Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak mau
Pak Handoko langsung menatap pak Dirgantara saat mendengar ucapan beliau. Pak Handoko merasa tersindir karena ucapan nya itu.
Buk Sonya yang mengetahui hal itu langsung bicara," calon istri nya Haris berasal dari keluarga yang jelas. Bunda nya seorang guru dan almarhum ayah nya dulu juga seorang guru agama. Roda kehidupan itu berputar bang,jangan memandang sebelah mata pada orang yang tampak di bawah kita secara ekonomi. Kekayaan kita juga bisa hilang kalau kita salah perhitungan dalam berbisnis. Tidak ada yang bisa menjamin ekonomi kita akan seperti ini selamanya" ucap buk Sonya.
" Abang ingat kan kalau kita dulu juga awal nya hidup susah" ucap buk Sonya lagi.
Pak Handoko melihat ke arah adik nya itu. " Aku tau bagaimana kehidupan kita dulu. Maka nya aku berpikir untuk menjodohkan Haris dengan Vika,putri ku yang juga keponakan mu. Bukan kah lebih baik kalau mereka berdua menikah. Kekayaan dan usaha kita bisa di nikmati oleh anak dan kemenakan kita,bukan oleh orang lain" ucap pak Handoko.
Pak Dirgantara langsung menggeleng," bukan kah Abang sudah tau kalau Haris menolak perjodohan itu. Haris tidak mau menikah dengan Vika,dia sudah menganggap Vika itu seperti adik kandung nya sendiri. Dan Vika sendiri juga tidak mau di jodohkan dengan Haris,dia juga sudah punya pilihan sendiri. Kita tidak bisa memaksa kan kehendak kita pada anak anak kita bang. Biarkan mereka memilih pasangan mereka sendiri. Karena mereka nanti yang akan menjalani kehidupan rumah tangga mereka sendiri " ucap beliau.
Pak Handoko menggeleng," anak anak itu kita yang ngatur. Mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Mereka hanya terbuai akan cinta sesaat yanga akn merugikan masa depan mereka sendiri " ucap beliau dengan nada sedikit meninggi.
" Vika baru saja aku paksa untuk memutuskan hubungan nya dengan seorang tentara yang hanya berpangkat sersan. Mau di kasih makan apa anak ku dengan gaji imut nya itu. Gaji nya sebulan tidak akan bisa bertahan seminggu di tangan Vika" ucap pak Handoko.
" Aku mau kalian juga melakukan hal yang sama. Batalkan pernikahan Haris dengan wanita itu. Kita nikahkan Haris dengan Vika secepatnya. Kehidupan mereka harus kita yang ngatur biar mereka bisa hidup bahagia " ucap pak Handoko.
buk Sonya langsung menggeleng," tidak bisa bang. Aku tidak akan memaksa kan sesuatu yang tidak di sukai oleh anak anak ku" u ap buk Sonya.
" Abang seharusnya bersyukur Vika punya calon seorang tentara walau hanya berpangkat sersan. Menjadi istri seorang prajurit itu suatu kehormatan bang. Tidak semua orang bisa. Kalau aku jadi Abang,aku pasti akan merestui hubungan anak gadis ku dengan seorang prajurit kalau itu memang keinginan dari dalam hati nya. Jangan merendahkan pangkat seseorang bang, prajurit itu pekerjaan yang mulia " ucap pak Dirgantara.
Pak Handoko melihat ke arah pak Dirgantara dengan tatapan tajam," aku tidak sama seperti yang asal mau saja memberikan restu . Anak ku barang berharga yang tidak bisa dengan mudah untuk di miliki oleh orang sembarangan " ucap pak Handoko.
Pak Dirgantara tersenyum mendengar ucapan Abang ipar nya itu. " Kalau begitu,apa Abang sudah yakin kalau keluarga dari prajurit yang sekarang dekat dengan Vika akan memberikan restu anak nya untuk berhubungan dengan Vika. Bagaimana kalau keluarga prajurit itu juga tidak merestui hubungan itu karena mereka tidak suka dengan orang kaya dan sombong seperti Abang. Tidak semua orang tunduk pada kekayaan bang" ucap pak Dirgantara yang kesal pada Abang ipar nya itu yang suka merendahkan orang yang kekayaannya berada di bawah mereka.
" Jadi seorang prajurit itu tidak mudah bang. Penuh perjuangan. Sama seperti kita yang berjuang saat merintis semua bisnis ini dari nol. Jangan pandang dari gaji imut mereka. Tapi pandang dari perjuangan mereka" ucap pak Dirgantara lagi.
Buk Sonya menarik nafas panjang," sudahlah,nggak usah di perpanjang lagi. Hari pernikahan Haris tinggal lima hari lagi. Abang mau ikut kami atau tidak " tanya buk Sonya.
Pak Handoko menatap tajam ke arah adik nya itu. " Kamu tetap kekeh mau menikah kan Haris dengan wanita itu" tanya nya
buk Sonya langsung mengangguk," tentu saja iya. Aku tidak mungkin membatalkan semua nya. Haris bisa marah. Lagian aku juga menyukai calon istri Haris itu" jawab buk Sonya dengan nada santai.