NovelToon NovelToon
Pernikahan Manis

Pernikahan Manis

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Ellen disuruh menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam oleh pamannya sendiri namun ellen baru menyadari bahwa pria yang diluarnya dingin didalamnya sangat hangat apalagi perilakunya kepada dirinya membuatnya semakin penasaran siapa sebernarnya pria ini?

Arkana, tuan muda yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun tiba tiba menikah dengan seorang gadis yang menjadi korban dari utang pria paruh baya yang tidak tau diri itu. Namun siapa sangka bahwa yang akan menjadi istrinya di masa depan adalah gadis yang selama ini ia cari, yaitu cinta pertamanya.

Bagaimana kisah pernikahan mereka disaat ellen tau bahwa suaminya adalah teman sekaligus cinta pertamanya selain mantannya? Dan Arkan tau bahwa istrinya adalah gadis yang ia tunggu selama ini? Bagaimana kisahnya, silahkan ikuti lanjut.


Season2 Kisah Cerita anak anaknya yaa.. Lanjut kok, ditunggu aja..

Beri jejak untuk ceritaku ya.. Terima Kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Chapter 26 Tamu Tak Di Undang|

❤️Happy Reading❤️

Arkan saat ini berada didalam ruang kerja didalam kantornya. Saat ini ia sedang sibuk sibuknya mengurus pekerjaannya, sampai ia tidak pulang selama tiga hari, betapa merindukannya dia kepada istri dan putranya, ia sangat rindu bermain dengan putra pertamanya yang saat ini sudah berumur dua tahun.

Elvano, putranya itu sudah sangat aktif berlari dan bermain. Sampai ayahnya saja selalu tepar setelah bermain dengan putranya itu. Memang putranya sangat debest untuknya, putranya juga menjadi kebahagiaan didalam rumahnya. Apalagi saat ini istrinya sudah hamil untuk anak kedua, betapa bahagianya dia.

Saat saat seperti ini dirinya ingin sekali meninggalkan pekerjaannya dan pulang meninggalkan tanggung jawabnya, namun bukan Arkan namanya jika ia meninggalkan penanggung jawab. Sampai pintu ruang kerjanya diketuk dan muncullah sekertarisnya yang bernama Ranz, "permisi tuan, ada tamu untuk tuan."

"Siapa?"

"Dia wanita tuan, dan sangat memaksa untuk bisa masuk tuan. Dan ini bukan istri anda tuan."

"Namanya siapa?"

"Evangelin Lauren tuan."

"Dia sendiri?" Ranz mengangguk, membuat Arkan menghela nafas, "bilang tunggu sebentar." Ranz mengangguk, "baik tuan, saya permisi terlebih dahulu."

Arkan mengangguk, lalu mengambil ponselnya yang berada di kantong jas nya dan menghubungi temannya yang tidak lain adalah Bastian. "Halo? Bas? Kau dimana?"

"Bisa tidak kau datang ke kantorku?"

"Evangelin kemari, dan aku ingin kau menemaniku agar aku tidak berduaan saja dengan wanita itu." jelasnya kemudian ia mengangguk, "baiklah ku tunggu kau, thanks bas."

Selesai itu, ia langsung mengirimi pesan kepada istrinya bahwa ia kedatangan tamu yang tak lain wanita yang pernah mereka bicarakan saat di Mall bersama Bastian. Lalu Ellen menjawab bahwa dirinya akan datang kekantor membawa makanan siang.

Tak lama Ranz muncul dan mengatakan bahwa temannya sudah datang dia langsung mempersilahkan Bastian dan wanita itu masuk secara bersamaan. Ia bisa melihat raut kesal dari wanita itu kepada Bastian yang masuk dengan cengiran.

"Ada perlu apa kalian datang kekantorku?" tanyanya menatap bastian dan beralih ke wanita itu. Evangelin berjalan dengan gaya model dengan lekukkan tubuhnya lalu ia menghampiri Arkan baru saja ingin bermanjaan, Arkan terlebih dahulu berdiri dan mendekati Bastian.

Evangelin mendengus kesal. "Aku merindukanmu Arkan. Memangnya kau tidak?" tanyanya dengan nada menggoda namun Arkan tidak tergoda karena jemari wanita itu mengarah pahanya. Ia mengusir tangan wanita itu dari pahanya. "Jelaskan kedatanganmu."

"Aku kan sudah mengatakannya bahwa aku rindu kepadamu, Arkan."

"Itu tidak penting, untuk apa kau datang disaat diriku sedang sibuk?"

Wanita itu memutar bola matanya dengan malas, "kenapa kamu bertanya kepadaku terus menerus? Kenapa tidak bertanya kepada pria didepanku ini yang muncul selalu seperti tuyul."

"Hahaha, jika diriku tuyul, lalu kau apa?" tanya Bastian yang merasakan bahwa teman wanitanya yang satu ini tidak pernah berubah menjadi wanita yang kalem.

Evangelin mendengus kesal, karena ia memang sengaja datang kekantor Arkan untuk menggoda pria itu agar berpaling dari istrinya namun kenyataan ternyata pria yang sangat menyebalkan juga datang dan menghancurkan rencananya.

Arkan menahan tawa juga, namun segera ia rubah raut wajahnya menjadi dingin. Saat Arkan sedang melamun, Evangelin melihat kesempatan itu langsung bangun dan duduk dipangkuan Arkan sedangkan Bastian menyemburkan minumannya kearah Eva dan Arkan yang kena semburan itu langsung sadar dan melhat wanita itu diatasnya dengan sekali gerak ia berdiri dan mendorong wanita itu sampai punggungnya terpentuk pinggir meja.

"Apa yang kau lakukan? Dasar wanita gila!" teriak Arkan tak lama Ranz datang bersamaan dengan Ellen dibelakangnya. Ellen mematung melihat wanita yang terduduk dilantai sedangkan Arkan sudah berdiri tegap menatap wanita itu dengan tajam.

Ellen melangkah pelan mendekati suaminya, "sayang?" panggil Ellen membuat Arkan menoleh dan tatapan Arkan berubah melembut. Ia tersenyum namun lagi lagi berubah menjadi dingin saat Eva dengan enaknya berdiri dan memeluk Arkan dengan erat.

"Maafkan aku, aku gak akan melakukannya lagi." dramanya membuat Ellen menatap suaminya dengan kernyitan bingung. Dengan membatin, "Apa yang akan wanita gila ini lakukan? Apa dramanya sudah dimulai?" Sedangkan Eva kira Ellen akan marah dan cemburu lalu meninggalkan Arkan seorang tapi ternyata ia salah saat rambut cantiknya itu ditarik oleh Ellen sekuat mungkin lalu menghempaskannya ke lantai sampai berbunyi.

BUK!

Setelah itu ellen melangkah ringan dan membuka jas milik suaminya dan melemparnya ke kepala wanita, tingkah ellen membuat tiga pria yang didalam ruangan itu bingung, apa yang ingin ellen lakukan sebenarnya?

"Buanglah jas itu dengan tubuh kotormu, suamiku tidak cocok dengan jas yang sudah terkenai noda sepertimu." ujarnya membuat semua menatap ellen melongo tidak bagi Eva yang merasa lawannya tidak selemah yang ia pikirkan. Dengan kesal ia berdiri, menatap ellen dengan tajam, "kau? Berani beraninya kau!" bentaknya lalu ia melayangkan tangannya namun terlambat karena ellen lebih dulu menahan pergelangan tangannya dengan kuat.

Ellen tersenyum sini, "ingat baik baik, aku bukan wanita lemah seperti yang kau bayangkan. Karena diriku adalah Ellen, istri dari Arkan." ujarnya lalu ia menghempaskan tangan eva dengan keras sampai tangan eva menampar pipinya sendiri dengan tangannya.

Plak!

"Kau menamparku?"

Ellen menggeleng pelan, "bukan diriku yang menamparmu, tapi tanganmu sendiri." balasnya lalu menatap Ranz yang masih terbengong. "Tolong panggil satpam, bilang ada hama yang mengganggu pekerjaan disini." ucapnya lalu Ranz mengangguk baru saja ia ingin melangkah balik datanglah abang Fahri beserta pengawalnya, "usir wanita itu."

"Baik tuan." ujar dua pengawal setelah itu Eva ditarik paksa dan diusir dengan mendorongnya sampai tersungkur diluar gedung. "Kalian! Berani beraninya kalian kepadaku!"

"Pergilah kau wanita ga guna!"

"Akan ku balas perbuatan kalian semua! Lihat saja kau!"

"Kami tunggu balasan anda." ujar pengawal itu lalu pergi meninggalkan Eva yang masih menahan malu dan rasa sakit diseluruh tubuhnya. "Sial aku dikalahkan dengan ja-lang kecil itu."

Didalam ruang kerja Arkan, suasana sudah menjadi sepi lalu Ellen hanya diam dan berjalan kearah Bastian duduk. Ellen duduk dihadapan Bastian, sofa yang tadi diduduki oleh wanita tadi. Lalu ellen menatap suaminya yang masih berdiri mematung sedangkan abangnya sudah duduk santai disamping adiknya sembari membantu adiknya buka beberapa tempat makanan yang berisi masakan adiknya.

"Sayang, sedang apa kamu berdiri disana? Tidak mau makan?" tanya Ellen lalu disambungi oleh Bastian yang sudah mulai mengunyah. "Jika kau tidak ingin makan, biar aku yang menghabiskannya. Ini sungguh enak sekali Ellen." ujar Bastian dengan tatapan kagum dengan dua jempol di arahkan dihadapan Ellen.

Ellen tertawa, kemudian ia menganggukkan kepala, "silahkan makan yang banyak ka, aku bawa banyak kok."

Arkan melangkah mendekat lalu duduk di sofa yang ia duduki tadi. Menatap istrinya dengan lekat membuat ellen menatapnya balik dengan senyuman, "ada apa? Kamu tidak lapar?"

Arkan mengangguk, "lapar, kamu berdua saja dengan abang? dimana El?"

"Dia bersama kakeknya. Tidak mau lepas dari kakek ya sudah aku tinggal." Arkan mengangguk lagi lalu tersenyum saat ia diberikan satu mangkuk nasi dan beberapa lauk dihadapannya. "Kenapa kamu bawa banyak sekali?"

"Tidak apa apa, aku sudah menguranginya untuk Ranz dan Erik. Sekertaris dan asistenmu itu bukan robot seperti mu, mereka manusia yang butuh asupan." Arkan merengut tak suka. "Aku juga manusia yang."

"Sudah ayo makanlah."

"Kamu gak makan?" Ellen menggeleng, "aku sudah makan bersama ayah serta Elvano tadi dirumah."

"Lalu kamu kemari naik apa?"

"Aku bersama supir ayah lalu kemudian aku melihat abang sedang berdiri didepan lift bersama dua pengawal tadi." Arkan mengangguk, kemudian ia melahap beberapa lauk yang ia sukai sejak pertama kali ellen memasakannya untuk dirinya.

"Ini sungguh sangat sedap, sayang. Kamu semakin pintar saja."

Ellen tersenyum senang, "tentu dong, harus begitu. Aku harus pintar masak agar keluargaku menyukai dan membiasakan lidahnya untuk masakanku."

"Keponakanku saja sangat menyukai masakan ini walaupun hanya memakannya sedikit." saut Fahri yang masih asik mengunyah. Bastian mengangguk setuju, "anakmu saja sudah sangat suka dengan bumbu masakan ellen bagaimana dengan orang baru seperti ku yang baru saja merasakan masakan rumah buatanmu len."

 

❤️Bersambung...❤️

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ARKANA ELLENA
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat thor 💪💪💪
Nindira
Aku suka ceritanya😍🥰
Nindira
Hai thor aku udah mampir nih, uda di fav juga
Rajo kaciak
Bintang kita sama Arkan 😁😁
Rajo kaciak
so sweet banget thor
Rajo kaciak
hadir thor
Aqiyu
wahhhh Yuna mafia
Aqiyu
makin kesini musuhnya makin bertebaran
Aqiyu
huuuhhh
Aqiyu
hadeeehhhh bisa ya orang mengandung 1.5 tahun 😆 luchuuu
Aqiyu
itu abang tukang bakso nya 😀
Aqiyu
mmmmmmmm
Aqiyu
hempas kan pelakor
Aqiyu
❤❤❤❤❤
Aqiyu
udah pembukaan 9 masih sempat makan......
padahal itu mulesnya udah kurang dari 5 menit sekali .... uuuhhhggg rasanya udah ga bisa mikirin lapar.... yang ada pinggang panas perut mules keringet banjir tak tertahankan
Aqiyu
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
Aqiyu
selalu aja ada ulet keket.mudah-mudahan Fahri cepat bertindak
Aqiyu
nasa Fahri ga sadar dia ciuman sama Cecil apa ia Cecil bisa hipnotis orang
Aqiyu
untungnya Cecil ga kegatelan sama Arkan biarlah dia bersaing dengan adiknya sendiri😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!