NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Misterius

"Jadi lu masuk dunia lain begitu?"

"Sepertinya iya Jo. Saat sadar tuh aku naik motor kembali dengan ketakutan, entah berapa jarak yang aku tempuh tanpa henti."

"Aneh!"

Bejo keluar, ia melihat sepeda motor yang di pakai Anton sudah tidak seperti sepeda motor lagi. Banyak lumpur, banyak ranting pohon. Hampir semua body motor pecah, benar-benar berubah semua.

Kemudian Bejo jalan lebih dekat, lalu memegang nya.

Saat Bejo memegang sepeda motornya, ia seperti di bawah dalam ketakutan yang di alami Anton. Ia melihat sosok perempuan, mahluk gaib berbadan besar dan lain sebagainya.

Namun, Bejo terfokus pada satu sosok.

Dimana sosok itu, memiliki jenggot putih, mata merah menahan amarah. Keriput di bagian mata terlihat samar-samar, sosok kakek itu memakai blangkon.

Bejo tersadar dengan napas tersengal-sengal, ia sangat kebingungan dengan apa yang di lihat.

"Sebenarnya apa tujuan mereka melakukan ini!" Bejo berkata dalam hatinya.

Kemudian Bejo kembali masuk kedalam, meninggalkan sejenak apa yang telah terjadi.

***

   Semilir angin sore merambat lambat, menyisakan gradasi kuning keemasan di ufuk barat. Udara terasa lebih dingin dari biasanya, seolah sisa-sisa dingin pagi tadi masih melekat di setiap sudut rumah. Tidak ada suara hewan satu pun, hanya kesunyian tanpa tiupan angin yang biasanya membuat dedaunan mendayu-dayu mengikuti iramanya.

Tangan kanan di balut kain kasa, 'Bejo menarik napas panjang. Ia melihat keindahan nyata dalam terbenam nya matahari, di samping kanan kiri Dinda dan Intan berdiri menemani.

"Mas!"

"Iya"

"Mama bilang, aku dan kamu segera menikah"

"Tapi kita masih terlalu muda untuk kejenjang lebih lanjut"

"Aku tau itu mas. Entah kenapa mama sangat khawatir akhir-akhir ini, jadi ia meminta aku menikah lebih cepat"

"Bagaimana dengan Dinda?"

Udara seperti terhenti, pandangan Bejo melihat pada Dinda.

"Aku ikut saja,"

"Lalu kuliah kalian bagaimana?"

"Selama satu bulan ini aku sudah berdikusi dengan Dinda, kita tetap lanjut dan nanti seminggu sekali pulang"

Bejo terdiam, ia sebenarnya sudah merencanakan itu semua. Tapi ia ingin memiliki rumah terlebih dahulu sebelum memiliki seorang istri, ia juga ingin memiliki usaha yang stabil untuk menghidupi keluarganya.

"Bukan aku tidak mau, tapi tunggu sampai rumah kita selesai"

"Kita bertunangan terlebih dahulu, nanti setelah rumah jadi mencari tanggal yang baik untuk menikah"

"Kalau itu kebahagiaan kalian aku akan melakukannya, tapi aku belum memiliki apa-apa"

"Ada kita mas, kita berjuang bersama"

Bejo menghela napas panjang, ia kembali melihat indahnya matahari terbenam. Dalam hatinya terus bergulat dengan segala beban hidupnya, apa yang di pikirkan Bejo lebih jauh.

Ia takut tak bisa menghidupi kedua istrinya, apalagi usaha yang baru di rintis belum cukup besar dan menghasilkan lebih banyak.

Dinda dan Intan, menyenderkan kepalanya sambil memeluk lengan Bejo. Dalam tupuan nyata mereka melangkah lebih jauh, dimana hubungan mereka akan mencapai tujuannya.

Hari semakin larut, Bejo berkumpul dengan bapak-bapak di pos ronda. Di saat itu ia bertemu satu orang, dimana membuat gambaran dalam ingatannya.

"Kenapa kakek itu sangat mirip sekali dengan sosok dalam ingatanku" dalam hati Bejo.

"Oi Jo, katanya kamu akan menikah"

"Tau darimana bang?"

"Ada deh. Langsung dua istri lagi"

Bejo menghela napasnya, ia sudah tau akan di goreng habis-habisan oleh bapak-bapak di pos ronda.

"Behh.. gacor bener lu Jo, bisa langsung dua bini aja"

"Rezeki anak Sholeh,"

"Rezeki anak penggali makam memang benar-benar membuatku iri"

"Dah.. lu duda aja sampai tua Jon"

"Sialan lu Ron!"

Tawa terbahak-bahak terdengar ramai di pos ronda, mereka bermain satu japit jemuran. Salah satu dari mereka sangat kesal oleh ejekan Jono, Apalagi Roni sudah dapat tiga japit di telinganya.

Semakin membuat panas, tapi ia tau kalau itu hanya bercanda agar lebih seru.

Namun, perasaan Bejo terus tertuju pada satu orang tua yang tidak mendekat sama sekali. Ia berada di jalan menuju rumah Bejo, ia berhenti disana dengan pandangan penuh benci.

Hati Bejo benar-benar tak nyaman, ia sadar ada sebuah tanggung jawab yang harus di selesaikan tapi apa! Hal itulah yang membuat Bejo berfikir keras.

"Mampus lu Jo, giliran lu penuh jepitan. Hahaha!"

"Sialan. Tau gitu tadi gua gak ledekin lu, Duda tua. Hahaha!"

"Aduh.. aduh.. aduh.. Sakit!"

Joni merasakan sakit, ia sudah mendapatkan enam jepitan di telinga kanan kirinya. Bejo menahan tawanya, bapak-bapak yang lain dan Roni tertawa puas malam itu.

"Oh iya Jo. Lu sebenarnya kemarin kenapa sih?," tanya Joni.

"Stop dulu lah," seru Roni.

"Iya Jo, kemarin lu kok bisa di temukan tak sadarkan diri itu kenapa?"

Semua bapak-bapak berhenti, mereka kepo pada Bejo.

"Gimana ceritanya!"

"Udah cerita aja Jo, aman kok kita."

Bejo menghela napasnya, lalu ia menceritakan semuan dengan perlahan. Setiap kejutkan yang di ceritakan Bejo, membuat para bapak-bapak itu saling pandang dan satu paling sepuh terdiam tanpa kata.

Tepat saat Bejo berkata soal kampung mati, Pak Purnomo meminta Bejo berhenti. "Sudah Jo, jangan di lanjutkan lagi" membuat semua bapak-bapak memalingkan wajahnya.

"Kenapa pak Pur?"

"Ada batasan untuk di ceritakan, daripada Bejo nanti kenapa-kenapa lagi"

Bejo menyipitkan mata, ia penasaran betul pada kampung mati yang di lihatnya itu.

"Sebenarnya ada apa dengan semua cerita saya pak?," tanya Bejo.

Pak Purnomo menghela napasnya, sebelum ia menjawab pertanyaan Bejo.

"Aku kasih tau sedikit saja. Kematian keluargamu selalu berkaitan dengan kampung mati itu, entah apa sebenarnya tapi aku menebak pasti ada sesuatu perjanjian yang di lakukan"

"Perjanjian!"

"Yang aku tau dari mendiang kakekku dulu, sebenarnya bukan kesalahan keluargamu tapi ada satu orang yang memanfaatkan itu semua"

"Siapa pak?"

"KI RONGGO"

Nama itu muncul kembali seperti sambaran petir, Bejo terdiam, semua juga ikut terdiam. Dinginnya malam menambah nuansa mencekam, kesunyian nyata dalam kata-kata pak Purnomo meninggalkan diam nyata untuk semua orang.

Bejo memalingkan wajahnya, ia mencari orang yang tadi berada di sudut jalan. Tapi sudah tiada, membuat Bejo benar-benar penasaran akan semua kebenarannya.

"Lebih baik kamu cepat pindah dari rumahmu itu Jo, entah tinggal di mana yang terpenting jangan di tanah yang sekarang" ucap Pak Purnomo.

"Kenapa pak?"

"Ikuti kataku, aku dan semua warga akan melindungimu sekarang"

"Bener tuh Jo. Kita semua akan melindungimu, jadi kamu pulang saja kerumah salah satu calon istrimu saat sore hari. Soal ayam nanti bapak-bapak rondakan"

Bejo diam sejenak, ia memikirkan sesuatu lalu bertanya kembali. "Tetap disini apa harus ke desa lain?"

"Tetap disini aja Jo, nanti kalau kamu pergi dari desa siapa lagi yang gali kuburan"

"Tinggal di rumah Dinda aja Jo, kan itu calon istrimu"

"Lah! Bejo bakal jadi mantu pak Johan?"

Roni terkejut, ia memandang wajah Bejo.

Bejo tersenyum canggung.

"Sialan lu Jo, ternyata kamu yang mau jadi kerabatku" seru Roni.

"Iya kerabat dari Duda Tua" ejek Joni.

Semua orang kembali tertawa terbahak-bahak, meninggalkan nuansa mencekam tadi. Tidak berselang lama Pak Johan datang ke pos ronda bersama Pak Rudi.

"Oi.. lu apain calon mantu gua!"

1
Purbalingga Jos
jangan kelamaan dong
D.P. Auzora.: Lama apanih kak 🤭🤭
total 1 replies
CeliaVespera.
Bagus bersih-bersih makam. 😊
CeliaVespera.
akhirnya, Bejo tau kebenaran yang selama ini penuh misteri. Tapi masih terlihat ada sesuatu yang belum selesai dengan sempurna. Semangat Jo, pecahkan semuanya 🤔🤔💪
CeliaVespera.
tenang Jo, sabar dulu yak 😂
CeliaVespera.
Yang kuat ya Jo, sabar aja pokoknya. Mungkin dia memiliki maksud yang sulit di jelaskan, semangat Jo. 💪😊🥹
CeliaVespera.
Rumah siapa itu Jo 😱
CeliaVespera.
Pasti like, saya menghargaimu. Seburuk apapun sebaik apapun itu pasti aku like, karena menulis novel itu susah dan banyak menguras ide. Semangat Thor 💪💪😊
CeliaVespera.
Hmmm.. kumat nih authornya, apa authornya memiliki istri lebih dari satu ya? 🤔🤔
CeliaVespera.
Bejo di bikin bingung sendirian, hati-hati Jo 😂
CeliaVespera.
hayo apaan itu Jo 😂
CeliaVespera.
Hayo Jo! siapa itu yang bersihin rumahmu 😂
CeliaVespera.
Tuh pocongnya gabut apa gimana sih, ganggu aja. Orang lagi berduaan malah ikut campur 😂😂
CeliaVespera.
Kalau makan di lihat Jo, tar sendoknya ketelen 😂😂
CeliaVespera.
Genderuwo lagi nih Thor?, bikin takut lagi 😱😱
Purbalingga Jos
pendek amat Thor?
D.P. Auzora.: apanya nih yang pendek 🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!