NovelToon NovelToon
KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:184.4k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

"Tolong mas, jelaskan padaku tentang apa yang kamu lakukan tadi pada Sophi!" Renata berdiri menatap Fauzan dengan sorot dingin dan menuntut. Dadanya bergemuruh ngilu, saat sekelebat bayangan suaminya yang tengah memeluk Sophi dari belakang dengan mesra kembali menari-nari di kepalanya.

"Baiklah kalau tidak mau bicara, biar aku saja yang mencari tahu dengan caraku sendiri!" Seru Renata dengan sorot mata dingin. Keterdiaman Fauzan adalah sebuah jawaban, kalau antara suaminya dengan Sophia ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya.

Apa yang telah terjadi antara Fauzan dan Sophia?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

Setelah beberapa menit Renata terpaksa memundurkan wajah melepaskan bibirnya dari pa-gutan Fauzan untuk meraup oksigen. Napasnya tersengal dengan wajah menengadah dalam rangkuman lembut tangan Fauzan, tatapan keduanya saling bersirobok membawa gelombang rasa ingin menyatu. Melebur kerinduan, luka, dan salah paham yang selama ini terus datang silih berganti.

Fauzan kembali menunduk, "Maaf," bisiknya parau. "Maaf sudah sering membuatmu menduga, maaf untuk sikap abai mas." Tutur Fauzan lirih seraya menyatukan keningnya dengan Renata.

Tak ada kata yang keluar dari bibir Renata, perempuan itu hanya mengerjapkan mata menggiring bulir yang seketika meleleh ke pipinya.

Fauzan terhenyak, ia semakin merengkuh tubuh sang istri di dekapnya wajah sendu itu di dadanya. "Mas janji kemarin yang terakhir, tolong ingetin mas jika ada sikap mas yang membuatmu gelisah dan terluka."

Renata anggukkan kepala, tangannya memeluk erat Fauzan mencari kenyamanan dan ketenangan yang sangat ia rindukan. Wangi khas tubuh Fauzan yang bercampur dengan wangi sabun menjadi obat penenang tanpa dosis baginya yang tak pernah ada di apotik manapun.

Fauzan mengambil alih tas yang masih menempel di tubuh Renata kemudian ia letakkan di atas meja tanpa melepaskan dekapannya. Dan perlahan membawa duduk Renata di sofa ruang tamu, tangannya cekatan melepaskan jilbab sang istri. Tiga hari terpisah membuatnya tak bisa lagi membendung has-rat yang kian meletup.

"Mashhh! Aku belum mandi."

"Biarin sayang, biar nanti saja sekalian." Bisik Fauzan dengan suara beratnya. Rasa ingin yang sudah meraja membuatnya tak bisa menahan diri lagi untuk tidak men-cumbu, tangannya bergerak lincah me-raba, mere-mas dan menyusuri punggung halus Renata. Bibir pun tak dibiarkannya menganggur, setiap lekuk dan titik yang menjadi kelemahan Renata terus ia susuri hingga berulang kali de-sahan lolos dari bibir sang istri yang kini sudah tak berdaya diatas sofa dengan pakaian atasnya sudah tercecer di lantai.

Diluar suara titik-titik hujan yang menimpa atap dan dedaunan bagai melodi yang menyatu dengan irama yang diciptakan Fauzan. Udara yang dingin tak mampu mendinginkan sepasang tubuh yang tengah menuntaskan gejolak has-rat yang membuncah ingin dilepaskan.

.

.

Hujan tak hanya mengguyur sekitaran kediaman Fauzan dan Renata tetapi sepertinya seluruh ibukota rata di basahinya. Langit hitam pekat, sesekali terlihat kilat yang saling menyambar di kejauhan menjadi penghias malam yang kian larut dalam rintik dan kesunyian.

Sony bangkit dari tidurnya, ia duduk bersila menatap wajah tenang kedua putrinya sambil menyelimutinya kemudian ia beralih menci-um kening Embun dan Mentari bergantian. Tiga hari terpisah terasa seperti berbulan-bulan, terbiasa sepulang bekerja disambut dengan aduan dan rengekan atau pemandangan kejar-kejaran antara Mentari dan Embun namun tiga hari kemarin tak ia temukan membuatnya seperti orang linglung. Jika saja boleh egois ia tidak ingin kedua putrinya kemana-mana, tetapi ibu Rahmi adalah nenek dari kedua putrinya juga. Apalagi paruh baya tersebut tidak pernah menuntut banyak untuk kebersamaan dengan sang cucu.

Sony menghela napas dalam-dalam, wajah almarhumah Stefani membayang di pelupuk mata. Meski sudah ikhlas dan mampu menjalani hidup membesarkan kedua putrinya dengan bahagia namun tak ada seorangpun yang tahu bahwa selama 5 tahun ini dirinya sering dilanda sepi, gundah dan kehilangan sebagaimana manusia pada umumnya. Ia sudah mengikhlaskannya, menyadari apa yang terjadi pada dirinya adalah takdir yang sudah tertulis dari jauh-jauh hari. Ia hanya rindu, rindu yang entah sampai kapan akan menetap di hati untuk belahan jiwa yang sudah tenang di sana.

"Son! Anak-anak sudah tidur?"

Suara dari arah pintu menyudahi ratapan hati yang merindu. Sony beranjak turun dari tempat tidur, dengan langkah tergesa ia menuju pintu sambil menyerukan kata Masuk pada sang mama.

Kepala bu Retno menyembul dari balik pintu, "Anak-anak sudah tidur?"

"Sudah, mama masuk saja."

"Kita ngobrol dibawah saja, kasihan nanti anak-anak keganggu." Paruh baya itu mendekati ranjang dimana Embun dan Mentari tengah tertidur pulas. Ia tatapi kedua wajah cantik itu penuh kasih lalu mengusap kepala dan menciumnya bergantian.

"Tidur yang nyenyak sayang-sayangnya Oma. Besok sepulang sekolah kita jalan-jalan." Bisiknya seolah kedua cucunya itu bisa mendengarkan.

Di ruang keluarga, Sony duduki sofa yang berada tepat di sebelah sang papa. Ia beralih menghadap Bu Retno yang menyusul duduk. "Ma, ada apa?" Sony menatap Bu Retno, ia menyadari ada hal yang ingin disampaikan sang mama.

Bu Retno berdehem kemudian ia menoleh pada suaminya yang sedari tadi hanya sesekali melirik lalu kembali fokus pada majalah yang tengah dibacanya.

"Son, masih inget enggak sama Tante Ambar teman mama yang dulu sering datang kesini?"

"Iya masih, kenapa dengan Tante Ambar?" Sony menautkan kedua alisnya menatap sang mama penuh tanya meski sebenarnya ia sudah tahu kemana percakapan itu akan bermuara. Sebab beberapa hari yang lalu saat di mall sebelum mengantar Embun dan Mentari ke rumah bu Rahmi tak sengaja ia bertemu dengan perempuan yang tengah dibicarakan sang mama.

"Dia besok mau ke sini, katanya mau bawain makan malam masakan Clara yang sekarang sudah jago masak. Mama bingung enggak tahu maksud mereka apa, tapi mama harap kamu besok bisa pulang cepat. Apapun tujuan mereka kita harus menghormati tante Ambar sebagai sahabat lama mama, kamu ngerti kan?"

"Insya Allah ma, Sony usahakan." Sahut dokter Sony diakhiri helaan napas. Bukan keberatan ia harus pulang cepat, tapi ia hanya tidak suka acara yang banyak basa basi padahal tujuannya sudah jelas. Ia laki-laki dewasa yang cukup paham dari bahasa tubuh Clara saat berinteraksi di mall, dan itu membuat Embun tidak nyaman bahkan dengan terang-terangan putrinya itu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Clara.

1
Marini Suhendar
d antara terharu😭dan ketawa😄
Iper: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Rina Arie
good
sunaryati jarum
Perempuan itu juga jadi pemimpin Opa, bahkan sering lebih disiplin
Aisyah Virendra
masyaa Allah akhirnya Novel ini benar² End 🥲 ga ada lagi Reson 🤏
tapiiii... Alhamdulillah ikut senang karena teteh akhirnya benar² menyelesaikan karyanya dsini 🥰 semoga akan hadir novel² teteh berikutnya yg ga kalah bagus dan inspiratif dr Reson ❤️
Aisyah Virendra: aseeeekkk aku tunggu lounchingnya dan jangan lupaaa toel akuuuu didapur ya teh 🤏
total 2 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
🤧🤧🤧🤧🤧🤧
jadi ikutan sedih bacanya,,semoga kalian tetap Bersama kakek&nenek.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾: sama sama mom 🥰
total 2 replies
ms. yati74
hatur tengkyuuu emak sudah di kasi hiburan dgn cerita yg keren ini Teeh....semoga Teeh imoet selalu sehat wal'afiat biar bisa terus berkarya dan beraktifitas

lopeee sekebon mawar Teeh imoet🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Iper: Aamiin Ya Rabbal'alamin, doa yang sama juga buat emak🤲🏻♥️
Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dikarya recehku Mak, love love sekebon mawar🥰🥰🥰
total 1 replies
ms. yati74
hukuman buat shoppe pay dan oZan sangat elegan tapi menyedihkan buangeeeett...dan maaf yaa buat kalian ber2 emak ga simpati apa lagi sedih dan kasian...emak malah bahagiaaaaa🤣🤣🤣

(dosaloomaak🙈)
Iper: Maakk😅😅😅😅
total 1 replies
ms. yati74
Alhamdulillah kangen nya emak ke mantan dude dokter terobati😘
Aisyah Virendra
tetanggaku juga punya penyakit itu, alhamdulillah bisa sembuh, konsisten semangat sembuh Fauzan
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
jangan bilang Shopia hamil anaknya Fauzan dan Fauzan sedang menikmati sindrom itu 🤨🤨🤨 ahhh jangan plis jangan karena akan semakin rumit dan ga akan bisa lepas dari Shopia 😒
Lee Mba Young
karma mu lah itu. jd nikmati saja. 🤣🤣.
gk kasian Aku ma Zan yg sakit biar saja. dah punya istri gk bersyukur mlh selingkuh. kluarga juga dukung pula.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
inikah kurma buat mereka karena telah mencelakai Rena.
Nana Geulise: betul..betul..betul...
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
wahh kaget dapat bonchap semoga ada terus yaaaa
Aisyah Virendra
Akhirnya setelah 1 bulan Up juga 🤭
Btw terimakasih tetehku yg paling ehem ❤️🤏

Shopia²... ya Ampun, smg aja stelah ini kamu bertaubat yg bener² ya shop, jangan lagi main gila yg bkl mmbuat dirimu susah sendiri. dan lagi semoga aja mertuamu baik, tapi bisa jadi mertuamu galak, duh gabisa bayanginnya 🤪
Fauzan... ahh kepo deh
Iper: wkwkwk 🤭
total 1 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ada rasa sedih&menyesal di hati pak Wira karena dia gagal mendidik anaknya tapi mau gmn lagi skrg udh terlanjur karena kelakuan nya sendiri
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
sampai berpelukan ya saking syg nya Bu Rohmah sama Mila&bara
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
walaupun acaranya udh selesai tapi mereka mau datang kan.
Aisyah Virendra
teteeeeeeehhh kapan up lagiiiiiii
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
semoga adek Aqil kelak mampu menjadi opa & papanya
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Aku baru baca benar2 kok emosi ya lihat tingkah Sophia😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!