NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbukanya Topi Jerami dan Duel Bintang Nirwana

​Atmosfer kawah raksasa Arena Utama Kota Teratai Hitam terasa kian mendidih. Asap tipis dari kembang api sihir masih melayang di udara, tetapi perhatian setengah juta pasang mata kini tertuju sepenuhnya ke tengah lapangan pualam.

​Petugas arena melangkah maju, mengangkat bejana perunggu berisi delapan pelat kayu yang telah dikocok secara acak. Dengan suara menggelegar yang diperkuat oleh array pengeras suara, Sang Pembawa Acara mengumumkan hasil pengundian bagan resmi Babak Delapan Besar.

​"Partai Pertama: Pangeran Es melawan Feng Wu dari Sekte Awan!"

​"Partai Kedua: Lu Tian dari Sekte Pedang Langit melawan Lin Chen dari Klan Lin!"

​Nama-nama teratas bertabrakan dalam satu bagan yang teramat panas. Namun, sorotan utama arena langsung tertambat pada Partai Pertama dan Partai Kedua. Bagan turnamen menampakkan garis lurus yang tak terelakkan: jika Pangeran Es dan Lu Tian memenangkan partai masing-masing, keduanya akan saling bantai di babak semifinal!

​Hu Jin melangkah santai menuju tengah panggung utama. Di seberangnya, Feng Wu—murid jenius nomor dua Sekte Awan yang menguasai Jurus Pedang Bayangan Angin—telah berdiri dengan pedang tipis yang memancarkan pendar hijau tajam.

​Melalui pertarungan adu kecepatan yang sengit dan memukau penonton, Feng Wu mencoba mengepung Hu Jin dengan belasan ilusi bayangan angin. Namun, hanya dengan satu kibasan setengah bilah Pedang Hitam Kuno yang dilapisi energi es murni, Hu Jin berhasil menyapu bersih pertahanan musuh dan mengamankan kemenangan di Partai Pertama!

​Tak lama berselang, Partai Kedua dimulai.

​Lu Tian, pemegang bakat mitologi Tubuh Pedang Sembilan Nirwana, melangkah ke panggung dengan keangkuhan tiada tanding. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu menit, Lu Tian memamerkan kekejamannya. Pedang spiritualnya menembus bahu lawannya, menghempaskannya keluar panggung dengan luka yang mengerikan.

​Di Tribun VIP, para tetua Sekte Pedang Langit tertawa bangga, mengelus dada mereka dengan kepala terangkat tinggi. "Hahaha! Lihatlah keagungan murid utama sekte kita! Tubuh Pedang Sembilan Nirwana milik Lu Tian benar-benar tak tertandingi oleh siapa pun!"

​Dengan hasil tersebut, takdir pertandingan terwujud. Babak Semifinal Pertama yang paling ditunggu-tunggu resmi menyajikan Pertemuan Dua Puncak: Pangeran Es melawan Lu Tian!

​BUMMM

​Saat kedua pendekar muda itu kembali melangkah menaiki panggung pualam utama untuk memulai semifinal, keheningan magis mendadak melingkupi tribun.

​Hu Jin berjalan perlahan ke tengah arena. Di bawah terpaan sinar matahari sore yang memancar keemasan, ia mengangkat tangannya dan secara perlahan melepaskan topi jeraminya.

​Ia meletakkan topi jerami itu dengan rapi di tepi garis panggung batu—sebuah pertanda mutlak bahwa ia tidak akan lagi bermain-main.

​Begitu topi jerami itu dilepas, rambut hitam panjang Hu Jin terurai halus ditiup angin sore, membingkai garis wajahnya yang tegas, tampan luar biasa, dan memancarkan wibawa kaisar yang teramat agung. Tatapan mata hitamnya yang jernih memancarkan kilatan emas dingin yang sanggup membekukan jiwa siapa pun yang menatapnya.

​Pemandangan tersebut membuat seluruh arena menahan napas. Ribuan penonton wanita di tribun—mulai dari murid sekte hingga anak-anak klan kaya—terpukau seketika, membelalakkan mata dengan dada berdebar kencang. Ketampanan dan keagungan aura yang memancar dari diri Hu Jin saat ini begitu sempurna, jauh melampaui gambaran para pangeran di benua mana pun.

​Bahkan di tribun Sekte Awan, Su Qing'er tertegun sejenak. Mata indahnya berbinar terang menatap profil wajah Hu Jin. Ada kilatan ketakjuban yang mendalam di dadanya saat melihat bagaimana pemuda yang semalam mengobrol santai dengannya kini berdiri bagaikan dewa pedang abadi di tengah arena.

​"Cahaya keagungan ini..." gumam Su Qing'er pelan, tersenyum sangat anggun. "Kau benar-benar menyembunyikan wujud aslimu, Hu Jin."

​Di tengah panggung, Lu Tian menatap ketampanan dan keagungan aura Hu Jin dengan rasa dengki dan amarah yang membakar dadanya.

​"Bocah gembel!" bentak Lu Tian murka, mencabut pedang spiritual berukir naganya. "Kau pikir dengan memamerkan wajah dan aura es murahanmu itu kau bisa menakutiku?! Di hadapan Tubuh Pedang Sembilan Nirwana, kau hanyalah serangga yang siap kuhancurkan!"

​Lu Tian menghentakkan kakinya ke tanah pualam!

​RUMBLEEEEE

​Tekanan Qi Ranah Inti Jiwa Tahap Awal (Early-Stage Soul Core) meledak dahsyat dari tubuh Lu Tian! Di belakang punggungnya, udara terbelah, memunculkan Sembilan Bayangan Pedang Emas Raksasa yang memancarkan pendar Nirwana abadi. Cahaya pedang itu begitu menyilaukan, membuat lantai arena meretak dan atmosfer sekitarnya bergetar hebat.

​Para tetua Sekte Pedang Langit di Tribun VIP berdiri dengan senyuman puas dan bangga. "Luar biasa! Lu Tian telah mengerahkan wujud penuh Tubuh Pedang Sembilan Nirwana! Bocah bertopi jerami itu dipastikan akan hancur lebur!"

​"Sembilan Pedang Nirwana: Tarian Bintang Emas!" teriak Lu Tian.

​WUUUSH WUUUSH WUUUSH

​Sembilan pedang raksasa itu membelah udara, bergerak cepat membentuk jaring tebasan tak berujung dari sembilan sudut yang berbeda! Serangan cepat ini langsung mengurung Hu Jin di pusat badai tebasan emas.

​Hu Jin menarik sepenuhnya Pedang Hitam Kuno dari punggungnya. Untuk pertama kalinya, ia bertarung secara terbuka dengan pedang penuh!

​TRANG TRANG TRANG

​Bentrokan senjata dan energi beruntun membakar angkasa! Percikan api emas dan kristal es beterbangan liar menghantam dinding pelindung arena. Lu Tian memanfaatkan kelincahan Tubuh Pedang Sembilan Nirwana untuk menekan Hu Jin secara konstan, mengayunkan belasan tebasan beruntun yang sanggup merobohkan benteng batu.

​Hu Jin melangkah mundur secara taktis, memblokir dan menangkis setiap sabetan pedang Lu Tian dengan ketepatan sempurna. Gesekan energi es abadi milik Hu Jin menahan benturan panas dari pedang Nirwana, membuat panggung pualam retak dan bergetar hebat dalam adu jurus tingkat tinggi yang memukau setengah juta penonton!

​Penonton bersorak histeris menyaksikan duel sengit tersebut. Kecepatan dan pertukaran jurus terjadi begitu intens selama belasan putaran tanpa ada yang mau mengalah sedikit pun.

​"Kau tidak bisa bertahan selamanya, Bocah!" geram Lu Tian yang mulai murka karena serangannya selalu dapat diredam.

​Lu Tian melompat tinggi ke udara, mengumpulkan seluruh aliran Qi dalam meridiannya hingga kapasitas maksimal. Sembilan pedang raksasa di belakang punggungnya mendadak menyatu, membengkak menjadi satu Pedang Emas Raksasa Nirwana berukuran puluhan meter yang memancarkan hawa pembantaian yang teramat mengerikan!

​"Jurus Pamungkas Nirwana: Membelah Langit dan Bumi!" teriak Lu Tian histeris dari atas angkasa, mengayunkan pedang raksasa itu lurus menembus awan menuju kepala Hu Jin!

​Tekanan udara di seluruh kawah arena merosot tajam! Dinding pelindung array di sekeliling panggung bahkan mulai meretak akibat beban energi raksasa tersebut. Para tetua Sekte Pedang Langit tertawa gembira, yakin bahwa ini adalah akhir dari sang kuda hitam.

​Namun, di bawah bayang-bayang pedang raksasa yang siap menghancurkan panggung itu, Hu Jin berdiri memegang Pedang Hitam Kuno dengan kedua tangannya.

​Wajah tampannya tetap tenang tanpa setetes pun rasa takut. Cahaya keemasan Tulang Kaisar dan embun es di Dantian-nya mulai berputar liar di bawah permukaan kulitnya.

​Hu Jin menyipitkan matanya, mengangkat Pedang Hitam Kuno secara perlahan, bersiap membalas tebasan terhebat Lu Tian dengan kekuatan sejati yang belum pernah disaksikan oleh siapa pun di benua ini!

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!