NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vinoy

Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.

Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?

Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?

NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Manis

"Semalam kamu pergi kemana?" 

Juno menatap anak semata wayangnya yang sedang mengunyah nasi di mulutnya itu dengan tatapan penuh tuntutan, dia masih ingat bagaimana anak gadis dan istrinya sendiri mengkhianati dirinya dan membuat Nungky pergi bersama pria lain tanpa pengawasannya, rasanya jika mengingat kejadian semalam dia kembali kesal sampai lupa jika kopi yang diminumnya itu masih panas.

"Kenapa kopinya panas sekali, apa kamu mencoba untuk menipuku lagi?" Juno menatap Desi dengan tatapan curiga seraya mengelap bekas kopi yang di semburkannya menggunakan tisu.

Desi memutar bola matanya malas, sejak kejadian semalam suaminya itu jadi suka paranoid dan mencurigainya seperti sekarang."Jangan bod*h kalau aku akan menipumu sudah dari tadi kulakukan, dan juga Memangnya kamu lupa jika kopi itu baru saja kubuat pasti masih panas lah" Ucapnya menatap suaminya kesal seraya melahap tahu goreng ditangannya dengan kasar seolah menumpahkan kekesalannya pada tahu yang tidak berdosa itu.

"Jawab Papa Nungky, semalam kamu pergi kemana?" Tanya Juno kembali mengulang pertanyaanya kepada Nungky anaknya.

"Semalam Kak Ky pergi makan di restoran mewah Om, disana kita makan banyak banget pokoknya seru deh" Celoteh makhluk licik bernama Chika menjawab pertanyaan Juno yang kebetulan atau lebih tepatnya selalu berada diantara keluarga kecil itu untuk menumpang makan.

"Iya Pa aku sama Chika makan malam terus langsung pulang deh, Papa tenang saja aku kan Nungky si Putri cantik gak bakal berani ngapa-ngapain kok" Ucap Nungky sambil tersenyum meyakinkan dan kembali melahap nasi goreng yang tinggal sedikit itu."Paling cium-cium dikit" tambahnya lagi yang tentu saja hanya berani dia ucapkan dalam hati.

Mengingat kejadian semalam membuat Nungky jadi senyum-senyum sendiri, apalagi saat mengingat pria dingin itu masuk ke kamarnya untuk pertama kali.

Disampingnya Chika juga tengah tersenyum bahagia karena mendapat rezeki nomplok dalam semalam.

Flashback on.

"Chi-chika" Ricko menatap Chika gugup karena sudah memergoki kelakuannya pada gadis kecil yang sedang terlelap tidur disampingnya itu."Jangan beritahu siapa-siapa, aku mohon jangan katakan yang baru saja kamu lihat apalagi pada Nungky dan keluarganya!" Pintanya memohon pertolongankepada gadis kecil yang duduk dibelakangnya.

Chika terlihat memikirkan permintaan Ricko sambil melipat tangannya di depan dada layaknya orang dewasa."Begini Bang Rick, Chika bukannya gak mau bantu tapi aku kan anaknya gak bisa bohong kalau Kak Ky nanya gimana?, aku gak jamin aku bakal bisa nutupin kejadian barusan mau aku lupain juga gak mungkin Bang soalnya itu adegan mesum yang aku tonton secara langsung" Ucapnya setelah berpikir selama beberapa saat.

"Maaf ya Bang sebaiknya Abang siap-siap nanti kena omel Tante Des apalagi Om Juno,dia bakal ngamuk kalau tahu anaknya disosor" Tambahnya lagi yang membuat Ricko jadi panik,dia bukan takut akan amukan Desi atau yang lain, yang dia takutkan gadis kecil disampingnya itu mungkin tidak diperbolehkan lagi bertemu dengannya.

"Apa kamu yakin tidak bisa merahasiakan semuanya dan menganggap bahwa tidak ada yang terjadi disini?" Ricko menatap Chika yang langsung menggeleng lemah menjawab pertanyaannya."Aku akan membayarmu dan aku juga akan membelikan barang-barang yang kamu mau, tapi dengan syarat kamu harus merahasiakan kejadian barusan!" 

Mendengar itu Chika langsung melotot mendengar tawaran yang begitu menggoda untuk diambil, mencoba terlihat tidak terlalu senang dia menatap Ricko dengan raut wajah dibuat serius.

"Baiklah Bang Rick, aku gak tega juga lihat Abang ketakutan gitu, tenang Bang rahasia aman ditangan Chika" Ucapnya sambil mengacungkan jempolnya tanda jika dia akan menuruti semua permintaan Ricko.

"Bagus, besok kamu datang saja ke rumahku dan Zahra akan mengurus semuanya!" Ricko tersenyum puas karena berhasil membungkam mulut Chika, uang bukan masalah untuknya dan dia sudah terbiasa untuk memenangkan keinginannya menggunakan uang dalam bisnis.

"Siap Tuan!" Sahut Chika sambil mengangkat tangannya memberi hormat.

Tok

Tok

Tok

Desi mengetuk pintu mobil Ricko."Kalian lama sekali, ayo cepat turun sebelum suamiku tahu" Ucapnya setelah Ricko menurunkan kaca mobilnya, dia kemudian melihat anaknya yang sedang terlelap tidur."Rick bawa Nungky ke kamarnya, gak mungkinkan kalau Tante yang bawa?" Ucapnya lagi kepada Ricko sambil tersenyum.

"Ta-tapi dia eh itu Nungky"

"Apa sih Rick kalau ngomong yang jelas dong jangan bikin Tante pinter!" Ucap Desi kesal yang melihat Ricko terlihat bingung dengan perintahnya."Ayo bawa Nungky ke atas masa badan gede gak kuat bawa bocah kayak si Nunung sih?" Tanyanya bingung karena Ricko masih belum beranjak dari kursinya.

"Bukan itu maksudku, tapi bukankah dia suka aneh kalau sedang tidur? Bukankah lebih baik dia dibangunkan saja dulu sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?" Tanya Ricko menjelaskan maksudnya, dia masih ingat bagaimana dulu para pelayan dan pengawalnya pernah babak belur hanya karena mencoba membangunkan Nungky.

"Oh itu ngomong dong, bentar Tante lihat si Nunung dulu!" Desi melongok untuk melihat keadaan anaknya itu."Sudah tidak apa-apa dia tidak akan melakukan hal yang aneh kok!" Ucapnya meyakinkan Ricko.

Meski sedikit ragu dan tidak memercayai kata-kata Desi namun Ricko tetap menurut tanpa membantah perintah Desi, dia turun dari mobilnya dan berjalan untuk membuka pintu mobil sebelahnya lagi, dengan perlahan Ricko mulai mengulurkan tangannya untuk merengkuh tubuh kecil Nungky dan menggendongnya di depan, dia tersenyum samar saat Nungky dengan refleks mengalungkan kedua lengannya di leher Ricko.

"Jangan senyum-senyum gitu, ingat jangan berani mengambil kesenangan dalam kesempatan" Desi mengingatkan Ricko untuk tidak berbuat hal senonoh di saat keadaan anaknya sedang tidak sadarkan diri.

Ricko mengangguk tanpa berkata apapun, Desi tidak tahu saja jika sebelumnya dia sudah melakukan yang ditakutkan Desi, dengan langkah tegapnya Ricko berjalan menuju rumah Nungky diikuti Desi dan Chika yang mengekor di belakangnya, tubuh Nungky ternyata tidak seringan perkiraannya, tapi jika dipikir-pikir lagi Ricko tidak heran mengingat nafsu makan gadisnya yang sudah di batas wajar.

"Eh Chik tumben kamu baik mau bawain sepatunya Nunung, kamu gak dapat royalti lagi gak?" Desi menatap Chika yang membawakan sepatu Nungky dengan curiga, dia seperti mencium bau uang dan pengkhianatan di balik semua itu.

"Tante Des Kok ngomong gitu sih, memangnya sejak kapan Chika jahat?" Tanya Chika merasa tersinggung dengan tuduhan Desi padanya, padahal itu adalah fakta yang sesungguhnya."Chika bantuin Kak Ky tulus lillah hita'ala gak pake sogokan Tante, kata Mama bantu orang itu harus tulus dan ikhlas, jangan dilihat untung ruginya itu gak berkah namanya" Ucapnya lagi dengan bijak.

"Masa sih Mama kamu Heni bilang kayak gitu? seingat Tante dia itu bukan ibu-ibu lemah lembut yang bisa ngomong bijak, dia kan sahabat Tante dari orok Chik dan selama Tante kenal, dia cuma pernah ngelakuin hal bener dengan nikah sama Papa mu itu selebihnya gak ada yang bisa diharapkan" Ucap Desi yang tidak bisa mempercayai kata-kata Chika, dia tahu betul Heni bagaimana dan dia  juga yakin ibu paruh baya itu tidak mungkin berubah dalam sehari.

"Astaghfirullah Tante Des ngomongnya sadis banget, kalau Mama dengar bisa sakit hati dia" Chika menatap Desi dengan raut wajah kecewa."Tapi Tante Des benar sih, Mama aja tiap hari bikin eksperimen masakan baru yang suka bikin aku sama Bang Awan gak kuat di rumah, Makannya aku lebih suka disini" Ucapnya lagi sambil cengengesan dan berjalan menaiki tangga untuk menyusul Ricko yang sudah berada jauh.

"Itu Bocah main nyelonong aja memangnya dia tahu kamarnya si Nunung apa?" Gumam Desi kesal sambil mempercepat langkahnya melewati Chika untuk menyusul Ricko.

"Sini kamu mau bawa Nungky ke kandang singa hah?" Desi menarik kerah kemeja Ricko dan membawa pria itu untuk menjauhi kamarnya dan Juno jika tidak sudah bisa dipastikan suaminya itu akan terbangun dan memergoki mereka.

"Kalau gak tahu jangan sok, ingat Rick sepintar-pintarnya kamu gak ada yang bisa ngalahin keluarga Tante yang sudah jelas ahli dalam segala bidang" Ucap Desi dengan nada seolah menggurui pria yang berjalan di belakangnya sambil menggendong Nungky yang masih terlelap dalam tidurnya.

Jika biasanya Ricko akan marah dan menantang orang yang berlaga seperti meragukan kepintarannya, tapi hal itu tidak lakukan saat lawan bicaranya adalah ibu dari gadis yang sedang digendongnya itu, selama mengenal Nungky dia jadi sadar bahwa pakarnya dalam hal licik dan menipu adalah Nungky dan mungkin dia dapatkan dari Desi yang memang memiliki ilmu tipu muslihat tingkat Dewa.

"Abang peluk aku dan bawa aku ke KUA" Racau Nungky saat Ricko sedang menurunkan tubuh mungilnya ke atas ranjang.

"Dasar si Nunung bikin malu saja, tuh anak Kayaknya kebelet kawin jadi gini deh" Gumam Desi yang merasa malu dengan tingkah anak semata wayangnya itu.

"Tapi kan Kak Ky jomblo Tante Des, mau nikah sama siapa?" Tanya Chika dengan polosnya.

"Mama!" 

Mendengar teriakkan itu Desi dan Chika langsung berlari keluar kamar untuk menenangkan Juno yang baru saja terbangun dari tidurnya, Desi jadi ngeri sendiri karena Juno bisa bangun cepat meskipun sudah dia beri obat tidur tadi.

"Kamu cepat pergi sebelum Papa Nungky kesini, Tante sama Chika mau tenangin dia dulu, dan ingat jangan lewat depan nanti ketahuan, kalau perlu loncat saja dari balkon gak tinggi-tinggi amat kok!" Ucap Desi mengingatkan Ricko sambil berlalu pergi keluar kamar dan menutup pintu tersebut untuk menemui suaminya.

Setelah Desi dan Chika pergi Ricko tidak segera kabur meninggalkan kamar gadis kecil itu, sambil duduk di tepi ranjang dia menatap wajah polos Nungky dan membelai rambut gadis itu dengan lembut."Kamu Manis sekali, rasanya sulit bagiku untuk jauh darimu!" Gumamnya pelan, dengan perlahan dia mendaratkan kecupan tanda sayang di kening Nungky.

"Jangan kening doang bibir juga boleh Bang!" Nungky membuka matanya sambil menahan leher Ricko dengan mengalungkan tangannya.

"Dasar, sejak kapan kamu bangun?" Ricko menatap Nungky sambil terkekeh geli melihat keimutan gadisnya.

"Sejak Abang gendong aku!" Nungky menjawab dengan mimik wajah lucunya.

Keduanya saling berpandangan dan tersenyum, dan akhirnya untuk kedua kalinya mereka menyatukan bibir mereka untuk menyalurkan perasaan keduanya yang mulai merasa takut kehilangan, sebelum dia hilang kendali Ricko melepaskan pagutan mereka dan kembali mengecup kening Nungky dengan lembut."Tidurlah aku pergi dulu!" Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Nungky menuju ke balkon.

"Tinggi sekali aku bisa patah tulang kalau loncat dari sini" Ricko menatap ke bawah balkon kamar Nungky dengan pandangan ngeri, dia masih menyayangi nyawanya untuk tidak loncat dari atas sana.

"Sini ikut aku Bang, ada jalan keluar di kamar tamu!" Nungky menarik tangan Ricko keluar kamar dan membawanya ke kamar Tamu dimana disana terdapat cabang pohon besar dari rumah Awan yang menjulur ke balkon ruang tamu, itu adalah tempat yang biasa Nungky gunakan untuk kabur dari rumah dan tentu saja bisa juga dilakukan Ricko untuk menyelamatkan diri.

Flashback off

_______

Komen dan like nya dong masa gak ada yang like dan komen sih😭😭😭 sedih akutuh diginiin coba 🙄

1
TiSafi
/NosePick//NosePick//NosePick/
TiSafi
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
TiSafi
ngakak mulu
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍👍
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya ☝️🌹
Ara25
baik
Suherni
bagus
inayah machmud
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwik Wiwik
Biasa
aisya_
pas baca kadal pdhl Kendal sumvvah ngakak😁😁
Memyr 67
huuu othor gesrek bikin cerita tegang
Susanti M.S
menghibur sekali🥰🥰🥰
Wisna Al-Khansa
ampun Thor.. aku gak kuat nahan tawa..sampe keram perut ku tuh
Reynaa Sri Wahyuni
harus nya jngan end dulu dong thor, aku tuh pengen tahu MP nungky dan ricko seperti apa🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
kata nya tempat ini hanya d ketahui nungky dan ricko. ko zahra dan chika ada d sana sih?
Reynaa Sri Wahyuni
aku gak kuat thor🤣🤣🤣🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
bank kerokan pasti
Insan Rohman
pasti ceweknya.cewek jadi2an 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yass
baca ulang cerita nunung ke 4x sambil minum GoodDay😅
Rika Piliang
ke ingat masa kanak2 dulu juga nakal kayak gitu😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!