Selby dan Bagas saling mencintai dalam diam. Saat Bagas menyatakan cinta Selby menolak karena berpikir mereka saudara sedarah.
Padahal mereka bukan sedarah. Akankah hal itu bisa terungkap?
Akankah ibu dari Bagas mengungkap rahasia yang selama ini dia simpan rapat?
Dapatkah Bagas dan Selby bersatu.(Disarankan baca lebih dulu novel Benih Kakak Iparku.)
Baca kisah mereka hanya di Mangatoon/Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Tidak bisa.
Bagas tidak bisa terus-terusan seperti ini. Ia tidak tahu sampai kapan bisa bertahan. Dia takut pertahanannya semakin lama semakin rapuh. Pesona Selby terus mengikis keimanannya. Ia harus segera menghalalkan Selby. Supaya apa yang mereka lakukan kedepannya menjadi halal dan ladang ibadah. Tidak seperti sekarang yang malah menjadi dosa.
“Besok aku harus menemui papa.” Ucap Bagas dalam hati dengan tekat yang sudah bulan dan matang.
Bagas tidak dapat menunda lagi. Sungguh jika bersama Selby hormonnya bisa berantakan dan sulit untuk mengontrol diri. Apalagi hubungan mereka sudah memiliki status sekarang.
“Selby.”
“Hm.”
“Besok aku akan meminta ijin papa untuk menikahimu. Setidaknya kita harus menikah secara sah. Baik itu secara hukum maupun agama. Aku takut tidak mampu menahan seperti tadi.”
“Bagaimana jika papa tidak setuju?”
“Setuju atau tidak yang penting kita sudah berusaha. Jika papa tidak mau menikahkanmu kita minta tolong om Angkasa saja. Dia pasti dengan senang hati akan membantu kita.”
Selby diam. Ia tampak berpikir. Sedetik kemudian ia mengangguk.
“Baiklah. Terserah kau saja.”
Bagas memeluk Selby dengan erat. Ia tidak ingin kehilangan Selby. Dengan atau tanpa restu papa Bayu, Bagas akan tetap menikahi Selby apapun yang terjadi. Yang terpenting dia sudah bicara baik-baik meminta Selby kepada papanya selaku ayah kandung dari kekasihnya.
“Tidurlah. Jangan begadang lagi. Jangan pikirkan apapun kupastikan semua akan baik-baik saja.”
Selby mengangguk lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Bagas menyelimuti Selby hingga bagian dada. Sebelum meninggalkan gadis itu Bagas mencium dalam-dalam kening Selby dengan penuh cinta. Selby memejamkan mata lalu memberi ucapan selamat malam kepada Bagas sebelum lelaki itu pergi dari kamarnya.
“Selamat malam.”
***
Keesokan harinya
Bagas pergi ke perusahaan papa Bayu. Sebelum pergi ia meninggalkan sarapan dan note kecil di bawah gelas susu yang sudah ia siapkan sebelumnya untuk Selby.
“Selamat pagi my queen, aku pergi ke perusahaan papa Bayu. Semoga berhasil ya. Jangan lupa sarapan. Love u sayang.” Diakhiri dengan emoji hati dan orang senyum di akhir tulisan.
Selby meletakkan note tersebut lalu meminum susu dan makan sandwich tersebut. Setelah itu ia bersiap untuk pergi ke kantor.
Perusahaan papa Bayu
Bagas mengetuk pintu. Seseorang mempersilakannya masuk. Bagas sedikit terkejut disana sudah ada Lili. Gadis itu berdiri di samping papa Bayu. Sorot matanya sempat terlihat marah. Tetapi mimik wajahnya berubah ramah saat melihat Bagas datang.
“Bagas.”
Lili mendekati Bagas. Dia kesal Bagas acuh. Tetapi dia tetap pasang muka manis. Berharap Bagas menikmati kemanisan yang ia punya. Ternyata sekuat apapun ia berusaha Bagas sedetik pun tidak mau menatap dirinya. Membuat Selby merasa kesal setengah mati.
“Bisa Bagas bicara sebentar pa.”
Bayu mengangguk. Bagas menatap Lili. Dia keberatan Lili ada diantara pembicaraan mereka.
“Hanya kita berdua Pa tidak dengan yang lain atau orang luar.”
Orang luar?
Oh sungguh kesal hati Lili.
Bagas sama sekali tidak menganggapnya. “Aku tunanganmu Bagas. Bukan orang luar.”
Diam.
Bagas tidak menjawab. Dia menatap papanya. Bayu membuang nafas berat. Ia pun terpaksa mengusir Lili dengan halus. Ia tahu Bagas tidak nyaman ada Lili disana.
“Lili bisa om minta tolong sebentar. Pergilah keliling kantor. Sekretarisku akan menemanimu.”
Lili melebarkan mata. Ini pertama kali papa Bagas mengusirnya. Ia harus ekstra sabar. Ia harus tetap memiliki image yang baik di depan Bagas. Ia tidak ingin Bagas semakin tidak menyukainya jika melawan. Jadi kali ini ia akan mengalah.
“Aku akan berkeliling sendiri om.”
“Baiklah.”
Lili keluar. Tetapi dengan sengaja ia tidak menutup pintu rapat. Ia berdiri disana. Memasang telinganya dengan tajam. Ia ingin mendengarkan apa yang ingin Bagas bicarakan dengan papanya. Karena wajah Bagas terlihat serius karena itu Lili ingin tahu.
“Aku ingin menikahi Selby.”
“Jangan gila Bagas. Kau sudah bertunangan dengan Lili.”
“Kami belum bertunangan. Itu hanya acara jodoh-jodohan kalian saja.”
“Bagas!!” geram Bayu akan penolakan anaknya.
“Pa, perasaan tidak bisa dipaksa. Aku punya pilihan dan pilihan aku adalah Selby. Tidak ada wanita lain dan tidak dengan Lili.”
“Papa tidak setuju.”
Bagas tersenyum.
Bayu memicingkan mata. Apa maksud senyum Bagas?
“Dan atau tanpa restu papa Bagas akan tetap menikahi Selby. Tidak ada yang bisa melarang kami. Kami bukan saudara kandung. Tuhan pasti merestui.”
Lili mengepalkan kedua tangannya mendengar setiap kalimat yang di ucapkan Bagas. Dia marah. Dia kesal. Ternyata Bagas mencintai Selby. Perempuan yang ia benci selama ini.
Fakta yang membuatnya terkejut adalah mereka bukan saudara. Apa maksudnya?
Lili harus mencari tahu. Ia pun kembali memasang telinganya di dekat pintu.
“Selby tidak akan menikah tanpa papa karena papa adalah walinya.”
Bagas kembali tersenyum. Dia tahu papanya memang keras kepala. Tetapi Bagas tidak kalah keras dengan sifat Bayu. Apa yang Bagas inginkan harus ia miliki. Sudah lama dia memendam perasaannya hingga akhirnya berbalas. Ia tidak akan dengan mudah melepaskan Selby begitu saja.
“Masih ada om Angkasa atau wali hakim jika papa tidak lupa. Bagas kesini hanya ingin memberi tahu papa jika Bagas akan menikahi Selby dalam waktu dekat. Mungkin sebulan lagi, atau seminggu lagi atau mungkin dalam beberapa hari kedepan.”
“Jangan nekat Bagas. Atau papa akan melakukan hal di luar kehendak mu.”
Bagas mengerutkan dahi. Dia sedang diancam?
“Jika papa ingin melanggar hukum silahkan tapi papa tanggung sendiri akibatnya.”
Bayu marah. Rahangnya mengeras. Anak yang ia besarkan selama ini begitu keras membantahnya. Begitu berani melawannya hanya demi wanita yang ibunya hanya seorang jalang. Yang asal usulnya tidak sebagus Lili. Apa hebatnya gadis itu?
Hey Bayu
Apa dia lupa ingatan? Apa dia lupa siapa Selby.
Oh tidak mungkin dia lupa. Dia anaknya. Selby darah dagingnya. Satu-satunya keturunan yang dia miliki.
“Kau mengancam papa?”
“Aku hanya memperingatkan papa. Setiap perbuatan pasti ada akibatnya. Jadi Bagas ingatkan sebelum bertindak papa berpikirlah lebih dulu.”
Bagas diam beberapa detik pun dengan Bayu yang tidak menyanggah ucapan anaknya. Bagas berbalik dia keluar. Saat sampai di dekat pintu Bagas berkata sambil menoleh ke belakang menatap papanya.
“Selby anak kandung papa. Dia tidak pernah meminta apapun pada papa selama hidup. Sejak kecil ia selalu mandiri. Tegar dan kuat. Jika papa masih punya hati seharusnya papa tahu apa yang harus papa lakukan.”
Setelah itu Bagas membuka pintu. Lili terdorong masuk. Ia ketahuan menguping disana. Bagas diam tanpa ekspresi setelah itu melewati Lili begitu saja.
“Om.”
Bayu membuang muka. Lalu berkata “ Lili om ada rapat.”
Lili kesal dia menghentakkan satu kakinya ke lantai. Dia pergi tanpa menutup pintu. Bayu memijat pelipisnya. Kepalanya terasa pening. Terlalu penuh dengan ingatan-ingatan yang tiba-tiba hadir di kepalanya setelah mendengar ucapan Bagas.
Lili sangat marah. Ia mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang. Jika Bayu tidak bisa diandalkan untuk memisahkan Bagas dan Selby. Maka jangan salahkan dia jika harus bertindak kejam.
“Aku ada kerjaan buat kalian. Satu milyar jika berhasil.”
“Apa itu nona?”
“Culik seseorang lalu hancurkan dia. Buat nama baiknya atau dirinya hancur dan hina. Kalian tahu kan maksudku?”
“Tentu saja nona.”
“Aku bayar kalian 100 juta dulu sisanya setelah pekerjaan kalian selesai.”
“Siap.”
wah dalton akhirnya muncul ayo bikin bsyu menyesal dan malu
duh kemana si dalton ko GK muncul