NovelToon NovelToon
Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika yang bekerja sebagai kurir harus menerima pernikahan dengan yoga Pradipta hanya karena ia mengirim barang pesanan ke alamat yang salah .
Apakah pernikahan dadakan Cantika akan bahagia ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marsha dan Yoga

Pagi itu, sinar matahari masuk dari celah gorden kamar, menyapu lantai marmer yang dingin. Cantika bangun lebih dulu, seperti biasa. Yoga masih tertidur dengan posisi elegan,alias miring sambil memeluk bantal, rambut acak-acakan, bibir sedikit terbuka. Sungguh jauh dari citra lelaki dingin dan rapi yang ia pamerkan ke orang-orang.

Cantika menatapnya sambil nyengir kecil.

“Berani-beraninya kamu bikin aku deg-degan semalem, eh paginya ngorok halus gini.”

Yoga mendengus pelan dalam tidur. Cantika menahan tawa.

Karena belum berani membangunkan suami yang sifatnya masih misterius, ia keluar kamar pelan-pelan dan turun ke bawah. Baru sampai ruang makan, Bu Ratna,ibunya Yoga,sudah duduk dengan tatapan yang sulit dibaca.

“Pagi, Ma” sapa Cantika sopan.

“Pagi.”

Jawabannya tersenyum ,

Cantika duduk dengan hati-hati. Mbok Darmi menghidangkan teh hangat dan bubur ayam. Cantika tersenyum manis. “Terima kasih, Mbok.”

Bu Ratna menatapnya. “Kemarin kamu pulang sore sekali.”

Cantika langsung keringat dingin. Oh no. Interogasi pagi hari.

“Oh, iya, Ma. Ada pesanan yang harus diantar ke kantor arsitektur.”

“Dan kebetulan bertemu Marsha.”

Nada suara Bu Ratna turun satu oktaf.

Cantika tersedak bubur. “Euh… iya, Ma Tapi cuma sebentar kok. Dia cuma nerima paket.”

Bu Ratna memandang tajam. “Kamu tahu siapa dia?”

Cantika mengangguk. “Mantan mas Yoga.”

Bu Ratna mendesah pelan. “Kamu jangan salah paham, ya. Marsha itu cuma masa lalu yoga .

“Iya ma,mas yoga sudah cerita …” Cantika mengetuk meja pelan. “Jadi … dia.”

Bu Ratna mengangguk. “Yoga terluka waktu itu. Tapi dia laki-laki. Tidak pernah menunjukkannya.”

Lalu matanya menatap Cantika tajam.

“Dan aku tidak ingin dia terluka lagi.”

JRENG.

Kalimat itu seperti serangan langsung ke jantung.

Cantika tersenyum kaku. “T-tenang aja Ma Saya… nggak akan bikin Mas Yoga terluka.”

"Ya aku percaya itu ,mama cuma minta kamu percaya sama yoga ,walaupun kalian menikah dadakan ,aku bisa melihat yoga serius dengan pernikahan kalian ,hal itu bisa terlihat dari cara memperlakukan kamu ,dan ia sering tersenyum saat bersama kamu ,Mama cuma berpesan jaga baik baik hubungan pernikahan kalian ,jangan sampai kalian ribut hanya karena masalah masa lalu ."

"iya,ma."

"ya sudah mama kekamar dulu ,mau membangunkan papa ."

Bu Ratna tersenyum sebelum bangkit dan meninggalkan meja.

Cantika melihat kearah Bu Ratna

“Alhamdulilah , dapat siraman rohani pagi-pagi…”

Belum sempat ia menghela napas lega, langkah kaki terdengar. Yoga turun tangga dengan rambut acak-acakan, jelas baru bangun.

“Kamu kok nggak bangunin aku?” tanyanya sambil duduk di sebelah Cantika.

“Kamu tidur kayak bayi kenyang susu. Mana tega aku bangunin.”

Yoga terdiam. “Aku… tidur seburuk itu?”

“Buruk banget.”

Yoga memijat hidung. “Terima kasih atas kejujurannya.”

Cantika nyengir. Tapi kehangatannya terhenti ketika seorang suara perempuan terdengar dari pintu depan.

“Yoga!”

Cantika menoleh.

Yoga menoleh.

Mbok Darmi hampir menjatuhkan gelas.

Marsha berdiri di sana — rambut sempurna, makeup on point, baju rapi, dan—oh Tuhan—parfumnya masuk rumah duluan sebelum badannya.

Cantika refleks menarik jarak.

Yoga berdiri dengan wajah tak nyaman. “Marsha?”

"Iya ,aku sudah lama tidak main kesini ,kangen rasanya dengan suasana rumah ini."

"ke ..kenapa kamu bisa masuk kesini ,perasaan tidak mendengar suara bel berbunyi ."

"O..itu tadi pintu depan kebetulan terbuka ,aku sudah permisi ,mungkin kalian tidak mendengar ,jadi aku langsung masuk saja ."

Cantika melihat kearah mbok Darmi dan yoga ,karena mereka bertiga tidak mendengar kalau ada tamu

"kenapa kamu kesini ?"

Marsha berjalan masuk tanpa diundang. “Aku harus bicara sama kamu. Penting.”

Tatapannya menajam ketika melihat Cantika. “Oh. Kamu di sini.”

Cantika tersenyum kaku. “Rumah aku juga, Mbak.”

Marsha tersenyum manis, tapi matanya jelas menilai dari ujung rambut sampai kaki Cantika yang masih pakai sandal rumah dan kaos kebesaran Yoga.

Semalam Cantika memang memakai kaos milik Raka ,karena bajunya masih dikamar sebelah ,dan yang ada baju dilemari menurut Cantika terlalu seksi ,jadi dia belum berani memakainya .

"Kamu mau bicara apa ? Bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi ."

"Aku mau minta maaf ,Ga ,Dan Aku ingin bicara padamu soal penting ."

Yoga berdiri di antara keduanya. “Kalau mau bicara, bicara di sini saja.”

Marsha menatapnya penuh tekanan. “Kita perlu bicara berdua. Ini penting.”

Yoga terdiam. Cantika bisa melihat jelas: Yoga tidak ingin pergi. Tapi ia juga tidak ingin membuat suasana makin aneh.

“Aku ikut,” kata Cantika tiba-tiba.

Keduanya menoleh padanya.

“Kalau urusannya tentang masa lalu kalian, aku pengin denger langsung. Biar nggak ada salah paham lagi.”

Marsha terlihat tidak suka. Yoga terlihat lega.

“Baik,” kata Marsha akhirnya. “Kalau begitu aku akan bicara di sini.”

Mereka bertiga duduk. Yoga di tengah seperti anak SMP yang dipanggil BK karena berantem sama dua temannya sekaligus.

Marsha menarik napas panjang. “Yoga. Aku kesini minta maaf atas kejadian yang lalu ,dan Aku kembali karena aku ingin memperbaiki hubungan kita.”

Cantika hampir tersedak teh.

Wait what???

Yoga menegang. “Marsha—”

“Waktu itu aku salah. Aku terlalu Egois dan saat itu aku terlalu takut menjalani hubungan serius dengan kamu, Tapi sekarang aku siap. Aku ingin kita mulai dari awal.”

Cantika membelalakkan mata. “Mbak… dia udah menikah.”

Marsha tersenyum tenang, terlalu tenang. “Pernikahan mendadak. Tanpa cinta. Tidak akan bertahan lama.”

Cantika langsung panas. “Kamu kira kamu siapa?”

Yoga segera memotong, suaranya dingin.

“Marsha. Aku tidak tertarik kembali padamu.”

Marsha terdiam, tatapannya bergerak pelan ke arah Cantika, dingin dan menilai.

“Jadi seperti itu,” gumamnya. “Kamu benar-benar memilih dia?”

“Bukan memilih,” jawab Yoga tegas. “Ini sudah keputusanku.”

Marsha berdiri. “Baik. Kalau begitu… jangan salahkan aku kalau aku kembali memperjuangkan apa yang pernah jadi milikku.”

Ia menatap Cantika dengan senyum menusuk.

“Semoga kamu kuat, Cantika.”

Cantika berdiri juga. “Tenang aja. Aku kuat. Kamu aja yang dulu menolak ,sekarang dengan tidak tahu malunya ingin kembali ”

Marsha berhenti sejenak, lalu pergi dengan langkah mantap.

Pintu tertutup.

Kesunyian jatuh.

Yoga menunduk, memijit pelipis. “Aku tidak menyangka dia akan kembali.”

Cantika duduk, menatap meja. “Dia… bakal nyusahin kita ya?”

Yoga menoleh dan menatapnya lama—lama sekali, sebelum akhirnya berkata:

“Kalau kamu nggak nyaman, aku akan bicara pada Mama dan papa. Kita bisa pindah dari rumah ini.”

Cantika menatapnya dengan mata membesar. “Serius?”

Yoga mengangguk.

Cantika meremas sudut bajunya. “Mas Yoga…”

Yoga menatapnya dengan ketulusan yang baru tadi malam ia tunjukkan.

“Aku janji. Kamu nggak akan sendirian hadapi ini.”

Untuk pertama kalinya sejak pernikahan gila itu, Cantika merasa… dilindungi.

Walaupun konflik baru muncul, tapi hatinya tidak seketar sebelumnya.

Karena Yoga ada di sisinya.

Dan kali ini, bukan karena paksaan.

Tapi karena mau.

Dan itu membuat segalanya berbeda.

1
kartini aritonang
lanjut thor
kartini aritonang
Ghea siapa thor ?
Marlina Armaghan
smangat Thor. bagus
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
kartini aritonang
menyimak
MayAyunda: jangan disimak kak dibaca 🤭😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!