NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang asing?

Seorang pemuda tampan nampak menggertakan rahangnya yang tegas ketika mendapati sebuah pesan singkat di ponselnya. Ia segera berjalan menuju parkiran kampusnya dan melajukan motornya dengan cepat. Ia benar-benar merutuki gadis itu. Apa dia sebodoh itu?! Awalnya ia heran ketika melihat lokasi yang dikirimkan seseorang itu. Namun ia tidak berfikir banyak lagi. Dengan kecepatan tinggi ia mengerahkan tenaga motornya.

Ckiiik!!

Ia menghentikan motornya secara mendadak ketika melihat seorang gadis keluar dari sebuah mobil berwarna hitam di tepi jalan dekat gerbang sekolah. Gadis yang dikenalinya.

"Makasi ya om udah nganterin aku! Bye!!" Gadis itu melambaikan tangannya ceria. Apa yang sebenarnya terjadi?! Jangan bilang pria itu mempermainkannya! Setelah mobil itu berlalu, pemuda itu menghampiri sang gadis dengan kesal tanpa membuka helm hitamnya terlebih dahulu.

"LILY!" Serunya lalu menarik tangannya kasar mencegah langkah sang gadis menuju gerbang sekolahnya.

"Ih lepas!" Hentaknya kasar sembari menoleh kebelakang. Gadis itu nampak terdiam sejenak. Siapa pemuda didepannya ini? Kenapa pemuda ini mengenalnya?

"Dasar bodoh!" Umpatnya.

What?! Dia ngatain dirinya bodoh?! Hey apa masalahnya!

"Gaje ih" Gadis itu kebingungan. Darimana datangnya para orang-orang aneh ini ya tuhan.

"Jangan percaya siapapun apalagi orang yang baru dikenal! Gimana kalau dia nyulik lo?! Lo cuma bakal ngerepotin gue aja tau gak!" Bentaknya.

Lily menatapnya datar. Kenapa pemuda didepannya ini cerewet sekali? Ia mengorek kupingnya yang tidak terasa gatal itu dan menerka-nerka siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.

"Kak Zevan, kan?" Lily nampak menghela nafasnya panjang saat orang itu terdiam.

"Kak Zevan jangan khawatir! Aku bisa jaga diri, kok!" Jawabnya dengan tersenyum begitu lebar membuat kedua pipinya semakin membulat.

"Sedari dulu lo itu selalu ngerepotin gue" Ujarnya lalu pergi begitu saja meninggalkannya tanpa sepatah kata lagi.

"Dih! Enak aja! Dasar! Lebay!" Gerutu Lily lalu mulai memasuki kelasnya yang ternyata sudah dimulai. Ah dia terlambat! Sial...

. . . . .

Seorang gadis cantik tengah berlari mengelilingi lapangan dengan tangan dikedua kupingnya. Dilehernya bertengger papan kardus yang bertuliskan 'JANGAN TINGGALIN AKU' . Saat itu bel istirahat telah berbunyi. Jadi semua orang menyaksikan gadis itu berlari. Namun anehnya, tak ada satu pun siswa atau siswi yang berani mengolok-oloknya. Mereka bahkan menganggap gadis itu seakan tidak ada. Saking figuranya kah dirinya?!

"Kalo capek istirahat dulu aja" Ucap seorang pemuda yang datang dan menghampirinya dengan membawa sebotol minuman ion penyegar jiwa dan raga. Lantas gadis itu menoleh padanya saat ia sedang berhenti mengatur nafasnya yang mulai sesak.

"Ehehe hai kak!" Sapa gadis itu ketika tau pemuda itu adalah anggota OSIS. Sudah tentu dari name tagnya. Tapi tunggu, nama itu...

AUSTIN!

Lily teringat nama calon kekasihnya dinovel itu! AUSTIN!

"Ah i-iya, aku masih kuat kok hehe" Gadis itu pun malah melanjutkan larinya. Ia tidak ingin hidupnya cepat berakhir. Salah satunya harus menjauhi calon kekasihnya itu.

"LILY!" Panggilnya yang tidak didengar olehnya. Ia menutup telinganya seketika. Entah kenapa ia menjadi takut. Apalagi ia tau caranya dirinya mati. Dan apa tadi? Pemuda itu sudah mengetahui namanya?!

"Maaf kak! Aku pergi dulu ya ke kantin! Soalnya udah beres!" Gadis itu segera berlalu dari lapangan basket ketika selesai. Ia tak mau laki-laki itu mengejarnya dan mencari tau lebih banyak lagi tentangnya.

"Hm hm hm" Gadis itu membuka ponselnya dan melihat begitu banyak notif keluar dari akun tik toknya.

"Waw! Gilaaaa! Udah 50k aja followersnya! Padahal baru tadi pagi bikin acountnya pas di kelas! Aaaaaa seneng banget!!" Riangnya dengan wajah berseri-seri bagai bulan purnama. Ia berdendang riang dan berjalan dengan melompat-lompat seperti anak kelinci.

"Bu! Jus jeruknya satu! Yang asem ya Bu!" Teriaknya sembari duduk dikursi kosong kantin. Tak ada satu pun orang yang berani menemuinya. Tapi masa bodo, ia pun sedang sibuk dengan tik toknya. Membalas komenan-komenan netizen yang dirasanya positif.

"Buat Selfi ah!" Gadis itu pun bergaya-gaya didepan HP-nya. Sudah seperti selebgram saja. Namun tak ada satu pun orang yang mempermasalahkannya. Bebasnya jadi figuran!

Saat sedang asyik bermain sosmed, tiba-tiba ada sebuah panggilan dari nomor tak dikenal. Gadis itu nampak menahan tangannya yang hendak mengangkat panggilan itu. Tapi apalah daya, tubuhnya bergerak begitu saja. Ia pun mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo?"

"..." Tak ada sahutan. Gadis itu melihat ponselnya. Masih terhubung?

"Ini siapa ya?" Tanyanya dengan pelan. Ia masih menunggu jawaban dari sang penelepon.

"...." Masih hening. Dirasa orang iseng, gadis itu pun mematikan panggilannya. Buang waktu aja, pikirnya sambil mengangkat bahunya tidak peduli.

Disisi lain, seseorang telah berhasil menyadap sebuah ponsel. Ia berhasil menyimpan kamera tersembunyi pada ponsel itu. Gadis bodoh, batinya sembari meneguk segelas anggur. Ia sekarang bisa melihat apapun yang dilakukan oleh gadis itu. Ia tersenyum puas dan menyeka air anggur yang tersisa ditepi bibirnya.

"Sebentar lagi, tunggulah sayang"

. . . . .

Terlihat seorang gadis tengah berdiri diluar gerbang sekolah. Ia celingukan kearah kanan kiri jalanan yang cukup sepi. Beberapa siswa terlihat sudah dijemput untuk pulang. Tapi dirinya belum mendapati sang kakak yang bilang akan menjemputnya itu. Tapi memangnya tadi Zevan bilang mau menjemputnya? Seingatnya tidak. Menyedihkan sekali.

"Mau bareng?"

Gadis itu menoleh kearah samping, ia menatap sang empu dengan bingung. Kenapa orang ini datang dan mengajak bicara padanya lagi?

"Ah gak kak, bentar lagi kakakku dateng kok!" Jawabnya sembari tersenyum kikuk. Pasalnya ia tak mau dicap sombong.

"Mumpung jok kosong nih" Orang itu nampak memaksa, entah apa yang ada dipikirannya.

"Gak usah kak" Tolak gadis itu lembut. Lalu diujung jalan terlihat sebuah motor mendekat kearahnya. Gadis itu menyipitkan matanya melihat siapa yang datang. Tak mungkin si Zevan galak itu kan? Tapi helm warna hitamnya cukup familiar di matanya.

"Itu pasti kak Zevan!" Riangnya sembari berjingkrak dan melambai.

"Ck" Orang itu nampak terdengar kesal.

"Kak, aku udah dijemput tuh, duluan ya!" Ia pun melenggang pergi. Orang itu tersenyum manis padanya, namun sedetik kemudian ia merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin. Gagal lagi mau mendekati gadis itu. Memang cukup sulit sepertinya.

'Sial! Kenapa susah sekali untuk mendekati gadis itu?!' Batinya kesal.

"Lily, berapa kali gue bilang, jangan ngobrol sama orang asing!"

"Dia kakak kelas kok, kenapa emang?" Heran Lily saat mendengar pernyataan itu.

"Lo nantinya cuma bakalan ngerepotin gue aja, jangan bertingkah yang aneh lagi"

Entah harus senang atau sedih mendengarnya. Yang pastinya Lily menjadi kesal pada kakaknya yang aneh dan galak itu. Tunggu dulu, kenapa dirinya jadi banyak berinteraksi dengan kakak biadabnya ini? Dia kan tokoh utama villainnya, ya walaupun antagonis dia termasuk tokoh penting, kan?

"Kak, pengen seblak" Pinta Lily.

"Hah? Seblak? Apa itu?" Tanya Zevan seperti tidak tau.

"Ih kak Zevan gak tau?! Masa seblak aja gak tau, seblak itu makanan viral! Kayak mie samyang gitu yang pedes!" Jelas Lily sembari agak mengeraskan suaranya karena sedang dijalanan yang ramai.

"Pedes, ya?"

"Iya kak! Yuk kita nyeblak!" Semangatnya.

"Gak" Tolaknya mentah-mentah.

"Ih kok gak? Yaudah anterin aku dong kak, pliiss!" Lily mulai memberikan jurus puppy eyesnya.

"Sekali gak ya gak, gak ada bantahan" Ucapnya datar. Lily mengerucutkan bibirnya kesal karena merasa di bentak.

"Yang mau makan seblaknya itu saya, bukan kamu!" Ketusnya sembari memalingkan wajahnya kebelakang motor.

"Kak!" Rengek Lily saat tidak mendapati respon apapun.

"Lily, Bisa gak lo nurut sekaliii aja sama gue. Gue lagi capek, pengen langsung pulang"

Lily pun hanya bisa terdiam. Ia pun menemukan ide cemerlang!

'Kan bisa gofood!' Batinya dengan senang bukan main.

"Yeeey!!!" Soraknya yang menuai tanya dari Zevan. Riangnya yang tanpa sebab, membuat Zevan bertanya-tanya ada apa dengan adiknya itu? Zevan hanya menghela nafasnya panjang.

"Mulai besok, berhenti untuk menarik perhatian orang lain"

"Hah? Menarik apa?" Tanya Lily bingung namun tak di hiraukan Zevan. Apa sih orang ini? Bikin bingung saja.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!