"Aduh.... sakit woi! turun ga kamu!" ucap seorang gadis cantik dengan pakaian sederhana dan tingkah yang bar bar nya, menghadang seorang pengendara motor yang baru saja menyerempet nya hingga jatuh ke sawah.
"Sorry." ucap seorang pria dengan wajah yang tertutup helm mahal, dan mengeluarkan suara yang membuat gadis itu tertegun.
wajah nya yang kotor, akibat terjatuh di sawah, membuat nya seakan lupa, bahwa dia baru saja di senggol oleh orang di depan nya. tapi gadis itu malah melamun dan tak sadar untuk bersikap tegas.
Pria itu menatap heran, dan langsung pergi tanpa berkat apa apa lagi, sepertinya memang pria itu memiliki urusan yang lebih penting saat itu.
"Aisshh, dasar goblok, apa yang kamu pikirkan Selin, dia yang nabrak kamu, malah dia yang pergi. woi, liat ya kalau kamu balik lagi, tak cincang kamu jadi gulai!" pekik nya yang mencak mencak seperti seekor monyet. untung saja kondisi di sawah begitu sepi, dan kebetulan saat itu tengah hari, jadi aman tak membuat Selina malu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28
Di sela sela menunggu makanan yang datang, Selin hanya fokus dengan ponsel saja. Tak berani menatap Aksa lebih lama, karena pria dingin itu benar benar terlihat menyeramkan bila sedang serius.
"Terima kasih." ucap Aksa secara tiba tiba kepada Selin. Karena telah mau menemani nya, dan bekerja sama dengan drama tadi.
"Iya mas, lain kali kalau kamu butuh, kamu katakan dengan jelas dong. Biar aku ga kaget....apalagi kamu tiba tiba bawa aku ke kota, ayah pasti cemas saat ini."ucap nya yang sedikit khawatir dengan respon ayah nya nanti. Karena ayah nya itu, pasti akan marah karena tak mengabarkan terlebih dahulu.
"Emang boleh minta tolong kamu lagi?" tanya Aksa dengan menatap nya secara dalam.
"Eh?!!
"Lupakan, aku hanya bercanda." ucap Aksa dengan nada datar nya.
"Ayo kita pulang, perjalanan nya cukup jauh. Kita sampai tengah malam ke desa."
"Iya mas, ayah aku pasti udah nungguin." ucap nya dengan sedikit cemas. karena takut ayah nya akan marah, dan posisinya saat dia pergi, tidak berpamitan dengan ayah nya itu.
******
Dan benar saja, Dimas sudah mondar mandir tidak jelas, menatap pintu keluar, dan memastikan putri nya udah pulang atau belum. Tadi saat dikatakan oleh istri nya, Dimas sempat kesal, karena Selin tak berpamitan secara langsung dengan nya. Tiba tiba saat, dia pulang barulah istrinya yang mengatakan sejujurnya.
"Mas, ngapain kamu masuk. Udah malam, selin pasti bentar lagi pulang."ucap Buna yang menatap malas ke arah suami nya itu.
Ucapan istrinya tidak terlalu ditanggapi nya, karena memang dia begitu menyayangi selin. Apalagi Selin anak tunggal satu satu nya, tentu saja dia harus menjaga ketat anak nya itu, dan para lelaki hidung belang.
Dimas mencoba menelepon Selin, dan akhirnya tersambung. sebab tadi ponsel nya tidak tersambung. Itulah yang membuat dimas kesal, dan takut terjadi sesuatu dengan putri nya itu.
Sedangkan Buna sibuk dengan urusan dapur nya, karena memang ada pesanan yang cukup banyak hari ini. Dia yakin putri nya akan baik baik saja.
"Drtttttt..... Ponsel milik Selin berbunyi, dan tertera nama ayah nya Disana. Dengan perlahan dia pun mengambil ponsel nya itu, antara bingung, dan sedikit takut dengan respon ayah nya nanti saat sampai di rumah.
"Siapa?" tanya Aksa yang sambil fokus menyetir kendaraan nya itu.
"Ayah mas." ucap nya dengan pelan.
Aksa yang mendengar itu, langsung merasa bersalah. Apalagi gara gara dia, gadis itu pasti dicariin ayah nya. Apalagi Mereka tidak tau, tujuan Selin dan Aksa yang ke kota.
"Angkat saja, biar saya yang tanggung jawab nanti!"
"Tapi mas?"
"Sudah angkat saja. Kalau kamu takut, biar saya yang angkat. Beliau pasti panik, dan cemas saat tidak melihat putri nya di rumah."
"Baiklah."
"Assalamualaikum ayah."
"Huft, walaikumsalam nak. Kamu udah Sampai di mana sayang, kenapa belum pulang udah tengah malam begini?"
"Udah di perjalanan pulang ayah, maaf ya Selin ga ngabarin ayah dulu tadi."
"Hmm, ayah sempat kecewa, apalagi Buna yang bilang kepada ayah. yaudah bahas nya nanti saja, hati hati pulang nya nak. Boleh ayah ngomong dengan pria itu?"
Selin melirik ke arah Aksa, dan Aksa langsung mengangguk setuju.
"Iya ayah, boleh sebentar ya."
Selin menjauhkan sedikit ponsel nya, agar tidak kedengaran ayah nya itu. Dan sedikit berbisik kepada Aksa, bahwa ayah nya ingin berbicara. padahal Aksa sudah mendengar nya tadi.
"sini ponsel nya."
"Ini mas."
"Halo." ucap Aksa dengan suara tegas nya itu.
"saya harap, kamu hati hati membawa putri saya kembali, pulang kan dia dalam keadaan selamat, kalau tidak saya yg akan memberikan perhitungan kepada kamu!" ucap Dimas dengan tajam nya.
"Dan saya tunggu di rumah!"
"Baik om, saya akan membawa Selin pulang dengan selamat." ucap Aksa dengan suara tegas dan berat nya.
"Hmm.... berikan ponsel itu ke Selin kembali!" ucap Dimas dengan dingin nya.
"Iya om."
"Ini." ucap Dimas yang memberikan kembali ponsel gadis itu.
"Iya mas."
"Halo ayah,...."
"ayah tutup dulu ponsel nya nak, kamu hati hati di jalan. Kalau pria itu berbuat sesuatu dengan mu, katakan secara langsung nanti!" ucap ayah dimas dengan nada tegas dan datar nya.
"Iya ayah." barulah Selin bernafas lega, saat panggilan ponsel itu mati. karena selama ini, ayah nya tak pernah berbicara seperti itu, oleh sebab itu Selin sedikit cemas dan takut saat kembali nanti, apakah ayah nya akan menghajar pria dingin ini!!