NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Pernikahan yang Tak Pernah Kupilih

Aynara menenteng dua kantong berisi sayuran yang baru dibelinya dari pasar sore di perempatan jalan. "Caca, bantu Kakak bawa kantong satunya, dong."

Di sebelahnya, Caca berjalan santai sambil menikmati jajanan yang baru dibelinya. "Aku lagi makan kue." Ia bahkan tidak melirik kantong belanjaan yang dibawa Aynara. "Kakak bawa aja sendiri," katanya ringan.

Aynara menggeleng pelan. "Makan nyampek rumah aja, Ca. Lagian, gak bagus makan sambil jalan. Kita ini manusia, punya adab dan sopan santun. Gak elok meniru cara makhluk lain yang derajatnya lebih rendah dari kita."

Caca langsung berhenti mengunyah. Dahinya berkerut. "Kakak nyamain aku sama hewan?"

"Bukan begitu maksud Kakak—"

"Awas, ya! Aku aduin ke Ibu kalau Kakak ngomong begitu lagi."

Caca mendengus, lalu kembali menyantap kuenya dengan wajah kesal.

Aynara hanya bisa menghela napas panjang. Niatnya menasihati, tetapi entah bagaimana Caca selalu berhasil mengubah nasihat sederhana menjadi sebuah pertengkaran.

Sejak kecil, Caca memang selalu dimanjakan. Berbeda dengannya, hampir semua pekerjaan rumah dibebankan kepadanya. Ayahnya terkadang membela, tetapi pada akhirnya tetap sama. Jayadi terlalu enggan berdebat dengan Cepi.

Aynara menoleh sekilas ketika sebuah mobil hitam melintas dari arah berlawanan.

Caca ikut memerhatikan mobil itu sampai menghilang di ujung jalan. "Orang kaya dari mana tuh?" gumamnya.

Aynara tidak menanggapi. Ia hanya ingin segera sampai di rumah karena kedua tangannya mulai terasa pegal.

Setibanya di rumah, Aynara langsung menyusun sayuran ke dalam kulkas. Sementara itu, Caca duduk di kursi meja makan sambil menikmati jajanan dan sibuk menggulir layar ponselnya.

"Nara," panggil Jayadi.

Aynara yang baru saja selesai menyusun sayuran dan menutup pintu kulkas menoleh. "Iya, Yah?"

"Ada yang mau Ayah bicarakan." Tanpa menunggu jawaban, Jayadi berbalik menuju ruang keluarga.

Aynara terdiam sesaat sebelum akhirnya mengikuti.

Caca yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya mengernyitkan dahi. "Serius amat."

Rasa penasarannya muncul, ia pun ikut menyusul.

Di ruang keluarga, Cepi sudah duduk di sofa bersama Jayadi.

Aynara mengambil tempat di hadapan ayahnya, sedangkan Caca duduk di samping Cepi.

"Ada apa, Yah?" Aynara bisa melihat keseriusan di wajah ayahnya dan ibu tirinya.

Tanpa basa-basi Jayadi berkata, "Kamu akan menikah."

Aynara malah tersenyum kecil, ia mengira ayahnya sedang bercanda. "Menikah dengan siapa?"

Jayadi menatap putri sulungnya lurus. "Dengan cucu Pak Wicaksono."

Senyum di wajah Aynara langsung menghilang. Setahunya, Wicaksono adalah sahabat mendiang kakeknya. Dan satu-satunya cucu Wicaksono yang ia ketahui adalah Aksa Wicaksono.

Aksa.

Ketika masih kecil, Aynara beberapa kali bertemu dengannya. Bocah itu sudah menunjukkan sifat sombong dan angkuh sejak dulu.

"Aku gak mau nikah sama cucu Kakek Wicaksono, Yah," kata Aynara dengan nada suara Aynara tegas.

Masalahnya bukan sekadar ia tidak menyukai Aksa. Ada seseorang yang sudah lebih dulu mengisi hatinya. Langlang.

"Suka atau tidak suka, kamu harus menerima pernikahan ini, Nara." Suara Jayadi terdengar berat ketika mengatakannya. "Pak Wicaksono datang untuk menagih janji. Bukan melamar."

Mata Aynara membulat. "Janji pernikahan? Kenapa aku gak pernah tahu soal itu?"

"Justru karena kamu gak tahu," tegas Jayadi. "Sekarang kamu tinggal menjalankannya."

Cepi langsung menyela dengan santai. "Yang bikin janji itu kakekmu. Jadi, ya, jalanin aja. Gak usah banyak drama."

Aynara mengepalkan tangannya. "Aku sudah punya orang yang aku cintai."

"Langlang?" tanya Cepi sinis.

Aynara mengangguk. "Aku mencintainya."

Cepi terkekeh. "Dia bahkan belum punya pekerjaan tetap. Kamu mau nikah sama pengangguran?"

"Dia sedang berusaha," tegas Aynara.

"Berusaha?" Nada suara Cepi semakin merendahkan. "Menikah itu bukan cuma modal cinta. Kamu pikir kalian bisa kenyang kalau makan cinta? Bisa beli barang di pasar atau minimarket pakai cinta?"

Caca yang sejak tadi mengunyah jajanan terkekeh. "Kere aja dicintai."

Gumamannya memang pelan, tetapi cukup jelas untuk didengar.

Aynara menoleh kepada adiknya. Namun, sebelum sempat mengatakan sesuatu, suara Jayadi lebih dulu terdengar.

"Nara, dengarkan Ibumu. Keluarga Wicaksono bukan keluarga sembarangan."

Aynara menatap ayahnya tidak percaya. "Tapi, Yah—"

"Ini bukan cuma janji di mulut." Jayadi mengambil sebuah map dari meja dan meletakkannya di hadapan Aynara. "Kakekmu dan Pak Wicaksono punya perjanjian hitam di atas putih. Mereka sepakat akan menikahkan cucu mereka. Kalau salah satu pihak mengingkari kesepakatan, ada denda yang harus dibayar."

Aynara mengambil dokumen tersebut. Matanya bergerak membaca setiap kalimat, sampai akhirnya berhenti pada satu angka.

Rp5.000.000.000.

Napas Aynara tercekat. Lima miliar rupiah. Jumlah itu bahkan sulit dibayangkan Aynara, apalagi harus dibayar oleh keluarganya. Aynara perlahan meletakkan dokumen itu di atas meja. "Jadi..."

Suaranya bergetar. "Kalau pernikahan ini dibatalkan, keluarga kita benar-benar gak sanggup membayar dendanya?"

Jayadi mengangguk pelan.

Aynara menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya. "Jadi karena Ayah gak punya uang, aku yang harus membayar dengan hidupku?"

Ruangan seketika hening.

Cepi langsung menyahut, "Kamu mau keluarga kita membayar lima miliar dan hidup jadi gelandangan?"

Aynara terdiam. Tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang membelanya.

Ia mencintai Langlang. Namun, ia juga sadar keadaan keluarga pria itu tidak jauh berbeda dengan keluarganya. Langlang bahkan belum memiliki pekerjaan tetap dan masih berusaha mencari pekerjaan, sama seperti dirinya.

Kalau ia menceritakan masalah ini kepadanya, apa yang bisa Langlang lakukan?Datang dan melawan keluarga Wicaksono?Membayar denda lima miliar?

Tidak mungkin.

Namun, meskipun tahu Langlang tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini, Aynara tetap tidak sanggup menyembunyikannya.

Setidaknya, Langlang berhak tahu bahwa wanita yang dicintainya sedang dipaksa menikah dengan pria lain.

"Aku akan bicara dengan Langlang dulu," kata Aynara.

"Kita gak punya banyak waktu," ujar Jayadi.

Aynara menatap ayahnya. "Maksud Ayah?"

Jayadi menjawab dengan suara datar. "Besok kamu nikah."

"Apa?!" Aynara refleks berdiri dari duduknya. Matanya membesar. "Ayah bercanda?"

Jayadi menggeleng. "Semua sudah disiapkan Pak Wicaksono. Katanya, nanti akan ada barang-barang yang diantarkan untuk keperluan acara besok. Kita juga akan dijemput menuju lokasi pernikahan."

Aynara terdiam. Besok. Ia bahkan belum sempat menerima kenyataan bahwa dirinya akan menikah karena perjodohan. Kini, ia bahkan tidak diberi waktu untuk mempersiapkan apa pun.

Bukan hanya gaun atau pesta, bahkan hatinya pun belum siap menjadi seorang istri.

 

...🔸🔸🔸...

..."Tidak semua pilihan dalam hidup lahir dari keinginan. Namun, ketika keadaan memaksa kita memilih, jangan sampai penderitaan membuat kita kehilangan harga diri."...

..."Cinta mengajarkan kita untuk memilih dengan hati, tetapi hidup terkadang memaksa kita memilih dengan keadaan."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Siti Jumiati
semangat Aynara kamu pasti bisa💪💪💪
Fadillah Ahmad
Sudah jelas bukan? Kenapa Langlang terus mendekati Aynara? 😂😂😂 Jawabannya hanya satu ysitu 'CANTIK' dah itu saja. Itu alasan utama Langlang sebenarnya. 😂😂😂
asih
wkwkwk diam² memerhatikan jangan tarik omonganmu ya aksa 🤣🤣🤣

kamu ketinggalan berita sendiri mama sudah tahu kalau istrimu sangat cantik jangan terpesona loh Dan diam² kamu jadi stalker
Fadillah Ahmad
Nih ya, aku kasih tau. Laki-laki itu, yang di lihat dari perempuan itu, adalah Cantik atau tidaknya. Di Usia 20an, Laki-laki melihat Petempuan itu, dari Cantik tidaknya tuh Perempuan. Di Usia 30an, 40an atau bahkan 60an sekalipun, penilaian laki-laki itu tetap sama. Cantik Cantik dan, Cantik! Tidak akan pernah berubah. 😂😂😂 Ini pandangan aku sebagsi laki-laki loh. Penilaian kami, laki-laki tetap sama
'CANTIK' udah itu saja. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Kan aku sudaj pernah bilang kan, Cinta otu bisa di pupuk kok. 😂😂😂 Kamu-nya saja yang terlalu berlebihan. Kayak nggk afa saja, pria lain. 😂😂😂 Cinta itu, midah datang, mudah juga pergi. Tergantung kitanya saja sih... 😂😂😂
Eka Burjo
Mama Asti: Ngapain kamu kesini?
Aksa. : Mama ngapain ?
Mama Asti: Makan siang sama mantu Mama lah.
😂🤭
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Mereka memang mempunyai hubungan Riva. Hubungan Pernikahsn tau... 😂😂😂
Rahma
makin seru makin menarik, up lg dong ka nana
Fadillah Ahmad
Aynara bobok bersamanya nanti. Bukan sama Aksa. Melainkan Sama Regan. Pembelot dari Organisasi Kriminal. 😂😂😂 Sama Regan nanti, Aynara bobok besamanya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dan... Yang kau ajak bicara sekarang itu, kini adalah Istri CEO tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia adalah Istrimu sendiri tau... 😂😂😂 Kenapa? Kau terpesona ya? ha? Kau mau menjilat ludahmu sendiri? h Cuih! Sampah Kau Aksa! 🤬🤬🤬
Fitra Sari
lanjut KK 🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wajar sajalah, Kata-katami ke ibumu waktu itu tentang Aynara, sangat menyakiti hatinya tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah itu! Di s8tulah kesombongan kau itu Aksa! 😂😂😂 Kau menganggap, kalau perempuan tersebut akan terpesona sama kau! 😂😂😂 Di situlah Kesombongan kau itu tau! 🤬🤬🤬
Marsiyah Minardi
Wahhh pertemuan tak terduga Aynara ,Bu Asti ,Aksa
Akan kah Aksa kian penasaran atau malah Aynara ngajak berantem lagi ke Aksa ?
Anitha
menarik,Aksa selamat kamu akan jatuh cinta sama istrimu sendiri🤣Pak Gunadi ingin sekali menertaeakanmu yang tidak mengeli istri sendiri...
Anitha
Pak Gunadi awasi Lang-Lang yaa takut berbuat macam² sama Nyonya Mudamu,dan awasi juga Nara jika ada orang yang tidak suka Nara,bisa di tegor,,Aksa baguslah tidak mengenali istrinya🤣
Cicih Sophiana
mungkin itu sebuah takdir... qta menginginkan menjauh tp tdk bisa... qta sdh berusaha menjauh tetap tdk bisa juga..
Kadek Sri
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!