NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Peka

"Loh mas Bejo," seru seorang wanita dalam minimarket itu.

"Kamu siapa?," tanya Bejo, ia bingung karena tidak mengenali wanita muda di depannya.

Wanita muda itu melepaskan maskernya, lalu tersenyum kecil kearah Bejo.

"Saya Intan Ayu Mas, sepupu dari Kak Sinta yang sebelumnya kita bertemu kemarin,"

Bejo terdiam, ia langsung teringat oleh mimpinya.

"Ohh kamu ternyata. Lagi ngapain disini?,"

"Hmm.. lagi suntuk aja di rumah gak ada temen Mas,"

"Mas mau ke mana?,"

"Mau jalan-jalan aja,"

"Emm.. boleh minta waktunya sebentar gak mas?, aku ingin berbicara sebentar aja."

"Boleh. Mau berbicara dimana?,"

"Di Cafe Pojok kalau mas, kalau gak keberatan aja,"

"Oke. Kamu naik apa kesini?,"

"Jalan kaki mas, kan rumahku deket sini."

"Ya udah kamu tunggu di depan dulu nanti kita berangkat bareng aja,"

"Oke mas."

Bejo membeli rokok lalu keluar dari minimarket, Intan yang melihat Bejo keluar dia menghampirinya.

"Gak papa kamu naik motor Mio gini?,"

"Gak mas,"

Kemudian Bejo pergi bersama intan menuju cafe pojok. Setelah sampai mereka mencari tempat duduk karena cafe tersebut sangatlah ramai oleh kalangan pemuda.

Bejo berjalan di depan Intan, membuat beberapa orang memandangi mereka terutama sosok Intan yang sangat cantik.

"Ramai banget ini Mas,"

"Nah.. tuh ada tempat, tapi di pojokan gimana?,"

Bejo membalikkan tubuhnya, ia memandang Intan menunggu jawaban. Intan terdiam melihat wajah Bejo lebih dekat dan lebih tinggi darinya.

Bejo bingung karena Intan tidak menjawab pertanyaannya.

"Intan.. kamu denger gak aku bertanya tadi?,"

"Ehh.. iya mas maaf. Bebas aja sih mas,"

Bejo menggelengkan kepalanya, lalu ia berjalan menuju tempat paling pojok. Intan menundukkan kepalanya, dia menutupi rona merah tipis.

Bejo duduk di ikuti Intan yang duduk tidak jauh dari Bejo.

"Mas, mau pesan apa? Aku traktir," ucap Intan.

"Wih.. banyak uang juga kamu, terserahlah pokoknya jangan yang aneh-aneh aja," balas Bejo.

Intan tersenyum, lalu ia menulis apa yang di pesan kemudian dia memberikan pada seseorang yang di panggilnya. Bejo duduk dengan santai, ia membuka ponselnya.

Dimana ada pesan masuk dari Dinda, Jarot dan Dirga yang mencari keberadaan. Bejo membalasnya setelah selesai ia memasukkan kembali ponsel kedalam saku celana.

"Kamu ngomong apa, intan?,"

"Hmm.. begini mas."

Intan menceritakan semuanya kepada Bejo.

Bejo terus memperhatikannya dan mendengarkan semua dengan baik hingga selesai.

"Ohh.. jadi dia adalah Sinta yang ada dalam mimpiku, tapi maksudnya apa sebenarnya dia mengatakan itu semua!!."

Dalam hati Bejo penuh pertanyaan soal apa yang di ucapkan dalam mimpinya.

"Boleh tuker kontak gak mas?,"

"Kamu tulis aja ini,"

Bejo menikmati kentang goreng dan berbagai makanan yang di pesan oleh Intan, tidak berselang lama Jarot dan Dirga datang bersamaan.

"Hmmm.. leluhur musang ternyata sudah jalan sama cewek lain," seru Jarot.

"Benar-benar panutan bagi musang muda sepertimu Rot,"

"Betul sekali Dirga.. ehhh.. bentar, lu tadi bilang apa?,"

Dirga tertawa pelan, ia duduk menghiraukan Jarot yang kesal dengannya. Bejo hanya bisa menggelengkan kepala, melihat kedua teman-temannya.

Intan tertawa kecil melihat kelucuan dua teman dari Bejo.

"Mana yang lain?,"

"Bentar lagi sampai Jo,"

"Ehh.. neng cantik, kok mau sing sama leluhur musang satu ini?,"

"Siapa leluhur musang, mas?," tanya Intan.

Jarot memberikan kode dengan bibir melengos ke arah Bejo, membuat yang paham maksud dari Jarot langsung menjitak kepalanya.

Tok...

"Aduh... Sakit Jo,"

"Lu kalau ngomong tuh di silent dikit napa,"

Intan tertawa kecil melihat tingkah laku teman Bejo.

"Udah aku simpan Mas, nanti aku kasih alamat buat ambil barang," ucap Intan.

"Heem. Besoklah kalau kamu ada di rumah," balas Bejo.

"Pasti di rumah mas,"

"Oke besok aja kalau begitu."

Mereka kini berbincang santai dengan tawa renyah, celetukan Jarot dan kepolosan Dirga yang selalu memancing kekesalan Jarot yang memiliki urat sabar setipis tisu.

Tidak berselang lama Dinda, Salsa dan Clara datang bersamaan. Pandangan Dinda langsung tertuju pada Bejo yang sedang asik tertawa bersama dengan gadis muda di sampingnya.

"Siapa tuh cewek?,"

"Cantik banget dia,"

"Sudahlah gak usah kesana, kita pulang aja."

Dinda sangat kesal dia hendak kembali turun namun panggilan dari Bejo membuat berhenti.

"Dinda, sini.. kenapa turun lagi?," teriak Bejo.

Dinda dengan kesal berjalan menuju Bejo, wajah tak suka terlihat jelas. Intan sendiri tetap tenang, karena dia tidak begitu kenal dengan teman-teman Bejo.

"Gua mau pulang aja Jo, dah gak mood."

"Lah kenapa kamu?, katanya mau ikut ke stadion habis ini,"

"Gak jadi Jo, males."

"Gak bisa. Kamu sendiri tadi yang minta ikut sekarang gak jadi, enak aja kamu."

Dinda di buat sangat kesal, dia duduk jauh dari Bejo. Pandangan Dinda terus tertuju pada gadis muda di samping Bejo, terlihat usia mereka tidak jauh. Apalagi wajah Intan sangat cantik tanpa make-up berlebihan.

"Intan, kamu pulang sendiri bisakan?,"

"Bisa mas,"

"Ya udah, maaf gak bisa nganterin kamu pulang,"

"Gak papa kok mas. Aku pulang dulu ya Mas?,"

"Iya, hati-hati di jalan."

Intan tersenyum manis membuat Dinda semakin panas dingin melihatnya, Salsa dan Clara menahan tawanya melihat Dinda yang sedang cemburu.

"Nih.. buatmu," ucap Bejo.

"Gak usah Jo," balas Dinda.

"Kalau gak mau ya aku kasihkan ke intan aja dah,"

"Ishh.. ya udah sini,"

Bejo memberikan Silverqueen kecil, wajah Dinda yang kesal kini tersenyum bahagia. Tapi dia mengingat kekesalan kepada Bejo yang berduaan dengan Intan sejak tadi.

Dinda mendekati Bejo, dengan sangat kesal mencubit pinggangnya membuat Bejo menahan rasa sakit dari cubitan Dinda.

"Sakit Dinda..."

"Biarin.."

Bejo mengosok pinggangnya, ia meringis sakit dari cubitan Dinda. Wajah cemberut Dinda masih terlihat jelas, nampak begitu tidak suka dengan Bejo yang dekat dengan wanita lain.

Kini mereka berangkat bersama, Bejo bersama Dinda, Jarot bersama Salsa dan Dirga bersama Clara. Canda tawa setiap perjalanan santai mereka nikmati bersama, tanpa memperdulikan orang yang ada disisi perjalanan.

Setelah sampai mereka memarkirkan kendaraan masing-masing, lalu berjalan menuju pedangan kaki lima yang berjualan di pinggir jalan stadion.

"Kamu mau apa Din?," tanya Bejo.

"Mau kentang spiral aja Jo," jawab Dinda, dengan senyum merekah.

"Hmm.. tadi marah-marah sekarang senyum-senyum. Hadehh.. dasar wanita gak jelas." Dalam hati Bejo berkata.

Dinda lebih banyak tersenyum manis di belikan jajanan yang cukup banyak oleh Bejo, lalu mereka semua mencari tempat duduk di sebelah timur stadion.

Setelah mendapatkan tempat duduk, mereka berenam menggelar tikar yang telah di bawahnya. Bejo, Jarot, Dirga, Dinda, Salsa, dan Clara berbincang-bincang santai sambil menikmati jajanan mereka masing-masing.

Namun Bejo mulai merasakan sesuatu yang memperhatikannya dari jauh, perasaan Bejo semakin besar hingga di ujung matanya ia menangkap sesosok tubuh besar hitam tanpa kepala. Dimana kepalanya di pegang tangan kanan sosok mahluk halus itu, membuat Bejo membelalakan matanya ketika ia menoleh kesamping, Bejo buru-buru tenang agar temannya tidak bertanya.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!