NovelToon NovelToon
Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Kultivasi Immortal

Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Kultivasi Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Harem / Romansa Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

"Kau akan dibunuh oleh orang yang paling kau cintai."

Chen Huang, si jenius yang berhenti di puncak. Di usia sembilan tahun ia mencapai Dou Zhi Qi Bintang 5, tetapi sejak usia dua belas tahun, bakatnya membeku, dan gelarnya berubah menjadi 'Sampah'.

​Ditinggalkan orang tua dan diselimuti cemoohan, ia hanya menemukan kehangatan di tempat Kepala Desa. Setiap hari adalah pertarungan melawan kata-kata meremehkan yang menusuk.

​Titik balik datang di ambang keputusasaan, saat mencari obat, ia menemukan Pedang Merah misterius. Senjata kuno dengan aura aneh ini bukan hanya menjanjikan kekuatan, tetapi juga mengancam untuk merobek takdirnya.

Bagian 1: Gerbang Dimensi Harta ~ 26 Chapter

Bagian 2: Aliansi Xuan Timur vs Wilayah Asing ~ ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Akulah Ratunya Disini!

Suatu hari.

Di kamar Yun Yuan.

​Kamar Yun Yuan adalah sebuah oasis ketenangan di tengah hiruk pikuk Sekte Awan Langit. Cahaya lembut masuk melalui jendela berukir, menerangi debu emas yang menari di udara.

Yun Yuan duduk dengan anggun di kursi berlapis sutra dekat bingkai jendela, sebuah buku kuno terentang di tangannya. Angin sepoi-sepoi yang berhembus melalui celah jendela membelai lembut helai rambut kuning pucatnya, memberinya aura dewi yang benar-benar tak terlukiskan.

​Di tengah ketenangan itu, ia adalah pusat dari semua keindahan. Busana yang dikenakannya adalah perpaduan antara kemewahan oriental dan sensualitas yang menantang.

Ia mengenakan atasan berbentuk bra putih—sepotong kain tipis yang dibentuk sempurna, dihiasi pita emas, menopang dan menonjolkan lekukan di bagian dadanya yang padat dan menarik.

Payudaranya yang menggoda tampak membusung di balik kain sutra, memancarkan daya pikat yang hampir mistis.

​Di bagian bawah, kain sutra merah muda yang panjang melilit pinggul dan kakinya yang indah. Meskipun panjang, lilitan itu sengaja memperlihatkan kulitnya yang putih porselen, bergerak mengikuti setiap napasnya.

Permata hijau yang berkilauan menghiasi pinggangnya yang ramping dan garis dadanya, memantulkan cahaya redup, mempertegas kecantikannya yang selalu bersinar, tidak peduli di mana ia berada.

Di lehernya, sebuah kalung dengan batu permata biru yang memukau tergantung anggun, sementara anting-anting berbentuk kipas dengan warna biru lembut mengayun-ayun halus di telinganya, bergerak seirama dengan detak jantungnya.

​Keindahan Yun Yuan saat ini adalah pemandangan yang mampu meruntuhkan benteng moralitas. Pria mana pun, melihat pemandangan keindahan dan sensualitas alami ini, akan rela menukar separuh umurnya hanya untuk satu malam berada di sisinya.

​Tok, tok, tok—

​Suara ketukan pintu yang teratur memecah ketenangan yang sakral. Alis Yun Yuan berkerut samar, ekspresi kekesalan kecil muncul di wajah dewi itu.

​"Siapa itu?"

​Suara lembutnya terbawa angin, menembus kayu pintu, mencapai telinga orang yang mengetuk di luar.

​"Chen Huang."

​Mendengar jawaban singkat itu, Yun Yuan mendesah pelan.

Ia menepuk kepalanya sejenak, seolah mengumpulkan kesabaran, sebelum bangkit dari kursi. Gerakannya begitu luwes dan anggun, pinggulnya yang indah bergoyang tipis di balik lilitan sutra saat ia berjalan mendekati pintu.

​Ia membuka pintu hanya dengan celah kecil.

​Di balik celah itu, ia menemukan Chen Huang berdiri tegak.

Begitu mata Chen Huang menangkap pemandangan yang ada di hadapannya—Yun Yuan dengan pakaian yang begitu terbuka—matanya melebar, dan tatapannya terkunci pada lekukan tubuh Yun Yuan, terperangkap dalam pesona yang memabukkan.

Ia tidak bisa mengalihkan pandangan.

​"Ada apa?"

Yun Yuan, dalam ketenangan membacanya, masih belum menyadari betapa provokatif penampilannya.

​Hingga, ia menyadari ke mana arah pandangan Chen Huang yang begitu intens, dan ia melihat ke pakaian yang ia kenakan.

Seketika itu juga, gelombang panas menjalar ke wajahnya. Wajahnya memerah seketika, campuran antara rasa malu yang memuncak dan keterkejutan karena ia lupa mengganti pakaiannya.

​Dengan gerakan cepat yang didorong oleh rasa panik, ia membanting pintu sekeras mungkin.

​"Tung—"

​Pintu tertutup rapat, menghalangi pandangan Chen Huang yang nyaris tidak sempat mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya berdiri di luar, mematung, meratapi hilangnya pemandangan yang luar biasa itu.

​Setelah waktu yang terasa sangat lama, pintu itu berderit pelan dan terbuka kembali. Kali ini, Yun Yuan muncul, mengenakan jubah luar yang menutupi busana dalamnya, menjadikannya lebih tertutup—walaupun keindahan alaminya tetap tak tertandingi.

​"Apa yang ingin kau lakukan, jika tidak penting pergi saja."

Suaranya dipenuhi nada kesal dan sedikit malu yang tersembunyi.

​"Aku ingin tau, teknik apa yang kau ambil dari Paviliun Gulungan Langit?"

​Yun Yuan mengamati Chen Huang sejenak, lalu menghela napas.

Ia membalikkan badan, berjalan kembali ke tengah kamar, dan memberi isyarat agar Chen Huang masuk. Begitu Chen Huang masuk, pintu pun tertutup. Yun Yuan duduk kembali di kursinya, sementara Chen Huang berdiri canggung.

​"Kenapa aku harus duduk di lantai?"

Chen Huang bertanya, matanya melirik kursi kosong di dekat Yun Yuan.

​Yun Yuan tersenyum puas, sebuah senyum kemenangan yang memikat.

​"Kau tidak boleh mendapat tempat yang lebih tinggi dariku."

Ia mengangkat dagunya sedikit, menatap Chen Huang dari atas.

"Akulah ratunya disini, kau hanyalah bawahan."

​"Itu—"

​"Tidak diperbolehkan bicara saat tidak kusuruh."

​Chen Huang terdiam. Ia tahu ia terpojok.

Berada di asrama wanita, satu teriakan dari Yun Yuan saja bisa memicu kemarahan ratusan kultivator wanita Sekte Awan Langit. Ia memutuskan untuk mengalah.

​"Sial," gumamnya pelan, hampir tidak terdengar.

​"Kau mengatakan sesuatu, hmm?"

Yun Yuan mengangkat dagunya lebih tinggi lagi, menantang.

​Chen Huang segera memaksakan senyum di wajahnya, menunjukkan kepatuhan. ​"Haha, ratu bercanda. Bawahan ini tidak mungkin berani, jadi bagaimana dengan pertanyaanku, Ratu?"

​"Baiklah, ehem."

Yun Yuan berdehem pelan, memposisikan dirinya.

"Aku mengambil Tujuh Pedang Kaisar."

​"Tujuh Pedang Kaisar?"

Chen Huang mengulang.

​"Yup. Itu adalah teknik ultimate, yang menciptakan tujuh pedang untuk mengusir kejahatan. Tiap pedang memiliki tingkatan berbeda, jika berhasil mengeluarkan tujuh pedang maka akan jadi sangat kuat."

​Selama Yun Yuan menjelaskan, Chen Huang menatapnya lekat-lekat. Ia tidak hanya mendengarkan deskripsi teknik, tetapi juga mengagumi setiap detail gestur Yun Yuan.

Bagaimana rambutnya berayun saat ia bergerak, bagaimana matanya bersinar ketika menjelaskan kekuatan, dan bagaimana tangannya yang lentik memberi isyarat. Sebuah senyum puas dan lembut terukir di wajah Chen Huang.

​"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan teknik Dewi Langit milikmu?"

Pertanyaan Yun Yuan mengakhiri lamunan Chen Huang.

​"Aku belum mempelajarinya, bagaimana denganmu?"

​Yun Yuan menghela napas pelan, bahunya yang halus bergerak naik dan turun.

​"Hanya menyentuh bintang pertama, untuk awal-awal ini termasuk sudah bagus. Hanya masalah waktu untuk terus meningkatkannya."

​"Ahhm... disekitarku dipenuhi orang-orang berbakat."

​Keduanya mengakhiri percakapan dengan tawa kecil yang ringan, sebuah tawa yang mengikis jarak di antara 'ratu' dan 'bawahan' mereka.

1
Azure Lia
sip...
Azure Lia
one hit inimah
ave
setu7 lanjutkan
Fiinnn
mantap
Fiinnn
/Sweat//Sweat//Sweat/
Fiinnn
peluang2/Sweat/
𝓨𝓾𝓻'𝓮𝓻 𝓑𝓾𝓽𝓽𝓮𝓻𝓯𝓵𝔂
baca apa ini/Sweat/
Peri Cecilia-chan: /Sweat/
total 1 replies
𝓨𝓾𝓻'𝓮𝓻 𝓑𝓾𝓽𝓽𝓮𝓻𝓯𝓵𝔂
mayan
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
lebih hot w
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
lagi lagi🗿
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
ouhhw
ᥱׅ꯱Ⴕᥲ
kureng hot
ᥱׅ꯱Ⴕᥲ
awal yg bagus
𝐘𝐮𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐠𝐬𝐡𝐮?
okelah
𝐘𝐮𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐠𝐬𝐡𝐮?
terbaca 24 ch mayan
Peri Cecilia-chan: yaiya lah orng yg nulis gw/Sweat/
total 1 replies
Berry
gak ada cover lain kah?
Peri Cecilia-chan: banyak ai nya yg ini, kek bahan gabut selagi aku masi nulis isekai slime, jdi kalau pening dan gada ide ya, kutulis random kesini, gada tujuannya ini novel
total 4 replies
Story
berapa kata di chapter ini?
Peri Cecilia-chan: 1200an
total 1 replies
Story
Lebih baik lewat dialog aja nggak sih tingkatan Kultivasinya🗿
Peri Cecilia-chan: entah kenapa aku pengen simpel aja kek sesepuh fantim yg laen🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!