Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Vila Tersembunyi dan Analisis Pembisik
Pukul 06:30 Pagi: Kediaman Bayangan
Matahari baru saja terbit ketika Rook mengantar Natalie ke lokasi barunya: sebuah vila modern yang tersembunyi di perbukitan Nusa Dua, Bali. Lokasi ini dijaga dengan keamanan siber tingkat tinggi dan tersembunyi dari pandangan publik, hanya dapat diakses melalui jalur pribadi.
Vila itu terasa seperti penjara berlapis emas. Pemandangan laut yang indah membentang luas dari jendela kaca, tetapi Natalie tahu ia tidak boleh melangkah keluar.
Rook memberinya kunci, ponsel terenkripsi, dan tiga hari cuti untuk memulihkan diri.
"Vila ini tidak ada dalam daftar aset Ares. Kau tidak ada. Untuk dunia luar, kau sedang cuti. Untuk Claudia, kau sudah dipecat," kata Rook, sebelum pergi.
Natalie ditinggalkan sendirian. Ia menghabiskan pagi itu dengan mengganti perban di bahunya. Rasa sakit itu, ironisnya, terasa melegakan—sebuah bukti fisik bahwa ia telah mencapai sesuatu yang riil.
Tugas Baru Sang Analis
Setelah mengurus lukanya, Natalie beralih ke tugas intelektualnya. Ponsel terenkripsi itu menampilkan file yang dikirim Ares: salinan data Sanjaya dan arsip komunikasi Claudia selama enam bulan terakhir.
Tugasnya adalah menganalisis:
Pola Komunikasi Claudia: Apakah ada percakapan yang tidak lazim atau pertemuan rahasia dengan pihak ketiga, terutama di seputar tanggal-tanggal penting (seperti tanggal yang diujicobakan Ares dengan data kapal kosong).
Keterlibatan Ayah Claudia (Bapak Sastrawan): Apakah ada tekanan finansial atau agenda tersembunyi yang mendorong Ayah Claudia menggunakan putrinya sebagai perantara tanpa sepengetahuannya.
Natalie duduk di ruang kerja penthouse baru yang tenang itu, dikelilingi oleh teknologi canggih. Ia bekerja tanpa henti. Ia menemukan bahwa Claudia sering mengeluhkan masalah keuangan yang tersembunyi dari Ayahnya. Claudia memiliki kecenderungan berjudi kecil di pasar saham yang membuatnya sering defisit, dan secara rutin meminta sejumlah besar uang dari Ayahnya.
Namun, yang paling mencurigakan adalah serangkaian email yang dikirim Claudia kepada sebuah agen perjalanan mewah.
Email mencurigakan: Claudia memesan perjalanan mendadak ke Monte Carlo, padahal ia sedang sibuk menyiapkan pertunangan. Dan pembayaran deposit untuk perjalanan itu datang dari rekening Ayahnya, tetapi bukan akun resmi.
Mengapa Ayahnya membayar perjalanan mewah Claudia di saat ia sibuk dengan persiapan pertunangan, dan mengapa menggunakan akun terpisah?
Natalie mencatat detail itu sebagai 'Anomaly A'.
Panggilan dari Pusat Kekuasaan
Di tengah analisisnya, telepon terenkripsi berdering. Itu adalah Ares.
"Bagaimana bahumu?" tanya Ares, tanpa basa-basi, tanpa emosi.
"Lebih baik, Tuan. Hanya goresan," jawab Natalie.
"Bagus. Kau bukan tipe orang yang boleh terluka. Aku memanggilmu bukan untuk menanyakan kesehatanmu, tapi kemajuanmu."
Natalie menyajikan hasil analisisnya, terutama tentang Ayah Claudia, Anomaly A, dan pesan yang dibocorkan Claudia.
"Claudia adalah saluran, Tuan. Entah disadari atau tidak. Saya tidak menemukan bukti dia secara langsung menjual rahasia. Tapi Ayahnya... Ayahnya menggunakan rekening terpisah untuk menutupi hutang Claudia, dan di sekitar waktu yang sama Ayahnya memberikan informasi logistik kapal kosong kepada putrinya," jelas Natalie.
"Ayahnya mencoba membeli loyalitas Claudia, atau dia berusaha membungkamnya. Dan saat yang sama, dia mengambil data logistik palsuku untuk dijual. Itu masuk akal," gumam Ares.
"Claudia adalah bidak catur yang diabaikan, Tuan. Dia hanya ingin perhatian Anda, dan mungkin Ayahnya mengeksploitasi kebutuhannya untuk itu."
Ada keheningan panjang di sisi Ares. "Kau melihat ke dalam jiwanya, Natalie. Sesuatu yang bahkan tidak kulihat."
"Saya hanya menganalisis datanya, Tuan."
"Tidak. Kau menganalisis kelemahannya. Dan kelemahan adalah segalanya," tegas Ares.
Misi Baru: Penyamaran di Pesta
"Malam Minggu ini, ada pesta pra-pernikahan di Kediaman Utama Sastrawan. Acara kecil, hanya keluarga dan beberapa rekan bisnis inti," kata Ares. "Ini adalah kesempatanmu. Aku ingin kau menyusup."
"Penyamaran apa, Tuan?"
"Kau tidak akan menyamar sebagai asisten. Identitas 'Natalie' sudah dirusak oleh Claudia. Kau akan datang sebagai Nona Elena Kinski, seorang analis seni dari London yang baru kembali ke Jakarta untuk mengelola koleksi pribadi yang dirahasiakan."
Natalie terkejut. Perubahan identitas yang begitu drastis.
"Aku sudah menyiapkan segala sesuatu. Pakaian, latar belakang. Kau akan datang bersamaku, tetapi tidak sebagai asisten, melainkan sebagai mitra bisnis potensial yang kebetulan dekat denganku."
"Mitra bisnis?"
"Ya. Kau akan menjadi umpan. Claudia akan membencimu. Ayahnya akan menganggapmu sebagai peluang bisnis. Kau akan menggunakan momentum itu untuk mengamati interaksi mereka, mencari bukti apa pun, detail kecil, pergerakan mata, apa pun yang mengonfirmasi bahwa Ayahnya adalah otaknya, dan Claudia adalah perantaranya."
Ares memberi jeda. "Natalie. Kau adalah satu-satunya yang kubiarkan berjalan di antara aku dan Claudia. Jangan lupa itu. Jika kau gagal, tidak ada yang bisa menyelamatkanku dari pernikahan ini, atau kerajaanku dari pengkhianatan Ayah Claudia."
"Saya mengerti, Tuan. Elena Kinski akan siap," jawab Natalie.
"Bagus. Ingatlah aturannya. Jadilah Nona Kinski, tetapi bertindaklah seperti Natalie," tutup Ares.
Natalie meletakkan telepon, menatap refleksi dirinya di jendela. Luka di bahunya, meskipun tersembunyi di bawah baju, mengingatkannya pada bahaya misi terakhir. Sekarang, ia harus menghadapi bahaya yang lebih mematikan: bahaya sosial dan intelektual di sarang musuhnya, menjadi Nona Elena Kinski, umpan berharga yang dipertaruhkan Ares di medan perang kekuasaan.