Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Spesial diulang tahun ke 21
Pagi itu Mira bangun sangat pagi seperti biasanya,ia merupakan anak terbiasa displin jika ia tidak sengaja bangun siang maka ia akan dihantui rasa bersalah seharian.
Seperti biasa ia tetap mengurus diri nya sendiri meski sudah menjadi ratu dan melarang siapapun untuk memasuki kamarnya.
Tapi pagi itu suasana istana sangat sepi bahkan hanya beberapa pelayan saja yang lewat untuk membersihkan lorong istana.
Mira yang penasaran kemudian bertanya pada salah satu pelayan istana.
Mira; kemana semua orang,kenapa pagi ini sunyi sekali dimana hazuki.
pelayan: nona hazuki bilang ia ingin pergi sebentar ke pasar,dia bilang dia ingin mendengar keluhan rakyat secara langsung.
Mira: untuk apa? Kan itu tugas ku.
Pelayan: dia bilang,dia ingin mendengar nya sendiri untuk membantu mengevaluasi pemerintahan anda .
Mira: ada ada saja anak itu.
Mira kemudian pergi ke kamar mandi pribadi nya dan langsung berendam di bathtub miliknya.
Ia berendam sembari merenung dan memikirkan masa depan kerajaan nya.
Mira: aku baru saja naik tahta...,padahal kemarin aku baru saja membantu para pedagang dipasar... Tiba tiba saja aku sudah menjadi ratu,aku masih penasaran seperti apa ibuku...
Tiba tiba seorang pelayan masuk untuk memberi tau jika sarapan sudah siap.
Pelayan: maaf nona,saya ingin memberi tau jika teh dan sarapan anda sudah kami siapkan .
Mira: ah iya iya aku akan segera kesana,aku masih ingin berendam disini.
Pelayan: baik nona.
Pelayan itu pun pergi meninggalkan nya
...----------------...
Sementara itu negeri prismvile tengah mengalami Musim dingin.
Salju turun dengan lebat hingga menutupi jalanan dikota, istana lalu membagikan pakaian musim dingin pada warga nya mereka juga membagikan makanan seperti sup hangat bagi mereka yang kurang mampu.
Kiko berdiri diatas balkon istana dengan menggunakan syal dan pakaian musim dingin nya.
Ia memantau para prajurit nya yang sedang membagikan pakaian musim dingin dan sup hangat pada warga nya.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh negeri prismvile sejak ber abad abad yang lalu.
Namun saat ia turun kebawah untuk melihat lebih dekat ia sangat terkejut karena dari kejauhan ia melihat seorang wanita Bernama Yuri yang berjalan sambil kedinginan.
Ia tanpa ragu langsung menghampiri nya untuk memberikan nya pertolongan.
Kiko: hei ,kau tampak kedinginan kau butuh pakaian musim dingin?
kiko bertanya dengan lembut.
Yuri: eh tidak apa apa kok, sebentar lagi aku sampai ke rumah.
Kiko: tidak apa apa ini untuk mu.
kiko memberikan nya pakaian musim dingin.
Yuri: terimakasih banyak yang mulia.
wanita itu kemudian tersenyum ke arah kiko sebelum akhirnya pergi.
Namun ketika menatap wajah nya tiba tiba saja ,kiko langsung merasakan firasat buruk yang seolah akan datang tak lama lagi.
Namun ketika ia sedang melamun asistennya niji menepuk pundak nya dari belakang.
Niji: nona ...
kiko: eh iya.... kau bikin kaget saja ada apa?
niji: sebentar lagi kita akan berangkat ke everbloom untuk menghadiri pesta ulang tahun yang mulia Mira.
Kiko; eh iya aku hampir lupa,apa semua hadiah dan persiapan nya sudah selesai.
niji: sudah ku siapkan semua nona,kita hanya perlu berangkat malam ini.
kiko: oh oke baik terimakasih.
...----------------...
Sementara itu dinegeri everbloom Mira menikmati sarapannya sembari meminum teh, namun ia masih bingung kemana hazuki pergi .
Mira kemudian bertanya pada pelayan yang berdiri disampingnya.
Mira: hazuki kemana sih? kok belum pulang juga.
Pelayan: dia mungkin masih ada urusan lain.
Mira: iya kah? aku tidak pernah melihat nya sesibuk itu.
Pelayan: dia mungkin ingin mengurangi pekerjaan anda.
Mira: harus nya tidak perlu repot-repot sih,aku lebih suka bekerja daripada bersantai.
Pelayan: mungkin ia sama seperti anda.
pelayan itu menuangkan teh ke cangkir nya.
Mira: ya mungkin...
setelah itu Mira beranjak pergi dari meja makannya.
Ia berjalan menuju suatu tempat yang jarang dikunjungi banyak orang kecuali pada waktu tertentu , dan tempat itu adalah pemakaman.
Ia mengunjungi makam ibunya pagi itu dan berdoa untuk nya.
Mira: ibu... Terimakasih telah menyelamatkan ku agar lahir ke dunia...
sebelum pergi ia menaburkan bunga anggrek diatasnya dan tersenyum ke nisannya .
Ia kemudian pergi ke pasar untuk mencari hazuki sembari menyapa rakyat nya.
Ditengah perjalanan,ia bertemu dengan Karo sang saudagar yang telah ia selamat kan,ia kemudian tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Karo: yang mulia , terima kasih banyak aku izin pamit
Mira: ah iya sama sama,
Mira menunduk.
Karo kemudian pamit pada Mira untuk kembali ke negeri asalnya,tapi saat menatap mata nya tiba tiba angin berhembus seolah memberi memberi tau jika akan ada bahaya.
Mira: kenapa...
Huh mungkin perasaan ku .
Mira kemudian kembali ke istana saat makan siang dan mengurus beberapa dokumen penting sembari menunggu hazuki.
Saking banyaknya dokumen yang ditandatangani,ia sampai ketiduran dimeja kerja nya.
Saat bangun, langit sudah senja namun hazuki belum juga kembali.
Mira: ah sudah sore... Hazuki belum juga kembali kemana dia ya?
Ia kemudian mandi dan membersihkan diri sebelum makan malam.
Namun saat ia hendak menggunakan pakaian tidur tiba tiba seorang pelayan dan mencegah nya.
Pelayan: maaf yang mulia tapi bukannya anda ada pertemuan dengan tamu aliansi diruang aula.
Mira: owh ya kah? Haduh kenapa harus malam ya...
Mira langsung kembali memakai gaunnya untuk menyambut tamu.
Namun disaat ia sampai diruang aula,suasana disana sangat gelap dan sepi.
Mira: dimana tamunya?
Tiba tiba saja lampu dinyalakan dan semua teman teman nya sudah muncul sambil membawa kue .
"kejutan!!!!!".
Momo: selamat ulang tahun...
ia membawa kan kue dan memberikan nya pada mira untuk meniup lilin.
Mira: kalian mempersiapkan semua ini? Haduh aku sampai lupa kalau hari ini hari ulang tahun ku.
Hazuki: ya... Ini hadiah untuk mu.
Hazuki memberikan sebuah kotak besar sebagai hadiah.
Mira: jadi kau seharian ini menghilang karena untuk mencari hadiah ini.
Hazuki: maaf yang mulia...
Mira: huh yasudah lah...,
Tiba tiba saja terdengar suara para warga yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk nya.
Kembang api pun dinyalakan dan pesta besar bersama rakyat kecil pun diadakan sepanjang malam.
Mira: terima kasih atas semua ucapan dan hadiahnya .
Namun ditengah pesta itu tiba tiba beberapa gelas kaca jatuh dan pecah secara bersamaan.
"krak!".
Mira: apa itu?
Mira gang kaget langsung mendekati nya dan membantu para pelayan membersihkan nya.
Namun saat membersihkan nya tiba tiba salah satu pecahan kaca itu mengenai jari nya dan membuat nya terluka .
Mira: ahhhh .
ia langsung mengemut jarinya.
Pelayan:: eh yang mulia tidak perlu membantu ,ini tugasku biar aku saja yang membersihkan nya.
Mira: tidak apa apa,aku khawatir ada yang terluka.
Disitu lah merasa jika ini adalah pertanda buruk, namun ia tetap berfikir positif dan meyakinkan dirinya semua akan baik baik saja.
Sementara itu sekte orde nol mulai menyebar ke berbagai penjuru untuk memata matai kerajaan yang akan mereka incar.
> * to be continued...