NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aturan Kontrak yang Baru

Udara pagi di perbatasan utara pecah oleh suara deru mesin truk militer yang membawa peti-peti kayu besar.

Sesuai kata Eshar, dua mesin jahit kayuh bermerek Singer lansiran terbaru serta puluhan gulung benang beraneka warna akhirnya tiba di gerbang pangkalan.

Kedatangan logistik ini seolah membawa angin segar, mengusir hawa dingin yang biasanya mencengkeram barak militer.

Di dalam aula samping, suasana di dalamnya mendadak sibuk sejak pukul delapan pagi. Erica Fiorenza berdiri di depan barisan meja kayu panjang, mengawasi para prajurit muda yang sedang membongkar peti kemas dengan gerakan cekatan dan hati-hati.

Erica segerq mengarahkan peletakan posisi mesin jahit agar mendapat pencahayaan matahari yang optimal dari jendela aula.

"Nyonya Besar, semua mesin sudah terpasang dan minyak pelumasnya sudah dicek," lapor Axelo, menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya.

"Para ibu Persit juga sudah mulai berkumpul di luar. Tapi..." Axelo mendekatkan tubuhnya, menurunkan volume suaranya menjadi bisikan.

"Nyonya Ratna dan kelompoknya tidak terlihat. Sepertinya mereka sengaja melakukan boikot untuk menurunkan wibawa Anda pada pelatihan di hari pertama ini."

Erica menoleh, wajahnya tetap memancarkan ketenangan yang matang. Senyum manisnya tidak pudar sedikit pun mendengar kabar sabotase kecil itu.

"Biarkan saja, Axelo. Dalam kehidupan berorganisasi, kita tidak bisa memaksa semua orang untuk langsung searah. Fokus kita adalah mereka yang datang dan ingin belajar. Ketika dari pelatihan ini mulai menghasilkan uang bagi dapur mereka, yang memboikot akan datang sendiri dengan sukarela."

Mendengar itu, Axelo mengangguk kagum, tak lagi heran dengan ketangguhan mental istri sang Jenderal.

Pintu aula terbuka, dan sekitar dua puluh istri prajurit berpangkat bintara dan tamtama melangkah masuk dengan ragu-ragu.

Mereka mengenakan pakaian harian yang sederhana, gurat cemas dan rasa segan tampak jelas di wajah-wajah mereka saat berhadapan dengan Erica yang berasal dari Jakarta.

"Selamat pagi, Ibu-Ibu sekalian. Ayo, silakan masuk, jangan sungkan," sapa Erica ramah, suaranya yang hangat seketika mencairkan kecanggungan di dalam ruangan.

Erica tidak membuang waktu. Dengan pendekatan yang terstruktur, ia memulai pelatihan dengan mengajarkan teknik dasar memotong bahan sesuai dengan modul pola yang dia bawa dari Fiorenza Fashion.

Karakternya yang hangat dan telaten membuat para istri prajurit cepat merasa nyaman.

Erica bahkan tidak segan-segan mengoreksi cara memegang gunting kain yang salah secara langsung, membaur tanpa ada sekat status sosial.

"Kuncinya ada pada posisi gunting, Bu Kayla. Kalau salah posisi, salah juga potongannya." ujar Erica lembut pada istri seorang kopral satu yang tangannya tampak gemetar.

"Jangan ragu. Ikuti garis kapur yang sudah kita ukur tadi. Jika potongannya presisi, proses menjahitnya nanti akan jauh lebih bagus dan rapi."

Di tengah riuhnya desing putaran roda mesin jahit dan gelak tawa para ibu yang mulai menguasai materi, daun pintu aula kembali bergeser.

Sesosok tubuh tegap dengan seragam dinas lapangan hijau tua melangkah masuk tanpa menimbulkan suara kegaduhan.

Jenderal Eshar Megantara berdiri di dekat pilar belakang aula, melipat kedua tangannya di depan dada. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat Axelo segera menegakkan posisi tubuh, namun Eshar memberikan isyarat tangan pendek agar asistennya itu tetap diam dan tidak mengacaukan fokus kelas.

Mata coklat Eshar yang setajam elang terpaku sepenuhnya pada Erica. Dari kejauhan, dia memperhatikan bagaimana istrinya itu tertawa lepas saat menghibur seorang ibu yang salah memotong kain, namun sedetik kemudian kembali bertransformasi menjadi direktur yang tegas dan disiplin saat menjelaskan perhitungan efisiensi bahan.

Ada pesona yang begitu kuat memancar dari diri Erica, seperti sebuah kombinasi langka antara keceriaan yang tulus dan ketegasan mental yang kokoh.

Rasa bangga yang asing mulai berdesir di dada Eshar. Wanita di depannya ini bukan lagi sekadar rekan dalam dokumen kontrak dua tahun yang mereka tanda tangani demi kepentingan politik Megantara Corp. Erica telah menjadi bagian dari dinamika baraknya, membawa perubahan yang bahkan belum pernah bisa dilakukan oleh para istri perwira senior sebelum ini.

Setelah dua jam berlalu, kelas hari pertama resmi ditutup dengan hasil yang memuaskan. Setiap ibu anggota persit pulang dengan membawa selembar kain yang sudah terpotong rapi untuk dijadikan sampel baju anak.

Saat aula mulai sepi, Erica menyeka keningnya dengan saputangan katun putih. Ia berbalik dan sedikit terkejut saat menyadari Eshar masih berdiri di sana, menatapnya dengan intensitas yang hangat di bawah temaram cahaya sore yang menembus jendela.

"Sejak kapan kau di sana, Jenderal?" tanya Erica, senyum manis itu kembali mengembang saat melangkah mendekati suaminya.

"Sudah cukup lama untuk melihat bagaimana kau mengubah barakku yang hening menjadi ruang konveksi, Erica," jawab Eshar, suaranya yang berat dan menggema rendah di aula yang mulai kosong.

Pria itu melangkah maju, memotong jarak di antara mereka hingga aroma maskulin tubuhnya berbaur dengan sisa aroma kain baru di sekitar Erica.

"Apakah Suamiku keberatan?" tantang Erica dengan binar mata yang mengejek, menatap langsung ke dalam manik mata coklat pria di hadapannya.

"Sama sekali tidak, Istriku." bisik Eshar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis.

"Kau melakukan pekerjaan dengan baik. Bahkan Mayor Bambang baru saja melaporkan padaku bahwa moral para prajurit tamtama meningkat hari ini karena istri-istri mereka pulang membawa harapan baru untuk penghasilan keluarga."

Eshar diam sejenak, lalu tangannya yang besar bergerak lambat, merapikan sehelai rambut Erica yang keluar dari kelompoknya dan menyelipkannya ke belakang telinga wanita itu.

Sentuhan hangat jemari Eshar itu membuat Erica menahan napas, jantungnya kembali berdentang tidak karuan.

"Tapi ada satu hal yang menggangguku, Erica," lanjut Eshar, suaranya merendah menjadi bisikan intim yang hanya bisa didengar mereka berdua.

"Apa itu?" tanya Erica, suaranya entah mengapa ikut melembut.

"Kau terlalu banyak tersenyum pada orang lain hari ini," ujar Eshar dengan nada datar yang posesif, mata coklat itu mengunci tatapan Erica tanpa ragu.

"Aku mulai berpikir bahwa aturan kontrak kita harus ditambah dengan satu aturan baru."

"Aturan baru? Apa itu, Eshar?" tanya Erica penasaran.

"Senyuman manismu itu hanya boleh menjadi hak eksklusif suamimu saat kita berada di dalam rumah dinas." kata Eshar sambil memegang dagu Erica.

Mendengar itu, Erica merasakan pipinya seketika merona merah padam. Dominasi Eshar yang begitu kuat di tengah aula yang sepi ini selalu berhasil meruntuhkan pertahanannya.

Sebelum Erica sempat menyusun kalimat ketus untuk menutupi rasa gugupnya, Axelo tiba-tiba muncul dari balik pintu ruang penyimpanan dengan wajah tanpa dosa.

"Lapor, Jenderal! Kurir logistik dari kantor pos depan baru saja membawa dokumen balasan dari intelijen Jakarta terkait pergerakan Daniel Megantara!" seloroh Axelo dengan suara lantang, sengaja memecah ketegangan intim di antara kedua atasannya itu.

"Maaf, sepertinya saya salah waktu lagi ya?"

Eshar seketika menarik kembali tangannya dan berbalik menatap Axelo dengan pandangan yang sanggup membekukan air sungai.

"Katakan laporannya, Axelo. Sebelum kuperintahkan kau membersihkan seluruh ruangan ini dengan tusuk gigi."

Axelo meringis ngeri namun dengan cepat mengubah sikapnya menjadi siaga dan disiplin.

"Siap, Jenderal! Laporan dari Jakarta menyatakan bahwa Daniel Megantara mulai panik karena pasokan dana investasinya dari anak perusahaan Megantara Corp resmi dibekukan atas perintah Anda kemarin. Saat ini, dia dikabarkan sedang mencoba mendekati beberapa investor gelap dari luar negeri untuk mendanai proyek propertinya yang macet, dan... dia terus mencari celah untuk menghubungi Nyonya Besar lewat jalur perdagangan kain."

Mendengar laporan itu, ekspresi Erica seketika mengeras. Rasa muaknya pada Daniel kembali bangkit.

"Dia benar-benar tidak tahu kapan harus menyerah."

Eshar menatap Erica, dengan kilat berbahaya terpancar dari matanya.

"Dia sedang menggali kuburannya sendiri, Erica. Biarkan dia bergerak dengan investor gelap itu. Kita akan menyusun siasat baru dari sini, dan saat dia mengira telah menemukan jalan keluar, kita akan menjatuhkan skakmat untuknya dari perbatasan ini."

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!