Keina di usir dari rumah keluarga tiri karena diketahui telah berselingkuh dari Leo, kekasih Kara, anak kandung di keluarga angkat Kei.
Namun siapa sangka di tengah jalan malah bertemu dengan pria mabuk dan diperkosa hingga hamil.
Kehidupan penuh beban sebenarnya dimulai. Melahirkan tiga anak sekaligus bukan lah hal mudah di saat kondisi ekonomi kritis baginya. Tapi semua terbayar ketika ia mengetahui ketiga anak-anaknya cerdas dan bertalenta.
Anna, pandai melukis. Alice, pandai menulis karangan karya. Dan Andre, dia pandai berakting.
Siapa sangka pada suatu kebetulan ia bertemu dengan seorang pria, yang diklaim sebagai ayah dari anak-anaknya. Jeremy, CEO perusahaan yang bergerak dalam industri perfilman. Tempat anaknya, Andre akan melakukan syuting film pertamanya bersama Kei.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OO SWEETIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengetahui Kenyataan
Di sisi lain. Dua jam sebelum Mamanya Jeremy dan Kei bertemu dan sedikit berdebat.
Jeremy di dalam rumah sakit, bertemu dokter yang kemudian memberikannya hasil DNA antara Jeremy dan Andre.
Perasaan cemas, campur aduk dengan pertanyaan, apakah Andre benar anaknya atau hanya sekedar kesamaan wajah menguasai pikiran Jeremy.
"Bukalah tuan," ucap Dokter yang melihat Jeremy sama sekali tidak menggerakkan tangannya untuk membuka map di tangannya itu.
"Hmh, baik."
Jeremy mulai membukanya. Secara perlahan, hingga menemukan hasil sebenarnya.
Kecocokan 98% sama.
Sontak kedua bola mata Jeremy membulat lebar.
"I-ini… Tidak berbohong kan, dokter?" ia menutup mulut di akhir kalimatnya.
Dokter menggeleng. "Rumah sakit ini rumah sakit besar, alat tes juga canggih dan kesalahan jarang terjadi bahkan hampir tidak pernah. Tes yang dilakukan juga sudah berulang kali, dan hasilnya sama. Anda dan anak kecil bernama Andre itu memiliki kesamaan yang hampir sama sepenuhnya. Maka saya simpulkan kalian adalah orangtua dan anak."
Tidak tahu mau katakan apa lagi.
Jeremy ntah mengapa merasa sangat bahagia sekali.
Jantung pria itu benar-benar berdetak kencang tak seperti biasanya.
Sesuatu aneh perlahan muncul, kebahagiaan sungguh menakjubkan ia rasakan dalam lubuk hati terdalam… Jeremy ingin sekali pergi dari tempat ini dan segera menemui Kei dan Andre sekarang juga! Jeremy ingin memberitahu kenyataan sebenar pada wanita itu!
"B-baik. Terima kasih dokter! Saya pamit dulu!" ucap Jeremy secepatnya. Saat dokter tersebut mengangguk, Jeremy berlari keluar seperti anak kecil yang mengejar sesuatu.
Jeremy memasuki mobil dan segera menjalankan kendaraan sesuai kecepatan rata-rata.
Pria itu teramat bahagia! Ntah mengapa hatinya seolah olah ingin bersorak, Aku Memiliki Keluargaku Sendiri!
Terlepas dari sifat playboy-nya dahulu, tidak disangka ada satu di antara puluhan wanita yang ditidurinya mengandung benih yang dikira Jeremy tidak akan tumbuh.
Pasalnya pria itu memiliki tingkat kesuburan kurang dari yang seharusnya.
Semua menurun dikala hidupnya benar-benar berantakan. Pola hidup tidak sehat dan benar-benar nakal.
Maka Jeremy kira tidak apa bermain gila dengan seluruh wanita yang mau bermain dengannya kecuali Kei, sekalipun mengeluarkannya di dalam.
Toh wanita itu yang tidur dengannya tidak akan hamil…
Yah, Jeremy ingat yang satu itu. Sebelum insiden terjadi ia dan adiknya Sam yang menemani, terus berkonsultasi ke dokter dan memulai pengobatan secara bertahap.
Di saat seluruh ****** miliknya dites memang tidak subur, dimana bentuk dan jumlah yang sama sekali berkurang seiring waktu, tidak disangka pada rahim Kei, malah berlaku begitu subur dan menghadirkan tiga orang anak.
Maka dari itu keluarga Jeremy tidak ada yang menganggap semua gejala orang hamil yang dialami Jeremy selama bertahun-tahun itu adalah bukti bahwa seorang perempuan telah berhasil mengandung benihnya hingga menghasilkan tiga orang anak level pendiam namun aktif dan bahagia jika berhadapan dengannya.
Apalagi dengan sebuah tamparan keras yang mengenainya selama beberapa jam di rumah Kei, bahwa ia adalah pria yang tak berguna sepanjang masa, membuat hatinya merasakan cemas membara.
Tapi… Apakah Kei akan menerima kenyataan tersebut? Jeremy khawatir, Kei malah berpikir berbeda dari yang dia--Jeremy sudah pikirkan matang-matang sekarang.
Membawa ketiga anak-anaknya dan menjauh dari Jeremy.
Ah, mirip seperti kisah yang diperankan Jeremy dan Kei beberapa waktu lalu.
Jeremy berharap semuanya tidak seperti pemeranannya sebagai pria menyebalkan di layar kaca.
Bersambung…
kaya gk masuk akal ..