NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Putra Suci

Pagi kedua masa pemulihan di Benteng Puncak Gerhana diawali dengan aroma kayu gosong yang menyengat.

Di salah satu kamar tamu kelas atas yang disediakan oleh Patriark Gu Cang, Long Chen membuka pintu dengan wajah mengantuk. Namun, matanya langsung membelalak melihat pemandangan di dalam kamar.

Zhao Xuan sedang duduk bersila di tengah ruangan, matanya masih terpejam dalam meditasi pagi. Masalahnya bukanlah pada meditasinya, melainkan pada fakta bahwa ranjang giok es tingkat bumi tempat ia duduk... telah sepenuhnya meleleh menjadi genangan hijau yang mendidih. Lantai kayu spiritual di sekitarnya pun sudah hangus menjadi arang hitam.

"Bos..." Long Chen menggaruk kepalanya yang berambut keperakan. "Jika kau terus tidur dengan suhu tubuh seperti itu, kita harus mulai membawa ranjang yang terbuat dari besi bintang. Benteng ini bisa runtuh karena meleleh sebelum kita sempat berlayar."

Zhao Xuan perlahan membuka matanya. Lingkaran emas di pupilnya sedikit meredup saat ia menekan sisa-sisa Api Nirwana kembali ke Dantiannya.

"Mengendalikan fusi dengan Esensi Phoenix saat kesadaranku tertidur ternyata butuh waktu adaptasi," gumam Zhao Xuan datar, mengibaskan jubah barunya yang untungnya ditenun dari sutra Ulat Sutra Surgawi sehingga tahan panas ekstrim.

"Hahaha! Tidak apa-apa, Tuan Zhao," tawa Patriark Gu Cang terdengar dari lorong, ditemani Jian Zui yang sedang menyesap arak paginya. Sang Patriark tampak sepuluh tahun lebih muda, wajahnya berseri-seri. "Bahkan jika Tuan membakar seluruh benteng ini, kami akan dengan senang hati membangunnya kembali. Sarapan telah siap di aula luar."

Kelompok monster itu pun memulai hari dengan santai. Beban pertarungan hidup dan mati telah diangkat. Di atas meja makan, Long Chen sibuk berdebat dengan Jian Zui tentang teknik memancing ikan laut dalam, sementara Gu Tianxue diam-diam mencatat rute Peta Arus Bintang yang akan mereka gunakan besok.

Namun, kedamaian fana di ujung Benua Utara ini sangat bertolak belakang dengan badai politik yang sedang meledak di pusat dunia.

Benua Tengah – Wilayah Suci Klan Han Kuno.

Jutaan mil dari Puncak Gerhana, melintasi Lautan Kekosongan yang berbahaya, terletaklah Benua Tengah. Ini adalah pusat peradaban Planet Shenzue, tempat di mana Qi spiritual di udara begitu padat hingga sering kali turun sebagai gerimis embun suci.

Di pusat wilayah ini, tiga ribu pulau melayang membentuk formasi naga raksasa di langit. Ini adalah Markas Utama Klan Han Kuno, salah satu dari Tiga Klan Kaisar.

Di kedalaman Aula Hukuman yang biasanya sunyi dan memancarkan aura kematian, keheningan itu baru saja dipecahkan oleh suara pecahan giok yang sangat pelan, namun berakibat fatal.

KRAAAK.

Tetua Hukuman Han Kui, seorang monster tua di ranah God King Puncak Menuju God Emperor, berdiri mematung di depan altar ribuan Jimat Nyawa. Di barisan paling atas, tepat di bawah jimat milik Patriark, sebuah jimat hitam yang bertuliskan nama "Han Ye" telah hancur berkeping-keping menjadi debu kelabu.

Mata Han Kui bergetar hebat. Wajahnya yang keriput dipenuhi ketidakpercayaan mutlak.

"Han Ye... Pedang Pemenggal Bayangan kita... terbunuh?!" Suara Han Kui bergetar, Niat Pembunuhannya yang bocor tanpa sengaja membuat udara di dalam aula membeku, menekan puluhan murid hukuman di belakangnya hingga muntah darah.

Seorang utusan berlutut dengan tubuh gemetar hebat. "L-Lapor, Tetua! Mata-mata bayangan kita di Perbatasan Utara mengonfirmasi... terjadi ledakan Esensi Jiwa yang menghancurkan langit Puncak Gerhana semalam. Han Ye membakar jiwanya sendiri... namun target bernama Zhao Xuan... masih hidup."

"MUSTAHIL!" Han Kui meraung, menghancurkan meja batu giok di sampingnya menjadi ketiadaan. "Han Ye adalah seorang Setengah Langkah God Emperor! Jika dia membakar jiwanya, bahkan seorang dewa sejati harus memuntahkan darah! Bagaimana mungkin sosok dari alam bawah itu masih hidup?!"

Namun, sebelum amarah Han Kui meruntuhkan aula tersebut, sebuah suara langkah kaki yang sangat tenang dan berirama terdengar dari luar gerbang aula.

"Kendalikan amarahmu, Tetua Kui. Amarah hanya akan menumpulkan pedang pikiranmu."

Semua orang di aula langsung menahan napas dan menundukkan kepala mereka serendah mungkin.

Seseorang melangkah masuk. Ia adalah seorang pemuda dengan penampilan luar biasa elegan, mengenakan jubah sutra putih bersulam benang perak bermotif awan surga. Wajahnya setampan dewa fana, dengan senyuman lembut yang selalu menghiasi bibirnya. Namun, di balik kelembutan itu, tersembunyi kelicikan yang membuat naga kuno pun akan merinding.

Ia adalah Han Tianyi, Putra Suci dari Klan Han. Kultivasinya masih di ranah God King Puncak, namun kecerdasannya telah diakui oleh Leluhur Klan sebagai yang terbaik dalam sepuluh ribu tahun terakhir.

"Putra Suci," Tetua Han Kui menunduk sedikit, meredam auranya. "Maafkan kehilangan kendaliku. Tapi kematian Han Ye adalah pukulan besar bagi militer klan kita. Pemuda bernama Zhao Xuan itu harus segera dieksekusi!"

Han Tianyi berjalan mendekati sisa-sisa debu jimat Han Ye. Ia mengambil sedikit debu itu dengan ujung jarinya, mengamatinya sambil tersenyum tipis.

"Mengeksekusinya? Dengan apa, Tetua?" Han Tianyi bertanya dengan nada ringan yang kontras dengan suasana aula. "Mengirim Setengah Langkah God Emperor terbukti gagal. Apakah kau ingin mengganggu Leluhur kita yang sedang mengasingkan diri hanya untuk membunuh satu orang? Jika Tiga Klan Kaisar lainnya tahu kita memobilisasi Leluhur hanya untuk seorang pemuda asing, Klan Han akan menjadi bahan tertawaan."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?! Membiarkan pembunuh Han Lin dan Han Ye bergerak bebas?!" geram Han Kui.

Han Tianyi membersihkan debu dari jarinya dengan saputangan sutra.

"Tetua Kui, kau melihat Zhao Xuan sebagai paku yang harus dipukul. Aku melihatnya... sebagai pisau yang kebetulan sangat tajam, yang bisa kita arahkan untuk memotong tali musuh kita," Han Tianyi membalikkan badannya, menatap ke luar jendela aula yang mengarah ke awan suci Benua Tengah.

"Klan Iblis Darah telah kehilangan Avatar Patriark mereka dalam pertarungan melawan Zhao Xuan," lanjut sang Putra Suci, matanya berkilat penuh perhitungan. "Mereka saat ini sedang lemah. Ini adalah kesempatan sempurna bagi Klan Han untuk merebut tambang Giok Merah di wilayah barat yang selama ini mereka kuasai."

"Sedangkan untuk Zhao Xuan..." Han Tianyi terkekeh pelan. "Dari laporan yang kudapat, dia berencana berlayar ke Benua Tengah dalam beberapa hari ke depan menggunakan Peta Arus Bintang. Dia arogan, kuat, dan tidak memiliki sekutu di sini. Kita tidak akan mengirim pasukan untuk membunuhnya."

"Lalu?"

"Kita akan menyambutnya," Han Tianyi tersenyum lebar, sebuah senyuman yang menyembunyikan ribuan bilah beracun. "Sebulan lagi, Perjamuan Resonansi Dao Surgawi akan diadakan di Pulau Melayang Tengah. Seluruh jenius dan Tuan Muda dari berbagai faksi raksasa Benua Tengah akan hadir."

Putra Suci itu mengeluarkan sebuah gulungan emas dari cincin spasialnya.

"Keluarkan Dekrit Undangan Suci. Kirimkan atas namaku ke Puncak Gerhana. Undang Zhao Xuan sebagai 'Tamu Kehormatan' Klan Han."

Tetua Han Kui terbelalak. "Mengundangnya ke Perjamuan Resonansi Dao?! Putra Suci, perjamuan itu adalah acara sakral! Jenius dari Klan Naga dan Paviliun Pedang Bintang juga akan hadir! Mereka sangat sombong dan membenci orang asing. Jika sosok barbar itu datang..."

"Tepat sekali," sela Han Tianyi, memotong kata-kata sang tetua. Matanya menyipit licik. "Zhao Xuan adalah orang yang tidak menundukkan kepalanya kepada siapa pun. Para jenius Benua Tengah juga sama arogannya. Jika kita menaruh seekor serigala gila di dalam kandang penuh harimau yang sombong, apa yang akan terjadi?"

Pemahaman perlahan muncul di wajah tua Han Kui. "Mereka akan saling membunuh..."

"Benar," Han Tianyi tertawa pelan. "Biar Klan Naga atau Paviliun Pedang Bintang yang mengotori tangan mereka untuk membunuh Zhao Xuan. Jika Zhao Xuan yang menang dan membunuh para jenius itu... maka Zhao Xuan akan menjadi musuh publik nomor satu seluruh Benua Tengah. Tiga Klan Kaisar lainnya akan bersatu untuk memburunya, sementara Klan Han kita hanya perlu duduk santai, menonton dari kursi kehormatan, dan memungut mayat pemenangnya."

Ini adalah intrik tingkat tinggi dari sekte kuno. Membunuh seseorang tanpa meminjamkan satu pun pasukan, hanya menggunakan undangan dan arogansi sebagai senjatanya.

"Rencana yang brilian, Putra Suci!" puji Tetua Han Kui. "Saya akan segera memerintahkan utusan untuk membawa Dekrit Emas ke Perbatasan Utara Lautan Kekosongan untuk mencegat kapalnya."

"Lakukan," Han Tianyi mengangguk. Ia menatap ke arah Lautan Kekosongan di kejauhan. "Berlayarlah kemari, Zhao Xuan. Benua Tengah telah menyiapkan sangkar emas yang paling indah untukmu."

Sementara Klan Han merajut jebakan politik yang mematikan, di belahan planet lain, sebuah faksi yang menderita kerugian paling brutal baru saja menyusun sebuah rencana keputusasaan.

Benua Tengah – Wilayah Barat, Lembah Genangan Darah.

Di dasar lembah yang dihiasi tengkorak raksasa, Patriark Iblis Darah yang tubuh aslinya sedang duduk bersila, tiba-tiba memuntahkan darah hitam pekat. Wajahnya menua lima puluh tahun dalam sekejap akibat kematian Avatar-nya di tangan Api Nirwana Zhao Xuan.

Matanya yang merah menyala memancarkan dendam yang merobek kewarasannya.

"Zhao... Xuan... Han... Ye..." rintih Sang Patriark dengan suara bergetar. "Kalian menghancurkan pusaka leluhurku..."

Di sekeliling Patriark, sepuluh Tetua Iblis Darah berlutut dengan gemetar.

"Patriark, apa yang harus kita lakukan? Klan Han pasti akan menekan wilayah kita setelah mengetahui kelemahan ini!" tanya salah satu tetua.

Patriark Iblis Darah berdiri perlahan, napasnya terengah-engah.

"Kita tidak akan bisa melawan Zhao Xuan dan Klan Han secara bersamaan dengan kekuatan kita saat ini," desis Patriark itu. Matanya menatap ke arah sebuah altar kuno yang tersegel di ujung lembah. Altar yang dilarang keras untuk dibuka sejak zaman kuno.

"Buka segelnya," perintah Patriark dengan suara dingin.

Para tetua membelalakkan mata ngeri. "T-T-Tapi Patriark! Altar itu menuju ke Penjara Bawah Tanah Celah Kosmik! Tempat dikurungnya para... para Iblis Kuno yang ditolak oleh Surga! Jika kita membuka segel itu, mereka mungkin akan memakan klan kita terlebih dahulu!"

"LAKUKAN!" raung Patriark Iblis Darah, meludahkan darah ke wajah tetua itu. "Aku lebih rela menyerahkan Planet Shenzue ini kepada iblis-iblis jurang yang kelaparan, daripada melihat pemuda berambut merah itu dan Klan Han tertawa di atas penderitaanku! Bangunkan Raja Iblis Bermata Seribu... katakan padanya... hidangan utama berupa darah Phoenix murni sedang berlayar menuju Benua Tengah!"

1
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
eka suci
arogan ngga akan kalah🤣🤣🤣
Agung Curvanord
jooos
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
lanjutkan update nya Thor
Sang_Imajinasi: siap kak💪💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
mantuaapp Thor😎
Sang_Imajinasi: mantap dong 🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassdddd pollll 5 bintang lagi mang suannnn...
saniscara patriawuha.
gasssssssdddd....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!