NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Menikah

Di depan tamu undangan yang datang, Jeviza kini berdiri di sebelah Kean, beberapa jam lalu mereka telah melangsungkan akad dan kini telah resmi menjadi sepasang suami istri.

Wajah Jeviza terus mencoba memberi senyum, hanya saja hatinya masih saja berdebar sejak ia mengenakan baju pengantin.

Di sana, berdiri Bela dan Anggi yang masih saja menatapnya kagum, aneh, dan juga penuh dengan curiga. Kedua sahabat Jeviza itu datang dengan wajah syok sekaligus haru.

Dan beberapa teman lama Kean yang memang tahu hubungan mereka ketika SMA dulu. Kebanyakan tamu undangan dari kedua orang tua mempelai, bahkan Jeviza belum berani memberitahu teman-temannya di Jogja, terkecuali Tevi yang ia beritahu.

pukul 9 malam. Semua rangkaian acara telah berakhir. Sengaja dari mulai akad sampai pesta diadakan di satu hari yang sama. Karena pernikahan ini jelas dadakan.

Jeviza masuk ke dalam salah satu kamar hotel dimana acara pernikahan mereka tadi berlangsung. Meski belum sepenuhnya mendapat restu pak Abas, tetapi beliau tidak angkat tangan begitu saja.

Ia meniliki gaun pesta pengantinnya, lalu meminta tolong dengan MUA yang juga berada di sana untuk melepaskannya.

"Jevi!" panggil Bela seketika membuat Jeviza menoleh.

Bela dan Anggi mendekat, berdiri di sebelah Jeviza dengan raut wajah takjub sekaligus bingung.

"Jujurly, gue masih nggak tahu mau ngomong apa."

Anggi mengangguk setuju, memegang tangan Jeviza dengan seulas senyum. "Ini lo, Je? Nikah sama kak Kean? omg."

"Bentar guys, gue ganti baju dulu."

Keduanya lalu duduk di sofa kamar hotel, menunggu Jeviza berganti baju sampai selesai.

Cukup lama menunggu sampai Jeviza benar-benar selesai dan terbebas dari make up tebal di wajahnya. Lalu menghampiri kedua sahabatnya. Duduk di depan mereka.

"Buru, ceritain semuanya, Je, keburu di unboxing kak Kean, lu."

Jeviza melotot, mendengar ucapan Anggi barusan mampu menggetarkan jiwanya, ada sensasi aneh hanya dengan mendengar kata itu, sekalipun pelakunya tidak berada di antara mereka sekarang.

"Apa sih? Kita nikah karena kesalah pahaman."

"What?" kaget keduanya.

"What-whatan ini?" Bela menggeser posisi duduknya semakin mepet, wajahnya lebih syok dari ketika mendengar kabar Jeviza akan menikah dengan mantan kekasihnya.

"Kok, bisa? Anjing emang lo."

Anggi menoyor kening Bela, melirik pada MUA yang sedang membereskan barang-barang sebelum akhirnya pamit untuk pergi. "Mulut lo Bel, ngumpat mulu heran."

"Makasih ya kak," ujar Jeviza sebelum kepergian MUA dan para asistennya itu.

"Ceritanya sebenarnya panjang guys, gue nggak tau mau mulai dari mana."

"Kalian satu kampus, kan?" todong Bela langsung diangguki Jeviza.

Bukannya terkejut, Bela justru tertawa.

"Bel, kenapa sih?" tanya Jeviza merasa aneh.

Bela menghela napas panjang, mencoba untuk menghentikan tawanya, lalu menatap Jeviza dan Anggi bergantian.

"Gue dulu kan pernah mau kasih lo kampus kak Kean. Eh...lonya nolak, jadi ya udah gue ketawa aja pas tahu lo juga mau masuk situ."

Jeviza menutup mulutnya tidak percaya, lalu mengingat setengah tahun lalu ketika mereka hampir selesai dengan ujian akhir semester, Bela memang beberapa kali ingin memberikan informasi tentang Kean, tetapi selalu Jeviza tolak sebelum sempat mendengar apapun.

"So... Lo udah perkirakan Jevi bakal ada kesempatan ketemu kak Kean, dong?" tuduh Anggi diangguki Bela tanpa mengelak.

"Iyups bener banget, lagian ya..kak Kean kan ketua BEM di kampus itu, gue yakin cepat atau lambat kalian ketemu, nggak taunya sampai nikah malah, kan anj-"

Angi langsung membekap mulut Bela yang selalu saja terselip kata-kata kasar.

"Budeg banget gue, Je. Denger Bela ngomong."

Jeviza terkekeh, sejenak melupakan kegugupan yang sedari tadi terus melanda hatinya.

"Tapi, Je, terakhir lo bilang kalian masih mantan, kan? belum balikan, tiba-tiba banget nikah?" Anggi masih penasaran dengan cerita sepasang mantan yang tiba-tiba menikah ini.

"Selain satu kampus." Jeviza menjeda ucapannya, menatap kedua sahabatnya secara bergantian. "Kita juga satu rumah."

"Babi!" umpat Anggi reflek.

Ia langsung menutup mulutnya ketika sadar. "Maaf, cowok gue bakal marah kalau denger ini."

Bela justru terkekeh, mencebik mendengar ucapan sok polos Anggi.

"Kaya yang dulu nggak pernah ngomong kasar aja."

Anggi melirik malas. "Apa sih Bel? Sekarang beda ya? Ada calon suami yang nuntun ke jalan bener."

"Kok bisa, Je? Kalian kumpul kebo?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Bela.

Jeviza mendelik dengan gelengan kepala. "Bener kata lo, Nggi. Bela rada aneh sejak kuliah."

Anggi mengangguk setuju. "Kan? Apa gue bilang? Dia setres karena masuk hukum."

Bela tidak merespon, memang benar ia cukup terteka dengan dunia perkuliahan yang hampir setiap hari diberi tugas. Jika saja ia tidak dituntut keluarganya, ia lebih baik membuka usaha kecil tanpa harus pulang pergi ke gedung besar yang membuatnya kesulitan.

Pukul 11 malam kedua teman Jeviza pamit pulang. Sebenarnya Jeviza meminta mereka menginap, tetapi berhubung besok Bela ada presentasi jadi gadis itu berjanji di lain hari.

Jeviza belum keluar kamar hotel sejak ia masuk tadi. Kedua orang tuanya juga belum menemuinya lagi. Mungkin masih sibuk dengan tamu undangan beliau, pikirnya.

Hingga, suara pintu kamar terbuka. Jeviza menoleh, jantungnya hampir saja melompat melihat kemunculan kakaknya. Bahu Jeviza langsung turun merasa lega.

"Udah pada balik?" tanya Jova melihat Jeviza seorang diri.

"Umm, ada kelas pagi mereka."

Jova mengangguk, duduk di sebelah Jeviza. Rasanya tidak biasa saja melihat adiknya yang sekarang sudah menjadi istri orang.

"Lo nikah sama mantan lo, Je."

Jeviza mengangguk. "Mantan yang bikin gue nangis sesenggukan sampai dimarahi kak Jova."

Jova terkekeh, mengelus puncak kepala Jeviza. "Bilang kalau dia macam-macam ya?" tuturnya sebagai seorang kakak. "Tapi, semoga lo bahagia dengan pernikahan ini."

Jeviza memeluk Jova, menangis haru karena Jova begitu pengertian. "Sorry, gue nglangkahi lo kak."

Jova terkekeh, mengurai pelukan keduanya. "Aman, gue kan masih mau nikmati masa muda, nggak pusing mikir token listri habis, gas habis, sama beras habis."

"Kak Jo!" Jeviza memukul dengan bantal sofa, membuat Jova semakin meledakan tawanya.

"Becanda, Je. Suami lo orang have kok, nggak akan pusing mikiran after nikah yang sedang trend itu."

Jeviza tidak mengiyakan, tidak juga menyangkal, ia diam dengan wajah cemberut. Sampai akhirnya Jova pamit untuk tidur dan meninggalkan Jeviza sendiri lagi di kamarnya.

Ia kembali melirik pintu kamar. Ada keinginan untuk mengunci pintu kamar agar Kan tidak bisa masuk ke dalam, ia masih belum siap tidur dengan Kean sebagai suami istri, ingatkan Jeviza mereka pernah asing dan bahkan masih dengan status mantan sebelum menjadi suami istri, rasanya aneh saja kalau tiba-tiba harus...

Jeviza menggelengkan kepalanya, ia mendekati pintu dan bersiap untuk melakukan ide gilanya itu, tetapi belum sempat melakukan apa-apa, seseorang sudah lebih dulu membuka pintunya.

Di depan Jeviza. Kean muncul dengan kaos kerah putih, sudah tidak memakai baju pengantin lagi. Laptop di tangannya dan kaca mata bening yang membingkai wajahnya seketika meruntuhkan pertahanan Jeviza.

"Gue udah boleh masuk?"

Diam

Tidak ada jawaban dari Jeviza, dia terlalu terkesan dengan sosok tinggi di depannya, yang sialnya semakin tampan dengan kaca mata anti radiasi itu. Wajah serius Kean ketika di depan layar laptop beberapa kali Jeviza perhatikan, dan itu selalu berhasil membuat jantung Jeviza berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Seperti sekarang misalnya.

Entah bagaimana, Jeviza sadar setelah Kean menutup pintu kamar, lalu berdiri di depan wajahnya, menatap wajah tegang Jeviza yang bagi Kean masih sangat cantik. Dan sekarang gadis di depannya ini sudah menjadi miliknya.

Jika saja tidak mendengar nasihat eyangnya tadi sebelum menemui Jeviza di kamarnya. Mungkin Kean sudah melakukan tindakan yang tidak sesederhana seperti sekarang. Tetapi buru-buru bukan pertimbangan yang matang, tidak akan mengesankan.

"Gue tidur di sofa kalau lo nggak nyaman."

Jeviza seperti setengah mendengar, jujur saja detak jantungnya lebih terdengar keras di dalam sana. "O-oke," ujarnya ragu menuju ranjang.

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaakaaa
total 1 replies
Nikita
hareudang hareudang
Riria Raffasya Alfharizqi: kipaass kakaaa
total 1 replies
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Riria Raffasya Alfharizqi: okey kaaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!