NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Perhatian semua nya, bos ingin bertemu dengan yang mendesain long dress ini siapa di antara kalian yang memiliki nya?" Panggil Pak Harto sembari memperlihatkan sample desain di tangan nya.

Semua karyawan yang tengah sibuk pun sejenak perhatian nya teralihkan, begitu juga dengan Maureen dan Nasya.

"Itu bukan nya milik mu Maureen?' Pekik Nasya terlihat begitu antusias.

Kening Maureen berkerut, saat ia memastikan pandangan nya ke arah depan. Dan ia sama sekali tidak menyangka jika desain milik nya bisa menarik perhatian sang bos.

"Maureen! Apa ini milik mu?" Pak Harto bertanya untuk memastikan.

Maureen tersentak kaget, Lalu ia membenarkan jika desain itu milik nya. "Benar pak, itu milik saya, apa ada hal yang salah," Jawab Maureen berbalik tanya.

Tanpa membuang waktu lagi, Pak Harto menyuruh Maureen agar segera menghadap bos mereka. Hal itu pun membuat ia terkejut lalu memastikan ada apa karena dia sangat takut jadi Masalah.

Tapi Nasya berusaha membujuk, jika siapa tahu Maureen mendapatkan kabar baik. Sampai membuat Maureen tanpa ragu melakukan perintah kepala tim segera ke ruang Presdir.

"Baiklah, aku segera ke sana," Ucap Maureen pamit pada Nasya.

Sebagai seorang sahabat, Nasya berusaha menyemangati Maureen. Tapi dia juga sebenar nya sangat cemas mengingat sikap Maureen yang tiba-tiba saja terlihat lebih pendiam dan murung.

"Aneh sekali, kenapa aku merasa Maureen sedang menyembunyikan sesuatu," Batin Nasya, tapi dia tidak mau berpikir yang aneh-aneh. Karena jika ada apa-apa Maureen selalu bercerita pada nya.

Setelah Maureen berjalan menyusuri lobi dan berdiri tepat di depan pintu bosnya, wajah nya terlihat sedikit pucat dan gugup karena ini pertama kali nya menghadap bos besar.

Meskipun ragu, Maureen menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya pelan lalu mulai mengetuk pintu.

Tok...tok...

"Masuk!"

Mendengar perintah dengan suara bariton yang berat di dalam, Maureen perlahan memegang gagang pintu lalu masuk.

Terlihat seorang pria tengah menatap serius layar laptopnya, membuat Maureen semakin gugup tapi ia lebih penasaran kenapa tiba-tiba di panggil.

"Ma-maaf pak, apa bapak memanggil saya?" Tanya Maureen lembut, wajah nya tertunduk dan tak berani menatap bos nya.

Lelaki tampan dan maskulin itu menatap tajam penuh keseriusan, lalu dia tanpa sungkan memastikan pada Maureen.

"Apa ini desain milik mu?" tanya sang bos.

Maureen terhenyak, lalu menganggukkan kepala. "Be-benar pak, apa ada yang salah dengan desain nya?" Jawab Maureen pelan seraya meremas kedua jemari nya.

Suasana di dalam ruangan terasa hening dan canggung, setelah menatap desain Maureen yang cukup unik membuat Rey tertarik. Dan menawarkan jika desain itu akan di ikut sertakan dalam acara catwalk bergengsi.

Kedua bola mata Maureen membelalak, saat mendengar tawaran bagus yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.

"Katakan pada ku Maureen, apa makna dari gaun ini? Dan kenapa kamu bisa mempunyai inspirasi berbeda dengan yang lain?" Cecar Rey mengetes seberapa layak seorang Maureen.

Dengan santai Maureen menjelaskan tentang arti gaun yang dia ciptakan, berasal dari sebuah kepribadian seorang wanita yang begitu anggun dan juga layak untuk di ratu kan oleh pasangan nya. Seperti para ratu yang selalu diistimewakan oleh raja nya.

Rey menatap kagum, saat mendengar arti jelas dari desain Maureen yang menurut nya cukup unik dan menyentuh.

Tanpa ada orang yang tahu, Maureen juga menyimpan sebuah harapan jika diri nya bisa di ratu kan oleh pasangan nya.

Namun mengingat pernikahan nya dengan Arik yang hanya penuh keterpaksaan membuat harapan gadis itu seolah hanya tersimpan dalam benak nya.

Suara tepuk tangan Rey menggema dan membuyarkan lamunan Maureen yang dari tadi masih sedikit canggung.

"Luar biasa, aku sangat suka. Besok buatkan desain nya yang lebih sempurna lagi aku ingin melihat dulu, jika cocok maka kamu bisa mengambil tawaran agar bisa masuk event catwalk bergengsi itu dengan hadiah yang cukup besar, jika banyak para tamu datang tertarik pada rancangan nya." Jelas Rey sembari mengulurkan tangan nya sebagai sebuah kesepakatan.

"Benarkah itu pak? Saya sangat berterima kasih karena pak Rey sudah memberikan sebuah kesempatan emas ini, tapi maafkan saya tidak bisa bersalaman dengan bapak," Jelas Maureen.

Merasa Rey mengangkat kedua alis tebal nya, saat melihat dan mendengar penolak Maureen. Sebagai seorang pria tidak ada yang pernah berani mengabaikan diri nya.

"Maaf pak, jangan salah paham. Saya sudah punya suami. Jadi tolong mengerti," Jelas Maureen yang merasa tidak enak hati. Bahkan tidak berani menatap lawan bicara nya.

Senyuman miring terpancar di wajah Rey saat mendengar penjelasan Maureen. "Astaga! Jadi hanya karena sudah bersuami kamu berani menolak tangan ku? Ck, peraturan suami mu itu sangat aneh, bagaimana jika kau di masa depan menyambut klien penting?" tanya Rey.

Maureen tertegun dan mulai mengerti maksud peringatan bos nya.

"Ma-maafkan saya pak, tapi saya akan mencoba meminta ijin atas ini terlebih dahulu. Semoga suami saya mau mengerti." ucap Maureen.

                 ****

Jam kantor telah usai, Maureen terlihat sangat senang setelah desain nya terpilih sebagai peserta event catwalk yang di nantikan oleh para calon desainer lain nya.

"Maureen! Selamat ya, akhir nya kamu bisa mendapatkan kesempatan itu," ucap Nasya yang begitu senang.

"Ini karena dukungan kamu juga Nasya," Balas Maureen, rasa nya ia belum percaya jika ternyata desain nya memiliki kesempatan bagus untuk menggapai impian besar nya.

Dua mata sinis Rania dan Mona memindai ke arah Maureen, mereka sangat iri dan tak terima saat melihat Maureen menjadi terpilih perwakilan perusahaan.

"Maureen! Kamu ini pasti main curang kan buat mengambil hati pak Rey? Karena bagaimana bisa anak magang seperti mu terpilih," Bentak Mona kesal.

"Iya, pasti dia sudah memakai cara kotor buat godain bos kita," sambung Rania tak kalah menuduh. Sampai berapa karyawan lain yang tengah berlalu lalang untuk pulang pun menatap keheranan pada Maureen sambil berbisik.

Membuat Maureen hampir tak percaya, karena mereka sudah sangat keterlaluan menuduh nya sembarangan. Baru saja Nasya ingin membantu Maureen lagi, tiba-tiba ponsel Maureen berbunyi. Sampai membuat nya segera membaca isi pesan dari sang ibu.

Dalam pesan nya Nyonya Susan mengatakan jika apa yang di alami oleh sang suami saat ini. Membuat kedua bola mata sipit Maureen melebar, bahkan ibu nya juga mengirimkan foto saat sang suami dan beberapa orang kepercayaan nya tengah mengatasi amukan beberapa karyawan di sana.

"Papa!" Maureen tampak cemas dan khawatir. Mengingat riwayat penyakit jantung ayah nya baru saja membaik membuat Maureen tidak bisa hanya diam.

Dan ia segera memutuskan pulang lebih dulu, lalu pamit pada sahabat nya itu dengan langkah yang tergesa-gesa.

Nasya yang masih berdiri mematung pun hanya bisa menggelengkan kepala nya, dia berharap apa yang menimpa sahabat nya segera selesai.

\*\*\*

Maureen segera menaiki taksi, saat melihat pesan yang membuat hati nya sangat sedih, karena ternyata ayah nya masih belum juga menyelesaikan masalah nya.

"Sebaik nya aku jenguk dulu Papa selagi orang mas Arik belum jemput," Tegas Maureen penuh keyakinan.

Maureen juga ingin mengatakan pada Ayah dan ibu nya, jika diri nya memiliki kesempatan bagus untuk mengikuti event, gadis cantik itu berharap jika dia beruntung, ia bisa membayar beberapa hutang ayah nya.

Tak sabar ingin melihat ayah nya, Maureen meminta pak supir agar melajukan lebih cepat mobil nya.

\*

Bersambung......................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!