NovelToon NovelToon
Pengasuh Tuan Muda Amnesia

Pengasuh Tuan Muda Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / CEO Amnesia / Pengasuh
Popularitas:85.4k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Mbak, aku mau beli mainan, boleeeh?"
Seorang pria dewasa yang ditemukannya terbangun dan tiba-tiba merengek sepeti seorang anak kecil. Luaticia atau Lulu sungguh bingung dibuatnya.

Selama sebulan merawat pria itu, akhirnya dia mendapat informasi bahwa sebuah keluarga mencari keberadaan putra mereka yang ciri-ciri nya sama persis dengan pria yang dia temukan.

"Ngaak mau, aku nggak mau di sini. Aku mau pulang sama Mbak aja!" pekik pria itu lantang sambil menggenggam erat baju Lulu.

"Nak, maafkan kami. Tapi Nak, kami mohon, jadilah pengasuhnya."

Jeeeeng

Sampai kapan Lulu akan mengasuh tuan muda tersebut?

Akankah sang Tuan Muda segera kembali normal dan apa misteri dibalik hilang ingatan sang Tuan Muda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut 27

"Kamu lagian ngapain sih Dit, lari-larian di dalam rumah?" gerutu Luaticia ketika mengobati luka di kening Ditrian. Dia berkata demikian karena tadi Ditrian mengatakan alasannya menabrak pintu karena bermain lari-larian.

"Soalnya Didit bosen. Orang-orang pada sibuk sendiri,"jawab Ditrian sambil mengerucutkan bibirnya. Dia masih ingat dengan ucapan Luaticia yang akan kembali ke kampung jika urusan sudah selesai. Dia tak hanya sekali mendengar Luaticia bicara demikian.

"Mbak,"panggil Ditrian di tengah-tengah dirinya sibuk diobati. Ditrian duduk di sisi ranjang dan Luaticia berdiri untuk mengobati pria itu. Meski posisi mereka berbeda yakni duduk dan berdiri, namun tinggi mereka hampir setara. Luaticia tak perlu terlalu menunduk untuk menyentuh kepala Ditrian.

"Hmmm, ada apa?"tanya Luaticia menanggapi panggilan Ditrian.

"Apa Mbak Lulu harus pergi dari sini? Apa Mbak mau ninggalin Didit?" Akhirnya Ditrian mengungkapkan juga keresahannya.

"Kalau Didit udah sembuh, Mbak kan nggak ada lagi urusan di sini. Mbak akan pulang ke kampung sama Nenek,"jawab Luaticia.

Greb!

Ditrian langsung memeluk Luaticia. Dia memeluk pinggang Luaticia dan melabuhkan kepalanya di dada Luatica. Jujur Luaticia sangat terkejut dengan sikap Ditrian tersebut, bahkan jantungnya berdegup dengan cepat.

Sekali lagi, meski saat ini Ditrian usia mentalnya adalah anak-anak, tapi dia tetaplah seorang pria dewasa. Jadi Luaticia yang tidak pernah memiliki hubungan dengan pria ini sangat terkejut setiap Ditrian melakukan skin ship semacam ini.

"D-didit,"panggil Luaticia sambil mendorong pelan bahu Ditrian agar melerai pelukannya. Namun bukannya dilepaskan tetapi malah Ditrian semakin kencang memeluk Luaticia.

"Jangan pergi, Mbak. Jangan tinggalin Didit. Didit nggak bisa kalau nggak ada Mbak Lulu,"rengek Ditrian. Suara Ditrian terdengar takut jika Luaticia meninggalkannya.

"Kamu nggak akan bilang kayak gini kalau udah inget semuanya, Dit. Saat kamu jadi Ditrian yang sebenarnya, kita tak lebih dari orang asing,"ucap Luaticia dalam hati. Dia tidak mungkin mengatakan itu ke permukaan karena Ditrian tidak akan mengerti sekarang. Sehingga Luaticia memilih diam dan tidak bereaksi terhadap apa yang sekarang Ditrian katakan itu.

Dalam hati terdalam Luaticia, dia berharap Ditrian segera sembuh. Dia berharap Ditrian segera mengingat semuanya. Dan setelah itu, Luaticia ingin segera meninggalkan rumah ini.

Luaticia adalah manusia biasa yang punya sifat terlena juga. Dan dia tidak ingin sampai rasa itu hinggap dalam hati dan pikirannya. Kehidupan yang nyaman di sini tentu sangat menyenangkan karena dia tidak perlu berpikir tentang bagaimana harus mencari makan dan juga menjaga kesehatan Nek Asih. Semua sudah tersedia, dirinya dan Nek Asih diperlakukan dengan baik.

Namun, Luaticia tidak mau terlalu dalam menikmati ini semua. Dia ingin segera mengakhiri, kembali sadar bahwa di sini bukanlah tempatnya dan harus segera pulang ke tempat asalnya.

"Mbak, Mbak kok diem aja. Mbak Lulu beneran mau ninggalin Didit ya,"ucap Ditrian lagi dengan nada merengek tentunya.

"Mbak, kok nggak jawab sih?" ucapnya lagi saat Luaticia tidak juga menanggapi.

"Haaah, lepasin Mbak dulu. Ini plasternya belum dipasang,"jawab Luaticia pada akhirnya.

Ditrian pun langsung melepaskan pelukannya. Dengan bibir yang mengerucut, dia menatap Luaticia lekat. Namun Luaticia tidak peduli dan tidak menatap balik Ditrian, dia fokus menempelkan plaster pada Ditrian. Bahkan setelah itu pun Luaticia tidak menatap Ditrian dan memilih untuk membereskan kotak p3k yang baru dipakainya.

"Mbak!" pekik Ditrian saat sadar bahwa dirinya diabaikan.

"Mbak beneran mau ninggalin Didit!" pekiknya lagi dan kali ini lebih keras.

"Haah, enggak. Untuk saat ini enggak. Mbak nggak akan kemana-mana, mbak akan tetep ada di sini sampai Didit sembuh. Tapi setelah Didit sembuh, Mbak tetep harus pulang ke kampung karena di sana rumah Mbak yang sebenarnya. Mbak di sini cuma bantu Didit, oke? ya sudah Didit istirahat aja. Mbak tahu Didit capek makanya uring-uringan nggak jelas begini. Mbak kelamaan ninggalin Nenek, kasian Nenek pasti kedingingan apalagi ini udah hampir mau gelap,"sahut Luaticia. Dia langsung melenggang pergi meninggalkan Ditrian yang terpaku duduk di sisi ranjang.

"Kayaknya Mbak Lulu marah deh?" gumam Ditrian lirih.

Sedangkan di luar kamar Ditrian, Luaticia mengusap wajahnya dengan kasar. Dia menjadi sangat gamang tentang apa yang harus dia lakukan terhadap Ditrian. Saat ini dia memang harus terus membantu Ditrian, akan tetapi tinggal lebih lama di rumah ini juga bukan hal yang tepat menurutnya.

"Aku bener-bener berharap dia segera ingat segalanya. Haah, aku nggak bisa terus-terusan ada di rumah ini. Aku ngerasa bahwa aku nggak akan sanggup jika terus berada di sini. Ini semua terlalu nyaman buat ku, dan aku nggak mau terlena dengan kenyamanan ini. Ya Tuhan, lindungilah hati dan otakku dari sifat serakah,"ucap Luaticia lirih. Dia takut, sebagai manusia biasa dia sungguh takut dengan kondisi nyaman yang dirasakannya ini. Dia takut menjadi serakah dan pada akhirnya menjadi pribadi yang jahat.

Luaticia lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia mengusir over thinking yang hinggap pada kepalanya itu dan kembali ke taman untuk menjemput Nek Asih.

Dan benar saja, neneknya itu masih berada di sana.

"Nek, masuk yuk. Udaranya udah dingin, nenek masuk angin,"ajak Luaticia kepada Nek Asih.

"Didit gimana, dia nggak apa-apa kan. Kepalanya nggak parah kan lukanya,"tanya Nek Asih mengkhawatirkan Ditrian.

"Nggak kok, dia nggak kenapa-napa. Ya udah masuk yuk, setelah ini Lulu ambilkan makanan ya. Habis makan malem, nenek langsung tidur,"jawab Lauticia.

Nek Asih tersenyum ke arah cucunya itu. Dia lalu menerima uluran tangan Luatica. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke kamar.

Hari ini, sungguh banyak hal terjadi pada Luaticia yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Tapi apakah semua hal tak terduga itu hanya sampai disitu saja? Mungkin besok akan biasa saja atau malah semakin mengejutkan.

TBC

1
Fitri Yaningsih
misteri mulai terpecahkan 🫣🫣 tinggal dimantapkan dan eksekusi ayo wis dibungkus 🤭🤭🤭
GiZaNyA
semoga segera tertangkap yang mencelakai Ditrian...
GiZaNyA
emang nagih banget yaaa masakan calon istri Ditrian... 😍😍😍
GiZaNyA
wahhh jangan2 yang Ngegetok Ditrian si Daria yaaa..? hhmmm..
Dew666
👑👑👑👑👑
Rita
Steven ma Daria cocoklah
Rita
akhirnya terkuak dikit lg petunjuknya
Miss Typo
semoga semua makin jelas, dan kalian tau siapa dalang dari semuanya

mual aku dgn ucapan manis Steven ke Daria 🤢
marie_shitie💤💤
preeeettttt lah mokondo
Esther Lestari
nah sudah ketemu...ayo Drake lanjutkan penyelidikanmu
Dewi kunti
menjadi hal.....
GiZaNyA
sepertinya Steven cuma ngencengin perisa aja yaa jadi ngga pake bahan2 yang real..
Rita
bnr selidikin asal usul Renka
Rita
ampun dah blm apa2 dah pocecif ini br mknnnya
Rita
duh Dit ada yg blushing itu
Rita
pelan2 semoga ada petunjuk lg
dewi rofiqoh
Menikmati masakan calon mantu eeemmmmm.... Lezat
Fitri Yaningsih
pelan2 nanti drake bakal tau karna dia mulai menyelidiki renkha....😁😁😁
Miss Typo
bukan Renka, tapi mbok'e Renka pacare Steven
masakan calon menantu enakan Mama Dhea dan Papa Drake 😁
Miss Typo: iya kak
total 2 replies
Miss Typo
sewa detektif mungkin, semoga cepat ketemu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!