NovelToon NovelToon
CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Mafia / Roman-Angst Mafia / Cintapertama / Persaingan Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aretha_Linsey

Nicholas Alistair adalah definisi dari bahaya yang memikat. Seorang Boss Mafia kelas kakap dengan kerajaan yang dibangun di atas ketakutan dan baja. la dingin, kejam, dan memiliki segalanya-kecuali hati. Hidupnya sempurna di bawah kendali, hingga ia harus melakukan perjalanan ke pelosok desa terpencil untuk menyelesaikan urusan bisnis yang berdarah.
Di sanalah ia bertemu Rania
Rania, si gadis desa dengan pesona alami yang polos dan lugu, memiliki keindahan yang memabukkan. Postur tubuhnya yang ideal bak gitar spanyol adalah magnet yang tak terhindarkan, membuat mata Sang Don tertuju padanya. la adalah bunga liar yang tumbuh di tempat yang salah, dan Nico, Sang Penguasa Kota, memutuskan ia harus memilikinya.
Apa yang dimulai sebagai obsesi, perlahan berubah menjadi hasrat yang membara. Nico menarik Rania dari kehidupan sederhananya, memaksanya
masuk ke dalam sangkar emas yang penuh intrik, kekayaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aretha_Linsey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Penghakiman di Dermaga

Penerbangan kembali dari Valletta ke kediaman Alistair terasa seperti perjalanan yang singkat, di isi dengan kesunyian yang tegang dan perencanaan yang dingin. Nicholas, setelah berganti pakaian, duduk di samping Rania, tetapi pikirannya sudah berada ratusan mil jauhnya, memvisualisasikan bagaimana Luca akan bereaksi.

Saat jet mendarat di landasan pribadi, Nicholas menoleh ke Rania.

"Ini urusan keluarga, Ratu, " katanya, matanya tegas.

"Aku adalah bagian dari keluarga itu, Nicholas, " balas Rania, memegang tangannya.

"Luca mengkhianati kita berdua. Aku akan menunggu di mobil. Aku tidak ingin kau pergi sendirian, bahkan untuk menghukum seorang pengecut."

Nicholas mengangguk, menyadari bahwa ia tidak akan bisa menghentikan Rania. Keberaniannya, dikombinasikan dengan pengalamannya yang menyakitkan dengan Vito, telah membuatnya menjadi Nyonya Alistair yang sesungguhnya.

"Baiklah, " Nicholas setuju.

"Tapi kau tetap di dalam mobil. Kau hanya boleh melihat. Tidak ada intervensi."

Nicholas meninggalkan Marco, Armando, dan Gio di jet, memberi perintah tegas, tidak ada yang boleh meninggalkan pesawat sampai Nicholas kembali. Ia membawa Rania menuruni tangga jet menuju Suv

anti peluru yang sudah menunggu. Di kursi pengemudi ada seorang pengawal yang hanya dikenal dengan nama "Rhino", seorang pria besar dan tenang, yang kesetiaannya tidak pernah dipertanyakan.

Perjalanan singkat menuju dermaga pribadi yang berada di ujung paling terpencil properti Alistair terasa mencekam. Dermaga itu biasanya digunakan untuk kapal pesiar mewah, tetapi malam ini, ia hanya diterangi oleh dua tiang lampu yang redup, membiarkan sebagian besar area tenggelam dalam bayangan gelap.

SUV berhenti beberapa puluh meter dari dermaga. Rania bisa melihat siluet seseorang berdiri di ujung dermaga, mondar mandir dengan gelisah. Itu Luca.

Nicholas keluar dari mobil. Ia tidak membawa pistol. Ia tidak butuh. Kehadirannya saja sudah cukup.

Luca terkejut melihat Nicholas. Ekspresi lega sesaatnya, karena mengira ia akan bertemu Vito seperti yang ia rencanakan langsung berubah menjadi teror murni

"Don!" seru Luca, mencoba memasang wajah yang tenang.

"Syukurlah! Anda selamat! Saya sudah mencoba menghubungi Anda, ada masalah keamanan yang mengerikan! Vito.. dia keluar! Itu pasti dia yang menculik Armando! Saya sudah siap mencari pelakunya!" Luca bergerak maju, mencoba memeluk Nicholas, tetapi Nicholas hanya berdiri diam. Dingin dan mematikan.

"Simpan aktingmu, Luca. " suara Nicholas rendah, penuh ancaman yang tertahan.

Luca berhenti. Tubuhnya menegang.

"Don, saya tidak mengerti.."

"Kau mengerti, " potong Nicholas.

"Tadi malam kau membuka pintu Alpha-3. Kau membiarkan Vito keluar. Kau memberikan dia kunci kerajaanku. Dan kau mengirim Marco dan tim terbaikku ke dalam jebakan, berharap aku menyusul dan mati bersamaku".

Wajah Luca pucat pasi, menutupi kepanikan dengan kemarahan palsu.

" Itu konyol! Ada hacker yang mencoba menjebak saya! Itu pasti Vito! Saya setia pada Anda, Don! Saya bersumpah atas nama keluarga saya!"

Nicholas melangkah maju, perlahan. Setiap langkahnya adalah janji kesakitan.

"Kau berani bersumpah atas nama keluarga, setelah kau mengkhianati keluarga ini? Kau mengirim Marco, anak buah yang kau ajari cara memegang senjata pertamanya, untuk mati demi Vito, " desis Nicholas.

"Vito memberiku bagian yang lebih besar". Luca berteriak,

pertahanannya runtuh.

"Kau membatalkan proyek resor karena gadis rendahan itu! Kau menempatkan cinta di atas bisnis! Aku yang pantas mendapatkan posisi itu, Nicholas! Aku yang setia sejak awal".

Di dalam SUV, Rania menarik napas tajam. Ia terkejut. Meskipun ia sudah menduga, mendengar pengakuan itu langsung dari Luca, yang selama ini tersenyum di meja makan mereka, terasa seperti pukulan.

Nicholas tiba tiba tertawa. Tawa yang dingin, pendek, dan mengerikan.

"Kau mengkhianatiku karena kau pikir aku membuat pilihan yang buruk, Luca. Kau menghakimi perasaanku. Kau menghina Ratu ku."

Luca melihat kilatan di mata Nicholas. Itu bukan lagi Nicholas Alistair yang pernah ia kenal, itu adalah makhluk kejam yang dipuja dan ditakuti oleh seluruh dunia bawah.

"Dia tidak berharga, Don! Dia gadis desa yang merusak bisnis Anda! Anda terlalu lembut!"

BUAGH!

Nicholas bergerak secepat kilat. Tinjunya menghantam wajah Luca dengan kekuatan brutal. Luca terhuyung ke belakang, darah menyembur dari hidungnya. Nicholas meraih kerah jas Luca dan membantingnya ke dermaga kayu.

"Aku bukan terlalu lembut, Luca, " geram Nicholas, menekan lututnya ke dada Luca.

"Aku terlalu percaya. Dan untuk itu, kau harus membayarnya"

Luca merintih, berusaha melawan, tetapi rasa sakit dan teror mengikat tubuhnya.

"Siapa lagi?" tuntut Nicholas, suaranya seperti batu yang bergesekan.

"Siapa lagi di markas yang terlibat? Jawab!"

Luca, menyadari tidak ada jalan keluar, memohon

"Tidak ada, Don! Hanya saya! Hanya saya yang bodoh! Tolong! Jangan bunuh saya!"

Nicholas mendongak, matanya bertemu dengan pantulan lampu dermaga. Di dalam SUV, Rania bisa melihat dengan jelas bagaimana Nicholas memancarkan aura kegelapan. Ada ngeri, ya, tetapi juga pemahaman. Luca mengkhianati. Nicholas menghukum. Itu adalah siklus tak terhindarkan dari dunia ini.

Nicholas tersenyum tipis, senyum yang mengirimkan getaran dingin di punggung Rania.

"Aku tidak akan membunuhmu, Luca, " bisik Nicholas.

"Kematian terlalu baik untuk seorang pengkhianat. Aku akan memastikan kau hidup cukup lama untuk melihat bagaimana kerajaanku makmur, dan kau tidak akan pernah lagi melihat cahaya ."

Nicholas menoleh ke Rhino, yang berdiri diam seperti patung.

"Rhino. Bawa dia ke sel Alpha-1. Jangan biarkan dia berbicara. Aku akan mengirim seseorang yang lebih ahli dalam membuat orang bernyanyi untuk menanyakan sisanya.

Rhino mengangguk tanpa kata, mengambil tubuh Luca yang lumpuh dan berlumuran darah seperti karung goni.

Nicholas bangkit, membersihkan debu di jasnya seolah tidak ada yang terjadi. Ia berjalan kembali ke SUV. Rania membuka pintu untuknya. Nicholas duduk, mengambil napas dalam dalam. Ia memejamkan mata sejenak, menghilangkan sisa sisa amarahnya.

"Aku minta maaf, Ratu. Kau tidak seharusnya melihat itu."

Rania memegang tangannya. Jantungnya masih berdebar, tetapi ketakutan telah berubah menjadi kekaguman yang gelap.

"Aku melihatmu membela kehormatanmu dan kehormatanku, Nicholas, " bisik Rania.

"Aku melihat bagaimana seorang Don menghukum

pengkhianatan. Itu mengerikan. Tapi itu perlu. Dan... kau luar biasa." Nicholas membuka mata, melihat kejujuran di mata Rania.

Dia tidak menghakiminya, dia memahaminya. Nicholas tersenyum, senyum yang lebih lembut, tetapi tidak menghilangkan kekejaman yang masih tersisa di matanya.

"Kau benar benar Ratu ku,"katanya.

"Sekarang, " lanjut Nicholas, suaranya kembali memerintah.

"Armando selamat, Luca tertangkap. Sekarang, kita harus menangani masalah yang lebih besar. Vito. Dia masih hidup, dan dia sedang menuju ke markasnya. Kita harus kembali ke jet dan merencanakan langkah selanjutnya."

1
partini
👍👍👍👍
partini
lebih mengerikan sang ratu
Aretha_Linsey: Wkwk sang ratu mampu meluluhkan kak😄
total 1 replies
Aretha_Linsey
gara gara kecintaan kak🤣jadi agak geser dan plin plan🤭
partini
aku mau mengumpat ya Thor ,,dasar mafia goblok oon kaya Don Don don Alan Dona 🤣🤣🤣 jirrr esmosi aku mafia ko gini macam teri
partini
waduh trauma
Aretha_Linsey: jadi nikah gak🤣
total 1 replies
partini
dari sinopsisnya Manarik mulai baca bab satu penasaran
Aretha_Linsey: Terimakasih ya kak
bantu like dan komentar ya biar aku semangat nulisnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!