NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NERAKA BERSAMPUL SURGA.

Kediaman utama keluarga besar Zimraan berdiri megah di atas lahan berhektar-hektar dengan gaya arsitektur klasik Eropa. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya keemasan. Namun, kehangatan cahaya itu tak sanggup mengikis atmosfer mencekam yang menyelimuti meja makan panjang di ruang utama.

Sejak pertama kali langkah kaki Inayah menginjakkan lantai marmer rumah tersebut sambil mendorong kursi roda Abiyan, puluhan pasang mata langsung tertuju padanya.

Hanya Kakek dan Nenek Abiyan, pasangan sepuh yang duduk di ujung meja, yang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman hangat dan binar mata penuh kasih. Selebihnya? Suasana berubah bagaikan medan perang yang dingin.

Abraham, ayah kandung Abiyan, duduk tegap dengan raut wajah kaku. Di sisinya, Lusi, ibu tiri Abiyan, memasang senyum manis yang dipaksakan. Dua anak kandung Lusi, Gilang dan Riska, menatap Abiyan dan Inayah dengan tatapan meremehkan. Tak ketinggalan jajaran paman dan tante Abiyan: Tante Mona, Tante Dona, Tante Jessika, serta Paman Robiy, Paman Radza, dan Paman Setiawan. Mereka semua memasang wajah penuh cemooh dan intimidasi yang amat menyeramkan.

"Jadi, ini wanita yang kamu nikahi secara mendadak, Abiyan?" ujar Tante Mona, membuka percakapan dengan nada suara tinggi yang tajam. Matanya meneliti gaun dan penampilan Inayah dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Cantik sih... tapi ya maklum, zaman sekarang wanita mana yang tidak mau menerima pria cacat kalau imbalannya harta berlimpah?"

Kekehan sinis langsung menyahut dari sudut meja. Tante Jessika ikut menimpali sambil menyesap anggurnya. "Benar sekali, Mona. Zaman sekarang cinta tulus itu langka. Kalau bukan karena nama besar Zimraan dan fasilitas mewahnya, mana ada gadis muda yang sudi mengurus pria di atas kursi roda?"

Di tempatnya berdiri, jemari Inayah yang menggenggam erat pegangan kursi roda Abiyan mendadak dingin.

Detik itu juga, sebuah pemahaman besar menghantam kesadaran Inayah. Otak cerdasnya langsung menghubungkan setiap titik rahasia yang selama ini menyelimuti suaminya.

Inayah kini akhirnya paham. Ia paham mengapa Abiyan rela berpura-pura lumpuh di depan publik. Ia paham mengapa Abiyan lebih suka menyendiri di tepi pantai yang sepi dengan raut wajah amat sedihl. Pria ini tidak sedang melarikan diri dari fisik yang lemah, melainkan melarikan diri dari keluarga monster yang berhati busuk ini!

Niat awal Inayah yang tadinya ingin membuat onar dan mengacaukan acara makan malam formal ini seketika menguap tanpa sisa. Rasa jengkelnya pada Abiyan berganti menjadi empati yang amat dalam dan rasa panas yang membakar dadanya. Inayah memutuskan untuk diam sejenak, mengamati setiap kepingan drama busuk yang tersaji di depan matanya.

Ia menelusuri satu per satu tabiat keluarga besar Zimraan.

Lusi, sang ibu tiri, mulai memainkan peran topeng emasnya. Dengan suara lembut yang dibuat-buat, dan menatap lembut Abiyan. "Abiyan sayang... Ibu senang sekali kamu akhirnya menikah. Walaupun keterbatasan fisikmu membuatmu tidak bisa memberikan keturunan secara normal seperti Gilang, Ibu tetap bangga padamu. Gilang kemarin baru saja memenangkan tender proyek baru, Bi. Dia memang sangat mirip dengan Ayahmu yang tangguh."

Sebuah pujian yang dibungkus rapi untuk menjatuhkan mental Abiyan, lalu membanggakan anak kandungnya sendiri.

Abiyan hanya diam. Pria itu menatap lurus ke depan dengan pandangan datar, seolah sudah kebal dan tidak peduli lagi dengan racun yang disebarkan keluarganya.

Melihat Abiyan diam, para paman dan tante semakin menjadi-jadi. Paman Robiy dan Paman Setiawan saling melempar sindiran tajam, berpura-pura menanyakan kesehatan kaki Abiyan hanya untuk mempertegas "kecacatan" keponakan mereka di depan Kakek. Namun di saat yang sama, mereka tetap berusaha menjilat dan mencari muka pada Abiyan, mengingat dialah pemegang saham terbesar yang mengendalikan napas finansial seluruh anggota keluarga di meja itu.

"Tapi ya tetap saja," celetuk Riska, adik tiri Abiyan, sambil melirik Inayah penuh rasa iri. "Kakek harus periksa latar belakang wanita ini. Kita tidak tahu asal-usulnya. Jangan-jangan dia cuma wanita oportunis yang memanfaatkan kondisi Mas Abiyan yang tidak berdaya ini!"

"Betul!" sahut Tante Dona cepat. "Mana ada kasih sayang tulus di zaman sekarang? Semuanya demi uang!"

Hinaan, sindiran, dan tuduhan keji terus berhamburan menghantam Abiyan dan Inayah. Masing-masing dari mereka berlomba-lomba melempar racun verbal sambil menyantap makanan mewah di atas meja.

Dada Inayah naik turun tak beraturan. Napasnya memburu kencang. Tangannya di balik gaun sudah mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang sejak tadi ia tahan di batas ubun-ubun akhirnya meledak sempurna!

TAK!

Inayah memukul meja makan kayu jati itu dengan telapak tangannya kencang-kencang!

PRANG!

Suara dentangan alat makan yang bergetar hebat menghentikan seluruh percakapan. Suasana ruangan seketika hening mencekat. Puluhan pasang mata menatap Inayah dengan raut kaget dan tidak percaya.

Inayah maju satu langkah, berdiri tegap membusungkan dada di samping kursi roda Abiyan. Matanya menyala-nyala dipenuhi kobaran api kemarahan.

"Keluarga macam apa kalian ini?!" teriak Inayah dengan suara lantam, lantang, dan menggelegar memenuhi seluruh sudut ruangan.

Tidak ada satu pun yang berani menyela. Keberanian dan aura kejam yang dipancarkan gadis mungil itu seolah merampas napas mereka, meretakkan topeng-topeng palsu yang mereka kenakan.

"Kalian ini orang tua, saudara, tapi kerjaannya cuma mematahkan hati orang yang mengalirkan darah yang sama!" cecar Inayah dengan mata memelotot lebar, menunjuk satu per satu wajah para tante dan pamannya. "Padahal kata orang darah itu lebih kental dari air! Tapi kalian sama sekali tidak punya keprimanusiaan, apalagi keprikeluargaan!"

Lusi mencoba membuka mulut. "Inayah, jaga bicaramu..."

"Tutup mulut Ibu!" bentak Inayah tanpa rasa takut sedikit pun, membuat Lusi tersentak kaget dan bungkam seketika.

"Kalian semua ini kaya! Cantik! Tampan! Punya perhiasan dan baju mahal!" seru Inayah penuh penekanan yang menusuk kalbu. "Tapi hati kalian bobrok alias busuk! Tidak ada satu pun dari kalian yang pantas disebut sebagai keluarga!"

Seluruh anggota keluarga Zimraan terpelongo total. Mereka membatu di kursi masing-masing, seolah terhipnotis oleh gertakan lantam wanita muda yang baru saja memasuki silsilah keluarga mereka. Tak ada satu pun paman, tante, atau saudara tiri yang berani membalas gertakan Inayah.

Setelah meluapkan seluruh amarahnya yang membara hingga napasnya terengah-engah, Inayah tanpa ragu merebut gelas anggur yang sedang dipegang oleh Abiyan, lalu meletakkannya kembali ke atas meja dengan dentuman keras!

ThANG!

Tanpa membuang waktu, Inayah meraih dua pegangan kursi roda Abiyan kencang-kencang.

"Ayo, Mas Biyan! Kita pergi dari neraka yang bersampul surga ini!" tegas Inayah penuh dominasi.

Inayah memutar kursi roda Abiyan dengan cepat, lalu mendorongnya langkah demi langkah membelakangi meja makan penuh manusia berhati racun itu. Ia berjalan tegap, dagunya terangkat tinggi, dan sama sekali tak menoleh lagi ke belakang.

Di atas kursi rodanya, sudut bibir Abiyan terangkat tipis. Sebuah senyuman hangat dan bangga terukir jelas di wajah tampannya. Hatinya yang selama bertahun-tahun beku dan kesepian mendadak hangat melihat kegarangan sang istri yang baru saja membela kehormatannya dan membungkam seluruh tetua keluarga tanpa berkutik.

Di ujung meja makan, Kakek Abiyan, pria tua yang paling disegani di keluarga itu, perlahan berdiri dari kursinya. Bukannya marah, Kakek justru menatap jajaran anak dan cucunya dengan pandangan dingin dan tajam.

"Apa yang dikatakan cucu mantuku seratus persen benar," ujar sang Kakek dengan suara berat yang penuh wibawa. "Kalian semua memang tidak pantas disebut keluarga."

Sang Kakek melirik Nenek di sampingnya, lalu meraih tangan istrinya. "Ayo, Mah. Makanan di sini sudah tercemar oleh racun. Kita makan di dalam saja."

Sang Kakek dan Nenek berjalan pergi menyusul langkah Inayah dan Abiyan, meninggalkan Lusi, Abraham, dan seluruh anggota keluarga Zimraan yang duduk membisu dalam kehampaan dan rasa malu yang amat mendalam.

1
Sribundanya Gifran
thor dmn drimu thor lanjut double up thor💪💪💪💪💪
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!