NovelToon NovelToon
I LOVE YOU PAMAN

I LOVE YOU PAMAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:667.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: suharni

Novel ini sudah mengalami revisi ulang ya. Judul dan nama tokohnya masih tetap sama, hanya ada beberapa tokoh yang author hilangkan.

Sakila gadis sederhana yang pernah terluka karena kehilangan seseorang Ibu, harus di hadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa dia harus menerima pinangan pria yang jauh lebih tua darinya, yakni 23 tahun. Sakila berusia 21 tahun, sementara pria itu 44 tahun. Sakila hidup dengan Ayah dan Ibu tirinya, serta adik lelakinya yang berusia 18 tahun.

Alka Prayoga, duda kaya beranak dua dan telah menikah. Alka di hadapkan dengan peristiwa menyakitkan, yaitu dia harus kehilangan istri tercintanya dalam kecelakaan tragis.

Alka yang menutup hatinya selama bertahun-tahun, di paksa menikah lagi demi anak dan menantunya yang menginginkan seorang mertua. Lalu apa jadinya bila wanita yang di nikahinya hampir seumuran dengan anak dan menantunya? sanggupkah sakila meluluhkan hati Alka yang beku? dan bagaimana cara sakila memenangkan hati para menantunya yang tak pernah menerimanya?

Saksikan kisahnya berikut ini ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 28. Mata Jahat Lagi.

Alka pergi ke apotek untuk membelikan obat Sakila. Dia berjalan keluar kamar dan melewati anggota keluarga lainnya yang tengah memasak di dapur.

Nenek dan Reina memanggil Alka, tetapi pria itu tak mengindahkan panggilan keduanya. Pikiran pria itu hanya fokus pada Sakila yang tengah menahan sakit di dalam kamar.

"Nenek, ada apa dengan Ayah? mengapa dia jalan tergesa-gesa? dan ada apa dengan wajah Ayah? sepertinya Ayah sedang ada masalah lagi," tutur Reina.

Nenek berpikir keras tentang putra dan menantunya. Karena nenek juga melihat wajah Alka berwarna merah, dan mengapa dia berjalan tergesa-gesa? seperti sedang terjadi sesuatu.

Sepuluh menit kemudian Alka sudah kembali dengan memegang sebuah kantung plastik, dan kantung itu berisi obat-obatan Sakila.

Nenek dan Reina semakin bingung plus cemas pada Alka. Ada apa sebenarnya dengan pria itu?

"Minumlah obat ini. Kau akan merasa lebih baik setelah memakannya," titah Alka setelah pria itu memasuki kamar.

"Apakah obat ini rasanya pahit?" tanya Sakila dengan raut wajah takut.

"Mana aku tahu. Aku tidak mencicipinya dulu tadi. Lagi pula kalau pahit memangnya kenapa? apakah kau takut meminum obat?" balas Alka.

"Iya."

Rupanya Sakila sangat takut meminum obat. Terlihat dari wajahnya yang tampak sangat ketakutan dan ragu-ragu untuk menyentuh obat tersebut.

"Kalau kau tidak minum obat ini, maka perutmu tidak akan sembuh. Sekarang minumlah dulu," tandas Alka setengah kesal.

Merasa sudah tak bisa menahan rasa sakit, dan takut terjadi sesuatu pada dirinya, apa lagi sampai berakhir di rumah sakit, akhirnya Sakila meminum obat tersebut. Dia tak mau mengambil resiko.

"Bagaimana? apakah kau merasa lebih baik?" tanya Alka.

"Bukankah Paman melihatku baru saja meminum obat? Jadi belum bereaksi. Tunggu beberapa menit kemudian," balas Sakila kesal. Karena lidahnya terasa pahit efek dari obat.

"Baiklah, kalau begitu kau istirahat lah dulu," titah Alka tak mengambil hati ucapan Sakila yang sedikit membentaknya tadi.

Sakila pun berbaring dan Alka menyelimutinya. Kini giliran pria itu yang merawat Sakila.

Tak lama nenek dan Reina datang.

"Alka, apa yang terjadi pada kalian berdua? dan ada apa dengan wajahmu ini nak? mengapa merah seperti ini? apa kau salah makan nak?" tanya Nenek secara beruntun dengan raut cemas.

"Aku baik-baik saja bu. Semalam aku menghirup aroma teh yang di minum oleh Sakila," jawab Alka. Pria itu masih ingin melanjutkan kalimatnya, Reina sang menantu langsung menyela pembicaraan Alka dan Nenek.

"Mengapa Sakila meminum teh di kamar ini? bukankah dia sudah tahu, kalau Ayah alergi teh? bahkan menghirup aromanya saja tidak boleh. Lalu mengapa Sakila bisa meminum teh disini?" tandas Reina penuh kekesalan.

"Reina, pelankan suaramu. Sakila sedang tidur," tutur Nenek.

"Nek, Sakila bisa tidur nyenyak di kasur ini. Sementara Ayah kesakitan karena alergi yang di sebabkan olehnya," tandas Reina tak terima.

Ya, sekarang Sakila telah tertidur setelah meminum obat tadi.

Alka masih diam tak bergeming ketika mendengar ocehan Reina yang begitu cerewet dan selalu menyalahkan Sakila atas apa yang terjadi.

"Ayah, mengapa Ayah diam saja? lakukan sesuatu Ayah. Bukankah seharusnya dia merawat Ayah? dan bagaimana bisa Sakila meminum teh di kamar ini? apa dia tak bisa menghargai Ayah?" oceh Reina.

"Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Alka datar, namun penuh penekan. Dia tampak tak suka dengan cara Reina bertutur kata.

Alka pun beralih pada Nenek.

"Semalam aku melakukan kesalahan bu. Aku tidak sengaja menyuruh Sakila untuk meminum teh di kamar ini. Padahal aku tahu betul, bahwa aku tidak bisa menghirup aroma teh. Dia pun meminumnya demi aku, dan ternyata Sakila tak bisa meminum teh juga. Semalaman dia sakit perut. Dia tidur bukan karena sengaja, tapi karena reaksi obat yang di minumnya barusan," terang Alka dengan suara yang mulai melunak, membuat nenek manggut-manggut memahami ucapan Alka. Namun, tidak dengan Reina. Menantu tertua Alka itu tetap menyalahkan Sakila seolah berusaha untuk mencari-cari kesalahan wanita tersebut.

"Tapi bukannya Sakila tahu, bahwa Ayah tidak boleh menghirup aroma teh? seharusnya dia tidak mengikuti ucapan Ayah. Ini semua karena mata jahat sudah mulai mengintai Sakila lagi, sehingga dia seperti tak sanggup menahan diri, dan pasti akan berefek tak baik pada Ayah," tandas Reina seolah memprovokasi Alka.

Sepertinya Reina mulai berhalusinasi lagi. Dia membahas kembali perihal mata jahat lagi, dan Alka tak suka itu.

"Reina, apa kau pikir Sakila seorang pembawa sial? bagaimana bisa mata jahat mengintai dia?" kesal Alka.

"Ayah tolong maafkan aku jika aku lancang, tapi buktinya sudah beberapa kali Ayah mengalami hal buruk. Apa namanya itu kalau bukan mata jahat Ayah?" terang Reina penuh keyakinan.

Alka merasa jengah dengan sikap Reina yang terus menerus memojokkan Sakila. Haruskah dia memberitahu yang sebenarnya terjadi, bahwa dia tanpa sengaja mengagumi Sakila semalam? dan sejenak berfantasi liar bersama wanita itu? sehingga menjadikan teh sebagai kambing hitamnya? bisa-bisa nenek dan Reina menertawakan Alka.

"Reina, sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri sebelum orang lain. Bisa jadi mata jahat itu berasal darimu, bukan dari dalam diri Sakila!" tandas Alka setelah beberapa saat diam memikirkan jawaban yang tepat untuk Reina.

"Iya Reina. Sebaiknya kau mencemaskan dirimu sendiri. Lagi pula, jika Sakila membawa mata jahat untuk Alka, mengapa dulu kau mejadikan dia sebagai Ibu mertuamu? mengapa kau membawa dia ke dalam rumah ini?" sambung nenek seakan mendukung pendapat Alka.

"Tapi nek--" sanggah Reina masih ingin melanjutkan penjelasannya. Namun, Alka tak mau mendengar apapun lagi tentang Sakila.

"Cukup Reina! cukup! kau sudah terlalu banyak bicara. Apa kau pikir Sakila tidak menjagaku dengan baik? dia bahkan lebih sakit dari pada aku semalam. Tapi dia mengabaikan rasa sakit itu demi menjagaku. Apa itu yang di namakan seseorang yang memiliki mata jahat? lagi pula, apa maksud dari mata jahat itu? apa kau pikir di zaman sekarang mata jahat masih berlaku dalam masyarakat kita? terutama dirimu sendiri. Bukankah kau sendiri tak pernah meyakini itu? lalu sejak kapan mata jahat ada dalam rumah kita? apakah semenjak Sakila memasuki rumah ini? omong kosong!" tandas Alka penuh penekanan. Entah mengapa hatinya terus menolak ucapan Reina yang terus menerus memojokkan Sakila dan menghina istrinya itu.

"Sebaiknya kau pergilah dari sini, dan bawakan kami makanan," titah Alka kemudian dengan nada tak terbantahkan.

"Baik Ayah," jawab Reina tak berdaya. Akhirnya wanita itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan buat Alka dan Sakila.

Sementara Nenek tersenyum ria saat Alka tak henti-hentinya mendukung Sakila. Bahkan ketika istrinya itu mendapat kesulitan ataupun rintangan. Entah itu dari dalam rumahnya sendiri, atau berasal dari orang lain.

To be continued.

1
Nnek Titin
hadeeeuh si author kirain sakila mo ngomong apa ternyata suruh like koment n subcribe
karissa 🧘🧘😑ditama
mantapp gileee sakila beeuhh besttt👍👍👍
Clarazeeraa
bagus
yunie munarwie
Alka sudah ngucap cerai tp kok msih bisa berhubungan badan sih Thor,kok nggak ijab ulang dulu,kan ktanya sebagai muslim?🙏ya Thor agak janggal hatiku soalnya
Asih S Yekti
kok g ada kisah herlina sm aldi pd hal ceritanya panjang bgt
Asih S Yekti
kok lana bgt sih
Pipit Sopiah
buat apa bertahan hanya untuk di hina 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
harusnya jangan memaksakan kehendak sakila
Pipit Sopiah
apa karakter sakila di buat gitu ya Thor
Pipit Sopiah
bar bar juga ya
Pipit Sopiah
lanjut lagi
Pipit Sopiah
gaspolkeun bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu
Kurnia Rahmawati Yuniarto
bagus ceritanya
Erina Situmeang
nyesek Thor😭😭
Gue Kangen🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Arta Boru Siregar
menyebalkan
Arta Boru Siregar
klo aku kesal sama sakika,
Arta Boru Siregar
bertele2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!