Ini adalah sequel dari que sera sera ya...
Cerita tentang Nikolai Gregori Romanov. Sang playboy sejati yang tidak ingin terikat hubungan apapun dengan wanita. Petualangan cintanya masih terus berlanjut meskipun sang sahabat James dan Alex sudah menikah dan memiliki anak.
Xena Galanis, gadis 26 tahun keturunan Yunani. Merantau sendirian di kota Moskow yang besar. Xena berasal dari keluarga broken home. Ayah dan ibunya bercerai sejak usianya masih kecil dan mereka sudah menikah lagi dan memiliki keluarga masing masing.
Xena menjadi asisten baru Nik di perusahaannya karena rekomendasi dari temannya. Bagaimana kisah cinta mereka?
Sesuai komitmen author di awal. Novel author minim konflik dan simple ya guysss..😁 Dan episode ga panjang panjang amat...
Kalau yang sudah baca novel author memang semua konflik hampir sama. Author ga pernah kasih konflik KDRT dan perselingkuhan karena perselingkuhan dan KDRT itu sesuatu yang komplek dan biasanya ujungnya sad ending...
Perselingkuhan dan KDRT itu karakter dan watak yang sangat susah diperbaiki..jadi author skip bagian itu..ingat ya..takdir novel ada di tangan author..wkwkwkwk
Sekali lagi jangan mengharapkan konflik yang berat di novel otor ya..dipastikan ga ada.. silahkan ke lapak sebelah kalau mau konflik berat..
ig Author @zarin.violetta
(Sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#12
Setelah dirasa cukup, Nik memulai permainan intinya. Nik berusaha memasukkan kejantanannya ke pusat inti Xena. Hal yang sedikit susah dilakukannya karena ini juga yang pertama bagi Nik bermain dengan seorang wanita yang masih perawan. Nik selalu menggunakan pengaman jika berhubungan ***, termasuk dengan Xena saat ini.
Tak berapa lama akhirnya Nik berhasil melakukannya. Xena mencengkeram bahu lebar Nik karena ada rasa sakit di area sensitifnya.
"Apakah sakit?", bisik Nik.
Xena hanya mengangguk dan menggigit bibirnya.
Nik melakukannya dengan sangat perlahan. Dia mulai menggerakkan pinggulnya. Semakin lama Xena mulai menikmati irama permainannya.
Tetapi Nik tetap melakukannya dengan lembut. Dia tidak ingin membuat Xena terlalu sakit.
"Apakah masih sakit?", tanya Nik lirih sembari mencium leher Xena.
"Sedikit", bisik Xena.
Beberapa menit kemudian, Nik mulai sedikit mempercepat gerakannya.
"Can I?" , tanya Nik ketika ingin mempercepat gerakannya karena dirinya sudah akan mencapai puncaknya.
Xena mengangguk.
Nik memang sengaja tidak terlalu lama bercinta dengan Xena agar Xena tidak terlalu merasakan sakit untuk yang pertama kalinya.
Nik mencium bibir Xena dan tangannya meremas bokong Xena yang padat. Kemudian Nik mulai menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan akhirnya mereka berdua menyelesaikannya dengan sama sama mencapai puncak kenikmatan.
"Aaahh....Nik..sepertinya aku akan ketagihan", desah Xena.
Nik mencium kening Xena dan bibirnya setelah selesai melakukannya. Nik melepaskannya dan melihat darah di kain spreinya yang berwarna putih.
Nik membuka pelindungnya kemudian membuangnya. Lalu Nik menggendong Xena ke kamar mandi. Nik tahu bahwa Xena pasti akan sedikit kesusahan berjalan setelah Nik mengambil keperawanannya.
Nik mengisi bathtub dengan air hangat agar Xena dan dirinya bisa berendam.
Xena menyandar didada bidang Nik yang ada dibelakangnya.
"Apakah masih sakit?", tanya Nik.
"Sedikit perih", jawab Xena.
"Sorry", Nik mencium tengkuk leher Xena.
Xena memegang tangan Nik yang memeluk perutnya yang rata.
"Bisakah kita menyimpan hal ini untuk diri kita saja Nik?aku tidak ingin ada yang berubah diantara kita setelah apa yang kita lakukan", kata Xena.
"Hmm...ini rahasia kita", kata Nik dan memeluk Xena semakin erat.
Nik mencoba menjalani hubungan ini dengan Xena. Bukankah dia juga menginginkan hubungan yang tidak mengikat seperti ini?
Keesokan harinya Xena sudah berkutat dengan berkas berkas dokumen. Nik juga ikut membantu dan memeriksanya. Nik melihat Xena sebagai wanita yang sangat bertanggung jawab dan cekatan dalam pekerjaannya.
"Xena..kita makan siang dulu", kata Nik pada Xena yang masih sibuk didepan laptopnya.
Xena memakai kacamatanya yang membuatnya terlihat semakin serius.
"Wait..sebentar lagi akan selesai", kata Xena.
"Xena..ini sudah jam 1 siang", lanjut Nik.
Nik sudah memesan makanan di restoran seberang dan mereka sudah menyiapkannya di meja makannya.
"Just a minute Nik", kata Xena kekeh.
Nik mencoba menunggu tetapi sampai 15 menit kemudian Xena tetap setia didepan laptopnya.
"Oh God", kata Nik lalu beranjak dari sofa lalu menggendong Xena dan membawanya ke ruang makan.
"Niikkk...tinggal sedikit lagi", protes Xena.
"Kau mengatakannya sejak tadi sayang..dan kau akan terus mengatakannya meskipun sudah lewat sejam", kata Nik.
Xena melepas kaca matanya lalu melihat makanan didepannya yang terlihat lezat.
"Sepertinya ini sangat enak", kata Xena dan langsung melahapnya.
Nik tersenyum melihat Xena yang selalu lahap makan. Merekapun makan siang sembari mengobrol topik ringan yang membuat Nik menikmati momen ini.
Xena wanita yang pintar dan wawasannya sangat luas. Apalagi dirinya sudah pernah tinggal di beberaoa negara. Dan Nik suka mendengarkan cerita yang keluar dari mulut Xena.