NovelToon NovelToon
Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Selingkuh / Romansa / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: dava hanafisha

Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.

Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.

Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Seketika Reno terdiam mendengar ucapan Winda tadi. "Tau dari mana dia kalau aku suka bertemu dengan Alisha, apa dia pernah melihat ku jalan dengan nya, atau ada orang lain yang pernah melihat ku, lalu orang itu memberi tahu Winda. Sial! Berarti sebentar lagi Alisha pasti akan tau pernikahan aku dengan Winda. harus bagaimana aku, hancur sudah harapan aku untuk menikah dengan Alisha." gumam Reno kesal dalam hatinya.

Disisi lain...

"Kak lusa nanti aku sudah tinggal dirumah Arkana, kakak gak apa kan kalau aku tinggal dirumah sendiri?." tanya Yasmin.

"Cepat sekali. Mau bagaimana lagi, kalau pun aku bilang tidak mau kamu akan tetap pergi juga kan kerumah Arkana."

Yasmin terdiam. "Iya juga sebenarnya tak ingin tinggal disana, namun mau gimana lagi ini sudah permintaan suami nya." gumam Yasmin dalam hati.

"Ibu jadi nya gimana kak, apa sudah bilang dengan ibu Fenny dan pak Darren?."

"Aku sudah bilang dengan Alisha beberapa waktu lalu, mereka sebenarnya memberi izin tinggal bagaimana dari ibu nya saja."

Yasmin menganggukkan kepalanya. "Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Alisha kak?."

"Ya begitu-begitu saja, aku tak mau berharap banyak. Lagi pula juga ada Reno yang mendekati Alisha, jadi bukan tidak mungkin dia yang akan diberikan restu oleh pak Darren dan ibu Fenny."

"Tapi walau pun Reno diberikan restu oleh orang tua nya Alisha, kalau Alisha nya gak mau gimana kak, gak akan terjadi juga kan?."

"Sudah lah Yas, kita ini hanya lagi bicarakan omong kosong saja. Karena gak akan mungkin terjadi juga untuk yang kedua kali nya." pungkas Reno.

Keesokkan hari nya...

"Bi.. Apa benar bibi sudah tidak mau lagi bekerja disini?." tanya Alisha.

"Alisha tau dari mana ya, apa Elenoa sudah membicarakan nya kepada Alisha? Lalu aku harus jawab apa ya, gak enak sekali sebenarnya aku dengan ibu Fenny dan juga pak Darren. Tapi mau gimana lagi, anak-anakku menyuruhku untuk dirumah saja, mengingat usia ku yang sudah jauh dari kata muda." tuturnya dalam hati.

"Bi.. Kenapa diam saja, gak apa kok bi kalau memang mau berberhenti. Kalau memang bibi tidak enak bilang nya sama mama dan papa, nanti aku coba bantu bicarakan ini dengan mereka. Pasti mereka juga tidak akan melarang bibi juga."

"Iya non, tapi saya gak enak bilang nya sama tuan dan nyonya. Karena mereka sangat baik sekali kepada saya dan anak-anak. Tapi Yasmin dan Elenoa meminta saya untuk dirumah saja, karena usia saya sudah tidak muda lagi dan biarkan mereka yang bekerja mencari uang. Sekalian menemani Elenoa dirumah."

Alisha hanya tersenyum. "Ya sudah jadi bibi mau nya gimana, bilang sendiri ke mama dan papa atau aku bantu bicarakan?."

"Bibi pikirkan lagi dulu ya non." jawab bi Rizka yang masih ragu.

Alisha menganggukkan kepalanya.

*****

"Win, bagaimana apa kamu sudah menegur Reno?." pesan singkat yang dikirimkan Alea kepada Winda.

"Sudah Al, tapi dia tetap saja membela wanita itu. Aku akan mengatur waktu untuk bertemu dengan Alisha."

"Kamu kabarin aku ya Win kalau ingin bertemu dengan dia. Aku mau ikut bertemu juga."

"Lihat nanti saja, aku juga belum tau kapan ingin bertemu nya." balas Winda berbohong. Kalau Alea ikut dalam pertemuan itu, pasti dia mengetahui pernikahan nya dengan Reno dan Reno akan semakin marah kepadaku, tidak, hal ini tidak boleh terjadi. Aku harus secepatnya memperbaiki hubungan aku dengan Reno." gumam Winda dalam hatinya.

Tak berselang lama Winda langsung menghubungi Alisha.

Kini kedua nya janjian akan bertemu dikafe Winda besok siang.

Malam hari nya Reno pulang ke Apartemen. "Ren, kamu sudah makan? Aku siapkan makanan untuk kamu ya?." tanya Winda lembut.

"Tidak usah! Aku sudah makan diluar." bentar Reno singkat.

Seketika air mata Winda mengalir dengan begitu deras nya, selama hamil Winda menjadi wanita yang sangat lembut tidak seperti sebelum nya. "Sakit sekali rasa nya hati ini selalu mendapatkan perlakuan buruk dari suami sendiri. Aku selalu membayangkan jika suatu hari nanti memiliki suami yang baik dan sangat lembut dalam bersikap. Tetapi apa yang aku dapatkan, semua tidak seperti yang ada dalam bayangan ku. Reno begitu dingin dan kasar kepadaku. Dia kira dengan aku mendapatkan status sebagai istri nya, aku akan bahagia gitu. Aku berharap setelah kelahiran anak ku nanti kamu bisa berubah menjadi suami yang baik untukku Ren, bisa membimbing aku dan anak kita ini. Aku mau kita membesarkan anak kita bersama-sama." lirih Winda, iya mengusap air mata nya yang terus mengalir di kedua pipinya.

"Tidak usah banyak drama kamu didepan ku, kamu pikir dengan kamu menangis didepan ku semua akan merubah aku menjadi lebih baik ke kamu? Jangan harap Winda! Kita bisa seperti ini semua atas perbuatan kamu, jebakan kamu. Aku tidak memiliki rasa sedikit pun kepada kamu."

"Tapi Ren buka hati kamu untuk aku, aku berharap kita bisa bersama-sama membesarkan anak kita ini nantinya."

"Apa kamu bilang anak kita? Yakin sekali kamu bilang anak kita. Tunggu hasil tes DNA nanti setelah kelahiran bayi itu. Jangan sembarangan kamu mengucap anak kita." ucap Reno kesal.

"Tapi Ren, anak yang aku kandung ini memang anak kamu. Aku hanya melakukan ini dengan kamu, tidak pernah dengan lelaki lain. Aku harap kamu bisa menyayangi anak ini dengan tulus setelah kelahiran nya nanti." tutur Winda sambil menangis terisak.

Tak ada jawaban kembali dari Reno. Iya malah meninggalkan Winda didalam kamar.

"Seharusnya dalam masa kehamilan aku ini, aku merasakan bahagia bukan penderitaan seperti ini. Reno tega sekali memperlakukan aku sampai seperti ini." imbuh Winda.

*****

Siang hari nya Winda sudah tiba dikafe nya itu. Ini adalah kali pertama nya Winda mendatangi kafe nya lagi. Setelah beberapa bulan lalu tak pernah mengunjungi kafe tersebut.

"Alisha..." Panggil Winda saat melihat kehadiran Alisha di kafe itu.

Alisha segera menghampiri Winda. Dan iya sempat dikagetkan dengan kondisi Winda saat ini. "Winda lagi hamil? Apa dia sudah menikah?." tanya Alisha dalam hati.

"Hai Win, apa kabar?." sapa nya dengan lembut dan menjabatkan tangan nya. Iya tak berani menanyakan kondisi nya, jadi membiarkan nya begitu saja.

"Sha.. Aku ingin bertanya dengan kamu, tapi aku harap kamu menjawab dengan jujur semua pertanyaan aku."

Alisha menganggukkan kepalanya. "Memang ada apa Win, masalah apa yang ingin kamu tanya kan kepada ku? Aku rasa kita tak pernah ada masalah." tanya Alisha Ragu.

"Ini menyangkut Reno, Sha."

"Apa Reno? Memang ada apa dengan Reno?."

"Kamu kapan terakhir ketemu Reno? Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?."

"Sejauh ini hubungan aku dengan Reno hanya sebatas teman. Dan terakhir ketemu dengan Reno seminggu yang lalu, dia main kerumah aku. Ada apa sih memang nya Win?."

Winda menjawab dengan buliran air mata yang membasahi wajah nya. "Ternyata memang Alisha tidak tau apa-apa dan pernikahan kami disembunyikan supaya dia masih bisa bebas pergi dengan wanita lain. Jahat sekali kamu Reno." gumam Winda kesal dalam hatinya.

"Kenapa kamu menangis? Coba kamu jelaskan kepada ku ada apa dengan kamu dan Reno sebenarnya?."

"Sha, aku dan Reno sudah menikah beberapa bulan lalu. Kenapa aku mengajak kamu bertemu, karena pernah ada yang melihat kalau Reno masih bertemu dengan kamu disalah satu mall. Reno meminta kepadaku supaya pernikahan kita dirahasiakan, ternyata ini alasan dia merahasiakan pernikahan kita, supaya dengan bebas nya dia bisa bertemu dengan wanita lain. Sakit sekali rasa nya hati aku, apa lagi aku sedang mengandung anak Reno dan aku tak pernah mendapatkan perlakuan baik dari suami ku sendiri. Karena dia tak pernah mencintai aku." lirih Winda, iya menceritakan kepada Alisha sambil menangis terisak.

Alisha yang tak tega melihat Winda menangis dan akhirnya berpindah tempat duduk menjadi disebelah nya.

"Win, maaf kan aku. Aku benar-benar tidak tau kalau kalian sudah menikah, lagi pula aku gak pernah memiliki rasa kepada Reno. Tapi dia yang berusaha mendekati ku. Oke setelah ini aku akan menjauhi Reno. Aku harap rumah tangga kalian akan baik-baik saja. Aku tak menyangka Reno bisa memperlakukan kamu seperti ini. Kamu yang sabar ya Win,"

"Terimakasih Sha, atas pengertian kamu, aku tau kamu wanita baik. Hanya saja banyak sekali orang yang memanfaatkan kebaikkan kamu. Aku sangat berharap Reno bisa melupakan kamu secepatnya dan bisa membuka hatinya untukku. Aku bukan hanya butuh status dari Reno, tapi aku juga butuh sosok Reno yang memberikan aku perhatian bukan hanya marah-marah kepadaku saat bertemu. Aku juga berharap Reno bisa menyayangi anak ini dan segera meresmikan pernikahan kita."

"Apa meresmikan? Maksud kamu Win?."

1
dava hanafisha
👍
Anita Rahayu
Luar biasa
Akbar Razaq
kamu py orang tuakan kenapa kamu melakukan semaumu saja.tidak memikirkan kekhawatiran orang tua.
Akbar Razaq
Bukan salah suami dan keluarga jk kamu sendiri py kemampuan tp hanya diam menangis saja.
dava hanafisha
terimakasih kak 🥰 .. oke siappp
dava hanafisha
maaf typo kak 😁🙏
QueenRaa🌺
sakit semua ini sekeluarga😭
dava hanafisha: Gregetan ya 😫
total 1 replies
QueenRaa🌺
alurnya bagus, tpi ini typo ya thor? kata padamu seharusnya padaku kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!