NovelToon NovelToon
The Ustaz'S Dark Secret

The Ustaz'S Dark Secret

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di balik jubah dakwahnya sebagai ustadz muda karismatik, Musa menyimpan rahasia besar sebagai mafia yang disegani. Selama setahun, ia terus bayangi sosok wanita misterius yang pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya dari jebakan musuh sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

​Titik terang muncul ketika orang tua Musa, Kyai Adam dan Umi Sinta menjodohkannya dengan Musdalifah, putri seorang sahabat. Namun, kejutan besar menanti: wanita misterius yang dicarinya selama ini ternyata adalah Laila, adik kandung Musdalifah. Tanpa ragu, Musa menolak Musdalifah dan menuntut untuk menikahi Laila. Decision nekat itu tidak hanya memicu rasa sakit hati dan dendam Musdalifah, tetapi juga menyeret mereka ke dalam konflik keluarga yang sengit, dibayangi oleh rahasia masa lalu serta bahaya dari dunia kelam Musa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Mobil sport Musa akhirnya berbelok memasuki gerbang besi tinggi kediaman mewahnya.

Pintu gerbang tertutup rapat secara otomatis, disusul oleh penghormatan sigap dari barisan anak buah berjas hitam yang berjaga sepanjang area pelataran.

Musa mematikan mesin mobil. Pintu sebelah kiri dibuka perlahan oleh Yusuf dengan gerakan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara gaduh.

Musa menoleh ke samping, menatap paras ayu Laila yang masih tertidur lelap dalam posisi bersandar di bahunya.

Hembusan napas teratur sang istri terasa begitu hangat di lehernya. Senyum tipis yang sarat akan rasa kasih terpancar di wajah tegas Musa.

Tanpa berniat membangunkan Laila yang lelah usai maraton operasi dan dinamika emosi malam ini, Musa menyusupkan kedua lengan tegapnya ke bawah tubuh mungil Laila.

Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, ia mengangkat tubuh istrinya ke dalam dekapan hangatnya.

"Ssshh, pelan-pelan, Bos," bisik Yusuf setengah berjinjit membukakan jalan, khawatir bos besar kegelapan itu akan mengamuk jika bidadarinya terbangun.

Musa melangkah mantap menaiki tangga utama menuju lantai dua.

Langkah kakinya begitu tenang dan tak bersuara di atas marmer mahal kediaman tersebut.

Begitu memasuki kamar utama yang temaram dan harum aroma cendana, Musa merebahkan tubuh Laila di atas ranjang king size bernuansa lembut.

Ia melepaskan sepatu Laila, lalu melepaskan kain penutup wajahnya secara perlahan agar Laila bisa bernapas lebih bebas.

Jemari tegap Musa mengusap lembut pipi hangat istrinya, membetulkan letak selimut tebal hingga menutupi dada Laila.

"Mmm, Musa.?" gumam Laila lengket, matanya terpejam namun tangannya refleks bergerak mencari keberadaan suaminya.

Musa mendekatkan wajahnya, mengecup kening Laila cukup lama.

"Aku di sini, Sayang. Tidurlah, kamu aman."

Laila tersenyum tipis dalam tidurnya, memegang erat ujung lengan baju koko Musa sebelum kembali terlelap nyenyak.

Musa duduk di tepi ranjang, memandangi wajah polos itu di tengah kegelapan kamar.

Di luar sana, dunya bawah tanah mungkin sedang bergejolak penuh ancaman dan dendam, namun di dalam kamar ini, hanya ada kedamaian utuh yang siap ia jaga hingga hembusan napas terakhirnya.

Sementara itu di tempat lain, di dalam kamar bernuansa kemewahan yang megah, Musdalifah merobek kain pakaian yang ia kenakan tadi pagi dengan penuh amarah.

Napasnya memburu kasar, matanya memerah menahan dendam dan rasa malu yang mendalam atas perlakuan Musa di depan keluarga besar tadi.

"Dasar wanita tidak tahu diri!! Lihat saja, aku akan mempermalukan kamu di rumah sakit!" jerit Musdalifah histeris sembari melemparkan kain yang terkoyak itu ke lantai.

"Musa milikku! Bukan milikmu, Laila!!"

Ceklek!

Pintu kamar terbuka perlahan. Umi Mina melangkah masuk dengan raut wajah yang tak kalah dingin.

Melihat putri kesayangannya bersikap histeris, wanita paruh baya itu segera mendekat dan merangkul pundak Musdalifah, menahannya agar berhenti merusak barang-barang di kamar.

"Tenang, Musdalifah. Jaga sikapmu," bisik Umi Mina dengan nada suara penuh intrik dan kejam.

Ia mengusap rambut putrinya dengan lembut, namun sorot matanya memancarkan rasa benci yang pekat.

"Jangan biarkan emosi merusak rencana kita. Biarkan saat ini Laila merasa di atas angin," lanjut Umi Mina sembari mengulas senyum sinis yang amat licik.

"Ibu tidak akan tinggal diam melihat anak kesayangan Ibu tersingkirkan oleh anak tak berguna itu. Kita akan susun strategi yang rapi, Kita akan hancurkan rumah tangga Laila sampai tidak ada satu pun yang tersisa."

Musdalifah menghentikan tangis histerisnya. Ia menyapu sisa air mata di pipinya dengan kasar, lalu menatap sang ibu dengan binar mata yang mendadak dipenuhi ketertarikan dan niat jahat.

"Umi punya rencana apa?" tanya Musdalifah setengah berbisik, memajukan tubuhnya.

"Bukannya tadi Umi Sinta kelihatan diam saja waktu Musa membawa Laila?"

Umi Mina mengulas senyum miring yang teramat licik.

Jemarinya yang dipenuhi cincin batu permata mengusap dagu Musdalifah dengan telaten.

"Umi memperhatikan gerak-gerik Umi Sinta tadi, Musdalifah," bisik Umi Mina, suaranya mengandung racun manipulasi yang pekat.

"Di balik senyum cantiknya, Umi Sinta itu sebenarnya tidak setuju Musa menikah dengan Laila. Mana ada seorang ibu dari ustaz terpandang dan keluarga terhormat mau menerima menantu seperti Laila? Umi Sinta hanya terpaksa menahannya karena menghormati keputusan Musa di depan publik."

Musdalifah membelalakkan matanya, ada gairah kepuasan yang menyeruak di dadanya mendengar analisis sang ibu.

"Rencana Umi, kita akan menghasut Umi Sinta perlahan-lahan," lanjut Umi Mina dengan bisikan kejam.

"Kita panasi hatinya. Kita bisikkan bahwa Laila itu wanita pembawa sial yang cuma memanfaatkan kekayaan dan nama besar Musa. Jika ibu kandung Musa sendiri yang sudah membenci Laila, pernikahan mereka tidak akan pernah bertahan lama."

Musdalifah menatap ibunya dengan tatapan tak percaya sekaligus puas.

"Umi yakin rencana ini akan berhasil?"

Umi Mina menganggukkan kepalanya mantap dengan raut wajah penuh kepastian.

"Umi sangat yakin, Sayang," sahut Umi Mina penuh penekanan.

"Ibu mana yang tahan melihat anak kebanggaannya dipengaruhi wanita lain? Besok, Umi sendiri yang akan bertamu ke rumah Umi Sinta."

"Sudah, sekarang kamu istirahat," ujar Umi Mina lembut sembari mengusap kepala Musdalifah dan menarik selimut hingga menutupi tubuh putrinya.

"Simpan tenagamu untuk esok hari. Biarkan malam ini Laila menikmati kemenangannya yang sementara. Besok, permainan yang sesungguhnya baru akan dimulai."

Musdalifah menyandarkan kepalanya di bantal, menghembuskan napas panjang sembari mengangguk pelan.

Dendam di dadanya belum padam, namun janji sang ibu memberikan rasa puas yang cukup untuk menenangkan emosinya yang meledak-ledak.

"Baik, Umi. Musdalifah percaya sama Umi," bisik Musdalifah dengan sunggingan senyum tipis yang sarat akan niat jahat.

Umi Mina mengecup kening putrinya penuh kasih sayang, lalu bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar.

Sebelum mematikan lampu utama, ia melirik kain yang robek di lantai—sebuah simbol amarah yang besok akan ia ubah menjadi senjata untuk meretakkan rumah tangga sang keponakan.

Umi Mina melangkah masuk ke dalam kamar utamanya dengan raut wajah berlipat amarah.

Di sana, Kyai Adi—suaminya—sedang duduk di tepi ranjang sembari memegang tasbih di jemarinya.

Melihat kedatangan sang istri, Kyai Adi mendongak, tetapi sebelum ia sempat mengucap salam, Umi Mina sudah menyemburkan kekesalannya.

"Lihat kan, Abi?! Sekarang Laila yang jadi menantu di keluarga terpandang itu, bukan Musdalifah!" bentak Umi Mina dengan napas memburu, kedua tangannya bersedekap dada.

"Bukankah dari dulu aku sudah bilang? Lebih baik Laila itu ditaruh di panti sosial saja sejak kecil! Dia itu sama saja seperti ibunya—miskin, pembawa sial, dan cuma bikin susah!"

"Astaghfirullahal'adzim, Umi!" potong Kyai Adi dengan suara menggelegar, menghentikan ucapan tajam istrinya seketika.

Pria paruh baya itu bangkit berdiri, menatap Umi Mina dengan tatapan penuh keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam. Tasbih di tangannya ia genggam erat-erat.

"Jaga ucapanmu, Mina! Laila itu anak kandungku! Anak darah dagingku sendiri dari istri pertamaku!" tegas Kyai Adi, suaranya bergetar menahan gejolak emosi.

"Kurang sabar apa aku selama bertahun-tahun ini menutupi rahasia besar itu dari Laila? Selama ini aku menutupi kenyataan bahwa kamu bukan ibu kandungnya demi menjaga perasaan kalian semua! Demi menghormatimu sebagai istriku sekarang!"

Kyai Adi menghela napas panjang, mencoba meredakan amarahnya meski dada terasa sesak.

"Sudah, Umi, terima saja takdir ini," lanjut Kyai Adi pelan namun sarat penekanan.

"Allah sudah mengatur rezeki dan jodoh untuk masing-masing anak kita. Jangan terus-terusan menanamkan kebencian di hati Musdalifah, atau kamu sendiri yang akan memetik badainya nanti." ucap Kyai Adi

1
Muft Smoker
Dy fikir menjebak Musa adalah hal yg mudah x ,,
tp kak ,, khawatir juga sih kalo org udh gelap mata oleh rasa iri gx bisa di bendung ,, bisa berbuat nekat senekat nekat ny ,,
jgn sampe deh rumah tangga Musa dan Laila di ganggu oleh fitnah Musdalifah
Muft Smoker
msh juga nyalahin org ,,
😒😒😒😒😒🥱🥱🥱
Muft Smoker
dtggu versi mini kalian yx ,, 🤭 ,, dan semoga Musdalifah udh jera setelah ini ,, tdk mengganggu Laila dan Musa lgi ,,
Muft Smoker
cuma sgtuu bang kalajengking dan dokter Nakula????
makany jgn coba2 ngusik umi Laila ,,
jd hancur lebur kn Hrga diri kalian ,, 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
semoga setelah ini ,,
umi Sinta bisa menerima Laila dg baik ,,
sri hastuti
dokter gila ya thor, apa lg musdalifah , huuhhh, bikin jengkel aja, ksh balasan yg setimpal thor, ayo musa km hrs bisa ,kerahkan semua kekuatan mu 😡😡😡
Muft Smoker
Musdalifah ma Mak ny sama2 manipulatif. ,,
bisa2 ny pak kiyai nikahin perempuan model gtuu ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak
Muft Smoker
trnyata Laila pernh ngalamin hal mengerikan di masa lalu ,,
semangat Musa berantas semua org2 yg udh nyakitin Laila ,,
Muft Smoker
si umi kudu di ruqyah 7 hari 7 malam ni ,, buat ngilangin pengaruh makhluk halus ,,
my name is pho: 🤭 hehe
total 1 replies
Muft Smoker
semoga mereka bisa melewati badai yg di bawa keluarga Laila sbntar lgii ,,
Muft Smoker
turun ranjang kah???
Muft Smoker
ooooallaaa cuma bibi ny Laila ternyata ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah jgn sampe tuh Nakula bersekutu dg Musdalifah buat hancurin rumah tangga Laila dg Musa ,,
Muft Smoker
Musa yg berhadapan dg Nakula ,, si Yusuf yg panik setengah mati 🤭🤭🤭 ,,
sedangkan Nakula ny B aj ,, 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
ni juga mak ny si Musa ,, udh liat adab menantu yg di pilih ny bgtuu ,, sangat baguuus cenderung lampir ,,
msh aj di pilih ,, buka mata mu lebar2 umiiiiii
Muft Smoker
jgn2 bukan ibu kandung Laila niih ,,
Muft Smoker
waah gx beres ni si umi ,, bermuka dua ternyata ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!