NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

Hari-hari Alfa kembali berjalan seperti biasa. Kesibukannya mengurus CV Pradana Karya dan toko bangunan Depo Pradana Jaya membuat jadwalnya cukup padat. Meski begitu, dirinya tak lagi mengabaikan kesehatan seperti sebelumnya. Dia mulai mengatur pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi dan tinggi serat, serta menyempatkan waktu berolahraga di sela kesibukannya.

Bukan hanya demi kesehatannya, tetapi juga karena dia ingin memberikan kesempatan terbaik bagi dirinya sendiri.

Hari itu, Alfa kembali mendatangi rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dia datang dengan harapan yang tidak terlalu tinggi, meskipun jauh di lubuk hatinya ada keinginan besar agar kondisinya telah menunjukkan perubahan.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan, dia duduk di ruang konsultasi bersama dokter yang menanganinya.

Dokter itu memeriksa kembali hasil pemeriksaan terbaru, kemudian membandingkannya dengan hasil sebelumnya. Beberapa saat kemudian, pria tersebut mengangguk sambil menunjukkan lembar hasil pemeriksaan kepada Alfa.

"Ada perkembangan yang cukup signifikan dari hasil pemeriksaan kali ini," jelas dokter.

Alfa yang sejak tadi menunggu dengan tenang langsung menegakkan punggungnya. "Benarkah, Dok?"

"Benar. Beberapa parameter menunjukkan perbaikan. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup yang lebih sehat tampaknya memberikan dampak positif."

Alfa mengembuskan napas lega. "Berarti usaha yang saya lakukan selama ini mulai menunjukkan hasil, ya, Dok?"

Dokter tersenyum tipis. "Betul. Namun, kita masih perlu memantau perkembangannya melalui pemeriksaan berikutnya dan semoga hasilnya sesuai harapan. Tetap jalani pola hidup sehat dan ikuti anjuran yang sudah diberikan."

"Baik, Dok. Saya akan berusaha mempertahankannya."

"Bagus. Jangan terlalu membebani diri dengan kecemasan. Jalani prosesnya dengan tenang."

Alfa mengangguk lalu berpamitan. Ada kelegaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hasil pemeriksaan itu memang belum memberikan kepastian tentang hasil yang terbaik, tetapi setidaknya dia memiliki alasan untuk kembali berharap.

Setibanya di mobil, Alfa tidak langsung menyalakan mesin. Dia duduk beberapa saat sambil memandangi lembar hasil pemeriksaan yang masih berada di tangannya. Senyum kecil terbit di bibirnya ketika mengingat percakapannya dengan Ayudia beberapa waktu lalu. Gadis itu tidak pernah memaksanya memberikan jawaban cepat. Namun, tetap menunjukkan kesediaan untuk menjalani semuanya bersama-sama.

Kini, Alfa merasa sudah waktunya memberikan jawaban atas ketulusan tersebut. Bukan karena hasil pemeriksaannya menunjukkan kemajuan, tetapi lebih dari itu. Dia ingin membangun rumah tangga dengan wanita yang telah membuatnya kembali percaya bahwa kebahagiaan masih bisa dirinya dapatkan. Dan wanita itu adalah Ayudia.

Sesampainya di rumah, Alfa mendapati Pak Ikhsan sedang duduk di ruang tengah, sementara Bu Mala sibuk merapikan beberapa pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Dia pun mengucap salam.

"Sudah pulang, Nak?" tanya Bu Mala ketika setelah menjawab salam.

"Iya, Bu." Alfa meletakkan tasnya di kursi, lalu menghampiri kedua orangtuanya. "Ayah dan Ibu ada waktu? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."

Pak Ikhsan menoleh. "Ada apa? Kelihatannya serius sekali."

Alfa duduk di hadapan mereka. Menghirup udara banyak-banyak memenuhi paru-paru-nya, kemudian menyampaikan niat baiknya.

"Tadi aku sudah menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup baik."

Wajah Bu Mala langsung berbinar. "Alhamdulillah! Ibu ikut senang mendengarnya. Berarti usahamu selama ini tidak sia-sia, Nak."

"Iya, Bu. Alhamdulillah, dokter bilang aku harus tetap menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan lagi."

Pak Ikhsan mengangguk puas. "Bagus kalau begitu. Yang penting, kamu tetap berusaha dan jangan terlalu memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi."

Alfa tersenyum, dirinya bersyukur memiliki orangtua yang selalu mendukungnya tanpa membuatnya merasa terbebani.

"Ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan, Yah, Bu" lanjutnya.

Bu Mala menghentikan kegiatannya, menatap putranya dengan pandangan penuh tanya. "Apa itu, Nak?"

"Aku ingin melamar Ayudia," jawab Alfa yakin.

Untuk sesaat, Pak Ikhsan dan Bu Mala saling berpandangan. Tak lama kemudian, senyum lebar menghiasi wajah keduanya.

"Alhamdulillah!" seru Bu Mala gembiraan. "Ibu sudah senang melihat kedekatan kalian. Kalau memang kamu sudah yakin, sebaiknya jangan menunda lagi."

"Wah...! Serius Kakak mau melamar Kak Ayu?" tanya Ulya antusias, membuat perhatian semua orang tertuju padanya.

Gadis itu tiba-tiba nongol dari luar, rupanya baru saja pulang kuliah.

"Benar," jawab Alfa singkat.

"Bagus deh, aku setuju kalau Kakak nikah sama dia." Ulya menyampaikan dukungannya.

Pak Ikhsan pun mengangguk setuju. "Bapak juga mendukung. Ayudia gadis yang baik dan sopan. Ayah melihat sendiri bagaimana dia menghargai kamu dan keluarga kita. Kalau kamu memang sudah merasa cocok dengannya, kita datang menyampaikan niat baik ini ke rumah Pak Danu."

Alfa merasa lega mendengar dukungan kedua orangtuanya.

"Tapi, sebelum keluarga kita datang ke rumah Pak Danu, aku ingin menyampaikan niat ini kepada Ayudia terlebih dahulu supaya mereka tidak kaget dengan kedatangan kita."

"Itu memang yang sebaiknya kamu lakukan. Biar kalian sama-sama siap," sahut Pak Ikhsan.

Bu Mala tersenyum sambil menepuk lengan putranya. "Kalau begitu, segera hubungi Ayudia. Ibu jadi tidak sabar ingin mempersiapkan semuanya."

"Kakak, sepertinya kali ini Ibu yang sudah tidak sabar pengin punya menantu lagi," celetuk Ulya, langsung disambut tawa oleh yang lain.

Alfa merasa bahagia melihat antusiasme keluarganya. "Baiklah, nanti aku akan menghubunginya."

*

Malam harinya, Alfa pun menghubungi Ayudia melalui telepon. Setelah bertukar kabar sebentar, pria itu mulai menyampaikan maksud yang sejak tadi memenuhi pikirannya.

["Ayu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."]

["Apa, Mas?"] tanya Ayudia dari seberang telepon.

["Aku sudah memikirkan hubungan kita selama beberapa waktu terakhir. Aku juga sudah membicarakannya dengan Ayah dan Ibu."]

["Memangnya ada apa, Mas? Kenapa kedengarannya serius sekali?"] Ayudia merasa penasaran.

Alfa tersenyum mendengar nada penasaran dalam suara gadis itu.

["Ayu, aku ingin melamarmu. Kalau kamu bersedia, aku akan datang bersama keluargaku ke rumahmu untuk menyampaikan niatku ini secara resmi."]

Hening sesaat menyelimuti pemikiran masing-masing.

Alfa menunggu dengan sabar. Dia tidak ingin mendesak Ayudia, meskipun jantungnya berdegup lebih cepat daripada biasanya.

["Mas Alfa serius?"] tanya Ayudia akhirnya.

["Serius, Ayu. Aku tidak ingin terus membuatmu menunggu tanpa kejelasan. Aku ingin menjalani masa depanku bersamamu."]

Suara Ayudia terdengar bergetar menahan haru. ["Alhamdulillah, terima kasih, Mas. Aku senang sekali mendengarnya."]

Alfa akhirnya bisa bernapas lega, setelah menyampaikan maksudnya pada Ayudia dan gadis itu menyambutnya dengan baik.

["Kalau begitu aku akan menyampaikan kabar ini kepada Papa dan Mama,"] ujar Ayudia penuh semangat.

["Baiklah. Nanti aku kabari lagi kapan kami akan datang ke rumahmu."]

["Iya, Mas. Aku tunggu kedatangan Mas Alfa dan keluarga."]

Setelah percakapan berakhir, Ayudia segera keluar dari kamar menemui kedua orangtuanya. Begitu mendapati papa mamanya sedang berbincang di ruang keluarga, ia pun segera mendekat.

"Papa, Mama, aku punya kabar baik!"

1
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob/lihat akibat dari perlakuan kalian si kecil yang jadi korban
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: benar
total 1 replies
vj'z tri
ya elu juga oon tanya ke perawat tanya ya ke pak po yang nanganin kasus lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Mau kesana tapi kaget dengar ledakannya ....
Duaarrr .... sport jantungku 🤭🫰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak papa bund
total 1 replies
Nar Sih
udh hdir mooz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih mbak🫰😍🫶
total 1 replies
Nar Sih
semoga naima bisa sembuh lgi
〈⎳ FT. Zira
udah kesana duluan.../Grin//Grin/ btw,,, gambarnya ilang🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
alfa bnr,,hati mu baik banget msih syg dgn naima stlh apa yg diperbuat org tua nya ,smoga ayudia lks hamil biar kmu punya ank sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, mam🫰
total 1 replies
vj'z tri
mula mula sama sama malu malu lama lama tanda tanda asek 💃💃💃
vj'z tri: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kemarin lagi sibuk sibuk nya sekarang kejar tayang
total 2 replies
Patrick Khan
yg lebih kejam balasan di penjara biar seru🤣🤣🤣davina amar kapok dan sadar gk ya🔨🔨😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mantap sekali balasan buatmu Dav 👍
Aditya hp/ bunda Lia: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 2 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus menarik
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya kak 🫰🫶😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
langsung kasih bintang 5 sama vote
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak 😍😍😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
awas aja klu sampai alfa sama istrinya mau asuhh tuh anak mendosa dan firaun ngak ridho aku 😤 boleh nolong asal jangan berlebihan secukupnya saja membantu betul ngak pembaca 😏😉
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak 🫡😂😂😂🫰
total 1 replies
Rahmawati Amma
asal jangan nanti klu si mendosa dan firaun di penjara anaknya di asuh sama si alfa udah benar suruh titip ke panti sosial 😤
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum...
total 1 replies
Rahmawati Amma
jangan bilang itu anaknya daging dan ammar 😤
Rahmawati Amma
salah thor katanya entah apa yg terjadi hanya mereka yg tau dan tuhan salah hanya mereka yg tau dan author🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa AE kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rahmawati Amma
😍🤭
Aditya hp/ bunda Lia
Naima itu akibat jatuh dari tangga itu yah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Nar Sih
kasihan naima ..jdi korban perbuatan org tua nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dasar manusia serakah akibat perbuatan kalian anak sendiri jadi korban kan kasian ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!