"Uncle Dokter! Aku mencintaimu."
"Aku tak peduli! Jaga batasan mu Airin! Kau hanya pacar kontrakku! Tak lebih!"
"Jangan panggil aku Airin! Jika tak mampu membuatmu bertekuk lutut mencintaiku!"
"Ku pastikan itu hanya sia-sia." Tawa remeh di layangkan Angga Yudistira, penolakan cinta semasa sekolah membuatnya memilih hidup menyendiri hingga memasuki usia 40 tahun.
Desakan orang tua untuk segera menikah membuat dirinya harus terlibat kontrak perjanjian dengan gadis ingusan demi menghindari perjodohan.
"Papa! Airin rindu papa! Apa Papa dan Mommy bahagia di sana!" Lirih nya menatap nisan kedua orang tuanya, hanya untuk mengungkapkan kata rindu.
Gadis 18 tahun, yang melibatkan perasaan pada kontrak yang tak seharusnya.
Mampukah Airin membuat Angga melupakan masa lalunya dan menerima cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UDJ-27
"Sayang bagaimana?" Tanya Mama Nina kala melihat sang putra sudah kembali ke rumah.
"Airin hilang Ma!" Lirihnya tertunduk sedih.
"Apa! Bagaimana bisa? Hilang bagaimana? Coba jelaskan pada Mama Elang!!!" Ucapnya dengan cepat, menghujani berbagai pertanyaan pada sang putra yang hanya sedih dan diam.
"Elang gak tau ma! Elang udah cari kemana-mana tapi gak bisa nemuin Airin Ma!" Lirihnya pilu.
"Lalu? Maksud kamu Airin Baby Ay?" Tanya Mama Nina masih tak mengerti asal muasal putranya memberikan fakta itu.
Dengan lembut, dan kesedihan yang mendera dalam dirinya Elang menceritakan semuanya kepada sang Mama tanpa ada kata yang terlewati.
"Airin! Astaga!" Lirihnya terduduk lesu.
"Senja! Maafin aku! Jika aku tau Airin anakmu aku tak mungkin memperkerjakan nya Senja! Senja maafkan sahabat mu ini! Aku benar-benar bodoh!" Umpatnya sedih pada diri sendiri.
"Ma! Sudahlah, jangan menyalahkan diri sendiri seperti ini! Jika kita tau sebelum nya, Mama tak akan mungkin seperti itu kan?"
"Cari Airin Elang! Temukan dia. Mama banyak melakukan kesalahan sama Airin elang!" Tangis yang sedari tadi di tahan akhirnya pecah juga. Dekapan lembut sang putra "Ma, Elang akan berusaha semaksimal mungkin Mama jangan sedih ya!" Ucapnya berbisik lembut pada telinga Mamanya.
Airin! Kamu dimana! Semoga kamu baik-baik saja Airin!
...****...
"Sayang kamu kok baru pulang sekarang! Kamu kemana aja!" Tanya Mama Rani pada putrinya Shinta yang baru saja pulang selarut ini.
"Cari temen Shinta Ma, Dia di culik!"
"Terus Gimana? Ketemu?"
"Enggak Ma, padahal Shinta sudah ke sana kemari mencarinya!"
"Shinta gak kasih tau keluarganya?"
"Dia yatim piatu Ma! Orang tuanya meninggal karena kecelakaan!"
"Astagfirullah, memang nya nama temen Shinta siapa?" Tanya Mama Rani pada putrinya kesayangan nya.
"Airin Ma, di baik anaknya. Hiks... hiks... Shinta takut Airin kenapa-kenapa Ma!" Lirihnya langsung memeluk sang Mama.
"Shinta! Kamu bilang apa tadi! Airin!" Tanya Papa Dony tiba-tiba dengan menekan kata Airin di akhir kalimat nya. Memastikan apa yang di dengar tidak salah bukan? putrinya menyebut Airin?
"Iya Pa! Airin! Kasihan Pa! Dia baik anaknya tapi sekarang hiks... hiks... hiks... "
"Kamu punya foto temen kamu yang namanya Airin? Papa boleh liat!" Ucap Papa Dony pada putrinya, "Ini pa!" Ucap Shinta sambil menyodorkan handphone miliknya.
Deg.....
Deg....
Deg...
"Nona Airin!" Lirihnya.
"Papa kenal sama Airin!" Ucap Mama Rani pada suaminya kala mendengar gumaman itu.
"Ya Ma, dia yang selama ini Papa cari, dia putri Tuan Iko dan Nyonya Senja!"
"Papa kenal orang tuanya Airin juga?" Celetuk Shinta di barengi isak tangis.
"Ya! Kedua orang tuanya lah yang membuat Papa bisa seperti sekarang! Dan Papa baru mengetahui nya!"
"Papa juga tau kalau Airin sedang di culik!"
"Papa tau sayang! Papa harus pergi sekarang!" Ucapnya. "Ma jaga putri kita, papa pergi dulu! Do'ain papa ma!" Ucapnya pamit pada sang istri mengecup lembut keningnya.
"Hati-hati pa! Kalau Airin ketemu segera kabari Shinta Pa!" Teriaknya menatap punggung sang Papa yang keluar.
...****...
"Dimana Airin Surya! Katakan padaku!!! dimana kau menculik dia! Apa salah dia Surya!" Ucapnya lagi saat Uncle Dony sudah kembali ke markas tempat dimana ia menyiksa Pak Surya.
Sudah cukup semua negosiasi yang di berikan kepada Pak Surya, nampaknya pria paruh baya ini tak bisa di ajak bicara baik-baik tanpa adanya kekerasan.
Kebisuan yang lagi dan lagi didapat oleh Uncle Doni, darahnya berdesir di atas ubun-ubun kesabaran nya sudah tak ada lagi untuk pria itu.
"Baiklah! Culik Nona Clara dan perintahkan untuk membunuhnya sekarang!" Teriak Uncle Dony.
"Baik tuan! Segera di laksanakan posisi nona Clara masih sama di restoran itu, nampaknya dia sendirian!"
"Lakukan! Habisi malam ini! dan buang mayatnya di laut!"
"Jangan sentuh putriku!!!!" Akhirnya teriakan itu kembali menggema di mulut pria tua paruh baya itu.
"Jelaskan!!!!!"
"Herman!!!!" Lolosnya satu nama yang membingungkan Uncle Dony!
"Jelaskan!"
.
"Oke baik! Berjanji lah! Jangan sentuh putriku! Maaf! Dia adalah adik kandungku!" Lirih
Flashback On
Herman Santoso, Dulu dia salah satu pegawai teladan yang bekerja di perusahaan Dirgantara Grup merupakan salah satu kepercayaan Tuah Iko saat itu. Hingga Herman di percaya untuk menjadi Direktur keuangan kala itu.
Kinerja dan pengabdian nya selama bekerja patut di acungi jempol, perusahaan Dirgantara lebih maju dan banyak investor yang mengajak bekerja sama.
Hingga suatu hari Herman memiliki seorang kekasih yang bernama "Laura" seorang model ternama, dia sangat mencintai kekasihnya dan apapun pasti di lakukan untuk sang kekasih. Cinta memang bisa membutakan segalanya.
Perhatian dan rasa sayang nya yang berlebihan mempengaruhi kinerjanya pada perusahaan, Berangkat seenaknya dan bahkan masuk sesukanya, tapi Tuan Iko begitu baik hati hanya memperingatkan nya untuk jangan mengulangi dan lebih fokus lagi pada pekerjaan nya.
Puncak nya, Herman melakukan penyelewengan dana pada perusahaan Dirgantara hingga membuat perusahaan itu merugi dengan nominal yang sangat besar.
Lagi dan lagi, Tuan Iko tak meminta uang itu untuk di kembalikan, namun ia memecat Herman tanpa pesangon apapun.
Namun hal itu di ketahui oleh kekasihnya Laura, membuat ia di hina dan di caci oleh kekasihnya. Dan Bahkan Herman di tinggal oleh Laura dan berselingkuh dengan teman nya sendiri.
Flashback Off
🎶
Happy Reading guys.
Mau tanya? Crazy UP itu berapa part sih hem?😂