NovelToon NovelToon
Queen VS King

Queen VS King

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: lee_jmjnfxjk

Di sekolah Imperion Academy, dua fraksi berdiri saling berhadapan. Fraksi wanita yang dipimpin oleh Selvina Kirana , dan fraksi pria dipimpin oleh Varrendra Alvaro Dirgantara. selvina percaya bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, sedangkan Varrendra berpendapat bahwa perempuan seharusnya menunduk di bawah kaki laki-laki.

Pertarungan kata dan logika pun dimulai, panas dan penuh gengsi. Namun, di balik adu argumen yang tajam terselip sesuatu yang tak bisa mereka bantah - rasa yang perlahan tumbuh di antara dia pemimpin yang saling menentang.

Ketika cinta mulai menyelinap di antara ambisi dan prinsip, siapakah yang akan menang?
apakah cinta bisa menyatukan dua pemimpin yang terlahir untuk saling melawan atau justru menghancurkan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_jmjnfxjk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.Darah yang Disimpan

Selvina tidak berniat menjatuhkan Varrendra di depan umum.

Ia tahu tipe lelaki seperti itu—dipermalukan di depan banyak orang hanya akan membuatnya menyerang balik dengan lebih brutal. Imperion Academy mencintai pemenang, bukan kebenaran.

Maka ia memilih menyimpan darah itu.

Membiarkannya mengering di tangannya sendiri.

 

Ruang arsip Imperion sunyi. Terlalu sunyi untuk sekolah yang biasanya hidup oleh ambisi. Jam dinding berdetak pelan saat Selvina duduk di depan komputer tua yang jarang disentuh siapa pun.

Nama itu muncul di layar.

Varrendra Alvaro Dirgantara.

Tahun pertama masuk Imperion. Lonjakan prestasi yang terlalu sempurna. Jabatan yang datang terlalu cepat. Dan tepat setelah itu—satu nama menghilang dari daftar siswa.

Siswa pindahan.

Rival forum kepemimpinan.

Calon pemimpin yang sama kuatnya.

Status: mengundurkan diri.

Namun tidak ada surat. Tidak ada tanda tangan. Tidak ada penjelasan.

Selvina menggali lebih dalam. Arsip disipliner lama. Folder yang seharusnya sudah dihapus. Hingga akhirnya—sebuah file audio muncul di antara data rusak.

Ia menekan play.

—“Kalau kau bicara, kau tidak akan lulus dari Imperion.”

—“Ini bukan ancaman. Ini peringatan.”

Suara itu jelas. Dingin. Tenang.

Suara Varrendra.

Selvina memejamkan mata sejenak. Dadanya tidak bergetar oleh kemenangan—hanya kepastian pahit.

Jadi begini caranya ia berdiri di puncak.

 

Pesan itu dikirim tanpa basa-basi.

> Kita perlu bicara. Sekarang. Sayap barat. Datang sendirian.

Aku tahu apa yang terjadi pada siswa pindahan tahun pertamamu.

Varrendra datang lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Lorong sayap barat redup. Lampu-lampu tua berpendar lemah, menciptakan bayangan panjang yang membuat tempat itu terasa sempit. Selvina berdiri di dekat jendela tinggi, punggungnya bersandar santai—terlalu santai untuk seseorang yang sedang menantang raja Imperion.

“Kau bermain api,” kata Varrendra begitu melihatnya.

Selvina tidak menoleh. “Api itu sudah lama membakarmu. Aku hanya menemukannya.”

Varrendra mendekat. “Kau tidak punya apa-apa.”

Selvina berbalik, mengangkat ponselnya. Layar menyala—cukup lama untuk memperlihatkan nama file audio itu. Cukup singkat untuk tidak memberinya kesempatan merebutnya.

Langkah Varrendra terhenti.

Hanya sepersekian detik.

Tapi cukup.

“Kau tidak menyebarkannya,” katanya akhirnya, suara ditekan rendah.

“Belum,” jawab Selvina jujur.

“Apa maumu?”

Selvina menurunkan ponselnya. Tatapannya dingin, tidak berkilat oleh dendam—justru oleh kendali.

“Kau berhenti menyentuh fraksiku,” katanya. “Kau berhenti mengganggu keluargaku. Dan kau berhenti berbicara padaku seolah aku sesuatu yang bisa kau injak.”

Varrendra tertawa kecil—kering, tanpa humor. “Kau pikir ancaman ini membuatmu menang?”

“Aku tidak mau menang,” balas Selvina. “Aku mau setara.”

Ia melangkah mendekat, jarak mereka menyempit. Untuk pertama kalinya, ia melihatnya—retakan halus di balik wajah Varrendra. Bukan takut. Tapi kewaspadaan.

“Jika file ini keluar,” lanjut Selvina pelan, “Imperion tidak akan bertanya apakah itu benar. Mereka hanya akan bertanya seberapa cepat mereka harus menjauh darimu.”

“Kau tidak akan berani.”

Selvina menatapnya lurus. “Cobalah aku.”

Keheningan jatuh berat di antara mereka.

Varrendra menghela napas perlahan. “Kau berubah.”

“Tidak,” jawab Selvina. “Aku belajar.”

Ia mencondongkan tubuh sedikit, suaranya nyaris berbisik. “Dan satu hal lagi.”

“Apa?”

“Kalau kau menyentuhku lagi,” katanya dingin, “aku tidak akan mengancammu. Aku akan menjatuhkanmu.”

Untuk sesaat, tidak ada dominasi. Tidak ada ejekan. Hanya dua orang yang sama-sama tahu mereka kini memegang pisau di tenggorokan satu sama lain.

Varrendra tersenyum samar—senyum yang tidak ramah, tapi penuh pengakuan.

“Kau bukan gadis idealis yang dulu,” katanya.

Selvina melangkah mundur. “Dan kau bukan raja tanpa noda lagi.”

Ia berbalik pergi, langkahnya tenang, meninggalkan Varrendra sendirian di lorong gelap.

Dan di sana, untuk pertama kalinya, Varrendra menyadari sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada ancaman itu sendiri:

Selvina Kirana tidak lagi ingin menjatuhkannya.

Ia ingin mengikatnya dalam permainan yang sama gelapnya.

Dan ia—tanpa mau mengaku—tidak ingin keluar.

-bersambung-

1
Mercy ley
makasih raisa
Mercy ley
kapal ku karam kah..
Mercy ley
fakta yg menyakitkan yahh ikut tersindir
Mercy ley
aaa sedihh
Mercy ley
agak nyess baca nya.. apalagi tiap ngeliat si king ini bareng nadira
Mercy ley
akan badai yg baru permulaan ini
Mercy ley
aku pun siap
Mercy ley
semangat Selvina..
Mercy ley
welcome to the world babyy..
Mercy ley
aku akan tunggu apapun yg akan terjadi..
Mercy ley
cerita nya fresh bgtt.. chemistry character nya berasa terhubung semua guys..asikk dan menyenangkan banget di jamin kalian suka..nyess nya dapet jg, pokoknya harus di baca.. soalnya aku udh kecintaan sama novel novel karyanya si authorr A inii..jgn lupa baca karya karya dia yg lainn karena gacorr semua lohh..
penasaran??baca ajaa seru..
bukan yapping yapping ini gess/Hey/
semangattt My authorr 🫶🏻🤍
Mercy ley
huftt betull..
Mercy ley
rasanya aku kayak lagi chatan sama seseorang..
Mercy ley
aww..setujuu bgtt si authorr 🤗
aku kagett ternyata di sebutt..aku si dukung klo buat one shoot 🤍🤍
Mercy ley
kata kata mereka bikin nyess
Mercy ley
jujur kita sama..kita udh tau kemungkinannya akan terjadi tapi masih ngerasa kayak denial🥲
Mercy ley
namanya jg ibu hamil, udh turutin aja sebelum terjadi perang dunia kedua..
Mercy ley
siapakah kira kira entitas ini?
Mercy ley
Selvina di sayang bgt nih sama Bu rivenna
Mercy ley
aku ga suka kakak ini🥲
Mercy ley: itu cuma jokes kok my author 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!