assalamu'alaikum...
haii..salam kenal, ini karya perdanaku.
Seorang perawat dengan wajah ayu khas gadis Jawa. Cantik dengan kepala tertutup jilbab.
Dia harus tinggal jauh dari keluarga, karena sebuah pekerjaan.
Siapa sangka di kota itu ia menemukan cintanya.
Cinta yang ia harapkan akan menetap untuk selamanya di hatinya.
Cinta yang bisa menutup kesedihan, akibat cinta-cinta terdahulu yang hanya singgah sementara.
Akankah harapannya tewujud, ataukah cinta itu sama dengan cinta-cinta nya yang dahulu.
Ikuti ceritanya.." Cinta Untuk Perawat Cantik ".
simak yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qidi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung ke Rumah Rayhan
Assalamu'alaikum
Maaf ya para readers smua..up nya sangat lama..
karna ada ksibukan real.
Selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Bima pun tiba di rumah. Lebih tepatnya rumah keluarganya. Ia segera masuk, setelah mobilnya ia parkir dengan sembarangan di halaman samping rumah.
Bima langsung menuju kamarnya dan mengunci pintunya.
Ia bahkan tidak menyapa siapapun yang ia jumpai di rumah itu.
Empat orang penghuni rumah yang kebetulan melihat Bima pun hanya saling pandang. Bertanya lewat sorot mata masing-masing.
"Kenapa bang Bim ?". Tanya adik perempuan Bima, kepada siapapun yg ada di situ.
Mereka hanya menjawab dengam gelengan kepala, dn ada yang mengangkat bahunya.
Sebenarnya mereka paham. Jika bertingkah seperti itu, berarti ada sesuatu yang telah terjadi pada Bima. Sesuatuyang mengacaukan pikirannya.
Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang sudah terjadi.
°°°°
Di dalam mobil, Rayhan dan Raya sama-sama diam. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka.
Raya masih merasa canggung, karena belum terbiasa berdekatan dengan Rayhan. Apalagi hanya ada mereka berdua saat ini.
Ia juga masih kepikiran dengan kejadian di rumah sakit tadi. Semua serba mengejutkan bagi Raya.
Sedangkan Rayhan, pikirannya masih teringat pada beberapa waktu yang lalu. Dimana ia melihat kejadian yang membuat hatinya tidak tenang.
Ingin rasanya menanyakan langsung, tapi sepertinya yang bersangkutan sedang dalam keadaan yang kurang baik.
Rayhan melirik sekilas ke arah Raya. Raya yang hanya diam dengan pandangannya melihat ke samping. Kepalanya bersandar dan matanya sesekali terpejam.
"Ray..".
Tak ada tanggapan dari si pemilik nama.
"Ray !". Kali ini panggilannya sedikit dikeraskan.
"Hmm..iya, ada apa mas? ". Raya sedikit tetkejut dengan suara Rayhan yang memanggilnya.
"Kamu kenapa ?",
"Kamu sakit, ato ada yang sedang kamu pikirkan ?".
Rayhan mulai khawatir, karena sejak masuk ke dalam mobil tadi Raya sama sekali tidak berbicara.
"Tidak apa-apa kok mas cuma capek aja ".
Jawab Raya setenang mungkin. Tidak ingin laki-laki di sebelahnya mengetahui kegelisahannya.
"Ya udah, bentar lagi kita sampai kok ".
Dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Raya.
Saat ini Rayhan dan Raya sedang menuju ke kediaman keluarga Rayhan.
Raya diminta datang untuk membicarakan rencana acara pernikahan mereka yang diadakan di Surabaya.
Ini pertama kalinya Raya berkunjung ke rumah Rayhan. Ya, karena memang perkenalan mereka belum lama.
Setibanya di Rumah orangtua Rayhan, Raya langsung disambut ramah oleh mamah Mia, mamah nya Rayhan.
"Assalamu'alaikum ", ucap salam keduanya bersamaan.
"Wa'alaikumussalam ", terdengar jawaban salam dari dalam rumah.
"Masuk sayang ".
Ajak mamah Mia, setelah cipika-cipiki dengan calon menantunya.
Mereka menuju ruang keluarga, agar lebih akrab tidak berasa tamu.
"Wah kakak iparku udah datang. Assalamu'alaikum kakak cantik ".
Sambutan dari Raka, sekaligus menggoda calon kakak ipar nya.
Tentu saja hal itu membuat Rayhan menatap adiknya dengan tatapan tajam.
"Woy santai bang, aku cuma menyapa kakak ku yang cantik ini kok.. tegang banget sih..xi xi xi ".
Raka terkikik melihat ekspresi abangnya yang nampak kesal karena calon istrinya digoda, meskipun itu adiknya sendiri... ya iyalah, bahaya kan..he he.
"Sudah.. sudah, kamu ini lho 'ka ".
Lerai sang mamah pada kedua anaknya.
"Maaf ya Ray, biasa kalo di rumah memang seperti itu. Ini kenalkan anak mamah yang paling kecil ".
"Dan paling cantik pastinya kak, aku syasya..".
"Panggil caca aja", sahut Raka dan Rayhan barengan.
"Nah gitu, kompak ", ucap mamah mia.
Caca menyalami dan mencium tangan Raya. Menunjukkan sikap sopan dan menghormati kepada yang lebih tua.
"Iya, beneran cantik kok ".
Balas Raya, sambil mengusap bahu Caca.
"Nggak papa kok mah, nanti juga terbiasa ".
Jawab Raya pada mamah Rayhan, dengan senyum kecilnya.
Mereka pun duduk bersama di sofa ruangan tersebut.
"Papah mana mah ?". Tanya Rayhan, karena tidak melihat keberadaan papahnya sedari tadi.
"Ada, lagi di ruang kerjanya sama abang kamu. Bentar lagi juga turun ". Jawab mama mia dengan lembut.
"Lho.. abang ada, katanya brangkat siang tadi ?".
Rayhan semakin penasaran kenapa abangnya masih ada di rumah. Padahal seharusnya dia sudah pergi untuk mengurus pekerjaannya di luar kota. Luar pulau malahan.
"Nggak tau tuh, sepertinya lagi ada sesuatu ", timpal Raka.
"Sudah lah, jangan dulu ikut campur. Nanti dia juga akan crita sendiri ". Sang mamah mengingatkn.
Disela perbincangan mereka, papahnya Rayhan datang dan ikut bergabung bersama yang lain.
Dan, dimana abang yang tadi dibicarakan.. ia tidak ikut bergabung dengan alasan ingin menenangkan diri karena masalahnya tadi siang.
Beberapa saat sebelumnya, di ruang kerja..
"Kamu sebenernya kenapa, Bim ?".
"Nggak kenapa-kenapa pah ". Bima menghela nafas berat saat menjawab pertanyaan papahnya.
"Papah tenang aja, ini hanya masalah biasa kok pah ".
Melihat wajah sang papah yang menunjukkan ekspresi khawatir, Bima menncoba menenangkannya.
"Kok kayak kenal kamu baru kemaren aja. Papah tau kamu sejak lahir Bim.."
"Maaf pah, tapi untuk kali ini Bima nggak bisa crita ke papah. Ini masalah hati, maafin Bima ya pah ". Bima menyela, memohon agar papahnya bisa mengerti keadaannya saat ini.
Papah Husni, papahnya Bima, hanya bisa menghela nafas panjang, pasrah.
Memberi kepercayaan kepada anaknya, bahwa ia mampu menghadapinya.
"Ya sudah, papah nggak maksa. Tapi ingat..jangan main-main dengan hati, apalagi hati seorang wanita. Papah percaya sama kamu ".
Sambil beranjak dari duduknya, sang papah menepuk pelan bahu Bima.
"Yok ke bawah, temui calon adik ipar kamu. Kamu belum kenal kan !".
Ajak papah Husni.
"Maaf pah, lain kali ya. Aku titip salam aja, dari pada nanti suasana hati ku merusak kebersamaan kalian ".
"Aku pengen sendiri dulu pah, lagi g nyaman ". Lanjut Bima memberi alasan.
Papah Husni mengerutkan keningnya, merasa heran dengan anak sulungnya itu. Namun sudahlah, mungkin anaknya memang butuh waktu untuk sendiri dulu.
🍁🍁🍁🍁🍁
sekian dulu ya
maaf sedikit
semoga bisa lanjut up lagi
makasih buat smua nya
jangan lupa like vote koment nya ya
gift jg boleh😊
makasih
salam hangat Qidi 😍