NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelidikan Paul

Pagi itu setelah memandikan Meira, Kevin bersiap akan berangkat ke minimarket, sebelum itu dia rencana akan menjemput Tania sekalian membawa ibunya kerumah sakit.

Paul nampak masih tertidur dengan pulas, karena semalam dia tidak dapat tidur, di tambah lagi dengan adanya hal yang mencurigakan mengenai bungkusan yang semalam di temukan.

Perlahan Kevin mendekati Paul, berniat akan pamit. Kevin mengguncang pelan tubuh Paul.

"Eh Paul, aku pamit ya...kau istirahat saja di sini! Stok makanan ada di kulkas, kalau bosan kau jalan-jalan pakai motorku!" Ujar Kevin.

Paul mengerjapkan matanya, kemudian dia perlahan bangkit dari tidurnya. Matanya masih nampak merah karena masih mengantuk.

"Vin? Lu mau tinggalin gue sendiri? Gue takut Vin!" Cetus Paul. Kevin terkekeh melihat ekspresi Paul.

"Ah...Cemen amat! Takut apa sih? Di sini nggak ada hantu Paul!" Seru Kevin.

"Ya tetep aja rumah lu horor! Mana ini lingkungan asing banget! Gue bakalan bete Vin!" Tukas Paul.

"Kalau bete tinggal jalan aja sih, tapi you harus hati-hati, si Lukman masih berkeliaran di kota ini, ingat kalau keluar rumah harus pakai masker dan kaca mata, biar tidak di kenali!" Jelas Kevin.

"Ah, ribet Vin, gini aja lah...gue masih penasaran sama orang semalem, gue akan cari tau tentang siapa sebenarnya ibunya Meira, gue yakin kalau dia sebenarnya dekat sama lu, dan dia ada di sekitar lu!" Ujar Paul dengan mimik wajah yang serius.

"Ah, kayak detektif saja Kau!" Ledek Kevin.

"Kita lihat saja nanti, pegang kata-kata gue!" Dengus Paul yang merasa kesal karena Kevin seolah meremehkannya.

"Ya terserah deh bro! Aku sudah mau berangkat nih, nanti kesiangan! Bye bye om Paul yang lagi galau...!" Kevin langsung keluar meninggalkan Paul di kamarnya.

Kevin segera membuka pintu mobilnya dan kemudian langsung masuk dan menyalakan mesin mobilnya. Kebetulan Bu Joko dan para ibu muda lain sedang lewat sambil berolah raga pagi.

"Selamat pagi Mas Kevin...!" Sapa mereka hampir bersamaan.

"Pagi ibu-ibu...pada rajin bener nih...!" Sahut Kevin.

"Iya dong Mas Kevin...biar tambah di sayang suami...!" Cetus salah satu ibu.

"Makanya Meira cepetan dong cari Mami baru, biar Daddy nya nggak kesepian lagi..." Tambah seorang ibu lainnya.

"Iya Mas, itu uang waktu itu datang jenguk Meira, waktu Mas Kevin ke Jakarta, pacarnya Mas Kevin ya...?" Tanya Bu Joko. Kevin mengerutkan keningnya.

"Siapa Bu? Tania?" Tanya Kevin.

"Ya...ya...Tania, kelihatannya dia tinggal dekat sini, tapi kok jarang kelihatan ya...!" Sahut Bu Joko.

"Oh, Tania bukan tinggal disini Bu, dia tinggal di jalan sana, agak jauh dari sini...!" Jawab Kevin.

"Oh...begitu ya...kirain dia tinggal di komplek ini juga, soalnya waktu itu sehari bisa berapa kali dia tengokin Meira..." Tambah Bu Joko.

"Sudah deh Bu...Mas Kevin buru-buru kelihatannya, kita lanjut yuk jalan paginya .." Celetuk seorang ibu.

Akhirnya Bu Joko dan ibu-ibu lainnya pamit melanjutkan olah raga pagi mereka. Kevin mulai melajukan mobilnya meninggalkan kompleknya.

"Ibu-ibu itu rempong sekali ya Mei, makanya kalau Meira besar nanti jangan suka gosip kayak ibu-ibu itu, Meira seperti Mami Tania saja, yang lembut dan baik hati...!" Ucap Kevin. Seperti biasa, Meira akan bergumam kalau Kevin mengajaknya bicara.

Saat Kevin akan keluar dari gerbang kompleknya, tiba-tiba matanya menangkap sosok Tania di depan sebuah halte, seperti waktu dia pernah bertemu sebelumnya.

Kevin kemudian langsung menghentikan mobilnya tepat di depan halte tersebut. Kemudian membuka jendela mobilnya.

"Tania!" Panggil Kevin. Tania menoleh sambil tersenyum.

"Kau sudah mau berangkat Vin?" Tanya Tania sambil menghampiri Kevin.

"Ayo masuk Tania, aku kan mau kerumahmu dulu untuk mengantar ibumu kerumah sakit...!" Ujar Kevin.

Tania langsung masuk ke dalam mobil Kevin, kemudian mengambil Meira dalam pangkuan Kevin.

"Paul tidak ikut Vin?" Tanya Tania sambil mulai memangku Meira yang terlihat lincah dan tidak bisa diam.

"Dia masih tidur, gara-gara semalam dia menemukan bungkusan dari ibunya Meira...dia datang lagi untuk mengantarkan baju-baju dan susu formula..." Jelas Kevin.

"Oya?" Sahut Tania.

"Iya, kalau aku sih sudah biasa di datangi ibu Tania, walaupun dia tidak nampak muka, hanya tampak pemberiannya saja..." Ucap Kevin.

Untuk beberapa saat lamanya mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing.

"Oya Tania, kok kamu ada di halte itu lagi sih? Kau dari mana?" Tanya Kevin.

"Aku...aku dari rumah temanku, sesama perawat...dia tinggal satu komplek denganmu..." Jawab Tania.

"Ooh, sepagi inikah?"

"Ya...kami biasa bergantian shift, kadang aku juga suka menginap di rumahnya...nanti kapan-kapan akan ku kenalkan dia padamu...!" Kata Tania.

"Menginap? Bukankah ibumu sakit dan tidak bisa di tinggal?"

"Ya, aku menginap kalau kondisi ibuku sedang baik, seperti hari ini...!" Sahut Tania.

"Hari ini? Berarti semalam kau menginap di rumah temanmu?" Tania menganggukan kepalanya. Kevin mulai berpikir sesuatu.

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Tania. Setelah turun dari mobil Tania segera membuka gerbang dan masuk ke dalam rumahnya, Kevin mengikutinya dari belakang.

"Kau duduklah dulu Kevin, aku akan membawa ibuku..." Ucap Tania, kemudian dia masuk ke dalam kamar ibunya yang letaknya agak menyudut.

Selang beberapa menit kemudian Tania sudah berjalan ke ruang depan sambil menuntun ibunya, Meira juga ada dalam gendongan Tania.

Seorang wanita paruh baya berjalan perlahan dengan tertatih, dengan sorot mata yang dingin.

Kevin beranjak dari duduknya dan mendekati wanita itu.

"Ibu, saya Kevin...teman Tania... hari ini ibu akan di rawat dengan baik...kami akan sering menjenguk ibu..." Ujar Kevin perlahan. Sebenarnya dalam hatinya Kevin juga takut, karena wanita di hadapannya sedang mengalami gangguan jiwa.

Wanita itu, ibunya Tania menatap Kevin dengan sorot mata yang sulit untuk di artikan. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.

"Mari Bu..." Kevin menuntun tangan ibunya Tania, sambil membawa tas besar yang sudah di siapkan Tania sebelumnya.

Wanita itu langsung menurut saja saat Kevin membawanya masuk ke dalam mobil.

Dengan perlahan Kevin melajukan mobilnya menuju kerumah sakit. Sepanjang perjalanan itu mereka nampak saling diam dengan pikirannya masing-masing.

Tidak sampai satu jam mereka sudah tiba di rumah sakit. Dua orang perawat datang dengan membawa kursi roda.

"Tidak apa-apa, kami akan membawa ibu anda ke ruang perawatan...kami akan merawatnya..." Kata seorang suster.

"Trima kasih suster...kami akan sering menjenguknya...!" Sahut Tania.

Kevin berjongkok di hadapan ibunya Tania, sambil memegang tangannya.

"Ibu...ibu pasti bisa sembuh...jangan kuatir, aku pasti akan menjaga Tania putrimu..." Ucap Kevin.

Wanita itu diam saja tanpa merespon, namun matanya menatap tajam ke arah Meira yang ada dalam gendongan Kevin.

*******

Hai guys...ayo tetap dukung karya author ini...dan jangan lupa tinggalkan like ya ..

Terima Kasih...❤️🙏🤗

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!