NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.28. DEWI BERTINDAK.

Pagi-pagi Dewi sudah bangun, hari ini ia akan menyelesaikan rencana kedua yaitu membunuh Qai. Sudah seminggu disini belum ada kesempatan melaksanakannya karena Agung selalu menempel dengan Qai. Rupanya pemuda itu ada rasa dengan Qai, jika ia membunuh keduanya pasti Jhon Meyer akan tahu, apalagi ada Chip yang dipasang di lengannya.

Harusnya ia mengusir Agung dengan cara halus, tanpa mengotori tangannya. Qai harus jadi bidaknya.

Dewi duduk di sofa menimang-nimang revolvernya. Ia menunggu Qai dan Agung. Tidak berapa lama muncul Qai sambil menggendong Adrian, kemudian Agung datang.

"Qai, apa Chip yang dipasang Jhon Meyer masih ada?" tanya Dewi penasaran.

"Sudah aku lepas saat kesini, makanya Jhon Meyer tidak mengetahui dimana aku tinggal."

"Aku tidak mungkin melepasnya, takut di hukum Jhon Meyer. Lagi pula Ini misi yang terakhir dan sudah di setujui oleh bos. Aku rencananya mau resign dan berkumpul dengan papa dan keluarga besarku serta nikah dengan sepupu ku."

"Aku baru tahu kau punya papa, bukannya dulu kau hanya punya ayah?" sindir Agung.

Tadi Jhon Meyer sudah menghubunginya untuk mengawasi Dewi, karena tingkah Dewi aneh dan mencurigainya. Tentu saja Agung menjadi khawatir kalau Dewi punya niat jahat kepada Qai.

"Kau hebat Dewi bisa bertemu keluarga mu, aku sekarang yatim piatu. Untung aku punya Adrian..."

"Sabar Qai, nasib tidak bisa di prediksi. Semoga kedepannya hidupmu bahagia. Aku berpikir lebih baik kau tinggal disini saja daripada pulang ke Indonesia. Atau kau menikah saja dengan Agung."

"Menikah dengan ku, bukan solusi yang bagus. Menurut Jhon Meyer Qai harus pulang, tenaganya sangat dibutuhkan."

"Kalau boleh aku setuju tinggal disini, lagian sudah punya anak, apa aku boleh tidak pulang aku takut Adrian dikatakan anak haram. Disini tidak ada yang peduli, tapi kalau aku balik ke Indo gosip akan menjatuhkan harga diriku."

"Benar Qai, lebih baik tinggal disini, aku mau tinggal disini. Adrian juga akan jadi anakku." ucap Dewi tersenyum licik.

"Dewi jangan memprovokasi Qai, biarkan dia pulang karena ada tugas dari Jhon Meyer."

"Agung kau memang jahat tidak punya perasaan, sampai hati kau menyuruh Qai balik ke Indo, sebenarnya maksud mu apa. Disini ada aku yang melindunginya. Laki-laki tidak tahu diri!"

"Kau tidak tahu aturan XpostOne, kalau kau teman yang baik tidak seharusnya kau tahan disini dan melarangnya pulang."

"Kau tahu apa? Qai ditinggal oleh laki-laki yang memperkosanya dan Adrian langsung berstatus anak haram."

"Pokoknya Qai harus pulang ke Indo dan menghadap ke Jhon Meyer."

"Aku melarangnya pulang, Qai sudah lama mengabdi kepada XpostOne. Apa hak mu mengajak Qai pulang, apa perlu aku mengadu ke HAM..."

"Sudah-sudah..aku akan tinggal disini bersama Dewi silahkan kau pulang. Kau mana mengerti tentang hidup ku." ucap Qai membuat Agung menahan marah.

Sampai disini Agung baru merasa ucapan Jhon Meyer benar, berarti Qai menjadi target. Siapa Dewi sebenarnya, dia bukan wanita baik yang harus dipercaya. Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan oleh Dewi. Pikir Agung.

"Kalau itu mau mu terserah, kapan kau sadar baru aku akan mengajak mu pulang. Disitu baru kau tahu aku tulus dan bukan teman jadi-jadian."

Pertengkaran itu membuat Agung pindah dan mengontrak rumah kecil disekitar itu. Dewi merasa di untungkan, sebelum ia membunuh Qai terlebih dulu ia harus membunuh Agung. Qai mudah dikuasai tapi Agung sangat frontal.

Mengalah untuk menang itu dilakukan oleh Agung. Dia sudah menaruh cctv di setiap sudut apartemennya Qai. Agung juga menaruh alat sadap di lapisan tas Dewi. Sekarang Dewi lebih berbahaya daripada scammer yang harus ditangkap.

"Qai malam ini aku mau pergi, sebaiknya kau ikut aku. Adrian bisa titip di Agung."

"Agung pasti masih marah, aku sudah menyinggungnya. Sekarang aku tidak ikut mungkin besok."

"Kau tidak setia kawan..."

"Maaf Dewi aku hari ini tidak bisa."

"Oke kalau begitu, aku juga nanti tidak mau menolongmu."

Setelah Dewi pergi Agung menyelinap masuk ke apartemen Qai. Mereka berdua masuk kamarnya Dewi.

"Dewi pergi kemana? Harusnya dia menyamar sebagsi turis dan masuk ke taman nasional. Aku curiga dia mencari dukungan untuk menyingkirkanmu."

"Aku meniduri Adrian dulu kau geledah kopernya, jika kau tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan berarti instingmu konyol. Aku kasi jalan sekali saja." ucap Qai ragu.

"Percaya padaku, Dewi pasti punya niat jelek, dia itu beda sekarang. Aku yakin dia tidak menjalankan misi tapi plesir."

"Lihat semua senjata utuh, ada satu botol sianida ukuran dua puluh mili. Tapi ini tinggal setengah."

"Cepat ambil kita umpetin, jangan sampai anak ku di racun."

Tapi sebelum Agung sempat mengambil suara mobil Qai sudah terdengar masuk. Agung buru-buru menutup koper dan lari ke kamar Qai.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!