NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 13

... ini juga, sita seluruh harta kekayaan keluarganya untuk kas negara!"

Vonis tegas sang kaisar memantul gersang di setiap sudut pilar Aula Keagungan, memutus seluruh sisa napas dan harapan Menteri Kebudayaan. Pria tua itu seketika tersungkur lunglai di atas lantai pualam, tak lagi mampu menopang bobot tubuhnya yang gemetaran hebat.

Di sebelahnya, Selir Mei menjerit histeris. Suara meratapnya pecah, menyayat keheningan aula tatkala dua pengawal berzirah besi maju mengepungnya. Jemari cantiknya yang dulu dihiasi cat kuku merah mewah kini meremas-remas pualam dingin, memohon belas kasihan dengan wajah yang sepenuhnya berantakan oleh lelehan air mata dan riasan yang luntur.

"Yang Mulia! Ampuni Hamba! Hamba hanya mencintai Anda!" jerit Selir Mei parau saat tubuhnya diseret paksa melewati lorong pualam.

Jeritan dan ratapan itu perlahan-lahan menyusut, meredup, hingga akhirnya lenyap sepenuhnya di balik gema gerbang besi berat yang terhempas mengunci.

Suasana di dalam aula utama mendadak menjadi sangat hening. Puluhan menteri dan pejabat tinggi berdiri mematung bagaikan patung batu. Tidak ada satu pun di antara mereka yang berani mengangkat wajah atau sekadar menghela napas kencang. Dalam hitungan menit, sosok selir yang selama ini paling disayangi dan memiliki pengaruh kuat di istana belakang tumbang secara mengenaskan—hanya karena keberanian dan ketajaman logika seorang permaisuri yang dulunya mereka anggap lemah.

Kaisar Tian berdiri tegak di tengah aula. Hawa dingin dari jubah naga hitam bersulam benang emasnya perlahan-lahan menyurut, menggantikan amarah yang membara dengan ketenangan seorang penguasa sejati.

Sang kaisar perlahan memutar tubuhnya. Sepasang mata elangnya yang tajam dan pekat kini tertuju sepenuhnya kepada Anran.

Ada pendaran rasa takjub dan ketertarikan yang begitu dalam di balik tatapan Kaisar Tian. Untuk pertama kalinya sejak ia menduduki Tahta Naga, ia menyaksikan seorang wanita yang sanggup menguasai panggung politik istana bukan dengan rengetan atau kecantikan semata, melainkan dengan ketajaman ilmu pengetahuan, ketenangan mental, dan keberanian yang tak tergoyahkan.

Kaisar Tian melangkah satu tapak lebih dekat, mengikis jarak di antara mereka. Ia mengulurkan jemarinya yang tegap, menyentuh lembut pergelangan tangan Anran untuk membimbingnya berdiri sejajar.

"Permaisuri Anran..." suara Kaisar Tian bergaung jernih, memotong keheningan aula yang mencekam. "Keberanian dan kecerdasanmu malam ini telah menyelamatkan istana dari ancaman racun yang mematikan. Mulai hari ini, Kukumandangkan otoritas penuh kepadamu atas seluruh urusan istana belakang serta Balai Pengobatan Kerajaan."

Sang kaisar beralih menatap seluruh pejabat tinggi yang masih berlutut kaku. "Siapa pun yang berani meragukan, menghalangi, atau menentang perintah Permaisuri... akan dianggap membelot dari perintah Kerajaan!"

Seluruh menteri dan pejabat tinggi seketika membungkukkan badan serempak hingga dahi mereka menyentuh pualam. "Hamba sekalian mematuhi perintah Yang Mulia Kaisar! Panjang umur Yang Mulia Permaisuri!"

Anran mengulas senyum tipis yang amat memikat—senyuman tenang seorang ratu sejati yang sadar betul akan nilai dirinya. Ia tidak menunduk ketakutan atau bersikap terlalu jumawa. Dengan gerakan yang begitu anggun, Anran menegakkan tubuhnya, membiarkan mahkota feniks emas di kepalanya berkilauan diterpa pendar sinar matahari fajar yang menembus jendela aula.

"Hamba menerima tanggung jawab ini, Yang Mulia," sahut Anran dengan suara halus namun sarat akan wibawa yang tak bisa ditawar. "Saya akan memastikan Balai Pengobatan Kerajaan tak lagi menjadi

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!