Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!
Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!
Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?
Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OGMTM-25
...Mahrup langsung berbalik melangkah menuju pintu. "Seto, seret wanita bernama Luna itu ke ruang HRD sekarang juga!"
Langkah tegap Mahrup membelah koridor lantai empat dengan aura membunuh yang begitu pekat, disusul Hazel dan jajaran HRD yang melangkah setengah berlari. Pintu kaca ruang HRD dihempas terbuka kencang.
Di dalam ruangan bernuansa kaku itu, Luna sudah terduduk gemetar di kursi pemeriksaan.
Di atas meja, layar monitor tim IT memperlihatkan hasil pemeriksaan digital: ponsel milik Luna yang disita tim keamanan terhubung langsung dengan log history pengunggahan foto, serta jejak IP Wi-Fi kantor di area pantry yang ia pakai untuk menyebar fitnah tersebut.
Kehadiran Mahrup yang melangkah masuk bagaikan sosok penguasa tanpa ampun membuat Luna serta-merta meluncur jatuh dari kursinya. Gadis itu berlutut di atas lantai marmer yang dingin, merangkak mendekati sepatu kulit Mahrup dengan air mata yang pecah histeris.
"T-Tuan Mahrup... ampun, Tuan! Saya mengaku salah, Tuan!" tangis Luna pecah, jemarinya yang gemetar mencoba menggapai celana Mahrup namun langsung dihentikan oleh tatapan menusuk sang CEO.
"Saya khilaf, Tuan... saya cuma cemburu sama Hazel! Saya mohon jangan pecat saya... jangan laporkan saya ke polisi, Tuan! Kasihan orang tua saya..."
Mahrup menatap Luna dari atas dengan raut wajah tanpa ampun,dingin, kejam, dan tanpa cela empati.
"Khilaf?" bisik Mahrup, suaranya pelan namun sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.
"Kamu menghancurkan kehormatan orang lain dengan sengaja, dan sekarang kamu mengemis kasihan? Seto, urus surat pemecatannya detik ini juga. Hancurkan kariernya sampai dia tidak akan pernah bisa melamar pekerjaan bahkan sebagai tukang sapu di kota ini!"
"Tuaaan! Jangan, Tuan! Hazel, tolongin aku, Zel!" Luna berbalik merangkak histeris menuju Hazel yang berdiri kaku di belakang Mahrup.
Luna memegang erat ujung sepatu Hazel, menangis sesenggukan dengan wajah sembap yang dipenuhi rasa penyesalan mendalam.
"Zel, maafin Mbak Luna... Mbak tahu Mbak jahat, tapi tolong bilang sama Tuan Mahrup... jangan hancurkan hidup Mbak..."
Rasa Sakit Akibat Fitnah Dari Luna masih tertancap perih di hatinya tapi melihat penderitaan teman lamanya membuat Hatinya Juga Ikut sedih,teman yang dulu sedivisi kini sampai berlutut memohon ampun kepadanya.
Hazel menarik napas panjang, lalu melangkah maju dan memegang pelan lengan kemeja Mahrup.
"Tuan CEO..." panggil Hazel Lembut, suaranya bergetar menahan gejolak emosi di dadanya.
Mahrup menoleh, alisnya bertaut tajam. "Jangan membela orang yang sudah menginjakmu, Hazelia."
"Hazel enggak membela perbuatannya, Tuan," bisik Hazel, menatap iris mata tajam Mahrup dengan Sorot mata yang teduh.
"Mbak Luna memang salah dan harus dihukum... tapi Hazel mohon, berikan dia kesempatan kedua. Cukup pecat dia dari kantor ini, tapi tolong... jangan tutup jalan rezekinya di tempat lain dan jangan jebloskan dia ke penjara. Hazel mohon, Tuan..."
Mahrup terpaku. Keputusan kejam dan dingin yang sudah tersusun rapi di kepalanya mendadak goyah total hanya karena tatapan penuh teduh dari gadis polos di hadapannya.
Dengan mata menyalang merah, Mahrup langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Luna dengan tajam.
"Dasar Wanita Picik,Sekali Lagi Kamu Menyebar Rumor Yang Tidak Tidak Tentang Saya Bahkan Jika Kamu Berani Menyentuh Hazel,Saya Gak akan berfikir dua kali membunuhmu PAHAMM!!
Mata Luna Terpejam Menerima Bentakkan Kasar Bos nya dengan Kedua tangan yang mengepal Erat ia berdesis
"Saya gaakan biarin kamu menang hazel,NGGAK AKAN"
Hai guyss makasih yaa yang udah baca sampai sini an berikan komentar kalian yaa di kolom komentar sebagai bahan evaluasi kitaa❤️❤️