Mati di tangan suami sendiri,membawa dendam yang membara di hati.
Tak hanya di hianati oleh suami, namun ternyata, sahabat dan adik tiri nya pun ikut terlibat.
Di saat ia merasa ini adalah akhir yang kejam.
namun ternyata, dia mendapatkan kesempatan kedua.
untuk mengubah hidup nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali dengan orang itu
Cessie sedang sibuk di kantor nya karena banyak sekali dokumen yang harus ia tanda tangani.
Tiba-tiba Handphone nya berdering nyaring, membuyarkan konsentrasi Cessie.
Cessie mengecek handphone yang berdering.
Yang ternyata berasal dari sahabat baik nya Elena.
Lama sekali sahabat nya ini tak terlihat, entah lah apa yang sedang di kerjakan oleh gadis tomboy satu itu.
Cessie segera mengangkat panggilan itu.
"Hay beastie...Elena di sini yuhu..."
"Apa kabar kamu sekarang beastie?"
Teriak Elena, membuat gendang telinga Cessie terasa ingin pecah saja rasanya.
"Iya Len, gue denger kok, gak perlu teriak!!"
Tegur Cessie.
Ketemuan yuk beastie, kita nongkrong bareng tuk?"
Ajak Elena pad Cessie.
"Oke, kita ketemu di mana?"
Tanya Cessie,
Elena di sebrang sana tengah berfikir sejenak.
"Gimana kalo di rumah makan aja, sekalian isi perut kita!!"
Ajak Elena penuh antusias.
Cessie pun menyetujui ide elena, lalu bergegas membereskan pekerjaan nya dan pergi menemui Elena.
Sesampainya di tempat yang telah mereka sepakati, ternyata Elena belum datang.
Seperti nya dirinya terlalu bersemangat dalam pertemuan ini.
Cessie dengan sabar menantikan kehadiran Elena, namun seseorang menghampiri nya.
"Boleh saya duduk di sini?"
Kata pria tersebut.
Cessie mengeryit tak suka, padahal masih banyak meja yang kosong, lalu kenapa orang ini, ingin duduk di tempat nya?"
"Maaf tidak bisa, silahkan cari meja yang lain saja."
Tolak cessie dengan sopan.
Namun orang tersebut tetap duduk di depan Cessie, membuat Cessie bertambah tak suka.
"Nona, kita pernah bertemu lo!"
Kata pria tersebut.
Cessie mengeryit bingung, lalu mencoba mengingat wajah orang di hadapan nya ini.
"Bukan kah tuan, adalah orang yang saya tabrak di restoran waktu itu?"
Tanya Cessie,memastikan.
Orang tersebut tertawa singkat.
"Ya benar, saya adalah orang yang waktu itu nona cessie tabrak."
Kata pria tersebut.
Cessie semakin tak nyaman dan terganggu dengan kehadiran orang tersebut.
"Bagaimana tuan tau nama saya?"
Tanya Cessie penuh selidik.
Orang tersebut hanya tersenyum tipis
"Tentu saja, ayah mana yang tidak mengetahui nama putri nya sendiri!!"
Kata orang tersebut, yang membuat Cessie semakin bingung.
"Maaf maksud tuan apa ya?
Tanya Cessie, tak mengerti dengan ucapan orang tersebut.
Orang tersebut memandang Cessie dengan dalam.
"Cessie, saya lah ayah kandung mu, karena kesalahan ayah di saat muda, yang mengakibatkan mu dan ibu mu menderita."
Kata pria itu penuh sesal, hingga matanya ikut mengembun.
Cessie tiba-tiba sangat marah, apalagi mengingat kehidupan pertama ma nya yang hancur.
Dimana pria ini waktu itu?
Bahkan dia tidak muncul ketika nyawanya telah di habisi oleh orang-orang laknat tersebut.
Cessie segera berdiri dan mencoba meninggalkan tempat itu.
Ia masih sulit untuk menerima orang tersebut sebagai Ayah.
Ia harus segera pulang dan menceritakan hal ini pada Lova.
Mungkin Lova memiliki solusi tentang hal ini.
Tanpa sadar Cessie sudah bergantung pada Lova.
orang tersebut memegang tangan Cessie, Deddy tau, kamu belum bisa menerima kenyataan ini, tapi kamu harus tau, bahwa aku lah ayah kandung mu!"
Kata pria itu, sambil memberikan hasil Tes DNA yang di lakukan nya secara diam-diam.
Sungguh pria di hadapannya, bukan lah pria biasa.
Buktinya ia bisa mendapatkan sempel diri nya untuk melakukan tes DNA.
Cessie hanya menerima kertas dari hasil laboratorium itu, dan tetap bergegas meninggalkan pria tersebut.
Di pintu masuk Cessie berpapasan dengan Elena yang baru mau masuk.
Elena sedikit heran melihat wajah Cessie yang tegang dan terlihat sendu.
"Hei..Ada aba beastie?"
Tanya Elena sedikit hawatir.
Cessie hanya menggeleng pelan.
"tidak ada apa-apa, namun kurasa kita tak cocok dengan tempat ini."
Kata Cessie, menyembunyikan ke gelisahan nya.
Padahal Elena sudah menangkap ke janggalan pada diri Cessie.
Namun Elena tidak bertanya lebih, hanya mengikuti Cessie saja.
Ia akan tanya nanti, setelah suasana hati Cessie membaik.
Akhirnya Elena ikut pergi bersama Cessie, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion Lova saja.
Disepanjang perjalanan Cessie terlihat sangat gelisah, Elena hanya bisa diam takut berkata yang salah, yang bisa membuat Cessie semakin gelisah.
Setelah sampai di mansion barulah Elena mengajak Cessie duduk lalu menanyakan masalah yang tengah Cessie hadapi.
"Sebenarnya ada apa Cessie?"
"Ceritalah pada ku jika kamu masih menganggap ku teman!"
Kata Elena.
Cessie menghembuskan nafas berat.
"Len, kamu tau kan jika Bayu bukan lah ayah kandung ku?"
Tanya Cessie tiba-tiba.
Yang membuat Elena tidak mengerti dengan maksud Cessie.
"Ya, kau yang mengatakan nya sendiri waktu itu di kafe!"
Kata Elena, masih belum paham.
"Tadi, di restoran itu, ada seorang pria yang mengaku sebagai ayah kandung ku Len."
Cerita Cessie.
"Apa?" Lalu kau percaya begitu saja?"
Tanya Elena,
Cessie menggeleng pelan.
Tapi, orang tersebut memberikan ku kertas ini"
Kata Cessie, sambil mengulurkan hasil Tes DNA nya pada Elena.
Saat Elena membuka nya, Elena sama terkejutnya dengan Cessie.
"Jadi dia, benar-benar ayah kandung mu!!"
"Selamat ya cessie, akhirnya kamu bisa bertemu dengan ayah kandung mu."
"Tapi kenapa engkau terlihat sedih?"
Tanya Ele bingung.
Cessie tersenyum getir.
"Tahukah kamu Elena, lelaki itulah yang telah menghancurkan hidup bunda dan diri ku!"
"Bahkan, aku bermimpi sampai aku mati di tangan para bedebah itu, pria itu tak pernah muncul untuk menolong ku!!!"
"Lalu kenapa dia sekarang muncul Len?"
Tanya Cessie, yang tanpa sadar, airmata nya turun membasahi pipinya.
Elena memeluk tubuh Cessie.
"yang sabar ya Cessie, kalau kamu belum bisa menerima dia sebagai ayah mu, maka jangan dipaksakan."
"Kau masih ada kita, om pras, lova dan juga ada aku, yang akan selalu setia menemani mu."
Hibur Elena, menenangkan Cessie
andrew katanya org kaya tpi pikiranya begokkkkkk
buat supaya cassie tau thor itu perbuatan andrew yg udh buat lova ngejauh bhkan minta pisah ma cassie 😤😤😤
semoga baik sih
Cessie terlalu lamban.