Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28.
" Kalau aku mati gimana ? Kamu sedih ga ? "
Bukannya Fabian menjawab pertanyaan itu, Fabian justru memeluk Nadila dengan erat bahkan sangat erat
" Jangan ngomong kayak gitu lagi Dil, aku ga suka "
Nadila tersenyum kecil, tetapi Fabian bisa melihat ada kesedihan Dimata perempuan itu.
Nadila mengaku bahwa sejak kecil ia takut ditinggalkan. Perceraian kedua orangtuanya, hubungan yang buruk dengan sang ibu, hingga pengkhianatan yang dilakukan Ernest membuatnya sulit percaya bahwa seseorang akan bertahan untuk dirinya.
" Aku cuma takut suatu hari nanti kamu juga capek sama aku. Bian "
Fabian menggenggam tangan Nadila, dan ia pun berbicara dengan lembut.
" Aku ga bisa janji hidup kita selalu baik. Tapi aku janji kalau ada masalah, aku bakal ngomong dan berjuang dulu sebelum pergi "
Nadila meneteskan air matanya, dengan lembut Fabian mengusap air mata itu.
" Jangan nangis yah, aku ga suka liat kamu nangis Dil "
" Aku disini ada buat bikin kamu bahagia bukan untuk bikin kamu nangis sayang "
" Jangan pernah berpikir kalau aku akan ninggalin kamu, aku akan temani kamu Dil. "
Nadila mengangguk dengan pelan.
" Terimakasih Bian, maaf aku selalu bikin kamu susah "
" Enggak, kamu ga pernah bikin aku susah. Kamu itu bikin hidup aku berubah, bikin hidup aku berwarna Dil "
Nadila pun memeluk tubuh Fabian, ia merasa saat memeluk Fabian ada kenyamanan sendiri bagi dirinya.
....
Nadila tertidur didalam pelukan Fabian.
Setelah Nadila sudah tertidur pulas, pelan pelan Fabian bangun.
Fabian memandangi wajah Nadila, dan mulai memikirkan sesuatu yang serius .
Fabian semakin yakin ingin menikahi Nadila, dengan begitu Fabian tau jika ia bisa melindungi Nadila lebih dalam.
Perlahan-lahan Fabian turun dari ranjang Nadila, ia pergi menuju balkon kamar Nadila.
Pikirannya tertuju pada Nadila, wanita itu tengah kehilangan semangat hidupnya bahkan beberapa kalipun ia bilang kalau ia lebih memilih untuk mati dibanding hidup seperti ini.
Fabian tak tau seberapa berat hidup yang Nadila rasakan, selama ini yang ia tau Nadila hanya gadis yang ceria.
Ditegah lamunannya, ponsel milik Fabian mendapatkan panggilan masuk dari nomor yang ia tak kenal.
Awalnya Fabian ingin mengabaikan panggilan itu, namun nomor itu terus menghubungi Fabian.
Segera Fabian pun mengangkat panggilan itu.
" Hallo, ini siapa ya ? "
" Fabian, ini saya. Mamahnya Nadila "
Fabian pun mengecilkan suaranya, ia takut jika Nadila mendengarnya.
" Maaf ada apa ya Tante hubungi saya ? "
" Tante mau ketemu sama kamu, Tante mau bicara soal Nadila "
Fabian merasa bingung
Fabian tak tau bahwa Mama Nadila sedang menyimpan rencana untuk memisahkan dirinya dari Nadila demi Ernest .
Fabian menatap layar ponselnya dengan perasaan tidak tenang.
Apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Mamah Nadila kepada dirinya ?
Fabian kembali masuk kedalam kamar Nadila, ia kembali memandangi Nadila yang sedang tertidur dengan pulas.
Perlahan-lahan ia mendekat, mengusap lembut rambut Nadila.
" Aku akan berusaha buat lindungin kamu Nadila, aku ga akan biarin kamu terus menerus seperti ini. Aku janji Dil, aku akan lawan siapapun yang berani merusak kebahagiaan kamu "
Fabian memberikan kecupan lembut dikening Nadila.
Fabian menarik selimut itu lebih atas, ia pun keluar dari kamar Nadila.
Fabian harus merahasiakan ini dari Nadila, ia tak mau membuat Nadila menjadi khawatir.
" Maaf Dil, lagi-lagi aku ga jujur sama kamu "
lanjut ya thor👍😄