NovelToon NovelToon
Mafia Girls 2 ( Triplets Of Red Phoenix )

Mafia Girls 2 ( Triplets Of Red Phoenix )

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: lady nuree

Follow yuk, ig nya Lady

@lady.nuree

__


Ini Skuel ke II dari Mafia Girls.


Ketiga anak kembar itu mewariskan sifat monster dari kedua orang tua nya. Mereka tumbuh menjadi sosok yang tak kenal ampun. Bahkan darah pun akan menjadi minuman untuk mereka.

Anak kembar itu adalah

SEAN LUCIFER ABRAHAM, pria berwajah tegas, berjiwa iblis dengan kepribadian dingin mengalahkan dingin nya es di antartika. Memiliki penglihatan tajam setajam elang dan bernetra indah. Posesif terhadap kembaran nya terutama pada Shane, adik bungsu nya.

SHABILA LUCIFER ABRAHAM, gadis cantik bak dewi pemegang kekuasaan di atas langit. Berambut panjang madu legam, bola mata bulat bernetra hitam namun menyejukkan. Kejam pada mereka yang menyakiti keluarga nya terutama pada mereka yang menyakiti kembaran nya.

SHANE LUCIFER ABRAHAM, pewaris sebenarnya dari tahta sang Lady dan King. Penguasa tertinggi dari Mafia terkenal kekejaman nya. Berwajah tegas dengan dagu sedikit terbelah, salah satu anak yang di manjakan oleh kedua kembaran nya.

Tiga anak kembar itu, tidak lain adalah putra putri dari RUBY ALDERIA SMITH dan EDWARD LUCIFER ABRAHAM, Lady dan King dari Mafia Red Phoenix yang terus berjaya dari tahun ke tahun tanpa bisa di sentuh oleh jari tak bertuan.

Tiga anak kembar itu pula memiliki Kakak perempuan bernama NARA LUCIFER ABRAHAM JEFFREY, si monster yang bersembunyi di balik kecantikan nya. Pewaris dari Mafia terkenal Jerman-Dark Blue Dragon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Keterlaluan

" Apa kau ingin membeli sesuatu terlebih dahulu Ji ?!". Tanya Sean, tidak ada tanggapan dari Eiji, Sean kembali menolehkan kepalanya ke samping. " Kenapa kau suka sekali merengek seperti itu kepadaku hmm tapi tidak kepada papa dak juga mama mu ?! lihatlah, betapa jijik nya kau jika seperti ini !". Ujar Sean seakan perkataan nya tidak terdengar kepedulian.

" Kaka !".Teriak Eiji begitu ketus nya.

" Apa hah ?!". Garang Sean, Eiji yang tadinya ingin marah dan juga berbicara lebih dulu menciut saat wajah Sean berubah menegas.

" Tidak ! cepatlah laju kan mobil nya, dari tadi tidak sampai-sampai !". Ketus Eiji tidak ada takut-takut nya.

Sean menaikkan sebelah sudut bibir nya dan langsung menancap gas.

Shabila dan juga Shane berlarian ke luar saat telinga mereka mendengar decitan Rem yang bergesek dengan aspal.

" Aaaaa, kaka kau keterlaluan !". Teriak protes Eiji keluar dengan sempoyongan dan langsung berjongkok mengeluarkan semua yang ada dalam perut nya.

" Kau baik-baik saja ?!". Shabila dan juga Shane berlari mendekati Eiji dan juga mengusap-usap punggung nya. Sean keluar dengan acuh tanpa peduli dan bertanya keadaan Eiji, Shabila dan juga Shane hanya menoleh sekilas pada Sean.

" Eiji ?!". Ucap Shabila yang baru sadar jika dia adalah Eiji kesayangan Nara. " Astagaa ! ayo masuk ". Gandeng Shabila, Shane membawa koper milik Eiji.

" Shan, siapkan air hangat untuk nya ". Titah cepat Shabila.

" Eum ". Sahut Shane terus berjalan.

" Ayo ayo pelan-pelan ". Ucap Shabila.

" Sean kau kejam ". Geram Eiji, Shabila hanya mengusap-usap lengan Eiji sembari menahan geli nya. Sean melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi sampai Eiji pun tidak dapat diam sedari dalam duduk nya, kepalanya pusing begitupun perutnya mual, Eiji meminta Sean untuk memperlambat laju nya tapi Sean semakin melaju kan dengan cepat.

**

" Bagaimana, apa masih pusing ?!". Tanya Nara, hari sudah pagi, Nara seperti biasa dengan aktifitas nya di pagi hari dan seterusnya seperti itu, tapi tetap saja masakan Ruby selalu mereka nantikan.

" Aku sudah baik-baik saja ka ! hanya saja masih sedikit mual ". Keluh Eiji, terlihat Shabila dan juga Shane menuruni anak tangga, sebelum sampai, Sean mendahului mereka dengan cepat.

" Sean !". Teriak Nara tapi tak ada respon dari Sean.

" Seaaan !". Teriak Nara saat Sean melaju kan motor nya dengan kecepatan tinggi.

" Ada apa dengan nya ?!". Ucap Shane penasaran.

" Entahlah !". Sahut Shabila, Nara memijit kening nya seolah tengah pusing.

" Apa yang akan kau lakukan hari ini ji ?! apa ada tempat yang ingin kau kunjungi ?!". Tanya Nara setelah mereka selesai dengan tugas rumah mereka.

" Ka kami pamit !". Ucap Shane dan juga Shabila yang telah siap untuk pergi ke kampus nya.

" Baiklah, kalian berdua hati-hati ! belajar yang fokus, jangan kecewakan aku ?!". Tutur Nara.

" Siap kapten !". Hormat mereka berdua dan langsung kembali izin untuk pergi.

Sementara Sean masih fokus mengendarai motor nya dan tidak lama dari itu dia berhenti di depan rumah sakit tempat Collen di rawat.

" Tuan !". Sapa nya.

" Sudah kau ambil alih perawatannya ? bagaimana keadaan nya sekarang ?!". Tanya Sean kepada dokter kepercayaan nya yang siapa lagi jika bukan dokter Alice.

" Sudah tuan, sebentar lagi proses operasinya akan segera di mulai dan saya dokter utamanya !". Jelas dokter Alice. Kondisi Collen mendadak menurun tadi malam, dia seolah tak ingin hidup dan tidak berharap pula untuk hidup.

" Baiklah !". Ucap Sean, Alice melihat ada rasa khawatir dari mata Sean saat Collen teman yang dia acuhkan kondisinya mendadak menurun. " Aku akan ikut ke dalam ruang operasi, apa itu tidak apa-apa ?!". Pinta Sean.

" Tidak bisa, hanya kami saja yang boleh untuk masuk dan mungkin tidak hanya itu, di sana masih ada orangtuanya dan juga para penjaga nya ". Seru Alice.

" Beri aku kabar baik ! pergilah ". Ujar Sean.

Alice di tugaskan oleh Sean untuk memantau keadaan nya tanpa siapapun tahu, termasuk keluarganya, Alice pun sangat menghormati Sean lebih dari siapapun, walaupun Sean masih muda tapi karismanya begitu kuat. Alice sudah terbiasa dengan sikap Sean yang dari awal pertemuan dia belajar akan sifat dan sikap Sean yang berbeda dari kebanyakan orang dan akhirnya dia tahu dan terbiasa.

Alice, seusia dengan Ruby, dia masih sepupu dari Sasya dokter kepercayaan Ruby yang sekarang telah menikah dengan Revan. Kecelakaan Sasya beberapa tahun lalu membuat mereka dekat satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Sasya merekomendasikan Alice keponakan nya untuk menggantikan dirinya saat itu, tapi Ruby menolak dan memilih untuk mempekerjakan Alice sebagai dokter pribadi anak-anak nya tanpa ikut campur lebih dalam siapa sebenarnya Ruby dan keluarganya.

Sean keluar dari ruangan Alice dan berjalan menuju ruang operasi Collen. Di ruang tunggu terlihat Baron dan juga Zidan tengah menunggu penuh harap dan satu wanita cantik terduduk sembari menggigit kukunya, siapa lagi jika bukan Vio.

Terlihat Alice berjalan memasuki ruang operasi, Sean mengedarkan pandang nya dan pergi entah kemana.

Operasi berjalan, Alice dan juga yang lain nya menatap heran siapa dia yang memakai perlengkapan operasi sama dengan nya.

" Cepat lakukan tugas mu !". Tajam Sean. Alice membulatkan matanya kaget baru sadar jika dia adalah tuan nya. " Lakukan tugas kalian dengan benar, jika dia kenapa-napa maka jangan harap dapat hidup dengan tenang ". Ancam Sean.

Sean bukan nya menyemangati mereka tapi malah memberi tekanan berlebihan yang mungkin dengan perasaan dan suasana seperti itu tidak akan membuat mereka fokus.

" Jangan dengarkan perkataan nya, mari mulai ! dengar, anggap saja kalian tidak dengar apapun dan anggap saja dia tidak ada !". Ucap Alice pada rekan-rekan nya. Alice bernafas berat kesal dengan Sean yang tiba-tiba berada di sini dan juga menekan mereka.

Sebelum operasi benar-benar di lakukan, Sean mendekati Collen dan mendekatkan kan bibirnya pada daun telinga Collen.

" Bangun kau, jika tidak bangun maka semua orang yang ada di sini akan ikut bersama dengan mu !". Bisik Sean begitu garang penuh ancaman.

Sean mundur dan hanya menyender di pintu menyaksikan dokter dan juga perawat mengoperasi Collen.

1
Fe
calon adik ipar ya sean
Jumas Tati
Luar biasa
Abd Rahman
tangan ku licin Sean.🤣🤣
Abd Rahman
lajut ke anak"nya,semangat💪
Pak Ila
👍👍👍
Neni Eka
suka banget
indra 19188
jngn menyerah,terus lah berkarya.
Widya Wati
Sean kadang2 naif...biar dia koma jadi bisa menghargai... semangat Thor
Shelvia Amanda Dika
semoga bukan musuh ruby dan jodohnya shabilla. saya tdk setuju jika shabilla dgn collen.
Shelvia Amanda Dika
takutnya pas nnt collen sadar, dia tambah marah krn ayahnya pun mati. terus nnt dia bls dendam lewat shabilla
Vita Fatimah Pramana
Kecewa
Vita Fatimah Pramana
Buruk
Saccan: terimakasih bintang nya
total 1 replies
Ms'shieqa
aq suka banget part kluarga lexi&ruby...nyk/sean
Ms'shieqa
akirnya pawang sean nongol juga..
Ms'shieqa
masih menanti pawangnya sean siapa yah
Ms'shieqa
sean ama vio kn thor
Yaayaaa🌸
Huuaaaa author bikin salah paham kan jdnya,tp mksh lho thoorr udh bikin ending yg super duper menyenangkan 💗💗💗💗💗💗
Yaayaaa🌸
tolong author buat revisiii kalau nana gk jd meninggal atau kalau gakk buat nana bereinkarnasi huaa😭😭😭
Yaayaaa🌸
gak asik thor sumpah regina mati,bener2 gk semangat lg bacanya
Yaayaaa🌸
yakkk yakk yakkkk ini knp sllu iklan huaaa😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!