Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³
Alexander William Smith, nama yang sangat cocok untuknya dan terdengar sulit untuk diruntuhkan dalam segi apapun. Siapapun tidak ingin mencari masalah dengannya, karena bisa berurusan sangat panjang.
"Alexander!" ucap seorang pria paruh baya memasuki ruang pribadinya dan menatapnya dengan marah. Alexander hanya menghela nafas dan menatap apa yang ingin disampaikan oleh kakeknya itu. "mau sampai kapan kamu melajang hah? kamu sudah berkepala tiga tapi belum juga menikah! apa kamu tidak laku hah?"
"kau sudah berjanji pada kakek bahwa hari ini kau akan menunjukkan calon istrimu, tapi sampai saat ini kau bahkan tidak ada kabar sama sekali!"
"aku akan membawakan calon istriku padamu kakek, tapi nanti malam" Alexander menatap kakeknya dengan tenang tanpa beban, matanya kembali tertuju pada layar laptopnya.
"baik! kakek tunggu kamu di rumah! jika malam ini kamu tidak datang, maka kakek akan mengeluarkan kamu dari kartu keluarga" ancam kakek membuat Alexander menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya.
pria paruh baya itu meninggalkan ruangan dan yang tersisa hanyalah Alexander dan juga asisten Roky. "tuan, hari ini pengawal membawa seorang wanita ke mension" ucap asisten Roky menatap tuannya. "kali ini siapa?" Alexander sangat tidak tertarik untuk mendengar nya. "seorang gadis yang merupakan keponakan dari pasangan tuan Felix dan nyonya Maria tuan, mereka tidak mampu membayar hutang, sehingga mereka membawa keponakan nya sebagai tebusan"
"lagi...kalian bekerja tanpa persetujuanku lagi...apa kalian pikir wanita itu sebuah barang yang bisa dimainkan" Alexander menatap dingin kearah asistennya. "pecat pengawal itu" ucap Alexander tidak mau dibantah "baiklah tuan, tapi bagaimana dengan wanita itu, apakah anda akan memulangkannya" tanya asisten Roky menatap tuannya penuh harap agar tidak dipulangkan, sebab wanita itu seseorang yang Roky kenal.
"mungkin aku akan melihatnya sebentar, siapa tahu dia bisa bekerjasama denganku" Alexander berdiri, dan meraih jasnya yang ada dikursi, tinggi badannya yang sedikit lebih tinggi dari asisten Roky membuatnya terlihat sangat keren di mata para kaum hawa.
"kita pulang sekarang" Alexander melangkah keluar dari ruangan diikuti asisten Roky. sepanjang lorong, beberapa karyawan memberikan salam hormat padanya terlihat sekali jika Alexander bukanlah orang sembarangan.
mobil mewah sudah menantinya didepan gedung, Alexander memasuki mobilnya dan membuka Ipad-nya untuk melihat berita terbaru. asisten Roky menyalakan mesin dan menginjak pedal gasnya, ia mengemudikan mobilnya menuju mension.
"Tuan...." panggil asisten Roky membuat Alexander menatapnya dari kaca spion tatapannya mampu membuat nyali asisten Roky menciut "hehehe, tidak jadi tuan" asisten Roky menelan ludahnya dengan kasar. 'astaga, aku hanya memanggilnya saja tapi dia sudah menatapku seperti ingin memakanku hidup hidup' batinnya sembari kembali fokus ke jalanan.
tak butuh waktu lama, akhirnya mobil mewah memasuki pekarangan mension mewah tersebut. Para pelayan berbaris rapi dan menyambut tuannya pulang. Saat Alexander melangkahkan kakinya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, kemudian dia menatap asistennya. "wanita yang kau maksud....ada dimana?" ucapnya pelan. "dia ada di kamar tamu tuan, apa anda ingin saya temani" Alexander hanya mengangguk mengiyakan.
Mereka melangkah menuju kamar tamu, sepatu mahal Alexander yang menapak lantai terdengar pelan. asisten Roky membukakan pintu untuk tuannya masuk, seketika tatapannya bertemu dengan gadis cantik yang tengah duduk diatas ranjang.
tatapan gadis itu sempat terpaku padanya, namun kini berubah menjadi tajam. "siapa dia...." tanyanya pada asisten. "dia nona Serafina tuan, gadis yang selalu diperlakukan tidak adil oleh paman dan bibinya" ucap Roky sembari mengikuti langkah tuannya yang mendekati gadis itu.
"lepaskan saya...." ucap Serafina lirih dan kini menatap Alexander dengan tatapan lemah dan memohon. Alexander hanya menatapnya datar "apa yang akan kau berikan padaku jika aku melepaskan mu" ucap Alexander menatap kedalam mata hazel Serafina. "aku akan melunasi hutang-hutang paman dan bibiku tuan, aku berjanji" entah mengapa dihadapan pria ini Serafina tidak berkutik, dia ingin marah pada dirinya sendiri agar tidak lemah namun untuk menatap matanya saja Serafina sudah menciut.
Alexander meletakkan masing masing telapak tangannya di sisi ranjang. Tepat sisi tubuh Serafina, tubuh gadis itu sangatlah kecil dibandingkan tubuh Alexander. Wajah pria itu kini dekat dengannya, bahkan gadis itu bisa merasakan nafasnya menerpa wajah cantiknya.
Sejenak Alexander terpaku dengan wajah cantiknya, wajah yang sangat natural tanpa polesan make up, hanya ada lip balm berwarna pink dibibir mungil gadis tersebut. 'dia sangat cantik, kenapa aku merasa seperti pernah melihatnya' batin Alexander menatap mata Serafina, gadis itu sontak menundukkan kepalanya. Asisten Roky perlahan melangkah keluar dari ruangan, dia tidak ingin terlibat dalam hubungan ini.
"kau tahu kenapa kau bisa ada disini...,?" ucap Alexander rendah, "karena paman dan bibimu tidak menepati ucapannya kan....kau mau tahu berapa hutang mereka hmm?" perlahan Serafina menatap mata biru gelap pria itu "katakan...berapa? aku akan melunasinya."
ucap Serafina membuat Alexander terkekeh. "$38,4 miliar" mendengarnya saja Serafina tidak sudi, jantungnya seakan melompat dari tubuhnya, seketika perasaan malu memenuhi kepalanya. "untuk apa pamanku berhutang sebanyak itu..." tanya Serafina menahan malu "untuk berjudi, memangnya buat apa lagi?" ucap Alexander sedikit mengejek.
Alexander berdiri dan menatap kearah Serafina, tatapannya sedikit merendahkan "apa kau masih mau membayarnya...?" Serafina menatap pria itu "beri aku 1 tahun untuk melunasinya" jawab Serafina polos membuat Alexander tertawa.
"tidak bisa, aku butuh sekarang uang itu"
"tapi saya belum punya banyak uang tuan"
"kau tidak perlu membayarnya asalkan....."
Serafina menunggu pria itu melanjutkan kata katanya "jadilah istriku"
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
maklumlah udah Bangkotan
siapa tau kakak tertarik
mau lihat sebengis paa sih tuan Alex kalau jiwa mafia muncul pas istri di sakiti oleh kedua Kunti bogel itu
insting mafia kuat loh kalau ga tau pergerakan musuh fikk Alex kamu mafia kadaluarsa 🤣🤣
Seraphina lagi bahaya