(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28 - Tidur Bersama?
Waktu sudah menjelang malam.
Setelah selesai melaksanakan makan malam Gian dan Hilya pun bersantai di ruang keluarga seperti tadi siang,, kini mereka tengah menonton serial televisi kesukaan Hilya.
"Hilya kalau aku boleh tau kenapa kamu bekerja? maksudku...Diumur mu yang masih 19 tahun biasanya banyak orang yang memilih untuk kuliah dari pada bekerja"
"Sebernarnya aku pernah kuliah selama satu tahun,, tapi saat itu ada lowongan pekerjaan di perusahaan GIO Grup sebagai manager,, jadi aku memilih untuk bekerja saja"
"Tapi sekarang kau sudah tidak bekerja lagi,, apa kau akan mencari pekerjaan baru atau melanjutkan kuliah mu?"
"Entahlah, aku belum tau" Hilya memang masih bimbang antara memilih untuk bekerja atau kuliah, saat ini ia hanya ingin fokus pada kesehatannya.
"Kenapa kau tidak bekerja diperusahaan Papahmu? bukankah akan lebih mudah untuk kau bekerja disana? "
"Dulu Papah juga sering menawari ku untuk bekerja diperusahaannya tapi aku tidak mau karna jika para karyawan tau aku anak pemilik perusahaan itu pasti mereka akan memperlakukanku berbeda"
"Berbeda bagaimana maksudmu?" Yang masih tetap menatap Hilya.
"Akan sangat canggung jika aku berinteraksi dengan mereka karna statusku sebagai anak pemilik perusahaaan,, aku juga ingin punya teman yang tidak mempermasalahkan status sosial jadi aku memilih bekerja diperusahaan lain" Jelasnya panjang lebar pada Gian.
Gian manggut manggut paham maksud dari Hilya sekarang, wanita ini benar benar memiliki hati yang baik, ia tidak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang. padahal orang tuanya sangat berkecukupan tapi ia sama sekali tidak menggantungkan hidupnya pada mereka.
Pukul 10.30
Gian pun melihat kearah jam dinding ternyata sudah sangat malam,, ia menatap Hilya yang masih fokus pada televisi.
"Apa kau belum mengantuk? " Hilya pun menoleh kearah Gian.
"Sedikit, apa Mas mau tidur?"
"Ya... Karna besok aku harus kerja" Jelasnya pada Hilya karna tidur terlalu malam juga tidak bagus untuk kesehatan Hilya.
"Baiklah" Mereka pun pergi kekamar Hilya terlebih dahulu seperti biasa, Gian pun membatu Hilya ke tempat tidur.
"Apa kau mau sesuatu sebelum aku pergi?"
Hilya nampak sedang berfikir saat Gian menawarinya sesuatu, tapi bukannya meminta bantuan Hilya malah bertanya sesuatu yang membuat Gian tercengang.
"Apa Mas mau tidur disini?"
"Hah?!" Jelas itu membuat Gian kaget tidak percaya.
"Mmm.... Apa Mas mau menemani aku tidur malam ini? perasaanku tiba tiba tidak enak,,,tapi... Kalau mas tetap ingin tidur di kamar mas sendiri juga tidak apa apa kok" Hilya tidak mau memaksa Gian untuk tidur dikamarnya karna ia juga takut Gian merasa tidak nyaman.
"Apa kau takut mimpi buruk lagi?" Hilya pun mengangguk cepat dan wajahnya memang menujukkan suatu ketakutan tersendiri.
"Baiklah tapi aku mau mengganti pakaian dulu"
"Baiklah,,, tolong ambilkan aku baju tidur sebelum mas kekamar" Ucapan Hilya membuat Gian terkejut lagi.
Apa dia mau sengaja memakai baju tidur itu dan menyuruhku tidur disini? bisa bisa aku gila saat ini juga. batin Gian
"Kau mau memakai baju tidur itu lagi?" Gian memastikan lagi apa benar Hilya akan memakai baju tidur itu saat tidur bersamanya?.
"Iya... Aku tidak bisa tidur memakai baju ini" Sambil menunjukkan baju yang tengah ia pakai
"Ba.. baiklah" Gian pun mengambil baju tidur Hilya dan memberikannya, lalu ia keluar menuju kamar untuk mengganti pakaiannya juga.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe