Sanas gadis manis yang baru menginjak usia 16 tahun. Nekat ke kota untuk mengubah perekonomian keluarga. Tapi sayang takdir berkata lain, Sanas harus menerima kenyataan pahit. Bagaimana tidak di katakan pahit, ia harus menikah dengan laki-laki dewasa yang sama sekali tidak ia kenal.
ikuti terus kisah Sanas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhy Warni15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenai prank
"Abang!!" Teriak Sanas
"Ada apa Sayang?" tanya Tuan Devan menghampiri Sanas
"Sakit bang."
"Yang mana yang sakit?" tanya Tuan Devan, cemas melihat Sanas tergelatak di depan pintu kamar mandi.
"Kaki adek sakit bang."
"Yang mana? Kenapa bisa jatuh seperti ini sayang?"
"Kepeleset bang"
"Mangkanya kamu harus lebih hati-hati"
"Ayo bangun!"
"Gak bisa bang"
"Sini abang gendong" Tuan Devan pun mengakat tubuh mungil Sanas ke dalam pelukannya
"Hahaha..hahah" tiba-tiba saja Sanas tertawa membuat Tuan Devan merasa aneh denagan istrinya
"Sayang kenapa?"
"Berhasil!" ucap ku langsung turun dari gendongan tuan Devan
"Sayang, kamu nakal ya" aku berlari meninggalkan tuan Devan, sedangakan Tuan Devan mengejar ku.
"Abang maaf. Janji tidak lagi" Tuan Devan menagkap ku, mengelitiki tubuh ku, hingga membuat ku merasa gelih.
"Ini hukumannya! Kalau nakal sama suami" Tuan Devan mengakat tubuh mungil ku menuju tempat favoritnya, bukan lain di atas kasur gaes. Seperti biasa Tuan Devan memulai aktifitasnya dari bibir mungil ku, hingga tiba di dua gunung ku.
"Abang! Adek mau masak" aku mendorong tubuh tuan Devan. Tapi, apa lah tenaga ku di bandingkan tenaga Tuan Devan
"Sayang, kamu yang mulai. Sekarang turuni adek kecil abang dulu."
"Bang! Adek lagi datang tamu," jelas Ku
"Siapa tamu kamu sayang?"
"Jangan bohongi abang ya"
"Terserah abang la! Adek tidak tanggung jawab ya," Tuan Devan melanjuti aktifitasnya mendaki dua gunung. Ketika tiba di punjaknya Tuan Devan di buat ke cewa.
"Sayang! Ke napa tidak bilang kalau kamu lagi haid" kesal Tuan Devan menahan sakit karena adek kecilnya belum lepas kenikmatan.
"Kan, adek sudah katakan tadi. Kalau adek ke datangan tamu"
"Terus. Ini bagaimana?"
"Sana kamar mandi!" Tuan Devan pun menuju kamar mandi, menenangkan si adek kecil. Sedangkan Sanas tersenyum bahagia yang sudah berhasil mengerjai Tuan Devan.
Di tempat lain...
"Hallo.." ucap Jesi
"Ada apa?" tanya seseorang
"Kamu harus tahu kabar ini"
"Apaan!! Aku lagi sibuk"
"Devan"
"Bodoh amat, aku tidak peduli dengan laki-laki bodoh itu"
"Apa kamu yakin?"
"Maksud kamu apa!"
"Devan sudah menikah dan sekarang ia sudah bahagia bersama istrinya"
"Yang benar kamu Jes!"
"Hahah..hahha"
"Kamu tidak percaya? Kalau tidak percaya lihat pesan masuk di whatsap mu!" Dengan cepat wanita itu membuka pesan yang di kirim Jesi dengannya.
"Kurang ajar!!"
"Apa sekarang kamu masih tidak yakin? Ya sudah aku hanya ingin memberi tahu itu saja dengan mu" panggilan telfon pun berakhir
"Jesi!!!"
"Kurang hajar!! Siapa wanita itu! Yang sudah berani mengambil Devan dari ku" Wanita itu pun geram melihat foto pernikahan Sanas bersama Tuan Devan.
Secepat mungkin aku harus kembali ke Indonesia. Mengambil Devan dari wanita itu!!
Kembali ke Devan....
"Abang!!" panggil ku
"Iya sayang.."
"Ayo bang serapan! Semuanya sudah ku siapkan" ajak Sanas
"Iya sayang, sebentar" tidak lama setelah itu, Tuan Devan pun menghampiri ku dengan setelan kerjanya.
"Wah! Suami ku sudah tampan" puji Sanas sambil mencium Tuan Devan
"Mulai beraninya" goda Tuan Devan
"Apaan si bang!" Kesal ku
"Ya sudah, mari kita makan!" Aku pun menyiapi serapan untuk tuan Devan dan aku. Setelah itu Tuan Devan pun langsung ke kantor, sedangkan aku masih setia di rumah saja.Bosan sekali rasanya.
"Sayang! Abang brrangkat dulu, jaga diri baik-baik. Jangan sampai kelelahan!"
"Siap komandan!" aku pun menyalami Tuan Devan, sedangkan tuan Devan mencium kening ku.
"Assalammualikum" ucap Tuan Devan
"Waalaikumsalam" jawab ku dengan senyumanan manis ku.
Terimaksih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Dengan cara like, komen, dan vote. Ok