." Aku diam dan mataku memanas mendengar apa yang Josh katakan.

"Kita tak bisa terus melakukan ini Josh... ini tak akan berhasil." Aku akhirnya bicara setelah lama diam berpikir. Aku tak mau sesuatu terjadi karena aku. Dan jika itu terjadi Josh dan aku akan dibenci oleh seluruh keluarganya.

"Charlotte, kau pikir aku bisa hidup dengan kebohongan seperti itu."

"Aku juga tak bisa Josh, ... " aku mulai menangis,  Josh dengan cepat merangkulku. Dia tak bisa bicara apapun, tampaknya semua jalan buntu buat kami.

"Mungkin kita harus mendinginkan ini sebentar Josh, aku tak mau jika terjadi sesuatu pada orang tuamu. Aku tidak bisa hidup dengan beban rasa bersalah jika sesuatu dengan kesehatan ayahmu."

"Tidak, satu langkah mundur mereka akan menekanku terus. Aku akan bertahan dan tidak mungkin aku menyerahkan hidupku hanya demi bisnis keluarga, bahkan jika aku harus keluar dari ahli waris keluarga aku tak akan keberatan. Kita akan tetap bersama Charlotte..."

"Tapi,... "

"Aku sudah memutuskan, aku akan mencari cara keluar dari masalah ini. Tak usah mengkuatirkan aku. Kau hanya perlu berada di sampingku. " Aku menatap Josh, jika dia sudah bicara begitu, perkataannya tak bisa kubantah.

"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Ayahmu?"

"Aku akan menghindari mereka sepenuhnya. Aku tak akan berusaha berdebat, aku akan menghindarinya sampai mereka sadar mereka tak bisa memaksaku. Hanya Ibu yang memaksaku, Ayahku tidak mengatakan apapun...." Aku diam. Bisakah kami terus menghindar. Jika bisa, sampai kapan kami harus melakukannya.

"Josh, apa ini akan berhasil... "

"Kita akan mencoba apapun untuk bisa bersama." Josh memelukku erat dan entahlah ini terasa sangat menggangu pikiranku.  Dan ini terjadi saat kami baru memulai hubungan dengan status.

Apa yang kami lakukan benar?

-------

 

 

Tidak semudah itu kami bisa menghindar.

 

Tidak bisa mempengaruhi Josh. Aku mendapat giliran tekanan berikutnya. Kali ini Ibu Josh, Sarah Menard mendatangiku ke kantorku.

"Charlotte, Sarah Menard ingin bertemu denganmu, dia ada di lantai bawah." Reception di lantai dasar menelepon dan diterima oleh Elly.

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan dengan ini. Aku tak yakin aku bisa menghadapi provokasi terang-terangan seperti itu. Aku putuskan untuk menghindar.

"Katakan  aku sedang ada meeting diluar kantor Elly."

"Baik." Elly tidak menanyakan alasanku, hanya langsung mengiyakan perintahku. Aku memberitahu Josh tentang kedatangan Ibunya yang langsung menyetujui tindakanku.

Kami berdua sepakat menghindari konfrontasi apapun saat ini.  Menghindari telepon, pertemuan atau apapun yang bisa memicu perdebatan lebih lanjut.

Tapi  tidak ada kata menyerah. Tiga hari  dari percobaan pertama yang gagal itu. Aku menghadapi serangkaian tekanan lainnya. Disaat itu Josh sedang tidak ada di London.

"Nona Charlotte,..." Aku didekati seorang wanita berpakaian jas kerja hitam.

"Iya?" Aku kaget karena dia berdiri tiba-tiba disampingku saat aku menunggu taxi di lobby.

"Tolong ikut saya Nona. Tuan Menard ingin bertemu dengan Anda." Dan sekarang ayahnya sendiri yang mengirim seseorang untuk menjemputku. Orang-orang super kaya ini punya orang yang memastikan keinginan mereka dijalankan dengan sempurna.

"Saya masih ada pekerjaan Nona. Saya tidak bisa ikut Anda." Aku berjalan lebih kedepan. Aku akan membuat gadis ini pergi.

"Nona Charlotte, saya akan tetap mengikuti Anda sampai Anda bersedia ikut saya. Jika saya tidak berhasil hari ini saya akan tetap mengikuti Anda dan mencoba sampai saya berhasil  besok. Maaf tapi ini tugas saya untuk memastikan Anda bisa bicara dengan Tuan Menard. Saya minta maaf jika saya akan menyulitkan Anda Nona. Saya mohin Nona tidak menyulitkan saya." Aku menghela napas panjang, Josh tak bisa ditekan giliranku yang ditekan. Baiklah, aku akan menelepon Josh.

"Josh, ayahmu mengirim orang untuk membuatku bisa bicara dengannya." Josh mengangkat teleponku dan aku langsung mengatakan apa yang harus dia tahu.

"Hindari saja orangnya, panggil keamanan jika dia mencoba memaksamu." Aku tahu Joshua akan mengatakan itu.

"Kalau begitu saya akan pergi Nona. Selamat malam." Aku tidak mengindahkan wanita itu dan dia hanya menatapku saat aku pergi.

Tapi dia tidak menyerah. Aku baru tahu dia mengikutiku ke apartmentku. Dan keesokan paginya aku melihatnya didepan pintu keluar lobby apartment  menunggu.

"Apa yang kau lakukan disini." Dia menghampiriku. Kali ini dengan dua orang berjas hitam.

"Saya ditugaskan menjemput Nona untuk sarapan pagi. Tuan Menard berada di dekat sini dan ingin berbicara. Saya mohon Nona ikut dengan saya, Tuan hanya ingin berbicara." Orang-orang kaya ini gila. Mereka melancarkan intimidasi seenaknya.

"Nona! Aku bisa menuntutmu pelanggaran privasi. Kau pikir kau bisa seenaknya muncul dimanapun aku berada."

"Saya mengerti Nona. Saya juga tidak ingin mengganggu Nona, Tuan hanya minta waktu Nona 30 menit untuk berbicara, setelah selesai saya akan mengantar Nona kembali kemanapun Nona inginkan. Jangan mempersulit ini Nona..." Dia tidak mundur sedikitpun mendengar gertakanku.

Aku menghela napas panjang. Baiklah, aku akan hadapi ini. Aku ingin tahu apa yang diinginkan Tuan Menard. Kita lihat apa dia serendah yang aku pikirkan, menjual hidup anak laki-lakinya untuk kerjasama bisnis.

"Aku akan ikut denganmu." Gadis itu langsung tersenyum mendengar aku akan mempermudah perkerjaannya.

"Terima kasih Nona, mari ikut saya." Dia menunjukkan sebuah mobil sedan hitam Audi yang terparkir di depan lobby.

Tanganku dingin. Apapun yang terjadi, aku akan menghadapinya dengan kebanggaan sebagai seorang wanita mandiri.

---------------

1
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
satu kata untuk Author
KEREN
💜Ilalang Senja💜
like....
💜Ilalang Senja💜
Lop yuuu....Mak Othor....
setuju pakai banget...
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
setuju pendapat autor
siti nuriatul
top banget kak😍
Riri
Luar biasa
palupi
terimakasih 🙏💐
Mamma Miauw
Luar biasa
Novi Yantisuherman
itulah budaya eropa,
klo indo ?? Whatever
Dyah Oktina
ceritamu bagus... ma kasih ya thor... maaf ngak punya koin. 🤭🙏🏻😍
Dyah Oktina
kasihan jhos... cintanya harus sama2 d kubur... 😢😢😔
Dyah Oktina
Luar biasa
Theresia
selalu happy baca karya mu Thor 😍😍
Icha Yonas Zackhrie
banyak banget typo,,kadang jadi bingung bacanya.. tp ceritanya oke
Sulayah Kingdom
bagus meski banyak typo ya
Dewi Indah
bagus
Faidullah Ahmad
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!