NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Hampir Saja

Malam berikutnya, gudang tua di kawasan pelabuhan itu tampak sunyi. Reval benar-benar menjalankan rencana gilanya yang hanya Loreana saja yang mengetahui tentang rencana tersebut. Yang artinya ia benar-benar akan menempatkan dirinya dalam bahaya, simulasi yang sangat nyata saat musuh berusaha menyerang dan membunuhnya. Bahkan Reval memerintahkan anak buah terbaiknya, termasuk Loreana sendiri yang akan menyerangnya saat itu.

Sesuai rencana, Reval berjalan bersama Dhana melewati deretan peti kayu. Sedangkan beberapa anak buah lainnya tetap berjaga di belakangnya. Hanya Dhana yang berdiri cukup dekat dengan Reval saat itu.

“Tempat ini sepi sekali,” gumam Dhana. “Seperti ada sesuatu yang sudah menungguku begitu aku menginjakkan kaki di sini.” lanjutnya dalam hati.

Dan benar saja firasatnya. Beberapa detik kemudian, suara ledakan kecil terdengar dari kejauhan. Dhana langsung menoleh. Bayangan seseorang muncul di antara kontainer. Lalu disisi lainnya juga muncul beberapa orang sekaligus yang mengepung mereka.

“Tuan!”

Semuanya terjadi dalam hitungan detik. Sosok bersenjata yang berdiri di atas container mulai mengangkat tangannya ke arah Reval dan…

Dorr…. Terdengar suara tembakan, lalu tak lama kemudian Reval terhuyung dan jatuh.

“TUAN!”

Dhana bergerak tanpa berpikir.Ia menerjang Reval, menarik tubuh pria itu menjauh dari garis serangan, lalu berdiri di antara Reval dan penyerang. Ia bahkan tidak sempat memastikan keadaan Reval, karena sosok penyerang Reval itu kini sudah berada tepat dihadapannya. Meski begitu Dhana tetap tenang, dengan cepat ia mengeluarkan senjatanya sendiri ke arah penyerang.

“Jangan bergerak!”

Suaranya berubah. Tidak lagi suara anak buah yang patuh, melainkan suara seseorang yang terbiasa memberi perintah. Penyerang itu mundur dan Dhana melangkah maju. Matanya tajam, seluruh tubuhnya berada dalam posisi siaga.

“Siapa pun kau,” katanya dingin, “kau memilih orang yang salah untuk disentuh.”

“Sial! Ini serangan musuh sungguhan atau hanya ujian yang Reval berikan untukku?” Dhana mulai menebak-nebak dalam hati.

“Jika serangan musuh sungguhan, maka aku akan dengan senang hati membantu mereka. Namun, bagaimana kalau ini hanya bagian permainan Reval saja? Tidak, aku tidak bisa mempertaruhkan posisiku saat ini. Ini terlalu awal untuk membunuhnya. Lagian katanya orang jahat memiliki umur panjang dan sulit mati,” sambungnya.

Dari balik kontainer, beberapa anak buah Reval mulai kembali bermunculan. Namun Dhana tidak mengetahui bahwa mereka bukan bagian dari serangan, semuanya telah diatur oleh Reval sejak awal. Reval yang terbaring di lantai membuka mata sedikit, dimana ia melihat dan memperhatikan ekspresi wajah Dhana.

Tidak ada keraguan di wajah pria itu. Tidak ada usaha menyelamatkan diri. Tidak ada tanda bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Reval. Hanya satu keputusan yang terlihat dari sorot matanya yaitu melindungi. Hal itu sudah cukup bagi Reval untuk memastikan kesetiaan Dhana kali ini.

Reval pun memberikan isyarat mata pada Penyerang itu dan yang lainnya agar skenario dihentikan. Penyerang menurunkan senjatanya, lalu membuka penutup wajahnya yang menunjukan identitasnya yang sebenarnya… Loreana.

Dhana segera menoleh ke belakang, dimana Reval masih terbaring di sana. Dan untuk pertama kalinya, ia melihat Reval bangkit tanpa luka sedikit. Tembakan tadi rupanya hanya peluru kosong. Dhana menatapnya sesaat. Lalu menatap pakaiannya sendiri yang telah terkena debu lantai.

“...Tuan?”

Reval menepuk bagian depan jasnya. “Tenang saja, tidak ada peluru pada tembakan tadi.”

Dhana membeku. Wajahnya perlahan berubah.

“Anda sedang mengujiku lagi.”

“Benar.”

“Dengan nyawamu sendiri?”

Reval tersenyum tipis. “Karena kalau aku hanya mengujimu dengan kata-kata, kau bisa saja memberiku jawaban yang ingin kudengar.”

Dhana mengepalkan tangan tapi dalam hatinya mengumpat, “Sialan! Aku hampir saja tertipu dan mati konyol di sini. Menyia-nyiakan penyamaranku selama empat tahun ini. Untung saja aku tadi sempat ragu-ragu.”

Kemudian Reval berjalan mendekatinya. “Sekarang aku tahu sesuatu tentangmu.”

“Apa?”

Reval berhenti tepat di hadapannya. “Ketika seseorang mengarahkan kematian kepadaku, kau tidak berpikir tentang dirimu sendiri.” Tatapan Reval menajam. “Kau bergerak cepat dan menjadikan dirimu sendiri sebagai tameng untukku.”

Dhana diam, karena sebenarnya ia tidak berniat untuk melindungi bajingan seperti Reval. Ia hanya ragu-ragu sesaat untuk membunuhnya saat itu juga atau tidak. Siapa sangka keraguan itu malah berhasil menyelamatkan penyamarannya dan mungkin akan semakin membuat Reval menaruh kepercayaan besar kepadanya.

Reval kemudian menepuk bahunya sekali. “Mulai malam ini, Dhana, aku akan mempercayaimu lebih jauh.” Ia berhenti sebentar. “Tapi jangan salah mengerti.”

Senyumnya kembali muncul, dingin dan penuh perhitungan. “Di Black Gold, kepercayaan bukan berarti aku berhenti mengawasimu.”

Dhana menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas. “Kalau begitu, Tuan…”

“Ya?”

“Lain kali, beri tahu saya kalau mau berpura-pura mati.” Dalam hatinya melanjutkan, “Dengan begitu aku bisa langsung memberimu kematian yang sesungguhnya dengan mudah.”

Reval tertawa kecil. “Kalau kuberi tahu, itu bukan ujian.”

Di balik ekspresi tenangnya, Reval sudah mengambil keputusan. Dhana mungkin menyimpan rahasia. Mungkin juga tidak, ia masih memiliki sedikit keraguan pada hal itu. Tetapi untuk pertama kalinya sejak pria itu masuk ke dalam lingkaran kepercayaannya, Reval merasa bahwa apa pun rahasia yang disembunyikan Dhana, pria itu belum menjadi musuhnya. Dan untuk seorang pemimpin seperti Reval, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang tetap hidup.

“Hanya karena dirimu aku sendiri yang harus turun tangan melakukan drama gila ini,” ujar Loreana menyela pembicaraan. “Jadi, pastikan kau mempertahankan kesetiaanmu hari ini. Karena jika tidak… maka aku sendiri yang akan mengirimmu ke neraka.” Sambungnya.

“Baik.” Dhana hanya menjawab singkat.

“Cih, ikuti kami!” perintah Loreana.

Dhana menurut, ia berjalan tepat di belakang Reval dan Loreana yang berjalan berdampingan sembari membicarakan tentang bisnis mereka. Mereka terus berjalan melewati koridor panjang menuju ruang pertemuan di sayap selatan kediaman utama Black Gold. Langkahnya tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

"Fero sudah menunggu," ujar Loreana.

"Berapa lama?"

"Hampir empat puluh menit."

Reval berhenti di depan pintu kayu hitam. "Kalau begitu, seharusnya dia sudah memiliki cukup banyak hal untuk dilaporkan."

...****************...

Pintu dibuka. Di dalam, Fero segera berdiri dari kursinya. Pria itu memiliki tubuh kekar dengan rambut yang mulai dipenuhi uban di pelipis… Lebih tepatnya itu gaya rambut Fero yang baru saja diganti karena melihat trend di Medsos. Ia masih pemuda single berusia 29 tahun yang mendapat kepercayaan khusus dari Reval.

Sebagai orang kepercayaan Reval sekaligus penguasa wilayah selatan, Fero bukan tipe pria yang mudah menunjukkan kegelisahan. Namun kali ini, ada sesuatu dalam tatapan matanya yang membuat Reval langsung menyadari bahwa laporan yang akan disampaikan bukan sekadar rutinitas.

"Tuan." Fero menundukkan kepala.

Reval berjalan menuju kursi utama."Duduk."

Bersambung ….

1
Sri Yatun
semoga bisa ngomong setelah ada pergerakan penyerangan atau sudah d mulai dan berakhir dia baru sadar bahwa teman teman nya sudah kalah dan Reval terluka parah kalah
Fahmi Ardiansyah
semoga yg lain gak mengetahuinya klu jenara masuk ke ruang kerja.
Fahmi Ardiansyah
jgn sampai reon di bawa ke markas bisa bahaya tu.semiga bian n Reno bisa atasi ni wanit
Sri Yatun
semoga kakek Arga tidak menaruh curiga y,, biar jenara lolos
Sri Yatun
aduh kalo sampai d bawa bakal celaka semuanya, semoga loren jg lengah biar bisa d pukul dri belakang biar pingsan barengan
Fahmi Ardiansyah
bagus jenara semoga kau bisa merahasiakan tentang dhana
Fahmi Ardiansyah
iya katakan iya tpi bilng sama jenara jgn sampai memberitahu reval
Fahmi Ardiansyah
iya karna bawaan bayinya jadi jenara sellu bertanya tentang dhana.coba klu kmu yg jdi ayahnya pasti jenara n bayinya tambah sayang sama kmu.
Fahmi Ardiansyah
Thor buat Dhana seakan 2 masih membela Reval supaya Dhana TDK di curigai n secara langsung bisa selamatin jenara n bayinya.
Fahmi Ardiansyah
Waaah mereka cepat sekali menyerang Reval apakah jenara bisa di selamatkan atau tidak ya semoga dhana bisa berakting untuk membawa jenara pergi.
Fahmi Ardiansyah
semua pasti berjln sesuai rencana.dhana pasti berhasil melindungi jenara n anaknya.
Sri Yatun
jangan sampai gagal kalo gagal kasian Dhana sudah berusaha 4 th g ada hasil syukur syukur Revan meninggal atau cacat lah klan nya berpecah belah
Fahmi Ardiansyah
ya Krn Dhana sangat mengkhawatirkan jenara n bayinya.krn jenara hanya di manfaatin aja
Fahmi Ardiansyah
oooh Dhana benar benar mau mengambil jenara dari tangan Reval Krn jenara pantas bersanding dgn dhana.
Fahmi Ardiansyah
mereka pasti bersiap akan menyerang org itu n aku kira org itu Erlangga yg ingin menangani langsung.
Fahmi Ardiansyah
asal kamu tau klu reon bisa juga tertangkap oleh zion teman Dhana Krn coba2 melaporkan Dhana tentang identitasnya.
Fahmi Ardiansyah
👍👍👍👍 benar benar thenest kak author yg bikin cerita bikin pembacanya dah Dig dug.aku kira mereka di suruh Reval untuk membunuhnya eee trnyata teman pembasmi n pemberantas jual barang elegal 💪💪💪 terus kalian pasti berhasil.
Sri Yatun
wah pasti si siapa y yg menyamar JD tukang kafe,yg sllu dana datangin lupa namanya pasti dia
Fahmi Ardiansyah
empat orang itu berarti org itu empat sekawan pengawal Reval tu pasti
Fahmi Ardiansyah
kira kira kejutan apa ya yg di maksud argan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!