NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Tak Terduga

Akhir pekan tiba. ​Di dalam mobil mewah yang dikendarainya sendiri, Anita fokus menatap jalanan menuju sebuah resort bintang lima di kawasan Puncak. Vano duduk di kursi belakang, sibuk dengan tabletnya, sudah melupakan tangisannya tadi pagi.

​Drrt... Drrt...

​Ponsel Anita di dekat setir bergetar. Layarnya menampilkan notifikasi dari akun palsunya yang memantau akun TikTok kedua milik Valeria. Sebuah video baru diunggah dengan caption:

"Finally, short escape bareng kesayangan di Seminyak 🖤 #healing #couplegoals". Di video itu, tampak siluet tangan Randy yang sedang menggandeng mesra tangan Valeria dengan latar belakang pantai Bali yang eksotis.

​Anita tersenyum sinis, lalu dengan santai menekan tombol mute pada ponselnya. Dia beralih membuka aplikasi mobile banking kartu kredit tambahan atas nama Randy yang dipegangnya.

​"Mas Randy... Kamu asyik healing pakai uang kantor? Oke, mari kita lihat sekuat apa dompet Mas menampung beban gaya hidup selingkuhanmu dan kemewahan istri sah," gumam Anita dingin.

​Tanpa ragu, Anita langsung melakukan transaksi booking kamar Presidential Suite di resort tujuan mereka seharga belasan juta per malam. Tidak tanggung-tanggung, dia juga mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadinya dengan keterangan 'Keperluan Mendesak Vano'.

​"Mama, kita mau ke mana sih? Kok jalannya naik gini?" tanya Vano dari belakang, membuyarkan lamunan Anita.

​Anita melirik lewat spion tengah dan tersenyum manis.

"Kita mau ke hotel yang ada kebun kelinci dan kolam renang gedenya, Sayang. Vano mau kan?"

​"Mau banget, Mah! Nanti kita beli es krim yang banyak ya!" seru Vano girang.

​"Apapun buat anak pintar Mama," sahut Anita lembut.

​Sore harinya, suasana di resort mewah itu sangat tenang dan sejuk. Setelah selesai check-in, Anita mengajak Vano berjalan-jalan di area taman terbuka yang dipenuhi rumput hijau dan pepohonan asri. Vano yang dasarnya aktif langsung berlari-lari riang sambil memainkan robot barunya

​"Vano, jangan lari kencang-kencang, Nak! Nanti jatuh!" peringatan dari Anita sambil berjalan anggun di belakangnya, mengenakan dress kasual berwarna pastel.

​"Nggak bakal jatuh, Mah! Robot Vano bisa terbang—Aww!"

​Bruk!

​Karena terlalu fokus menatap mainannya, Vano tidak melihat jalan dan menabrak kaki seorang pria tinggi tegap yang baru saja keluar dari arah lobi cottage eksklusif. Vano terjatuh terduduk di atas rumput, sementara robot transformernya terlempar dan salah satu bagian rodanya copot.

​"Vano!" Anita panik dan langsung berlari menghampiri anaknya.

​Sebelum Anita sempat meminta maaf, pria yang ditabrak Vano sudah lebih dulu berlutut di depan bocah itu. Pria itu mengenakan kemeja rajut santai berwarna krem yang memperlihatkan postur tubuhnya yang atletis dan proporsional.

​"Hey, little boy, kamu nggak apa-apa? Ada yang sakit?" tanya pria itu dengan suara yang sangat lembut dan bersahabat.

​Vano mendongak, matanya agak berkaca-kaca menatap mainannya.

"Robot Vano... rodanya patah, Om..."

​Anita tiba di tempat kejadian, langsung ikut berlutut di samping Vano dan membuka kacamata hitamnya.

"Aduh, maaf banget ya, Pak. Anak saya nggak sengaja nabrak. Vano kurang hati-hati jalannya. Pak, celana Anda nggak apa-apa? Ada yang kotor?" tanya Anita merasa sangat tidak enak.

​Begitu Anita membuka kacamata hitamnya dan menatap pria itu, sang pria mendadak terpaku. Detik itu juga, waktu seolah berhenti bagi Trian. Ya, pria itu adalah Trian. Dia mengenali wajah anggun, mata jernih, dan senyuman tulus yang sempat dia lihat di galeri ponsel Valeria semalam.

Ternyata takdir mempertemukan mereka jauh lebih cepat dari yang dia bayangkan.

​"Nggak apa-apa, Bu. Celana saya bisa dibersihkan," jawab Trian setelah berhasil menguasai keterkejutannya. Pria itu tersenyum sangat menawan, membuat lesung pipitnya terlihat jelas.

Dia lalu mengambil robot Vano yang rusak.

"Sini, coba Om lihat robotnya. Wah, ini nggak patah kok, cuma copot aja engselnya. Bentar ya..."

​Dengan telaten dan jari-jarinya yang kokoh, Trian memperbaiki mainan robot itu. Hanya butuh beberapa detik sampai terdengar bunyi klik.

​"Nah, lihat? Robotnya udah bisa terbang lagi sekarang," ucap Trian ramah, menyerahkan kembali mainan itu ke tangan Vano.

​Mata Vano langsung berbinar-binar.

"Wah! Hebat banget Om! Makasih ya, Om!"

​"Sama-sama, Jagoan," sahut Trian, mengacak rambut Vano dengan sangat kebapakan pemandangan yang membuat hati Anita mendadak menghangat sekaligus terenyuh. Sikap pria asing ini berbanding terbalik dengan Randy yang tadi pagi malah membentak Vano saat tantrum.

​Anita berdiri, diikuti oleh Trian yang memiliki tinggi badan jauh di atas rata-rata, membuat Anita harus sedikit mendongak.

​"Saya bener-bener berterima kasih ya, Pak. Anda nggak marah, malah bantuin benerin mainan anak saya," ucap Anita tulus.

​"Sama-sama. Panggil Trian aja, nggak usah seformal itu," Trian mengulurkan tangannya dengan jantan dan sopan.

"Kebetulan saya lagi ada proyek survei lahan resort di daerah sini."

​Anita menyambut uluran tangan Trian. Genggaman tangan pria itu terasa hangat dan kokoh.

"Saya Anita. Dan ini anak saya, Vano."

​"Nama yang indah, seindah orangnya," batin Trian, namun yang keluar dari mulutnya adalah senyuman profesional.

"Salam kenal, Anita. Semoga liburan kalian di sini menyenangkan."

​"Terima kasih, Trian," balas Anita tersenyum manis, sama sekali tidak menyadari kalau pria berwibawa di depannya ini adalah orang yang semalam mengobati luka selingkuhan suaminya.

​"Om Trian tahu nggak? Robot ini namanya Optimus Prime! Dia bisa berubah jadi truk raksasa!" seru Vano antusias, memamerkan mainannya sambil melompat-lompat kecil di atas rumput.

​Trian tertawa renyah, ikut berjongkok agar tingginya sejajar dengan Vano.

"Oh ya? Tapi kamu tahu nggak, kalau di dekat kolam sana ada 'musuhnya' Megatron yang lagi sembunyi?" goda Trian sambil mengedipkan sebelah matanya jenaka.

​"Hah? Di mana, Om?! Ayo kita tangkap!" Vano langsung menarik-narik ujung kemeja rajut Trian dengan heboh.

​Trian mendongak, menatap Anita dengan pandangan meminta izin.

"Boleh saya pinjam Jagoan kecilnya sebentar buat keliling taman, Nit? Kebetulan di dekat restoran ada area mini zoo kecil, ada kelinci dan burung makau juga di sana."

​Anita sempat tertegun melihat betapa cepatnya Vano akrab dengan pria yang baru ditemuinya ini. Sifat Trian yang begitu hangat dan tidak jaim membuat rasa sungkan Anita perlahan mencair.

"Boleh banget, Trian. Kebetulan dari tadi Vano emang nyariin kelinci."

​Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan menyusuri jalan setapak taman. Sore itu, taman resort dipenuhi suara tawa riang Vano. Trian terbukti sangat lihai mengemong anak kecil, dia tidak ragu ikut berlarian mengejar kelinci, bahkan sempat menggendong Vano di pundaknya agar bocah itu bisa memberi makan burung makau yang bertengger di dahan tinggi.

​Anita berjalan beberapa langkah di belakang mereka, memperhatikan interaksi manis itu dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya. Untuk sejenak, sesak di dadanya akibat kelakuan Randy menguap begitu saja.

Ada rasa damai yang aneh saat melihat bagaimana Trian memperlakukan anaknya dengan begitu tulus dan penuh perhatian sesuatu yang sudah sangat lama tidak diberikan oleh Randy kepada Vano.

​"Mama, lihat! Om Trian bisa tiru suara burungnya! Lucu banget!" teriak Vano gembira dari atas gendongan Trian, melambaikan tangan mungilnya ke arah Anita.

​Trian menoleh ke arah Anita, memamerkan lesung pipitnya yang menawan di bawah sorot kemerahan matahari senja. Tatapan mata Trian yang begitu dalam dan teduh seketika membuat debaran halus yang asing menyelinap di relung hati Anita.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!